Cinta, Harta Dan Erlita

Cinta, Harta Dan Erlita
Bab 57


__ADS_3

Kelahiran generasi ke empat keluarga Susbihardayan memang membawa banyak warna berbeda dalam keluarga mereka. Nasya yang sembrono dan pemberani, Handoyo yang santai dan humoris, Alfa yang penurut dan penuh pengertian, serta Electa yang paling disayang dan dimanja semua orang.


Karena putra Erlita dan Sisil hampir seumuran, dan sering dipertemukan dalam momen sarapan bersama setiap sebulan sekali, keduanya jadi sangat akrab. Tak jarang mereka menjadi partner in crime alias bekerja sama dalam melakukan tindak kenakalan bocah.


Seperti hari itu, ketika semua anggota keluarga berkumpul di rumah induk milik mendiang nenek Erlita, Handoyo dan Alfa empat tahun sedang berhasil membuat kakacauan besar yang menyebabkan Sania, nenek mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit.


Kedua bocah berusia tujuh dan enam tahun itu tengah mencoba daya kreativitas mereka dengan membuat gelembung sabun menggunakan sebotol sabun cair yang dimasukkan ke dalam bathup yang diisi dengan air mengalir.


Karena asyik bermain-main, mereka lupa mematikan kran air. Akibatnya air sabun dalam bathup meluber hingga keluar kamar mandi.


Sania yang kebetulan lewat dan tidak awas dengan aliran air yang meluber dari kamar mandi, tiba-tiba saja terpeleset dan jatuh tersungkur ke lantai hingga pingsan dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

__ADS_1


Erlita dan Sisil yang merasa lalai menjaga kedua anak mereka ikut mengantar ke rumah sakit dan harus bergantian menjaga dan merawat Sania sampai sembuh sebagai bentuk penyesalan dan tanggung jawab mereka.


Karena terlalu lelah membagi waktu untuk bekerja dan merawat Sania, akhirnya waktu Erlita untuk bersama Alfa jadi semakin berkurang. Lebih parahnya lagi, Erlita jadi ikutan sakit karena kelelahan.


“Ma, kenapa sih Mama harus repot-repot jagain Oma Sania sampai sembuh? Mama kan bisa suruh pelayan atau dokter Arman untuk rawat Oma?”


“Sayang, ini bukan cuma soal nyembuhin Oma. Tapi ini namanya tanggung jawab, sayang. Ketika kita menyebabkan masalah dan kerugian bagi orang lain, maka kita harus berusaha memperbaiki akibat dari kesalahan yang kita timbulkan. Jadi mama harus merawat Oma sampai sembuh.” Erlita tersenyum untuk membantu putranya mencerna setiap perkataan dan pelajaran yang ia ajarkan.


“Maksudnya gimana ma?”


“Maksudnya, itu untuk menunjukkan kepada Oma bahma Mama dan Tante Sisil benar-benar menyesal dan merasa bersalah. Jika kami membayar orang lain untuk menggantikan tanggung jawab kami, itu sama saja seperti Mama dan Tante Sisil ngga sungguh-sungguh menyesal. Gitu sayang... Alfa ngerti kan maksud Mama?”

__ADS_1


“Terus Ma, kan yang cari gara-gara Alfa sama Kak Handoyo. Kenapa harus Mama sama Tante Sisil yang bertanggung jawab?”


“Itu karena Alfa masih sangat kecil dan belum bisa bertanggung jawab. Jadi kalau Alfa berbuat kesalahan, itu artinya Mama yang salah karena tidak mengajari Alfa dengan benar.”


“Maafin Alfa ya Ma?”


“Iya sayang. Mama sudah maafin Alfa. Tapi ingat yah? Lain kali kalau bermain harus lebih hati-hati lagi. Masih untung itu Oma Sania yang jatuh. Gimana coba kalau semisal itu Electa yang lewat?”


Tiba-tiba saja Alfa merinding mendengar perkataan mamanya. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Electa jika saja itu benar terjadi dan bagaimana ia harus menebus rasa bersalahnya.


Sejak hari itu, Alfa kecil belajar bahwa ia harus senantiasa berhati-hati dan tidak boleh ceroboh demi keselamatan orang lain. Dan bahwa kesalahan yang dilakukannya akan menyusahkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


***


__ADS_2