
Setiap hari Riana dan Alkairo selalu menampilkan keromantisan di depan para karyawan dan juga di depan sahabat nya.
Riana tidak pernah mengeluh capek di saat semua sedang di hadapkan dengan sebuah pekerja'an yang menggunung, karena ada salah satu karyawan nya yang sedang cuti lahiran, jadi mau tak mau Riana lah yang meng-handle semuanya, takut nya dia malah merepotkan para karyawan nya ketika salah satu ada yang mengambil cuti, karena dia sudah waktunya mengambil cuti.
''Memang nya kamu tidak capek dengan semua pekerja'an ini,'' tanya Alkairo tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
''Tidak lah Mas, sebentar lagi selesai kok,'' jawab Riana dengan mengulas senyum.
''Kalau kamu capek, tinggalkan saja? kita pulang saj sekarang,'' ajak Alkairo yang memang sudah waktunya pulang.
''Riana masih senang bekerja Mas, bentar lagi ya please,'' mohon nya dengan sangat hati hati, takut sang suaminya marah.
__ADS_1
''Baiklah, kalau gthu Mas tunggu di ruangan Mas saja,'' jawab nya dengan mencium pipi Riana sebelum pergi.
Riana mengangguk pelan dan mengukas senyum ketika suaminya tidak melarang nya seperti dulu lagi, asal Riana tidak terlalu capek dia akan di ijinkan untuk bekerja, kadang kala Riana menyembunyikan rasa capek nya dari sang suami.
''Alhamdulillah selesai juga,'' gumam nya dengan merentangkan kedua tangan nya, agar otot-otot nya kembali rileks.
Riana merapikan meja kerjanya dan memyambar tas jinjing nya sebelum beranjak pergi dari ruangan nya. Riana berjalan menuju ruangan suaminya seperti yang di perintahkan tadi kepada nya, sedangkan ruangan yang lain nya sudah sepi karena waktu pulang sudah sejak tadi.
''Alhamdulillah sudah Mas,'' jawab nya.
Alkairo segera beranjak dari duduk nya dan menghampiri sang istri yang masih berdiri di ambang pintu. ''Kita pulang sekarang?'' ajak Alkairo yang sudah lelah sejak tadi, tapi sang istri malah sibuk dengan kerja'an nya.
__ADS_1
Alkairo memeluk pinggang ramping Riana, dan membawa nya ke mobil yang ada di parkiran, lantas mereka berdua langsung pulang setelah benar-benar sampai di parkiran mobil nya.
''Kenapa?'' tanya Alkairo ketika melihat sang istri sedang melamun.
''Nggak apa apa kok Mas, hanya saja Riana berpikir, kenapa Riana sampai sekarang belum hamil juga ya,'' jawab nya membuat Alkairo melirik ke arah sang istri, Alkairo mengerti perasa'an istri nya saat ini, karena merey sudsh dia bulan melakukan hubungan suami istri, tapi masih belum ada tanda tanda kehamilan datang di tengah tengah keluarga nya.
''Sabar sayang, mungkin Allah masih belum memberi kita kepercaya'an untukerawat seorang bayi, tapi yakinkan hatimu? kalau tidak akan lama lagi kita akan mendengar kabar yang baik dari ini,'' balas Alkairo dengan sedikit menghibur Riana yang masih nampak sedih.
''Kamu tau nggak sayang, Mama saja kemarin sampai dua tahun menikah baru hamil aku, dan kamu tidak usah khawatir soal itu, apa kamu lupa tentang saudara sepupu kamu? kamu juga bilang Sania hamil setelah usia pernikahan nya satu tahun bukan,'' Alkairo membandingkan pernikahan nya dengan pernikahan Sania juga, agar sang istri percaya dengan semua yang di ucapkan.
Akhirnya Riana mengangguk dan mulai menyunggingkan senyuman nya kembali, kenapa dia bisa lupa tentang saudara nya sendiri, pikir nya.
__ADS_1