CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 31. CCAI 31


__ADS_3

''Sepertinya Mama sangat senang dengan kedatangan kamu kerumah ini,'' bisik Alkairo tepat di telinga Riana.


''Ya memang harus senang dong Mas? aku kan menantu idaman,'' tukas Riana dengan 0enuh percaya diri.


''Iya, memang aku akui kamu adalah menantu idaman Mama, tapi aku juga harus di puji dong sayang?'' rengek Alkairo kepada sang istri.


''Di puji, emang nya Mas Al ngapain? harus di puji segala,'' sahut Riana yang pura-pura nggak ngerti.


''Karena aku sudah membawa kamu ke rumah ini lah, dan usahaku juga berhasil membuat Mama jadi suka sama kamu,'' Ucap Alkairo yang langsung mendapatkan pelototan dari Riana.


''Jadi...''


''Apa sich sayang? aku benar-benar cinta sama kamu dan juga sayang sama kamu, jadi jangan bikin aku serba salah dong??'' potong Alkairo yang sudah mengetahui kalau istri nya akan marah kepada nya.


Riana yang akan marah segera membuang muka ke arah lain nya, agar dia tidak marah kembali kepada sang suami, bagaimanapun juga Alkairo sekarang adalah suaminya dan berkat dia juga Riana sudah melupakan masa lalu nya dan mengisi hari hari Riana dengan kebahagia'an saja.


''Ini taman Mama, ada beberapa macam bunga di dalam nya, aku juga nggak ngerti harus jelasin sama kamu,'' ujar Alkairo ketika sudah berada di taman belakang dan sedang berdiri di depan taman yang begitu indah dengan berbagai macam tanaman di dalam nya.


''Cantik??'' seru Riana yang kini sudah masuk ke dalam taman, dengan segala keindahan dan juga segala keunikan di dalamnya.


''Sama seperti kamu cantik,'' balas Alkairo dengan mencium pipi chubby sang istri.


''Ich... apa sich Mas? malu tau, ada orang noh,'' tunjuk Riana kepada dua orang yang sedang merawat tanaman sang Mama mertua.


''Biarin sajalah, toh kita sudah jadi suami istri kok,'' jawab Alkairo tak menanggapi dua orang di depan nya yang tengah menatap keberada'an nya saat ini.


''Tuan muda sudah datang?'' tanya pekerja yang mengurus kebun Mama Nathalie.

__ADS_1


''Iya Pak,'' sahut Alkairo dengan ramah juga.


''Wah, selamat datang Tuan muda? apa ini istri Tuan,'' yanya salah satu pekerja yang sedang bersama nya.


''Iya Pak, cantik kan,'' balas Alkairo dengan tersenyum menatap wajah sang istri yang sudah bersemu merah.


''Cantik Tuan muda, sangat cantik. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah,'' sahut nya dengan mendo'akan sang Tuan muda.


''Terima kasih do'a nya Pak,'' kata Riana yang begitu lembut dan juga sangat ramah kepada pekerja tersebut.


''Sama sama Nona,'' jawab lagi secara berbarengan.


Alkairo menatap wajah istri nya yang selalu bersikap ramah kepada semua orang, entah itu kepada semua orang, atau kepada sebagian orang saja.


''Kalau gitu, kita pamit ya Pak?'' ujar Alkairo dengan ramah dan juga sopan.


''Kamu baik banget sich sayang?'' tegur Alkairo kepada sang istri.


''Apa aku tidak boleh bersikap baik kepada orang lain, apa aku harus bersikap ketus gitu,'' jawab Riana dengan mengomel kepada suaminya.


''Ya bukan gitu maksud aku sayang, aku justru sangat bahagia dengan sikap baik kamu kepada semua orang kok,'' balas Alkairo dengan menel dagu Riana yang sedang cemberut, karena ucapan dari suaminya barusan.


...***************...


Andrian sedang sibuk dengan pekerja'an nya di kantor, ada sebagian perombakan di ruangan nya, terdapat kamar kecil di dalam ruangan kantor Andrian agar dia bisa beristirahat di dalam ruangan, ketika dia sedang sibuk dengan berkas berkas yang harus segera di selesaikan.


''Memang nya kamu tidak akan pulang ke apartemen kamu,'' tanya sahabat nya yang kebetulan sedang main ke apartemen Andrian.

__ADS_1


''Aku akan pulang ketika kerja'an ku sudah beres di sini, dan aku juga tinggal di sini ketika badanku tidak memungkinkan untuk pulang ke apartemen,'' sahut nya dengan santai dan masih terus menatap layar laptop nya yang masih menyala.


''Jangan terlalu memforsir diri sendiri, karena pekerja'an yang sedang menumpuk, kamu bisa enjoy dengan semua berkas berkas di depan kamu ini,'' tukas nya yang mengingatkan sahabat nya agar tidak terlalu capek dalam bekerja.


''Mau bagaimana lagi, adekku juga sudah punya keluarga sendiri, dan juga akan mengurus bisnis suaminya juga, lha aku hanya sendirian yang tak bisa mengerjakan semua nya.'' gumam nya dengan nada datar, mengingat Riana sudah menikah, dan sekarang akan mengurus bisnis suaminya juga, sedangkan dia hanya bisa mendo'akan sang adek agar selalu bahagia bersama laki laki yang tepat untuk sang adek.


''Memang nya wanita kemarin itu siapa?'' tanya sang sahabat yang tidak mengetahui secara jelas, kalau wanita kemarin itu adalah Riana sang adek.


''Wanita yang mana?'' tanya nya dengan penasaran dan juga tidak mengetahui pasti.


''Wanita yang ada di kantor ini kemarin??''


''Oalah, kamu tidak tau dia siapa?'' tanya Andrian penasaran.


Sang sahabat hanya menggeleng pelan, seraya berkata, '''Memang nya itu siapa sich,'' sang sahabat bertanya lagi kepada Andrian yang di jawab dengan kekehan ledekan.


''Wanita yang kemarin itu adalah adek ku sob, Riana? dan sekarang dia sudah menjadi istri Alkairo, pengusaha sebelah,'' jawab Andrian masih dengan nyawa nya yang menggelegar.


''Kalah set aku dong Yan, dari dulu aku ingin adek kamu tapi sekarang malah sudsh menjadi istri Al,'' tukas nya dengan nada yang di buat sesedih mungkin.


''Adekku buat kamu? mau nangis darah pun aku tak akan mengijinkan kamu menikahi adek ku,'' sahut Andrian dengan sedikit ketus, dia juga tidak menghiraukan rasa sedih sahabat nya yang di buat buat itu.


''Aku kenapa? kok kamu kejam banget sich sama aku,'' ujar sahabat Andrian yang terkenal dengan player.


''Lho hanya akan membuat penyakit kepada adekku saja, sedangkan di luaran sana, banyak wanita yang sedang memperebutkan kamu, gimana adek ku tak sakit hati dengan semua itu,'' jelas Andrian mengingat sahabat nya sangat populer di kalangan wanita wanita nakal dan lain nya.


''Ya, mereka saja yang terlalu gencar mengejarku sob, aku sendiri tak suka dengan mereka semua, karena sebesar bekatnya laki-laki, pasti akan mencari wanita yang baik untuk calon Ibu dari anak anakku kelak,'' sahut nya dengan nada yang sangat serius.

__ADS_1


''Ternyata seorang player bisa bicara seperti itu juga ya, salut bro,'' pungkas nya dengan menutup laptop nya yang masih menyala itu, konsentrasi Andrian sudah buyar dengan pengajuan sahabat nya yang super nakal, dalam artian selalu memainkan perasa'an wanita wanita yang mencoba singgah di samping nya, sebagai calon istri dari seorang pengusaha terkenal dan juga terkaya.


__ADS_2