
Tepat jam lima Riana pulang dari kantor sang Ayah dengan mengendarai mobil nya sendiri, di dalam perjalanan pulang Riana selalu teringat dengan apa yang di katakan oleh sang mertua, kalau suaminya ternyata punya perusaha'an juga di kita ini.
''Apa aku harus bertanya tentang perusaha'an ma Al ya,'' gumam pelan sambil menyetir mobil nya. ''Tapi? nanti aku di sangka nya malah memata matai dia lagi,'' Riana merasa bingung dengan keputusan nya yang akan bertanya kepada suaminya, tentang perusaha'an yang baru saja ia ketahui itu.
''Sudahlah, ngapain juga aku harus mengutusi bisnis mas Al, kalau misalkan dia bilang sendiri nanti aku akan dengerin dan akan membantunya sebisa ku juga,'' lagi lagi Riana bergumam memikirkan tentang perusaha'an sang suami.
Di rumah besar Tuan Arzan, Alkairo sudah duduk santai di dalam kamar nya, menunggu kedatangan sang istri yang belum juga tiba dari perusaha'an Ayah-nya, yang tak lain adalah Ayah mertua Alkairo juga.
Mobil yang sangat familiar bagi Alkairo masuk ke dalam rumah besar dan juga mewah itu, Alkairo menatap sekilas mobil masuk dan ternyata yang datang adalah sang istri. Alkairo beranjak dari tempatnya, dan berjalan keluar dari kamar untuk menyambut kedatangan sang istri, yang seharian sudah bergelut dengan berkas berkas perusaha'an Ayah mertua nya.
Alkairo menuruni anak tangga dan melihat Riana yang sedang berjalan menuju dapur, terlihat sang istri membuka lemari pendingin dan mengambil satu botol air dingin di sana.
''Sudah pulang sayang?'' sapa Alkairo yang mengikuti Riana ke dapur.
Riana tak menjawab pertanyaan sang suami, dia masih terus menenggak habis air yang sudah ia tuang ke dalam gelas.
''Iya mas, maaf haus banget,'' sahut Riana yang sudah menghabiskan minuman nya.
''Memang nya di dalam mobil kamu tidak ada air sama sekali,'' tanya lagi Alkairo yang penasaran dengan istri nya yang minum satu gelas besar.
Riana menggeleng, lagian kalau ada di dalam mobil kan nggak bakalan dingin juga Mas,'' rengek nya yang langsung di ketawain oleh sang suami.
''Sudah ach, Ria mau bersih bersih dulu di kamar,'' pamit Riana memutuskan obrolan nya dengan sang suami, Riana berfikir kalau suaminya kini sedang meledek nya karena tadi dia sempat tertawa jail ketika dia bilang tidak dingin.
Riana berjalan menaiki anak tangga dan Alkairo mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuan Riana yang tengah kesal dengan nya.
''Kenapa sekarang aku sekali menggoda istri ku yang semakin cantik itu sich,'' gumam Alkairo yang terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
Riana masuk ke kamar dan segera masuk ke dalam kamar mandi, setelah dia melepaskan semua pernak pernikahan yang ia pakai tadi ke kantor, seperti jam tangan dan juga barang lainnya, hanya cincin kawin nya saja yang tidak pernah ia lepas, sejak Alkairo menyematkan di jari manis nya itu.
__ADS_1
Alkairo hanya bisa menggeleng pelan melihat sang istri yang masih kesal kepada nya, tapi Alkairo malah tersenyum melihat wajah kesal sang istri.
Alkairo sengaja duduk di sofa yang ada di dalam kamar Riana, yang sekarang juga menjadi kamarnya.
Alkairo mengeluarkan sebuah ponsel dan menekan nomor yang tadi sempat menghubungi nya, tapi Alkairo tidak mengetahui karena Alkairo tidak membawa ponsel ketika dia turun menghampiri Riana sang istri.
Alkairo memutuskan untuk menghubungi Christopher, ya tadi yang menelfin adalah Christopher sang asisten di Negara kelahiran nya.
Panggilan tersambung dan tak butuh waktu lama, kini Christopher sudah menerima panggilan dari sang bos.
-''Ada apa,'' tanya Alkairo dengan nada juteknya.
-''Ada masalah di perusaha'an Bos, ada seseorang yang berani menyabotase data data perusaha'an, sehingga perusaha'an mengalami kerugian yang banyak,'' jelas Christopher kepada Alkairo, selalu pemilik perusaha'an tersebut.
-''Selidiki dengan cepat, aku mau? ketika aku kembali ke sana semuanya sudah jelas siapa pelakunya,'' Alkairo memerintah Asisten kepercaya'an nya yang saat ini sedang meng-handle semua urusan kantor kepadanya.
-''Baik Bos, kalau boleh tau, anda kapan akan kembali ke sini,'' tanya Christopher, agar semua pekerja'an nya selesai sebelum sang bos balik ke Negara nya.
-''Baiklah Tuan, akan saya selidiki siapa orang yang berani macam macam dengan perusaha'an anda Tuan,'' balas Christopher.
-''Ya sudah, aku matikan sambungan nya,'' kata Alkairo yang langsung memutuskan begitu saja, tanpa mau mendengar jawaban dari sang asisten yang menjadi kaki tangan nya juga.
Di sisi lain Christopher memaki tak jelas, karena sang bisa masih tetap sama seperti dulu, yang seenak nya memutuskan sambungan telepon.
''Untung bos, kalau orang lain sudah aku bejek bejek kamu bos, akan aku jadikan perkedel yang siap santap,'' gerutu Christopher seraya membuka laptop yang ada di hadapan nya.
Christopher sendiri juga sangat lihai dalam meretas, tapi keahlian Christopher hanya untuk melakukan yang bermanfaat saja, tidak menyalah gunakan kelebihan ilmunya dengan menjual dirinya dan harus melakukan hal hal yang ia sangat benci.
Dulu Christopher juga seorang preman yang sangat di takuti oleh semua orang di sana, namun pertemuan dirinya dengan Alkairo membuat Christopher menjadi lebih baik dalam segala hal, tidak sekasar seperti dulu lagi kalau berhadapan dengan semua orang.
__ADS_1
Tapi tidak bisa di oungkiri kalau Christopher juga bisa berbuat jahat ketika orang yang sayang dan juga ia linduy dalam bahaya, seperti halnya sekarang! Christopher sudah mulai mencari jejak orang yang menyabotase perusaha'an Tuan nya.
''Mungkin kamu sangat lihai, tapi aku akan pastikan? kalau aku akan menangkap kamu dalam waktu 24 jam,'' gumam nya dengan senyuman liciknya.
Tak butuh waktu satu jam Christopher untuk menemukan siapa pelaku yang sudah bermain main dengan nya, sehingga perusaha'an sang bos harus mengalami kerugian yang cukup besar.
Setelah menemukan orang yang ia curigai, Christopher menghubungi salah satu anak buah nya yang kini sedang di tugaskan untuk meng-handle di perusaha'an Papa Alkairo.
-''Ada apa Cris,'' tanya Angga dengan dingin.
-''Angga, kamu sibuk,'' tanya balik Christopher membuat Angga berdecak kesal, karena itu sudah kebiasa'an teman nya dari dulu.
-''Ckkk,'' saking kesal nya kepada Christopher. ''Aku sedang nyantai sekarang, karena Tuan besar sedang ada di perusaha'an, jadi tak banyak yang harus aku lakukan saat ini,'' jawab Angga kemudian.
-''Aku ada pekerja'an baru buat kamu, nanti kita ringkus sama sama orang itu,'' sahut di segera telfon.
-''Pekerja'an lagi, kalau selalu mengurusi pekerja'an? kapan aku akan pergi kencan dengan wanita wanita cantik yang sudah lama menunggu kedatangan ku itu,'' keluh Angga, setiap hari yang di lakukan hanyalah bekerja bekerja dan bekerja, sedangkan waktu untuk berleha leha tidak ada sama sekali, baru selesai pekerja'an satunya, kini sudah akan mendapatkan tugas lagi.
-''Besok besok aku harus menjadi seorang Bos besar, agar aku bisa nyuruh nyuruh dia juga,'' ungkapnya yang langsung mendapatkan yeriakan dari seberang.
-''Ech lho! mau mati ya, ini perintah dari Tuan Muda tau nggak,'' teriak Christopher, ''Bukan aku yang membuat perintah untuk mu, karena aku juga butuh hiburan untuk mengisi hati hariku yang menyedihkan ini,'' Christopher juga sangat lelah harus mengurusi semua pekerja'an yang di limpahkan kepadanya, sedangkan dang Tuan kini sedang nerkasih mesra dengan istri cantiknya.
-''Baiklah, apa yang harus aku lakukan,'' tanya Angga pelan, namun masih bisa di dengan oleh Christopher. ''Tapi ingat! semua itu tidak gratis sayang??'' Angga menggoda Christopher di seberang telfon.
-''Akan ku hajar kamu kalau masih berani memanggilku sayang lagi,'' balas Christopher yang tak mau di panggil sayang oleh sesama jenis nya.
-''An*jay,'' balas Angga dengan cekikikan nya.
Sedangkan Christopher kini sedang marah dengan sifat Angga yang suka merayu semua orang, tapi semua itu Angga lakukan hanya di depan teman nya yang memang tidak menyukai dirinya di goda oleh sesama laki-laki.
__ADS_1
-''Sudah santai aja bro, gue pergi sekarang!'' potong Angga dan memutuskan sambungan telfon nya untuk segera menemui Christopher, yang mungkin saat ini sedang sakit kepala karena ulah nya.