CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 40. CCAI 40


__ADS_3

Mama Nathalie melihat sang menantu yang masih terbaring di atas tempat tidur nya, Riana juga tidak tahu kedatangan Mama mertuanya ke kamar nya, karena Riana tertidur pulas dengan selimut tebal di atas tubuh nya.


Rasa lelah dan juga sakit sedang di rasakan oleh Riana hari ini, seakan-akan tubuh nya yang kurus menjadi temukan karena keberingasan dari suaminya semalam.


Mama Nathalie memegang dahi Riana dengan sangat hati hati, agar sang menantu tidak terganggu dengan kehadiran nya di dalam kamar miliknya.


''Alhamdulillah, sudah tidak panas lagi,'' gumam nya dengan nafas lega.


Mama Nathalie memutuskan untuk keluar dari kamar putera nya dan kembali beraktivitas seperti biasa, berkumpul dengan segerombolan Ibu Ibu sosialita lain nya, menghamburkan uang, dan juga pamer perhiasan, tas dan juga baju yang mereka pakai.


''Ini lho Jeng? kemarin aku baru di belikan perhiasan mahal ini sama suami ku, dan tak tanggung tanggung? dia membelikan aku satu set perhiasan,'' pamer nya dengan memperlihatkan perhiasan yang sedang ia pakai.


''Aku juga kemarin pergi ke Mall, dan menemukan barang limited edition di sana, jadi aku langsung beli dong,'' kata yang lain juga memamerkan setiap barang yang mereka pakai hari ini.


Mama Nathalie hanya menjadi pendengar yang baik dan juga hanya melihat apa saja yang di lakukan oleh teman teman nya. Semenjak Alkairo menikah dan sekarang Riana berada di rumah nya, Mama Nathalie seakan-akan malas bertemu dengan teman teman nya yang suka memamerkan semua harta benda nya.


''Ech Jeng Tiska kok hanya diam saja, kenapa? apa masih belum memiliki barang yang mau di pamerin, padahal dia istri dari seorang pengusaha kaya, masak iya masih mikir kalau mau beli barang sich,'' salah satu teman nya meledek seorang wanita di samping Mama Nathalie yang bernama Tiska.


''Ada kok barang nya di rumah, tapi hari ini aku memikirkan menantuku yang sedang sakit di rumah, jadi pikiran ku mengambang tak bisa membawa barang yang sudah aku beli kemarin,'' ujar nya dengan nada malasnya.


''Ech, Alkairo sudah menikah? tapi kenapa Jeng Nathalie tidak mengundang kita kita ke acara nikahan Alkairo,'' protes salah satu teman Mama Nathalie.


''Alkairo menikah di rumah istri nya kemarin, dan rencana nya di sini juga akan di adakan resepsi setelah ini, tapi masih menunggu kesehatan menantuku saja, jadi kalian tenang saja, kalian semua akan aku undang? dan jangan lupa amplop nya yang tebal,'' kata Mama Nathalie panjang lebar, dengan mengatakan harus membawa amplop yang tebal kepada semua teman teman nya.


''Kalau itu sich jangan di tanya lagi, paling aku akan kasih sepuluh ribu doang,'' canda salah satu yang juga sedari tadi hanya jadi penyimak semua teman teman nya.


Semuanya tertawa dengan candaan teman teman nya. Meski mereka semua kaya dan suka pamer, tapi dalam pertemanan tidak mengenal kasta dan membedakan orang lain di luaran sana.

__ADS_1


Teman Mama Nathalie semuanya baik, tapi karena mereka suka pamer sana sini membuat Mama Nathalie lama lama menjadi risih dengan sikap pamer para teman sosialita nya itu.


''Memang nya menantu kamu sakit apa?'' tanya teman yang tadi hanya menyimak obrolan mereka.


''Hanya demam kok, mungkin dia masuk angin karena di bawa jalan jalan sampai malam kemarin,'' jujur Mama Nathalie kepada salah satu teman nya.


''Syukur lah kalau gitu, kapan kapan aku boleh dong bertemu dengan dia? maksud ku menantu kamu,'' Ucap sang teman yang bernama Stevanya.


''Boleh lah, kenapa harus tidak boleh githu,'' sahut nya dengan bahagia, lama mereka berdua membahas Riana yang tengah berbaring di rumah, akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah nya masing-masing, ada yang ingin menjemput putera nya, ada juga menjemput cucu cucu nya yang sudah mulai masuk playgroup.


Mama Nathalie hanya tersenyum tipis menanggapi semua teman teman nya ketika pergi satu persatu dari ruangan yang ia reservasi itu.


''Ngapain aku masih diam di sini, aku harus pulang ke rumah dan aku juga merasa iri dengan semua orang yang bilang akan menjemput cucu dan juga anak nya di sekolah, sedangkan aku? aku hanya akan pulang ke rumah tanpa tau melakukan apa di sana sekarang,'' gumam nya lirih.


Mama Nathalie beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju ke mobil yang sudah sedari menunggu di parkiran restoran.


''Langsung pulang saja Pak,'' ucap mama Nathalie setelah berada di dalam mobil nya.


''Baik Nyonya,'' jawab nya dengan menganggukkan kepala nya pelan.


Di sepanjang perjalanan Mama Nathalie berdo'a agar dia segera di berikan seorang cucu, agar dirinya juga bisa pamer, kalau dirinya juga bisa punya cucu juga.


...****************...


Riana sudah terbangun dari tidur nya, dan tubuh lelah nya semakin membaik, ''Sepi banget sich Mas Al perginya,'' gumam Riana yang tidak bisa bergerak bebas, karena **** ***** nya masih terasa nyeri, kalau di buat melangkah turun.


Riana yang sudsh sangat bosan berada di dalam kamar nya hanya menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar.

__ADS_1


''Aku lapar, dan aku tidak tau harus minta tolong sama siapa?'' gumam Riana dengan kebingungan nya. ''Masak ia aku harus menghubungi kaka Rian sich, hanya gara-gara mau makan siang saja,'' tambah nya lagi dengan menghela nafas.


Mau tak mau Riana harus turun ke bawah dan makan siang di sana, dia juga tidak ingin merepotkan orang lain di rumah ini, karena dia masih baru dan itu akan mempengaruhi citra buruk, karena sudah berani menyuruh nyuruh.


Dengan sangat hati hati Riana turun dari lantai dua, menapaki anak tangga dengan berpegangan ke pagar besi kanan kiri, sang asisten yang melihat Riana turun segera menghampiri dan bertanya.


''Nona mau kemana?'' tanya nya dengan memegang tangan Riana, agar tidak jatuh.


''Aku mau makan Bi,'' jawab nya dengan mengulas senyum di bibir nya.


'' Kenapa nggak memanggilku saja tadi Nona, Nyonya besar akan marah kalau dia tau Nona Riana turun sendiri,'' ucap nya dengan nada bersalah.


''Sudah Bisa, aku juga nggak apa apa kok, lagian kan sudah sampai di bawah juga? jadi aku mau makan di meja makan saja,'' tukas nya dengan terus melangkahkan kakinya ke arah meja yang terlalu jauh lagi.


''Sebentar Nona, Bibi akan siapkan dulu makan siang nya,'' Sang asisten berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang sang majikan, menghangatkan kembali masakan nya, karena ini sudah pukul dua siang, jadi makan siang Riana sangat telat, pikir sang asisten.


.


.


.


.


. BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasihπŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•


__ADS_2