
Kebahagiaan Nafan dan Erlita kian lengkap dengan kehadiran seorang bayi laki-laki mungil yang diberi nama Alfasandy Cokrokusumo.
Bayi mungil itu seakan menjadi magnet dan candu bagi Nafan. Karena sejak kehadiran Kara, Nafan tidak bisa lagi berlama-lama jauh dari rumah. Ia juga tidak bisa lebih dari satu jam tidak menghubungi Erlita untuk melakukan panggilan vidio dengan putra lucunya itu.
Bak anak sultan, banyak asisten rumah tangga yang dipekerjakan Nafan untuk membantu pekerjaan Erlita di istana baru mereka. Sejak Alfa lahir, Erlita dan Nafan memutuskan untuk pindah ke rumah mewah Nafan di jalan Cemara yang pernah mereka tinggali bersama Johan dan Kenny dulu.
Ada dua orang pengasuh bersertifikat khusus untuk mengasuh Baby Alfa, seorang kepala pelayan untuk mengurus keperluan pribadi Erlita dan belasan beberapa pelayan yang mengurusi urusan rumah, dua orang tukang kebun, dua orang sopir pribadi dan tiga orang petugas keamanan yang terbagi dalam tiga shift dan berjaga dua puluh empat jam.
Nafan benar-benar memperlakukan Erlita layaknya ratu. Ia hidup dalam kemewahan dan kemudahan. Dan yang terpenting adalah Erlita selalu bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan.
Tidak hanya karena ngidam, Nafan memperlakukan semua keinginan Erlita sebagai sesuatu yang harus dipenuhi agar ia bisa merawat dan membesarkan putranya dengan bahagia.
Ia bahkan bisa dengan mudah mendapatkan syal edisi khusus keluaran sebuah rumah mode terkenal di Paris hanya dengan sekali candaan mesra yang ia lontarkan kepada suaminya.
__ADS_1
Meskipun belum hilang trauma atas rasa sakit yang dirasakannya saat melahirkan Alfa, Erlita seakan tidak keberatan jika harus kembali hamil dan melahirkan. Karena suaminya membuat semuanya jadi lebih mudah dan menyenangkan.
Erlita benar-benar merasa bahwa hidupnya sempurna. Memiliki seorang suami yang luar biasa, seorang putra yang menggemaskan dan kehidupan rumah tangga yang romatis dan mulus bak jalan tol.
***
Erlita membesarkan putranya dengan sepenuh hati. Meskipun sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah, tidak jarang Erlita membawa putra dan pengasuhnya ikut ke tempatnya bekerja. Ia hanya merasa ingin selalu berada di dekat putranya dan tidak ingin melewatkan sedikitpun detail tumbuh kembang putra semata wayangnya itu.
Meskipun bayi itu terlihat sangat sehat dan menggemakan, tapi setelah dokter melakukan serangkaian tes, mereka menemukan bahwa bayi cantik itu mengidap hemofilia dimana darah yang mengalir dari tubuhnya susah dihentikan jika mengalami luka.
Karena itu, Jihan jadi sangat ekstra hati-hati dalam merawat putri keduanya. Ia tidak mengijinkan adanya benda tajam yang diletakkan sembarangan di rumahnya. Ia juga melapisi seluruh lantai rumahnya dengan karpet untuk menghindari cedera ketika putri kecilnya belajar berjalan.
Dean juga menyingkirkan semua perabot berujung lancip dan mengurangi perabot tidak penting dari dalam rumahnya guna mengurangi resiko terluka saat mengenai Electa.
__ADS_1
Sejak kecil, Electa tidak diijinkan berjalan sendiri ke kamar mandi karena khawatir akan terpeleset dan jatuh. Karena itu, Jihan menyewa pengasuh khusus untuk menjaga dan mengawasi setiap gerak dan langkah Electa.
Saat keluar rumah pun, ia akan dipakaikan pakaian yang tertutup dan tebal untuk melindungi tubuhnya dari resiko luka atau benturan. Jihan dan Dean jadi sangat waspada dan berhati-hati dalam menjaga buah hati kedua mereka itu.
Erlita sangat prihatin dengan keadaan Electa. Sebagai sesama ibu, ia paham betul dengan apa yang Jihan alami dan rasakan. Sejak kelahiran Electa, Erlita jadi lebih sering mengajak Alfa untuk mengunjungi Jihan dan Electa.
Alfa akan dengan sangat berhati-hati mengajak Electa bermain dan menghiburnya sementara mamanya mengobrol dengan tantenya. Erlita selalu berusaha menunjukkan dukungan morilnya kepada Jihan agar bisa lebih sabar dalam merawat dan membesarkan Electa.
Berkat perhatian dan dukungan dari semua orang, Electa tumbuh jadi anak perempuan yang sangat cantik dan menggemaskan. Siapapun yang melihat dan mengenal Electa pasti akan langsung jatuh hati dengan kepolosan dan wajah bayi Electa yang menggemaskan.
Meskipun semakin usianya kian bertambah, wajah Electa yang menggemaskan seperti bayi hampir tidak pernah berubah. Namun, karena terbiasa dibesarkan dengan sangat hati-hati dan nyaris tidak pernah diberi kebebasan untuk beraktivitas sesukanya seperti anak-anak lain, Electa tumbuh menjadi gadis yang hampir tidak bisa melakukan dengan benar semua hal dan hanya bisa bergantung kepada orang lain, seperti pengasuh, kedua orang tua, Nasya dan juga Alfa yang sering mengunjunginya sejak kecil.
***
__ADS_1