
Andriana menjalani hari hari nya dengan suasana senang, karena Riana sekarang malah memiliki kegiatan yang membuat dia merasa tidak jenuh lagi ketika berada di rumah besar nya, sedang kan Riana juga merasa sedikit malu dengan Mama Nathalie selaku Mama mertua nya.
''Cupu, lho di panggil Pak direk tuh,'' seru Nela yang baru saja kembali dari ruangan sang direktur.
''Ada apa Mbak, kok Pak direk panggil panggil aku, bukan nya dia tidak mau melihat penampilan cupu ku ini,'' jawab Riana yang tidak mau Nela menyebut dengan sebutan cupu.
''Sudah lah Riana, lebih baik kamu cepat datang ke ruangan nya, entar dia marah dan bisa memotong gaji kamu lagi,'' ujar Nela yang tak ingin ada gaji karyawan di kantor cabang Alkairo di potong lagi.
Dengan memanyunkan bibir nya Riana beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju ruangan sang direk yang berada di lantai 5.
Tok tok tok
Dengan keberanian Riana mengetuk pintu ruangan sang direk, dan tak lama kemudian terdengar suara berat dari dalam.
''Masuk,''
Riana membuka pintu dan melangkah kan kakinya masuk ke dalam ruangan, tanpa ia tahu di dalam ruangan ternyata sudah ada seorang wanita cantik yang satu ruangan dengan nya.
'Bukankah itu wanita yang kemarin,' gumam Riana, menatap wajah wanita angkuh di depan nya.
''Bapak memanggil saya,'' tanya Riana tiba-tiba ingat dengan misi nya masuk ke dalam ruangan sang direk.
''Iya, dan kenapa kamu masih berpenamy seperti itu, membuat mata ku semakin sakit saja,'' jawab nya dengan sarkas.
__ADS_1
''Kalau penampilan saya membuat mata Anda sakit, tapi kenapa anda masihenyutuh saya datang ke ruangan anda Pak,'' bela nya dengan membalikkan semua ucapan sang direk kepada nya.
''Kamu berani dengan ku!'' teriak sang direk dengan suara yang lantang.
''Saya berani, karena saya tidak bersalah, dan kenapa saya harus takut sama Bapak, sedangkan kita sama sama makan nasi kan? bukan makan meteor,'' jawab nya lagi dengan suara yang sedikit keras juga.
''Sudah lah, aku malas berdebat dengan wanita jelek seperti kamu di dalam ruangan ini, lebih baik? kamu bawa semua berkas berkas ini, dan selesai kan makan ini juga,'' perintah nya dengan mengalihkan pembicara'an dengan Riana, Riana adalah salah satu karyawan yang paling berani di kantor ini, semua karyawan yang lain mana berani bersikap seperti Riana, yang ada mereka akan langsung di pecat dan tidak akan memiliki pekerja'an lagi di lain waktu.
''Harus nya Bapak juga bekerja, bukan nya malah bermain wanita seperti ini, atau mau aku adukan sikap Bapak ke kantor pusat,'' ancam Riana membuat sang direk dan rekan kerja nya mendelik, dengan keberanian Riana barusan.
''Kamu mengancam ku!!'' teriak nya dengan menggebrak meja kerja nya, membuat teman Riana terperanjat kaget dengan gebrakan meja di depan nya.
''Saya tidak mengancam, hanya saja saya mau dia juga bekerja, karena kita juga sama di sini, sama sama menjadi karyawan dan bukan nya menjadi benalu di kantor cabang ini.'' ungkap nya dengan sangat tegas, namun menakutkan saat di dengar oleh rekan kerja Riana.
''Bos besar tidak akan pernah mengeluarkan gaji untuk karyawan yang sama sekali tidak bekerja, dan dia hanya enak enakan di dalam ruangan ini,'' sahut nya dengan menatap tajam ke arah teman nya. ''Lagipula, semua berkas ini harus nya dia yang mengerjakan semua nya, dan kenapa malah Pak direk menyuruh aku buat mengerjakan semua nya sendirian, sedangkan Pak direk mau main velup cekup di kantor ini,'' cetus nya dengan melipat kedua tangan di depan dada nya.
''Lancang kamu kepada ku, kamu selalu mencari gara gara dengan ku di sini, apa karena kamu di pilih dari kantor pusat, dan di sini bisa bersikap semena mena kepada ku dan juga Pak direk,'' jawab nya yang sudah mulai membuka suara nya.
''Saya sama sekali tidak lancang kok, kalau kalian tidak mau bekerja dengan benar di kantor ini, kalian berdua bisa pergi dari sini, agar aku bisa mengganti posisi Pak direk sekarang,'' ungkapan nya dengan nada santai nya, penyamaran memang di haruskan oleh Papa mertua nya, tapi di saat dia di tindas? dan di perlakukan seperti kacung di kantor suaminya, dia tidak tinggal diam, selama dia tidak membuat kesalahan aldi kantor tempat ia bekerja saat ini.
''Kalian berdua, boleh menjadikan semua karyawan di sini kacung kalian, tapi tidak dengan ku, paham!!'' Riana melangkah ke luar ruangan tanpa membawa berkas yang tadi di suruh kerjakan oleh sang direk.
''Wanita cupu itu, tidak ada takut takut nya sama sekali, entah kenapa dia seperti nya bukan orang sembarangan,'' gumam sang direk.
__ADS_1
''Jadi kamu takut sama wanita tadi, bukan kah jabatan kamu lebih tinggi dari dia sekarang, kenapa kamu harus takut sama dia sich,'' sambung wanita yang menjadi simpanan nya selama dia menjabat m m jadi direktur di kantor cabang Alkairo.
''Sudah lah, lebih baik kamu kembali ke tempat kamu, dan bawa sebagian berkas kamu ini, sebagian lagi aku akan mengerjakan untuk kamu, tapi nanti malam jangan lupa servisan nya yang memuaskan ya,'' ointanya dengan mengusir bawahan nya yang menjadi selingkuhan nya.
Dengan wajah cemberut, akhirnya wanita itu mengangguki apa yang di minta oleh sang direk. Karena swlama ini uang untuk belanja dan juga shoping mengalir dari dompet sang direk, mana mau wanita itu melepaskan yambang emas nya begitu saja, setelah apa yang ia perbuat kepada nya sudah sangat banyak selama ini, di mulai dengan memberikan keperawanan nya, dan di tambah dengan servisan yang harus bisa memuaskan sang direk, di manapun mereka berada.
Riana menyunggingkan senyuman nya ketika Nela menatap ke arah nya. '.Kenapa kamu menatap ku seperti itu sich,'' tanya Riana yang pura-pura bingung dengan tatapan Nela.
''Pak direk ngapain panggil kamu ke ruangan nya, kalian tidak ngapa ngapain di dalam sana kan?'' selidik Nela, mengingat sang direk di kantor nya adalah seorang begal kelamin.
''Memang nya aku mau ngapain di dalam ruangan Pak direk, lagian di dalam sana ada si manja yang haus dengan kehangatan Pak direk,'' jawab nya, ''Dan kenapa kamu tidak memberi tahu ku, kalau dia juga ada di dalam tuangan Pak direk,'' Nela di berondong dengan beberapa pertanya'an oleh Riana.
''Haaa, tadi waktu aku keluar dari ruangan Pak direk, tidak ada siapa siapa kok, dan mana aku tau juga kalau dia juga ada di dalam sana, aku cuma di suruh sama pak direk untuk memanggil kamu,'' balas nya dengan membela diri, karena yang di katakan Nela adalah hal yang benar.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih ππππππππ.