
Hari itu, Sisil sedang mengadakan pesta kecil-kecilan di rumahnya untuk merayakan pernikahannya dan Johan yang sudah mencapai angka lima belas tahun.
Alfa terlihat lebih ceria ketika bersama Handoyo, sehingga Sisil diam-diam merekam momen keceriaan Alfa dan mengirimnya kepada Erlita agar Erlita bisa merasa sedikit tenang.
Setelah selesai, Sisil menyempatkan diri mampir ke kamar Handoyo dan Alfa untuk berbincang-bincang santai. Awalanya ia membuat keributan dengan mengecek beberapa nilai ulangan Handoyo yang jauh dari kata memuaskan.
Tapi kemudian setelah suasana mulai mencair ia mulai memancing pertanyaan tentang kenapa Alfa begitu membenci Arkana, adiknya.
“Alfa ngga benci Arka, Tan. Alfa hanya tidak ingin menanggung beban berat lagi sebagai seorang kakak yang harus melindungi adiknya. Alfa ngga pengen ngerasain kegagalan lagi.”
Sisil meraih dan menggenggam tangan Alfa, “Al, kamu tahu kan bahwa apa yang terjadi kepada Electa bukanlah kesalahan kamu. Kamu sudah melakukan yang terbaik sebagai seorang kakak. Tapi Tuhan menuliskan hal lain. Itu namanya takdir, Al. Kita tidak bisa melawan kehendak takdir sekuat apapun kita. Jadi mulai sekarang, berhenti menyalahkan diri sendiri ya?”
Meskipun mengangguk, tapi Sisil yakin masih ada penyangkalan di hati Alfa.
__ADS_1
“Sebagai gantinya, Tante bakal tunjukin seperti apa yang namanya pembunuhan, kematian, rasa bersalah dan kejahatan yang sebenarnya.”
“Apa?” tanya Alfa dan Handoyo bersamaan.
“Maksud Mama apa?”
“Mama akan ajak kalian mempelajari dan menyelesaikan beberapa kasus kejahatan yang Mama tangani. Sebagai gantinya, Tante pengen Alfa bisa membuka diri untuk Mama, Papa dan Arka. Bagaimanapun juga, Arka itu adik kandung kamu. Dan dia berhak mendapat perhatian dan kasih sayang dari kakaknya sendiri. Benar kan?”
Sepertinya tawaran Sisil terdengar keren dan menantang bagi Alfa. Jadi ia memilih untuk setuju dengan kesepakatan yang Sisil tawarkan.
Sebagai gantinya setiap akhir pekan, Alfa akan menginap di rumah Sisil untuk belajar dan ikut terlibat dalam menyelesaikan berbagai kasus hukum yang sedang ditangani firma hukum Sisil.
Suatu ketika, Alfa ternyata sangat jeli memperhatikan barang bukti dan fakta hukum yang ditunjukkan Sisil sampai akhirnya ia mengetahui sebuah petunjuk penting yang membuat Sisil akhirnya memenangkan kasus yang ditanganinya itu.
__ADS_1
Alfa sangat senang bisa menyingkap teka-teki bukti dan fakta hukum. Dan ia merasa sangat puas ketika apa yang dilakukannya bisa membuat orang lain merasa senang karena mendapatkan keadilan.
Sejak saat itu, Alfa mulai tertarik dengan dunia hukum dan ingin menjadi pengacara hebat seperti Tantenya.
Dan permainan yang paling Alfa dan Handoyo senangi adalah bermain detektif-detektifan. Tidak seperti anak remaja lain pada umumnya kedua bersaudara itu sangat suka menjadi detektif bohongan.
Melihat ketertarikan kedua remaja itu, Nafan sengaja memberikan mereka kasus untuk dipecahkan. Yaitu kasus kematian kedua orang tuanya yang sampai detik itu ia yakini bukan murni karena kecelakaan. Dan kalaupun itu karena kecelakaan, pasti ada hal lain yang memicu kecelakaan itu terjadi.
Tepat seperti yang Nafan harapkan, dalam empat bulan penyelidikan, kedua remaja itu benar-benar menemukan fakta yang mencengangkan. Dengan bermodalkan ponsel peninggalan Bagaskara, ayah Nafan, Alfa dan Handoyo menemukan bahwa apa yang dikatakan Bram pada Nafan dulu adalah benar.
Seorang wanita yang diduga adalah Farah sempat menelepon Bagaskara semalam sebelum mereka berangkat ke Jakarta dengan mengendarai mobil. Dengan mewawancarai beberapa saksi langsung dan tidak langsung, mereka juga menemukan bahwa Danutirta sempat bertengkar dengan Bagaskara karena menuduh Bagaskara selingkuh dengan Naina, ibu Erlita.
Dan dengan memperkirakan waktu berkendara mereka dan waktu kejadian kecelakaan maut itu, mereka serta kondisi di TKP dari data kepolisian yang disimpan Nafan, mereka menemukan fakta bahwa keduanya diperkirakan bertengkar di mobil.
__ADS_1
Bagaskara yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tiba-tiba saja banting setir dan menabrak tiang pembatas jalan sampai mobil akhirnya terbalik dan terbakar.
***