CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 55. CCAI 55


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang dengan sangat merdu, membuat siapapun yang mendengar akan merinding dan akan segera melaksanakan kewajiban nya sebagai umat islam yang ta'at agama.


Mama Citra sudah bangun dan segera membersihkan tubuh nya, mama Citra sendiri sengaja membawa mukenaj nya sendiri, karena dia tidak mau merepotkan semua orang ketika ingin melakukan sholat di rumah menantu nya.


Ro yang juga terganggu segeu meraba kasur di samping nya dan tak menemukan siapapun di sana, Riana mengucek matanya dengan punggung tangan nya, kemudian Riana mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, Riana masih menunggu sang Mama keluar dari kamar mandi.


''Lho sayang, kamu sudah bangun, apa Mama mengganggu tidur kamu?'' tanya Mama Citra yang baru keluar dari kamar mandi.


''Tidak Ma, Riana memang ingin bangun dan sholat juga, ini kan sudah adzan subuh kan?'' jawab nya dengan ramah.


''Ya sudah kita jama'ah berdua ya, Mama tunggu kakak di sini,'' sahut Mama Citra yang mengeluarkan mukenah nya dari dalam tas. Di mana mukenah tersebut adalah barang yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.


Lima belas menit Mama Citra menunggu dan datang Riana dengan sudah memakai mukenah dan juga membawa sajadah.


''Ayo Ma, kaka sudah siap sekarang,'' ajak nya dengan membentngkan sajadah yang ia pegang saat ini.


Mama Citra hanya menganggukkan kepala nya pelan, dan beranjak dari duduk nya, Mama Citra menaruh Al-Qur'an yang ia baca di atas nakas samping tempat tidur Riana.


Mama Citra menjadi imam untuk puteri nya, biasanya merey akan sholat ber jama'ah dengan Papa Arzan, Andrian, Riana dan juga si bungsu Marcel. Dengan Papa Arzan yang akan menjadi imam mereka di rumah nya.


Selesai sholat Mama Citra mengajak Riana untuk melakukan jalan pagi dengan berkeliling di halaman rumah mertuanya, yang terbilang sangat luas sekali.


''Ayo sayang, Mama temani kamu olahraga di taman depan,'' ajak nya dengan menggandeng tangaan Riana dengan penuh kelembutan sebagai seorang Ibu yang begitu sayang dengan puteri nya, apalagi sekarang puteri nya sedang mengandung, dan itu adalah cucu pertamanya dan dia sudah berjanji akan menjaga sang puteri di awala kehamilan nya.


Mama Citra tidak pernah meragukan Mama Nathalie sebagai mertua yang baik untuk anak nya, Mama Nathalie sangat baik dan juga sangat sayang dengan menantunya, Mama Nathalie juga sudah menganggap Riana sebagai puteri kandung nya, jadi dia tidak akan pilih kasih dalam memberikan kasih sayang kepada anak anak nya.


''Sayang mau kemana pagi pagi gini,'' tanya Mama Nathalie yang sudah ada di lantai bawah.


''Saya akan mengajqk Riana jalan jalan di depan jeng, apakah mau ikut ke depan menempatkan bumil muda ini,'' ajak Mama Citra kepada sang besan.


''Baiklah, aku akan ikut menemani puteri kita jalan jalan, karena momen seperti ini sangat jarangbkiya lalui bertiga,'' ucap nya dengan mengikat rambut panjang nya.

__ADS_1


Sebenarnya Mama Nathalie akan memasak di dapur untuk sarapan pagi mereka, dan tanpa sadar Mama Nathalie melihat besan dan juga menantunya sedang menuruni anak tangga, karena rasa penasaran nya Mama Nathalie mengurungkan niatnya yang akan pergi ke dapur dan lebih memilih menunggu kedua wanita beda usia tersebut.


Mama Citra dan Mama Nathalie sangat bersemangat menggandeng tangan Riana, yang tadinya hanya ingin mengutari taman depan rumah Alkairo, kini malah ketiga wanita itu keluar dari gerbangbtumah mewah, dia berjalan ke arah jalan raya komplek perumahan nya untuk mencari sarapan paginya di jalan, itu peeminta'an Riana yang tiba-tiba pengin nyemil di pagi hari.


Mereka bertiga menyusuri jalanan yang masih sangat sepi, ''Kita ke supermarket saja ya,'' ajak Mama Nathalie karena Riana bilang pengen nyemil.


''Kita ke depan saja Ma, Riana pengen nyemil jajanan bukan snack,'' jawab Riana dengan memegang lengan Mama Nathalie.


''Baiklah, kita turuti perminta'an bumil cantik ini sekarang, walao sebenarnya Mama sudah engap jalan jauh seperti ini, maklum saja Mama tidak pernah melakukan olahraga selama ini,'' ujar Mama Nathalie yang hanya mendapat kekehan dari Riana dan juga Mama Citra.


''Lagian Mama malas banget kalau Riana ajak untuk olahraga Ma,'' adu Riana kepada Mama Citra.


''Sayang, jangan buka kartu sama Mama kamu dong, malu tau,'' bisik Mama Nathalie kepada menantunya.


''Nggak apa apa kok jeng, aku juga gitu orang nya, kalau sudah menyangkut olahraga, maunya tiduran terus seperti si oreng ya kak?'' sambung Mama Citra mengingat kucing oreng nya di rumah.


''Iya Ma, makanya Mama jadi tambah gembul kayak oreng? tapi apa kabar nya ya si oreng Ma,'' tanya Riana ketika mengingat kucing kesayangan nya.


''Alhamdulillah, jadi pengen peluk si oreng dech Ma,'' rengek Riana kepada kedua Mama nya dengan menyandarkan kepala nya di bahu Mama Citra.


''Sabar, nanti setelah lahiran nggak apa apa peluk si oreng, kalau sedang hamil tidak boleh peluk si oreng sayang?'' kata Mama Nathalie kepada sang menantu.


''Iya, yang di katakan mertua kamu itu ada benar nya sayang, takut nya terjadi sesuatu dengan kehamilan kamu itu,'' sambung nya yang membuat Ry hanya mengangguk pasrah dengan kedua Mama nya.


''Ma itu ada yang jual makanan, kita ke sana ya,'' setelah begitu lama jalan kaki akhirnya mereka bertiga menemukan pedagang yang jual jajanan di pagi hari.


Riana dengan semangat memilih beberapa kue dengan macam macam bentuk kue. ''Mama mau yang Mana?'' tanya Riana dengan terus memasukkan beberapa kue ke dalam kertas yang sudah di sediakan oleh penjual.


''Apa saja sayang?'' sahut Mama Citra dan juga Mama Nathalie.


Dengan semangat 45, Riana memasukkan dan memberikan kepada penjual, dan segera bayar.

__ADS_1


Mama Nathalie yang sudah tidak berjalan lagi akhirnya memilih duduk di kursi yang ada di sekitaran komplek perumahan mewah nya.


''Mama istirahat sebentar ya, lagi pula kamu sudah membeli semua jajanan itu sayang, kita istirahat dan makan jajanan itu di sini saja,'' Mama Nathalie mendaratkan boking nya di kursi dan di ikuti okeh Mama Citra dan juga Riana yang duduk di samping nya.


Riana membuka kantong yang berisi jajanan yang ia beli barusan, Ry juga membagi dengan kedua Mama nya yang terlihat sangat lelah.


'.Nanti pulang nya bagaimana Ma, pasti sudah siang sampai di rumah nya,'' cetus nya dengan mengunyah kue yang ia pegang.


''Lebih baik kita minta di jemput saja,'' sahut Mama Nathalie. ''Sebentar, Mama telfon suami kamu ya,'' Mama Nathalie mengeluarkan ponsel di kantong celana nya dan menghubungi Alky di rumah.


-''Iya hallo Ma,'' sapa Alkairo setelah menerima panggilan telfon dari Mama nya.


-''Yoling jemput kamu di depan komplek,'' sahut Mama Nathalie memerintah putera nya.


-''Ngapain Mama di depan komplek,'' tanya nya, tapi tidak mendapatkan sahutan dari sang Mama, karena Mama naturalisasi sudah memutuskan sambungan telfon nya, tanpa sepengetahuan Alkairo.


Alkairo yang sudah rapi dengan baju kerjanya segera menyambar kunci mobil dan berjalan menuju ke lantai dasar.


''Kenapa kamu buru buru gitu Al,'' tanya sang Papa yang melihat Alkairo terburu-buru turun dari lantai dua.


''Ini Pa, mau jemput Mama di depan komplek, ada ada saja dech Mama ini, pagi pagi sudah kelayapan,'' gerutu Alkairo yang terlihat malas dengan menjemput sang Mama, karena selama ini sang Mama hanya bisa menjadi nya saja, tanpa mau membela ataupun mendukung dirinya dengan dekat istri tercinta nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2