CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 33. CCAI 33


__ADS_3

Pagi pagi sekali Riana sudah terbangun dari tidur nya untuk segera menyelesaikan kewajiban nya sebagai umat islam yang taat agama, sedangkan Alkairo masih bergelut dengan selimut nya karena sedang di dera sakit, semalam Alkairo memang mengeluh sakit di bagian perut nya ketika tengah malam.


Riana juga sempat khawatir dengan keada'an suaminya yang tiba-tiba sakit perut, namun setelah dia memberikan obat dan juga mengompres bagian perut dengan sebuah botol yang di isi dengan air hangat, sakit perut Alkairo lumayan berkurang sedikit dan tepat di jam 3 dini hari Alkairo baru bisa memejamkan matanya. Riana merasa sangat lega dengan sakit sang suami yang sudah agak mendingan itu.


Selesai melaksanakan kewajiban nya, Riana berjalan menuju ke arah di mana sang suami tengah terbaring, Riana menaruh telapak tangan nya di dahi Alkairo.


''Alhamdulillah, panas nya juga sudah mulai turun,'' gumam nya pelan, agar sang suami tidak terganggu dengan gumaman nya.


Riana beranjak keluar dari kamar nya dan menuju ke dapur yang ada di lantai bawah. Sesampainya di bawah, ternyata di sana sudah ada sang Mama mertua yang tengah berjibaku dengan bahan masakan nya.


''Mama,'' sapa Riana dengan ramah.


''Ech sayang? sudah bangun juga ternyata,'' sahut Mama Nathalie mencium pipi sang menantu.


''Iya Ma, lagi masak apa?'' tanya Riana lagi, dan menatap ke arah sayuran yang masih utuh karena belum di potong potong.


''Ini, Mama pengen masak sayur kangkung dan juga ayam kecap, dan beberapa masakan lain nya juga,'' jawab nya dengan meracik bumbu yang sudah ia kupas.


''Biar Riana bantu Ma,'' kata Riana dengan mengambil sayur kangkung di sebelah Mama Nathalie.


''Sudah, kamu temenin suami kamu saja dech, biar Mama dan mbak mbak di sini yang bantu Mama,'' tolak Mama Nathalie.


''Kalau gitu, Riana mau bikin bubur saja dech Ma?'' tukas nya dengan meraih panci di rak.


''Bubur, bubur buat siapa?'' tanya Mama Nathalie penasaran.


''Bubur buat Mas Al Ma, semalam dia sakit perut? entah kenapa dia bisa sakit perut seperti itu,'' adunya kepada sang Mama mertua.

__ADS_1


''Sakit perut, kenapa kamu nggak bilang sama Mama, kalau Al sakit perut sayang,'' ujar nya dengan nada khawatir.


''Sekarang sudah baikan kok Ma, Riana sudah memberi obat sakit perut, dan juga semalam sempat mengompres perut nya dengan air hangat,'' balas Riana memegang lengan sang Mama.


''Sekarang dia sedang apa di kamar?''


''Mas Al masih tidur Ma, semalam sempat tidak bisa tidur, sampai jam 3 pagi baru Mas Al bisa tidur,'' ungkap nya dengan mengulas senyum di bibir nya.


''Jadi, kamu juga baru tidur jam 3 pagi, kenapa kamu sudah bangun sayang, seharusnya kamu beristirahat saja di dalam kamar,'' Mama Nathalie melihat menantunya dengan pandangan nanar, tak menyangka kalau sang menantu mau merawat putera nya.


''Riana tidak bisa tidur Ma, Riana semalaman terjaga, lagi pula jam 3 tadi Riana isi dengan kegiatan yang berfaedah juga kok, jadi nyambung sampai subuh tadi,'' pungkas nya dengan di senyumin oleh sang Mama mertua.


''Kamu memang begitu baik sayang, pantas saja Al tidak mau kehilangan kamu,'' kata Mama Nathalie kepada sang menantu, ''Kamu tau nggak, ketika Mama akan menjodohkan dia dengan anak teman Mama, suami kamu itu menolak dengan keras sampai satu bulan tidak pulang ke rumah, dan semua pekerja'an nya terbengkalai membuat Papa nya riweh,'' cerita Mama Nathalie, mengingat dulu Alkairo yang tak mau di jodoh jodohin, karena menurut Alkairo, sekarang bukan lagi jaman Siti Nurbaya yang harus menerima perjodohan dengan wanita yang tidak atau sama sekali ia cintai.


Riana hanya menjadi pendengar yang baik ketika Mama Nathalie bercerita tentang kekonyolan suaminya dulu. ''Entah kenapa? setelah bertemu dengan kamu, Al selalu bercerita tentang wanita yang sangat baik dan juga berparas cantik, tapi suami kamu itu tidak semerta merta memberi tahu tentang gadis yang selalu ia ceritakan, jadi dengan tekad, Mama mencari tau sendiri tentang gadis yang selalu ia ceritakan sepulang kerja,'' Mama Nathalie menghentikan ceritanya sebentar.


''Memang nya siapa gadis itu Ma?'' tanya dengan rasa penasaran.


''Mungkin inilah yang di namakan jodoh dan juga takdir Tuhan yang di berikan kepada putera Mama,'' gumam nya dengan senyuman yang terus mengembang di bibir nya.


''Mama sangat berterima kasih sama kamu sayang, karena sudah mau merawat putera Mama satu satu nya.'' tambah nya lagi dengan nada lirih.


''Mama ngomong apa sich? Mas Al sudah menjadi suami Riana, jadi sudah sepatutnya Riana merawat Mas Al dengan baik,'' Riana memegang tangan Mama Nathalie, agar Mama Nathalie tidak merasa sedih kembali.


''Sudah, Mama tidak boleh bersedih lagi oke, sekarang sudah Riana yang akan menjaga Mas Al dan juga Mama,'' Riana menampakkan deretan gigi putih nya.


''Terima kasih sayang, dan Mama berharap akan segera hadir malaikat kecil di tengah tengah rumah ini,'' kata Mama Nathalie yang kini sudah memeluk sang menantu.

__ADS_1


Pagi ini hanya bercerita di dapur tanpa masak satu pun yang akan mereka masak, sampai akhirnya sang koki yang turun tangan langsung ke dapur, ketika Mama Nathalie mengijinkan mereka yang menyiapkan makanan untuk sarapan paginya.


Mama Nathalie dan juga Riana tengah berada di kamar Alkairo, Mama Nathalie menatap wajah pucat sang putera yang masih terbaring di tempat tidur.


''Kalau Mas Al masih merasa sakit, Riana akan membawa Mas Al ke rumah sakit saja Ma, Riana takut ada sesuatu yang Mas Al makan dan itu memicu sakit perut Mas Al,'' tutur nya dengan sangt lembut.


''Semoga tidak terjadi apa apa sama suami kamu sayang?''


''Amiiin,'' jawab Riana dengan menatap wajah tampan suaminya yang masih betah memejamkan matanya.


''Lebih baik kamu bersiap sekarang untuk menggantikan Alkairo di kantor nya, hari ini ada orang penting yang mau ketemu dengan suami kamu, kalau sampai suami kamu tidak datang ke pertemuan, maka perusaha'an itu akan rugi banyak sayang,'' Mama Nathalie baru ingat dengan pesan sekretaris putera nya yang kemarin di katakan kepada Mama Nathalie.


''Tapi Ma, Riana kan tidak tau pasti perusaha'an Mas Al,'' jawab Riana dengan nada yang sedikit manja kepada sang Mama mertua.


''Urusan utu biar sopir Mama yang akan mengantarkan kamu ke sana,'' ujar nya dengan mantap. ''Sekarang kamu bersiap, biar Mama yang jagain suami kamu di sini,'' tambah nya lagi dengan sedikit mendorong tubuh Riana.


''Tapi Riana mau ngomong apa di sana Ma, sedangkan Riana tidak kenal dengan orang orang di sana,'' mohon Riana agar tidak di suruh pergi ke perusaha'an suami nya.


''Di sana sudah Christopher yang akan mengatakan kepada orang orang itu, jadi kamu tinggal dengarkan kata kata mereka dan kasih masukan kalau perlu,'' Mama Nathalie meyakinkan menantunya agar bisa mewakili putera nya ke perusaha'an yang ia rintis dari nol.


Dengan pasrah, Riana akhirnya mengangguk, mengiyakan suruhan Mama Nathalie, dengan alasan karena suami nya saat ini sedang sakit, dan tidak bisa menemui orang orang penting tadi.


Riana berjalan menuju ruang ganti untuk segera berangkat ke kantor suaminya, dengan di antar oleh sopir pribadi sang Mama. Dan tak butuh waktu yang lama, Riana kini sudah berpenampilan sangat cantik dengan celana hitam dan juga kemeja putih nya, di padu padan kan dengan outher berwarna hitam, rambut panjang nya sengaja di gerai agar terlihat lebih segar dan juga menyembunyikan lehernya yang jenjang dan juga berwarna putih bersih itu.


Setelah Riana berpamitan kepada Mama Nathalie, Riana mencium punggung tangan suaminya seraya berbisik, ''Do'akan aku supaya bisnis ini sukses, dan kamu juga tidak mengalami kerugian Mas?''


Mama Nathalie terharu dengan sifat menantunya yang terlihat sangat menghargai sang suami, dan Mama Nathalie juga melihat sang menantu mencium tangan putera nya, meski saat itu putera nya masih terpejam.

__ADS_1


Terima kasih yang selalu dukung karya karya Almahyra, jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak.


Terima kasihπŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2