CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 42. CCAI 42


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua pekerja'an nya, Alkairo memutuskan untuk pulang ke rumahnya, karena rasa kangen membuat dia ingin cepat cepat pulang ke rumah nya, karena ingin bertemu dengan sang istri tercinta nya.


''Christopher, atur ulang skedul meeting ku untuk hari ini,'' titah nya kepada sang asisten sekaligus orang kepercaya'an nya.


''Memang nya Bos mau kemana?'' tanya Christopher penasaran, sebelum menikah Christopher tak pernah melihat sang Bos pulang lebih awal dari ini. Tapi dia di buat penasaran oleh sang Bos yang tiba-tiba memerintahkan mengatur ulang pertemuan penting dengan para klien nya.


''Kerjakan saja, tidak usah banyak tanya,'' jawab Alkairo dengan nada sarkas nya.


''Cuma nanya saja Bos, siapa tau nanti klien nya bertanya, dan aku malah menjawab tidak sesuai perintah Bos lagi,'' bela nya dengan membawa nama klien nya.


''Aku akan pulang, dan bertemu dengan istri ku di rumah,'' balas nya dengan menyambar jas yang di sampaikan di sandaran kursi kerjanya.


''Dasar bucin,'' ujar Christopher yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alkairo.


Alkairo tak menanggapi ledekan dari sang asisten, dia terus melangkah pergi dengan menyampirkan jas di lengan kirinya, sedangkan tangan kanan nya dia masukkan ke dalam saku celana nya.


''Siang Tuan,'' sapa beberapa karyawan yang kebetulan berpapasan dengan Alkairo, saat dia keluar dari dalam lift.


Alkairo tidak menjawab sapa'an dari mereka semua, hanya dengan mengangkat satu tangan yang tadi di masukkan ke dalam saku celananya saja, semua karyawan nya sudah pada mengerti semua nya.


''Ech, Bos kita semakin ganteng ya,'' ujar Tiara yang bekerja di bagian keuangan.


''Iya, tapi sikap dingin nya bikin aku takut,'' aku salah satu teman nya yang juga menaruh hati kepada sang Bos.


''Sudahlah, kita kembali ke ruangan kita saja, sebelum kena sanksi,'' tukas yang lainnya, sebenarnya hanya dua orang ini saja yang dengan berani menaruh hati kepada sang Tuan Muda, selebihnya nya masih ngeri untuk menaruh hati kepada seorang pria tampan dan juga kaya raya itu, yang pastinya? saingannya terlalu berat dan juga tak kalah kaya dari sang Bos juga, pikir nya yang langsung bergidik ngeri, mengingat sang Tuan Muda hanya bisa menatap dingin semua karyawan nya, tanpa terkecuali.


Para karyawan yang memang sudah beristirahat kembali bekerja seperti biasanya, karena jam istirahat sudah habis juga.

__ADS_1


Sedangkan di rumah yang terbilang mewah dan juga luas, tengah menikmati makan siang nya dengan perasa'an bercampur aduk, rasa sakit yang mendera tubuh nya dan juga rasa bahagia yang tengah menyelimuti relung hatinya karena sudah bisa membahagiakan suaminya, dengan memberikan gak nya sebagai seorang suami.


Riana tersnyum mengingat pertempuran semalam yang terus berulang ulang, bukan hanya satu kali melainkan 3 kali, sampai akhirnya Riana tidak bisa bangun dari tempat tidur nya, gara-gara gempuran dari sang suami yang sangat ganas malam itu.


''Kenapa malah senyum senyum nggak jelas gitu sich sayang,'' bisik Alkairo yang kini sudah sampai di rumah nya, Alkairo sengaja menyuruh semua asisten rumah nya untuk tidak berisik ketika dia mengetahui kedatangan Alkairo, mereka semua lantas menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap ke arah sang Tuan Muda yang sedang asik dengan istri tercinta nya.


''Mas Al kok sudsh pulang jam segini,'' tanya Riana ketika melihat jam yang bertengger di dinding masih menunjukkan pukul 2 siang.


''Aku tidak bisa lama lama di kantor sekarang,'' ucapnya dengan nada lirih, membuat Riana mengerutkan kening nya, karena dia juga heran dengan sikap suami di depan nya.


''Kenapa gitu, di kantor ada masalah yang serius? sehingga Mas Al tidak mau berlama lama di kantor githu,'' tebak Riana dengan sangat penasaran.


Alkairo menanggapi semua ucapan istri nya dengan menggeleng kan kepalanya dengan pelan. ''Terus kenapa? kenapa mas Al tidak betah di kantor,'' Riana terus mencecar sang suami dengan sedikit menggoyangkan tubuh kekar Alkairo.


Sejenak Alkairo menampakkan senyuman nya kepada sang istri, ''Karena aku selalu teringat sama kamu yang masih terbaring lemah di tempat tidur tadi,'' pungkas nya dengan sedikit senyuman jahat nya.


''Semuanya gara gara mas Al tau nggak, bilang nya cuma sekali doang, tapi malah berkali kali,'' gerutu Riana dengan kesal, mengingat kejadian semalam.


''Kamu yang menggodaku sayang? jadi jangan salahkan suamimu ini,'' sahut Alkairo dengan nada menggoda Riana.


''Sudah lah Mas, Riana masih lelah dan juga sangat lapar, Riana tidak mau berdebat dengan Mas Al,'' gumam nya dengan sangat pelan.


''Oiya, Mama kemana? kok dari tadi Mas tidak melihat keberada'an nya,'' tanya nya yang baru ingat dengan sang Mama, yang biasanya Mama Nathalie akan ngerecokin keberada'an Riana dan juga Alkairo.


''Kata Bibi, Mama sedang pergi keluar? ada pertemuan arisan di salah satu restoran,'' balas Riana.


''Kamu kenapa nggak ikut juga?''

__ADS_1


''Bagaimana caranya, Riana ikut Mama Mas, badan Riana saja remuk redam seperti ini, dan bagian inti ku saja masih terasa sakit dan juga nyeri,'' aku Riana tanpa merasa malu kepada suaminya, yang memang dialah yang membuat seperti itu.


''Tapi kamu juga menikmati itu semua sayang, iya kan? ngaku saja dech, buktinya kamu senyum senyum nggak jelas githu tadi,'' Alkairo menggoda Riana, membuat wajah cantik nya menjadi merah karena malu dengan ucapan suaminya.


Tidak bisa di pungkiri, kalau keduanya sama-sama menikmati malam pertama oenyatuan mereka berdua, jadi Riana hanya bisa tersenyum dengan penuturan suaminya.


Riana menepuk pelan dada bidang Alkairo, karena rasa malunya sudah sangat kebangetan, ''Mas, kalau ngomong di sensor dikit dong, malu kalau ada yang dengar,'' tukas nya dengan tatapan tajam kebarah sang suami.


Alkairo hanya terkekeh pelan dengan sang istri, yang bisa membuat Alkairo ketagihan dengan adegan panas nya tadi malam.


''Kok kamu sudah pulang kampung segini,'' tanya Mama Nathalie yang baru pulang dari pertemuan dengan emak emak sesama sosialita nya.


''Mama kemana saja, kok baru pulang jam segini, tadi pagi Al kan sudah minta Mama buat jaga Riana di kamar, tapi malah di tinggal pergi githu saja,'' cerocos Alkairo kesal dengan Mama Nathalie.


''Tadi pagi Mama lihat istri kamu sedang tidur pulas di kamar nya, dan Mama juga baru ingat kalau hari ini Mama ada arisan dengan teman teman Mama, jadi Mama Minta tolong sama sama Bibi yang lain kok buat jagain mantu Mama,'' bela Mama Nathalie yang tidak mau di salahkan oleh putera nya.


''Sudah lah Mas, lagian Riana sudah nggak apa apa kok, Mas Al saja yang terlalu khawatir berlebihan pada Riana,'' sambung Riana mencoba menghalau perdebatan yang akan memanjang dan juga tak berujung itu.


Riana menyunggingkan senyuman nya kepada Mama Nathalie dan juga Alkairo selalu suaminya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih Kak, buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasihπŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2