Cinta, Harta Dan Erlita

Cinta, Harta Dan Erlita
Bab 30


__ADS_3

Sebagai pemimpin baru di perusahaannya, Erlita tidak ingin terintimidasi oleh dinding birokrasi dan meritokrasi yang dibangun oleh pamannya, Bram. Ia mulai mempelajari seluk-beluk perusahaannya dengan cermat dan hati-hati.


Erlita memilih ruangan yang ditinggalkan neneknya sebagai ruangan pribadinya di kantor. Ruangan itu masih terawat dan tertata rapi. Ia paham betul bahwa neneknya adalah orang yang sangat perfeksionis. Ia tidak akan membiarkan satu dokumenpun yang tertata tidak sesuai urutan.


Erlita mengamati sebuah foto keluarga berukuran besar yang tergantung di dinding dan sebuah fotonya bersama neneknya ketika merayakan ulang tahun Erlita yang ke sepuluh tahun di atas meja.


Ia merasa ruangan itu sangat sepi dan membuatnya semakin merindukan neneknya yang sangat menyukai ruangan berkonsep minimalis namun anggun seperti ruangan kerja itu. Tiba-tiba saja Erlita teringat pada Kenny, kakak sepupunya yang meskipun agak lemot tapi memiliki bakat melukis yang luar biasa.


***


Pagi itu, Erlita melihat Kenny sedang melukis sebuah kupu-kupu yang hinggap di atas bunga di taman depan rumah mereka. Erlita lalu mendekati dan menyapanya.


“Kak, ikut gue yuk.”


“Kemana?” tanya Kenny tanpa berpaling dari kanvasnya sedikitpun.


“Cari cewek.” Jawab Erlita untuk menggoda Kenny yang meskipun sudah berusia tiga puluhan tapi belum pernah berpacaran sekalipun.


“Emang lo dah ngga suka laki ya, Ta? Emang Nafan dan apain lo sampe lo jadi suka sama cewek?”


“Ya ampun Kak, maksud gue cewek buat lo. Yakali gue doyan ma cewek. Iiih, ogah.”


Kenny menggeleng, “Udah deh, Ta. Jangan ikut-ikutan kaya yang lain pake sok-sokan mo ngejodohin gue.”


“Emang lo beneran ngga pengen nikah? Kaya gue.”


Kali ini Kenny menoleh ke arah Erlita, “Yang udah pisah kaya lo maksudnya?”


Sial! Kenny benar. Ia tidak seharusnya menjadikan pernikahannya yang gagal sebagai contoh.


“Maksud gue dulu pas gue masih nikah.”

__ADS_1


Kenny dengan mantap menggeleng.


“Ya udah kalo gitu ikut gue ke kantor. Gue mau minta tolong sama lo.”


“Minta tolong apa?”


“Tolong buatin gue beberapa lukisan. Tapi gue mesti jelasin dulu konsepnya disana. Kan kita juga perlu membahas soal harga dan sistem pembayarannya”


Dan sepertinya Kenny tertarik dengan tawaran Erlita.


***


“Pertama, gue pengen lo lukis foto ini berukuran besar, buat gue tempel disana.” Erlita menunjukkan fotonya bersama neneknya saat masih kecil.


“Terus gue mau lo bikinin gue lukisan abstrak, segede ini, buat gue taroh di sebelah sana. Terus terakhir satu lukisan klasik favorit eyang untuk disini.”


Kenny mencatat poin-poin penting yang disampaikan Erlita karena tidak ingin terlewat sesuatu akibat memorinya yang sangat terbatas.


“Kak, lo beneran ngga mau bantu gue kerja disini.”


“Tapi gue ngga percaya sama semua orang, Kak. Gue tahu lo jagu lukis dan lo juga bisa banget ngejaga mulut lo. Ngga ember kaya yang lain.”


Erlita mengungkapkan pendapatnya dengan jujur karena di antara semua orang di dalam rumahnya, hanya Kenny-lah yang menurut Erlita paling bisa menjaga rahasia. Karena itu saat masih kecil ia, Jihan dan Johan sering curhat dan berkeluh kesah kepadanya.


Dan percaya atau tidak, sampai saat inipun tidak ada satupun curhatan mereka yang bocor. Entah karena Kenny memang bisa dipercaya atau justru karena memory Kenny sangat terbatas jadi langsung lupa apa yang dicurhatkan adik-adik sepupunya.


Tak lama kemudian, Rania seorang akuntan baru di perusahaan itu masuk untuk menyuguhkan minuman. Kenny terpanah melihat kecantikan dan kepolosan yang terpancar dari wajah gadis di hadapannya itu.


Untuk pertama kalinya ia kembali menyukai seorang gadis setelah sebelumnya ia menyukai Karin yang kemudian ditolak mentah-mentah sebelum sempat mengungkapkan perasaanya.


“Ta, kalau gue kerja disini, lo bakal taruh gue di bagian apa?”

__ADS_1


“Desain produk.”


“Apa?!” kenny tidak menyangka adik sepupunya itu akan menawarkan posisi sepenting dan semenarik itu. Tadinya ia pikir akan ditaruh dibagian keamanan atau kurir karena ia tak cukup pandai dan tak punya pengalaman apapun. Ia hanya bisa dan suka menggambar dan melukis. Itu saja.


“Kenapa, kak? Lo ngga suka yah? Kalo gitu lo pilih sendiri aja deh, lo mau dimana.”


Kenny cepat-cepat menggeleng, “Ngga Ta, gue suka. Suka banget. Lo ngga perlu gaji gue. Gue dah cukup seneng kalau hasil karya gue dihargai, digunakan dan bermanfaat untuk orang lain.”


Erlita tertawa, “Kak, lo disini buat kerja beneran bukan kerja sosial. Jadi gue pasti tetap gaji lo kok.”


“Jadi kapan gue bisa mulai kerja?”


“Senin ya kak?”


“Deal.”


***


Sania benar-benar tidak percaya bahwa Erlita bisa meyakinkan Kenny untuk mau bekerja di perusahaannya. Selama ini ia sudah mengupayakan segala cara agar putra tunggalnya itu memiliki kesibukan lain selain menggambar dan melukis, tapi ia selalu menolak.


Sania hanya ingin mendapat pengakuan dari ibunya bahwa ia juga bisa menjadi ibu yang baik bagi Kenny dan bahwa Kenny juga bisa menjadi cucu tertua yang bisa diandalkan. Tapi ia selalu gagal.


Melihat putranya sudah bisa membuka diri, ia mulai berniat mempertimbangkan apakah ia juga perlu bekerja di perusahaan Erlita agar bisa selalu menjaga Kenny dan menyiapkan makan siang dan susu pisang untuk putra semata wayangnya itu. Ia kemudian menghubungi ponsel Erlita.


***


Hari itu adalah hari pertama Kenny bekerja di perusahaan Erlita. Tahu bahwa kakak sepupunya itu sulit beradaptasi dan bersosialisasi, Erlita sengaja memberinya meja kerja yang terpisah dengan tim desain produk yang lainnya. Kebetulan meja Kenny tidak berada di dekat meja Rania, gadis yang ditaksirnya sejak pertama kali bertemu di ruangan Erlita.


Kenny jadi semakin bersemangat untuk menyelesaikan desain produk yang diinginkan Erlita. Dan ternyata Erlita sangat puas dengan hasil kerja Kenny. Ia kemudia menawarkan desain produk barunya itu kepada para klien dan customer mereka. Erlita sukses mendapat banyak perhatian dan tawaran kerjasama untuk membuat produk furnitur baru yang sangat khas milik Susbihardayan Group.


Sementara Erlita jadi semakin sibuk untuk mengurusi banyak hal, Kenny jadi semakin dekat dengan Rania. Ia bahkan tidak segan-segan mangantar jemput dan membelika Rania banyak barang mewah dari hasil gajinya sendiri.

__ADS_1


Rania yang tidak lain adalah putri sulung Bintoro, mantan orang kepercayaan nenek Kenny yang akhirnya dipenjarakan secara tidak adil oleh Bramantyo, berusaha menghindari Kenny karena khawatir identitasnya akan terungkap. Ia tidak ingin diusir dari perusahaan itu sebelum berhasil mengungkap kebenaran di balik kasus korupsi dan pencucian uang yang dituduhkan kepada ayahnya.


Selain itu, ia memili misi penting dari Nafan. Jadi ia tidak ingin masalah pribadinya justru membuatnya kehilangan kesempatan.


__ADS_2