
Rapat dewan direksi digelar dan Bram ditunjuk untuk memimpin rapat itu. Mereka membicarakan tentang perilaku suka mabuk-mabukan Erlita di tempat kerja yang kemudian dikaitkan dengan kelalaiannya menandatangani sebuah investasi bodong ke sebuah perusahaan cangkang yang ada di Hongkong yang menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan.
Erlita benar-benar kehabisan kata-kata. Ia sama sekali tidak tahu soal investasi itu dan terlebih lagi ia sama sekali tidak meminum minuman beralkohol itu. Ia hanya menemani Kenny yang sedang frustasi dan ingin mabuk. Juga bahwa malam itu ia sedang merayakan ulang tahunnya di Bandung. Tapi tak ada seorangpun yang mau mendengarkan penjelasannya.
Dewan direksi kemudian meminta Erlita mengembalikan semua kerugian yang ditanggung perusahaan atas kelalaiannya dan memintanya mundur dari jabatan CEO karena dianggap tidak layak dan tidak mumpuni. Sebagai gantinya, untuk sementara waktu mereka akan meminta Bram untuk menggantikan posisi itu sampai diputuskan kembali siapa orang yang terpilih untuk menempati posisi CEO.
****
Setelah menyelesaikan ritual pengajian selama tujuh malam sejak kematian kakeknya, Johan memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Ia memiliki banyak hal untuk diselesaikan.
“Fan, makasih ya lo dah banyak banget bantu gue.”
“Sama-sama. Nitip Lita ya Jo.”
“Pasti, lo tenang aja. Lo buruan beresin urusan lo disini biar kalian bisa kumpul lagi.”
Malam itu Johan sudah sampai di rumah dan melihat ayahnya sedang mengadakan pesta bersama para petinggi perusahaan. Tak ingin mengganggu dan menimbulkan masalah Johan bergegas masuk ke kamarnya, tapi ia sempat mendengar sayup-sayup bahwa mereka menyebut-nyebut nama Erlita. Johan punya firasat buruk soal itu. Ia segera menghubungi Erlita yang ternyata sedang menangis seorang diri di kamarnya.
***
__ADS_1
“Ta..”
Erlita langsung memeluk kakak sepupunya itu begitu melihat Johan masuk ke kamar Erlita.
“Lo kenapa? Kenapa nangis-nangis kaya gini lagi?”
Erlita menceritakan semua yang dialaminya kepada Johan dan Johan yakin bahwa firasat buruknya benar. Semua yang Erlita alami itu pasti ada hubungannya dengan ayahnya. Erlita kemudian juga menceritakan tentang Rania yang memberinya data di dalam sebuah flashdisk.
Johan bergegas mengecek data yang diberikan Rania dan ia tahu persis bahwa sebenarnya gadis itu sedang berusaha membantu Erlita untuk terhindar dari tuduhan kelalaian investasi itu. Sayangnya si adek sepupunya itu terlalu bodoh untuk bisa memahami data serumit dan sebanyak itu.
Tapi semua sudah terjadi. Johan berniat untuk mengembangkan penyelidikan atas kasus yang ditimpakan kepada Erlita dari laporan yang diberikan Rania. Ia yakin dengan berangkat dari laporan itu, ia akan mengungkap kebenaran yang sedang direkayasa dan disembunyikan oleh ayahnya.
Malam itu juga Johan mengirimkan semua data yang diberikan Rania kepada Nafan melalui email. Ia menceritakan semua yang terjadi pada Erlita beserta asumsi dan rencananya ke depan.
****
Rania rupanya gadis yang sangat cerdas dan teliti. Dari data yang dikumpulkannya saja, Nafan dan Johan mampu mengungkap fakta bahwa korupsi dan penggelapan dana yang dituduhkan neneknya kepada Bram dulu adalah benar.
Data itu bisa dengan jelas menggambarkan transaksi dan aliran dana yang memang berujung pada penarikan tunai yang tidak bisa diselidiki lebih lanjut siapa penerimanya.
__ADS_1
Tapi Rania bisa menemukan bukti bahwa yang melakukan transaksi penarikan tunai bukanlah ayahnya, Bintoro yang merupakan tangan kanan Pratiwi yang saat itu masih menjabat sebagai CEO sekaligus pemilik sah Susbihardayan Group.
Rania kemudian menumpulkan detail transaksi dan jumlah persisnya dana yang digelapkan dalam bentuk tunai itu. Kemudian Johan melakukan peretasan kepada beberapa akun perbankan milik ayahnya untuk mengetahui aliran dana yang masuk. Ia kemudian mencocokkan detail waktu dan jumlah transaksi yang kebanyakan cocok dan sesuai dengan data yang diberikan Rania.
Sementara di waktu bersamaan, Nafan berusaha mengungkap kebenaran di balik investasi bodong yang dituduhkan kepada istrinya, juga tentang skandal mabuk-mabukan Erlita yang vidio aslinya ternyata tiba-tiba hilang begitu saja.
***
Beberapa hari kemudian Nafan menerima surat keputusan bahwa permohonan pengunduran dirinya sebagai pegawai negeri sipil telah disetujui. Nafan kemudian mengadakan sebuah pesta perpisahan kecil dengan teman-teman kerjanya di dinas kehutanan Kabupaten Banyuwangi lalu pindah dan tinggal di Jakarta bersama istrinya.
Erlita sangat senang karena pada akhirnya Nafan memilih untuk tetap berada di sampingnya. Erlita berjanji tidak akan lagi membahas dan mempermasalahkan pekerjaan dan penghasilan Nafan.
Setelah berkumpul kembali mereka jadi semakin serius mendalami kasus yang melibatkan Erlita dan perusahaan warisan keluarganya.
Malam itu, Erlita, Nafan, Johan, Kenny dan Rania berkumpul di villa yang katanya milik teman Nafan di Bandung. Disana mereka membahas dan merencanakan tentang bagaimana mengungkap fakta dan kebenaran yang mereka temukan dengan aman dan tidak malah menjadi boomerang untuk mereka semua.
Setelah pertemuan hari itu Kenny tidak bisa lagi untuk menahan keinginannya mendekati Rania, gadis yang disukainya sejak pertama kali bertemu. Melihat Rania merasa tidak nyaman, Erlita berinisiatif untuk mengajaknya bicara empat mata soal Kenny.
Melalui pembicaraan itu, Erlita tahu bahwa Rania sebenarnya juga menaruh hati pada Kenny yang meskipun agak lemot, sangat perhatian dan tulus kepada Rania. Hanya saja Rania tidak ingin latar belakangnya sebagai anak Bintoro, orang yang dituduh korupsi dan menggelapkan dana perusahaan, terungkap sebelum ia mengungkap kebenaran dan membebaskan ayahnya dari segala tuduhan.
__ADS_1
Erlita senang tebakannya soal perasaan dan kekhawatiran Rania benar. Ia hanya perlu meyakinkan Kenny bahwa ia harus bersabar sampai Rania siap membuka diri untuknya.
Sementara itu, Erlita akan terus mengawasi kakak sepupunya itu agar tidak membuat ulah yang merepotkannya di kemudian hari.