
Di rumah sakit
Di rumah sakit tempat suaminya bertugas, Laura tengah berjuang melahirkan baby boy nya, dengan di temani oleh Mama mertuanya dan juga Papa mertuanya juga.
Michael sudah ada di samping Laura yang sedang berjuang untuk kelahiran anak nya, Michael dengan sabar menemani sang istri, dan dia jugaemberi dukungan kepada sang istri.
Sesekali Michael meringis ketika Laura menggelayut dan mencakar lengan nya, tapi rasa sakit itu tidak ia hiraukan sama sekali, Michael lebih memberikan semangat kepada Laura yang semakin meringis kesakitan, karena baby boy nya sudah terlihat kepala nya.
''Ayo tarik nafas keluarkan, ulangi swkali lagi,'' perintah sang dokter yang tengah menangani Laura.
''Kamu bisa, kamu pasti bisa sayang?'' bisik Michael tanpa sadar di telinga Laura.
Laura menoleh ke arah suaminya, menatap mata hitam suaminya yang masih setia menunggu di sisi nya.
'Aku harap, kata panggilan yang kamu katakan hari ini, akan kembali terulang Mas,' gumam Laura dengan mengulas senyum, tak lama kemudian suara tangisan pun terdengar di telinga keduanya.
Bayi laki-laki kini sudah lahir dengan selamat, tanpa kekurangan sesuatu apapun. Michael tersenyum bahagia, beberapa kali Michael mencium kening Laura yang kini sudah sangat lemas, karena sudah melahirkan buah hatinya dengan selamat dan juga sehat.
''Bayi dokter sangat tampan,'' ucap sang dokter setelah membersihkan bayi tersebut, dan memberikan kepada Michael untuk di adzani dan di iqamah.
''Terima kasih dokter,'' jawab Michael bahagia.
Senyum di wajah nya terus mengembang karena kelahiran sang anak ke dunia, dunia yang penuh tipu daya dan juga tipu muslihat.
Michael mulai meng adzani dan di lanjut iqomah di telinga kiri nya.
''Assalamu'alaikum sayang?'' bisik Michael kepada sang buah hati dengan senyuman yang masih bertengger di bibir nya.
''Dia mirip kamu Mas,'' gumam Laura lirih, namun sedetik kemudian? Laura pingsan membuat Michael yang sedang menggendong sang bayi khawatir dngan keada'an sang istri.
__ADS_1
''Istri saya kenapa dokter?'' tanya Michael dengan nada getir nya.
''Istri dokter Michael tidak apa apa, dia hanya kelelahan dan butuh istirahat saja,'' jawab nya dengan mengulas senyum, melihat wajah sahabat nya yang begitu khawatir kepada istri nya, membuat dokter yang menangani Laura tersenyum senang.
'Sekarang kamu akan tau, bagaimana perjuangan seorang istri melahirkan anak nya, dan ini baru permula'an nya saja dokter Michael, istri kamu sudah berjuang anatar hidup dan matinya, demi mengeluarkan anak kalian berdua, buah cinta kalian berdua, mesti itu awal nya tanpa sengaja,' gumam sang dokter di dalam hatinya.
''Kapan Laura akan sadar dokter,'' tanya Michael kembali.
''Mungkin sebentar lagi dokter, lebih baik dokter Michael keluar dari sini, kami akan membersihkan istri anda terlebih dulu sebelum memindahkan ke kamar rawat,'' sahut nya dengan mengusir Michael dari ruang persalinan.
Sedangkan sang bayi sudah berada di ruangan bayi, dia harus mendapatkan perawatan juga sebelum berkumpul dengan kedua orang tuanya di kamar inap nya.
''Bagaimana keada'an Laura sekarang?'' tanya sang Mama kepada Michael ketika dia keluar dari ruangan bersalin.
''Dia masih tidak sadarkan diri Ma, tapi kata dokter Laura kelelahan dan dia juga baik baik saja,'' jawab nya dengan duduk di samping Mama nya.
''Syukur lah, kamu tau nggak, anak kamu sungguh sangat mirip dengan kamu Michael, Mama akhirnya menjadi seorang nenek juga,'' ucap nya dengan nada senang nya.
''Kamu kenapa melamun begitu sich Mich, apa kamu tidak bahagia dengan bayi mungil itu,'' tanya sang Mama dengan nada datar nya.
''Bukan begitu Ma, apa menyakitkan seperti itu kalau semua Ibu melahirkan semua anak anak nya,'' Michael malah balik tanya sama sang Mama, membuat Mama nya mengernyitkan dahinya, karena pertanya'an putra nya.
''Ya memang seperti itu, melahirkan adalah kodrat seorang wanita, jadi mulai sekarang? kamu harus lebih sayang sama dia, dia sudah melawan rasa sakit dan taruhan nya adalah nyawa, karena itulah kenapa surga berada di telapak kaki Ibu, karena perjuangan saat dia melahirkan sungguh sangat menguras tenaga, bahkan tulangbtulang kita seakan remuk ketika kita mencoba mengeluarkan anak kita,'' jawab Mama Helena dengan panjang lebar.
Michael mengangguk pelan, seraya berkata, ''Insya Allah Ma, do'akan saja Mic bisa lebih baik lagi sama Laura,'' sahut nya dengan mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya, karena sedati tadi ponsel nya bergetar, namun Michael memilih mengabaikan ponsel nya.
''Siapa Mic,'' tanya Mama Helena dengan mengangkat satu alis nya ke atas.
''Rekan bisnis Papa Ma, dia sangat memaksa ingin bekerja sama dengan perusaha'an Papa, tapi kayak nya Papa tidak ada niat untuk melakukan kerja sama dengan beliau,'' jawab nya dengan memberi tahu sang Mama, nama pemanggil yang sedari tadi menghubungi nya.
__ADS_1
''Kenapa dia tidak menghubungi Papa kami, tapi malah menghubungi kamu sich,'' kesal nya, dengan merijek kembali panggilan yang ada di ponsel putra nya.
''Sudah lah, jangan di gubris? orang seperti dia hanya ingin memanfa'atkan kebaikan kita saja, dia tidak benar-benar ingin bekerja sama dengan Papa kamu, tapi hanya ingin menipu perusaha'an kamu saja,'' tambah nya lagi dengan mengembalikan ponsel Michael dalam keada'an mati, karena Mama Helena sudah menonaktifkan pinswl Michael sebelum mengembalikan nya.
Michael hanya menurut apa yang di katakan sang Mama, lagi pula dia tidak berhak ikut campur dalam masalh perusaha'an Papa nya, karena Michael sendiri belum benar-benar terjun ke dalam dunia bisnis, hanya saja dia akan datang ketika jadwal di rumah sakit sedang kosong.
''Lebih baik kamu sekarang, pikirkan istri kamu yang belum keluar juga dari ruang bersalin, apa mungkin Laura belum sadar juga,'' kata Mama Helena yang mengagetkan Michael.
''Mungkin sebentar lagi Ma, dokter bilang masih ingin membersihkan nya,'' jawab nya yang melihat sang Mama yang sudah tidak sabaran, ingin masuk ke dalam ruang bersalin yang ada di depan nya.
''Ini sudah lama Michael, Mama khawatir sama Laura,'' jawab nya yang melihat ke dalam melalui kaca di tengah tengah pintu, namun tidak terlihat sama sekali ke dalam, karena di dalam banyak tirai yang menghalangi ke brankar Laura.
''Kesel kalau seperti ini terus, mana cucu ku juga belum keluar dari ruang bayi,'' dengan nya dengan mendudukkan kembali bokongnya ke tempat yang di duduki tadi.
''Makanya, lebih baik Mama sabar dan tunggu di sini, mereka akan keluar juga kok,'' balas Michael yang sudah kesal dengan sikap keras kepala sang Mama.
''Ini lagi, bukan nya kamu juga seorang dokter, tapi istri sendiri sedang lahiran malah di tinggal begitu saja di dalam,'' racau Mama Helena yang sudah tidak sabaran menunggu Laura dan juga bayinya keluar dari ruangan.
Michael hanya melihat nya saja, dia sudah capek dengan sikap sang Mama yang semakin menjadi jadi, 'Aku dokter penyakit dalam, bukan dokter kandungan,' batin Michael dengan mengusap wajah nya dengan kasar.
Setelah menunggu beberapa saat kemudian, akhirnya Laura kini sudah di oindahkan ke ruangan VIP, seperti perminta'an Mama Helena, yang menginginkan menantu dan juga cucu nya mendapatkan perawatan yang bagus dan juga intensif.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ.