
Malam harinya Riana tidur bersama Mama Citra di kamar nya, sedang Alkairo seperti biasanya, akan tidur di kamar tamu seperti kemarin kemarin nya, sedangkan Tuan Arzan sudah kembali bersama dengan Andrian ke apartemen nya.
Mama Citra memang mau menginao untuk mengusir rasa kangen nya dengan sang puteri, jadi Tuan Arzan memperbolehkan sang istri untuk menginap di rumah sang menantu.
''Kenapa Papa nggak ikutan nginap bersama Mama juga,'' tanya Andrian kepada Tuan Arzan yang ikut pulang ke apartemen nya.
''Mama kamu ingin tidur dengan adik kamu di sana, jadi Papa pulang sajalah biar nemenin kamu juga di apartemen kan?'' jawab nya dengan lugas, mengingat dia juga mempunyai seorang outera yang kini sudah ada di dekat nya, sedang si bungsu masih menuntut ilmu S2 nya di gingseng.
''Memang Papa juga kangen Andrian,'' tanya nya, mengingat selama sang Papa tidak pernah menghubungi Andrian untuk pertama kali, tapi Mama nya lagi yang sering menghubungi Andrian selama ini, Andrian mengira Papa nya tidak sayang kepada nya, tapi nyatanya sang Papa lebih memilih tidur bersama dirinya di apartemen.
Andrian berhenti di sebuah restoran tempat biasa ia makan selama ini, dia memesan makanan untuk mereka makan malam, karena Andrian dan sang Papa tidak menunggu sampai makan malam tiba, karena Papa Arzan ada pekerja'an yang harus ia selesaikan juga.
__ADS_1
''Papa sedang apa?'' tanya Andeian ketika sudah balik ke mobil nya, dan menaruh kitak makan di jok belakang.
''Papa sedang menyelesaikan pekerja'an Papa yang belum kelar kemarin, jadi Papa memilih untuk mengerjakan di sini saja, di sana sudah sang asisten Yang meng-hadle semuanya, Papa akan bekerja dari sini sampai Mama kamu mengajak pulang,'' gumam nya dengan mengetik keyboard laptop nya.
''Sudah lah Pa, kita kerjakan di apartemen nanti, setelah makan malam oke,'' seru Andrian yang tak ingin melihat Papa nya sakit, karena selalu memikirkan pekerja'an nya yang tidak ada habis nya.
Papa Arah hanya mengangguk seraya menutup laptop nya, dan menaruh di jok belakang.
''Kenapa kamu tidak membeli rumah saja sich kak? jadi biar enak kalau kita datang rame rame ke sini,'' ucap Papa Arzan dengan sedikit mengerutkan kening nya.
''Kalau punya rumah, Andrian harus punya asisten juga kan Pa, sedangkan Andrian? tidak mau banyak orang di sisi Andrian Pa,'' jawab nya dengan santai.
__ADS_1
''Memangnya kakak tidak ingin menikah,'' tanya Papa Arzan.
''Masalah menikah urusan belakangan Pa, sekarang Andrian akan fokus kepada pekerja'an dulu, jadi setelah Rian sukses baru akan memikirkan menikah, lagipula cewek saja Rian tidak punya,'' ungkap nya dengan kekehan, karena dia juga malu kepada Papa nya karena sudah berkata jujur dengan Papa Arzan, tapi Papa Arzan malah membalas ucapan Andrian dengan senyuman.
''Bagaimana kalau catikan wanita buat Kakak, bagaimana?'' ujar Papa Arzan dengan sedikit ngejailin sang anak kembar nya.
''Sudah lah, Pa? Rian tidak mau di jodoh jodohin,''
''Tapi sebentar lagi adek kamu akan memiliki anak, dan kakak belum punya wanita di samping nya,'' ucapnya dengan senyuman.
''Tau ach, Rian malas ngomongin wanita untuk saat ini, Riana punya anak dia kan sudah punya suami, dan Rian hanya beda lima menit dengan Riana Pa, jadi tidak masalah kan?'' jawab nya dengan nada datarnya.
__ADS_1
Papa Arzan hanya tertawa mendengar jawaban dari anak kembar nya yang sudah mulai kesal kepada nya.