CEO Cantik Adalah Istriku

CEO Cantik Adalah Istriku
Bab 59. CCAI 59


__ADS_3

Suasana pagi di rumah Alkairo sedang gaduh, karena Riana memaksa untuk ikut bekerja, tapi bukan di kantor pusat, melainkan Riana meminta bekerja di kantor cabang yang sedang mengalami sedikit masalah di sana.


''Lebih baik kamu di rumah saja sayang?'' mohon Alkairo dengan suara yang di lembut kan, agar sang istri tidak berpikir yang aneh aneh lagi.


''Pokok nya aku mau bekerja titik,'' jawab nya dengan menenteng tas nya, dan memilih keluar dari dalam kamar nya, Riana menuruni anaknya ngga dengan terburu-buru, Mama Nathalie yang melihat nya hanya menggeleng pelan.


''Kenapa sayang?'' tanya nya, ketika melihat menantu nya turun dengan pakaian rapi nya.


''Riana mau bekerja Ma, tapi tidak di bolehin sama Mas Al, sebel dech?!'' adu nya dengan mencebikkan bibir nya.


''Tinggal kerja, kenapa mesti nggak boleh sich Al?'' seru Mama Nathalie ketika melihat Alkairo menuruni anak tangga.


''Kalau mau bekerja di kantor pusat sich nggak apa apa Ma, lha ini mau nya bekerja di kantor cabang yang bermasalah itu?'' jawab Alkairo yang kini sudah duduk di kursi nya.


Alkairo memilih melakukan sarapan lebih dulu, dari pada mendengarkan ocehan dari sang Mama.


''Tapi Riana mau nya di kantor itu Mas, entah kenapa Ria mau bekerja di sana,'' seru Riana dengan menghentakkan kakinya.


''Sudah lah, lebih baik aku berangkat sekarang juga, dari pada di sini bikin emosi Riana naik saja,'' ketus nya dengan melangkah keluar, Riana meminta di antarkan oleh sopir pribadi suaminya ke kantor cabang. Karena Riana tidak terlalu paham dengan kantor cabang yang juga di kelola oleh suaminya.


''Tuh kan Ma, dia ngambek dan asal pergi saja, Al hanya takut terjadi sesuatu dengan kandungan nya yidak lebih,'' ucap nya dengan menaruh sendok dan juga garpu yang sempat ia pegang barusan.


''Sudahlah, mungkin itu bawa'an bayi yang ia kandung, kamu juga gitu waktu masih ada di dalam kandungan, jadi sekarang nikmati saja,'' kata Mama Nathalie kepada Alkairo sang Putra.


''a nanti kamu tanyakan sama sopir saja, istri kamu ke kantor cabang mana,'' pesan Mama Nathalie ketika Alkairo ingin melangkah pergi dari meja makan.


''Baiklah, kalau gitu Al berangkat dulu ke kantor,'' pamit nya.


''Kamu yidak mau sarapan dulu sebentar,'' tanya Mama Nathalie ketika putra nya mau pergi begitu saja dari rumah nya tanpa mau sarapan terlebih dulu.


''Nanti Al sarapan di kantor saja Ma,'' tukas nya dan berlalu pergi.


Riana kini sudah sampai di kantor cabang yang semalam di bicarakan oleh Papa mertua nya, di mana Riana di minta untuk membantu suaminya dalam mengungkap dalang di kantor cabang tersebut, itu semua hanya rencana Papa Alkairo saja, tanpa mau melibatkan putra nya yang notabene nya adalah pemilik. Dan Riana langsung menyanggupi apa yang menjadi rencana Papa mertua nya, karena di sana sudah ada orang kepercaya'an Papa mertua nya yang akan? ikut memantau Riana selama bekerja di kantor cabang tersebut.

__ADS_1


Flashback On


Suatu malam Riana pergi k le dapur dengan membawa gelas besar dari kamar nya, karena Riana begitu haus, sedangkan suaminya tidur di ruang tamu seperti biasanya.


Papa mertua nya terlihat frustasi dengan kejadian tadi pagi di kantor cabang putra nya, ada seseorang yang mengatakan kalau di kantor cabang anak nya sedang mengalami masalah, dan semua itu membuat Papa mertua Riana tidak bisa tidur, dan hanya mondar mandir tidak jelas di ruang keluarga.


Riana yang melihat segera menghampiri Papa mertua nya, seraya bertanya.


''Papa kok belum tidur kenapa?'' tanya nya dengan nada yang seperti biasanya, lembut dan juga ramah pastinya.


''Papa tidak bisa tidur Nak, kamu sendiri kok belum tidur kenapa?'' tanya Papa mertua nya balik.


''Riana kehabisan air, jadi Riana turun mau ambil air di dapur, tanpa sengaja Riana melihat Papa mondar mandir di sini,'' jawab nya dengan jujur.


''och,'' balas nya dengan mendaratkan bokong nya di sofa. ''Apa kamu masih mengalami mual muntah seperti biasanya sayang?'' tanya Papa Alkairo lagi.


''Sudah tidak lagi Pa, memang nya kenapa?'' jawab nya dengan penasaran.


''Tidak apa apa sayang, apa sebelum ini suami kamu pernah cerita tentang kantor cabang yang sedang mengalami masalah,''


''Kenapa kamu seperti membenci suami kamu Nak?''


''Lagian Mas Al sangat bau Pa, Ria tidak betah dengan bau nya, jadi Ria lebih memilih menjauhi Mas Al saja, dari pada selalu berdebat, dan pasti ujung ujungnya akan selalu ribut,'' jawab nya dengan panjang lebar.


''Itu masalah nya,'' Riana mengangguk pelan.


''Memang ada masalah apa di kantor cabang Pa, mungkin Ria bisa membantu Papa,'' tanya Riana dengan duduk di depan Papa mertua nya.


''Minumlah dulu, nanti kita bicarakan masalah ini, di ruangan kerja saja,'' putus Papa Alkairo, sebenarnya Papa Alkairo tidak mau membebani menantu nya masalah kantor cabang milik suaminnya yang tengah mengalami masalah saat ini, tapi ini harus segera di selesai kan, karena itu akan mengakibatkan lebih banyak lagi kerugian yang di alami oleh putranya.


Riana mengangguk dan berjlan ke dapur, dia meminum air dingin yang ia ambil di dalam lemari pendingin, sedangkan gelas besar nya ia tinggal di dapur.


Riana berjalan menuju ke ruangan kerja, di mana Papa mertua nya sudah menunggu di sana dengan bingung dan juga penuh dengan ke khawatiran.

__ADS_1


Pintu di buka dari luar, dan memperlihatkan Riana yang berjalan menuju ke arah nya.


''Apa yang bisa Riana bantu Pa,'' tanya nya.


''Kamu benar benar ingin membantu ini semua,'' tanya sekali lagi Papa mertua nya.


''Riana sungguh sungguh Pa, Riana juga ingin membantu usaha suami Ria,'' jawab nya dengan jujur.


''Baiklah, kamu bisa datang ke kantor cabang, di sana ada orang yang Papa utus untuk memasukkan kamu,''


''Kapan Riana bisa bekerja Pa,''


''Besok juga boleh, tapi apa Al mengijinkan kamu untuk bekerja?'' tanya nya dengan penasaran.


''Itu hal yang sangat gampang Pa, Riana bisa mengatur masalah itu, dan Mas Al tidak akan memprotes,'' jawab nya dengan penuh percaya diri.


''Baiklah, besok sopir pribadi akan mengantarkan kamu ke sana, tapi Papa mohon pakaian nya jangan yang terlalu...''


''Baiklah Pa, Riana mengerti soal itu, dan Riana juga sudah tidak sabar lagi untuk menunggu besok,'' potong Riana yang mengerti apa yang akan di ucapkan oleh mertua nya.


Riana tersenyum bahagia, melihat dia akan bekerja dengan sangat keras, demi membasmi para kuman yang ada di kantor cabang suami nya.


'Kita tunggu saja besok para kuman kuman yang berkeliaran di kantor cabang suami ku,' gumam nya di dalam hati, sembari tersenyum devil.


Flashback Off.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•πŸ™πŸ’•.


__ADS_2