
-PoV Wina
Hai namaku Wina, Wina Anggraeni. Aku cantik pasti dong buktinya Andhika saja sampai tergoda olehku, hahaha... Wina gitu loh!.
Ambisiku untuk mendapatkan seorang Andhika dari hidupnya Rahma, sedikit membuahkan hasil, setelah setahun lamanya menjalin hubungan telarang, dan dua bulan yang lalu aku telah nikahi olehnya, meski secara siri, dan tentu atas bantuan ibunya juga rupanya nenek tua itu juga terobsesi mempunyai menantu sepertiku. Padahal Rahma juga cantik loh aku tidak memungkiri itu dan ku akui Rahma emang lebih cantik dariku dan lebih segalanya, tapi ternyata cantik saja tidak cukup. Buktinya suaminya saja lebih memilihku, tentunya dengan pelayananku yang lebih memuaskannya di atas ranjang.
Dan baru ku tau, ternyata rumah yang di tinggali Andhika beserta keluarganya itu milik Rahma, tapi tidak masalah bagiku sebentar lagi akan menjadi milikku beserta mobil dan seluruh harta peninggalan kedua orangtuanya, sejak dulu juga aku menginginkan kehidupan Rahma, apa yang Rahma miliki tidak ada di hidupku, termasuk kekayaannya tersebut, dan kini dengan mudahnya aku bisa mendapatkan itu semua tentunya dengan tangannya mas Andhika. Aku cukup memberi arahan apa yang mesti ia lakukan untuk si Rahma sialan itu.
Bodohnya si Rahma mau saja aku kibuli, dengan berkat aku ingin menjadi satu-satunya sahabat dia, dia pun mau. Padahal sedikit saja aku tidak ingin jadi teman apalagi sahabatnya. Cih sungguh menyebalkan saat tatapan setiap pria yang melihatnya.
Oya aku lupa, setelah beberapa tahun tidak bertemu bang Zein, saat kini aku bertemu dengannya, banyak yang berubah darinya, dia lebih tampan dan necis. Ada hasrat aku pun ingin memiliki kakak dari sahabat durjana itu, ehh upss bukan sahabat ya, ogah aku mengakui sebagai sahabatnya.
Sekarang aku fokus dulu menyusun rencana umtuk melenyapkan si Rahma dari muka bumi ini, selain aku ingin memiliki Andhika seutuhnya dan rumah serta mobilnya itu, aku takut nanti dia jadi boomerang untukku mendekati abangnya itu, soal nanti gimana Andhika nantilah ku fikirin lagi.
Aku tidak tau kenapa, aku selalu terobsesi pada pria pria tampan, seperti bang Zein dan Andhika, rasanya memiliki satu pria itu tidak cukup untuk hidup serta kepuasan nafsuku.. Ahh entahlah aku sendiri saja bingung pada diri ini.
Dan malam ini, aku sudah cantik tentunya dengan baju tidur yang seksi serta minim, tidak lupa parfum ku semprot pada badan ini biat mas Andhika semakin tergoda dan terbuai oleh seksi dan harumnya tubuhku ini.
Tepat jam delapan malam ia baru sampai dari kantornya yang biasanya pulang pukul empat sore, kini malam baru sampai katanya ada meeting sama klien. Bodo amat lah aku tidak ingin tau soal kerjaannya, yang penting gajinya ngalir dan hasratku malam ini terpuaskan.
Saat khayalanku terbang tinggi ke angkasa, di depan sudah terdengar suara deru mobil, kebetulan kamarku berada paling depan, jadinya apapun bisa ku lihat dan ku dengar di depan sana. Rupanya mas Andhika sudah pulang, aku harus buru buru menyambutnya.
"Baru pulang mas." ucapku seraya mengecup pipi kirinya, sebelum ia masuk aku sudah berdiri di teras rumah.
"Iya mas capek banget, baru selesai meeting sama klien." Ucapnya dengan membalas kecupanku di kening ini. Ahh hangat sekali bibirnya.
"Boleh gak mas minta tolong bikinin kopi." tuturnya. Duh males sekali rasanya harus masuk ke dapur udah wangi gini. Tapi demi melancarkan aksiku, aku pun menuruti permintaannya.
__ADS_1
Aku berjalan ke arah dapur setelah anggukan ku berikan padanya.
Setelah membuat kopi, aku mengajaknya ke kamar biar di kamar saja minum kopinya, dan dia pun mau dan mengikutiku ke arah kamarku, yes!.
"Mas, mandi dulu gih, biar gerahnya hilang." tuturku seraya mengelus dada bidangnya. Ia pun melirik dan tersenyum padaku segera aku membalas senyumnya dan tentunya senyuman ternakalku.
Kemudian ia pun berjalan ke arah kamar mandi, setelah sebelumnya menyesap kopinya sedikit.
Kusandarkan tubuh ini di sandaran tempat tidurku. Menunggu suami terkasihku selesai mandi, sambil mengotak ngatik ponselku, beberapa saat kemudian mas Andhika keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sebatas pinggang, ku biarkan dia memakai baju santai nya.
Setelah ia beres memakai baju kemudian ia menghampiriku dengan senyuman manisnya.
Sebelum kuajak bertempur diatas kasur empuk ini, segera ku susun rencana untuk membunuh si Rahma secara perlahan.
"Mas, aku sudah memikirkan rencana apa untuk membuat istri tua mu itu sakit dan lumpuh." tuturku.
"Tenang! Semuanya serahkan sama aku, mas tinggal jalani.saja peran mas, berpura-pura baiklah padanya seolah-olah mas takut kehilangannya, dan kalau perlu mas bilang saja akan menceraikan aku." tuturku panjang lebar.
"Iya tapi rencana apa dulu Win." hahaha rupanya dia pun sudah tidak sabar.
"Aku punya kenalan orang yang suka meracik racun racun mematikan, aku udah pesen sih obatnya."
"Caranya.?"
"Tinggal tetesin ke minumannya, dia suka minum kopi kan, nah tinggal tetesin aja satu atau dua tetes ke dalam kopinya. Dengan perlahan itu akan merusak saraf otaknya." tuturku kemudian dengan antusias.
"Apa tidak bahaya."
__ADS_1
"Kalau kita ngasihnya perlahan tentu tidak akan membuatnya bahaya, tapi kalau sekaligus kita ngasihnya tentu akan membuatnya langsung mati di tempat." ucapku.
"Apa rencana kita tidak akan diketahui bang Zein, kamu kaya gak tau saja gimana abangnya si Rahma itu."
"Kamu tenang aja itu jadi urusanku, yang penting pernikahan kita tidak di ketahui olehnya".
Padahal ini saatnya perlahan akan ku dekati bang Zein.
senyumku merekah.
"Mas, bobo yuk!. Ucapku dengan kerlingan mata. Tak lupa ku kecup pipinya mesra."
"Kamu kangen mas ya." ucapnya dengan suara yang menggoda ku.
"Tentu mas." setelahnya ku bawa tubuh mas Andhika keranjang ini, akan ku puaskan nafsunya, biar dia semakin terjerat dan melupakan istri tua nya itu alias si Rahma. Hahahahaa aku menang Rahma aku yang akan memenangkan dan meraih serta merampas kehidupanmu serta kebahagiaanmu, tunggu saja tanggal mainnya.
Dua jam aku dan mas Andhika saling melepaskan nafsu masing-masing, mas Andhika terkulai lemas di sampingku dengan nafasnya yang masih memburu dan keringat bercucuran.
Rasanya dua jam aku masih belum puas, ku biarkan dia istirahat sejenak selanjutnya akan ku ajak bercinta kembali meraih indahnya surga dunia. 'Mas Andhika kini kau hanya milikku' gumamku seraya memejamkan mata ini menikmati sisa nafsu ku.
....
Pagi ini rasanya seger sekali badan apalagi setelah pergulatan kedua yang aku lakukan demgan mas Andhika. Benar-benar membuatku melayang dan semalam aku puas sekali.
Pagi ini mari kita mulai, kita bikin si Rahma tersiksa indah di istana nya sendiri.
Hahahhaha.....
__ADS_1
-Bersambung...