
-PoV Alan
Setelah dua tahun lamanya aku tidak bertemu dengan mantanku, Rahma.
Tanpa terduga kami bertemu di depan sebuah restoran, antara kaget dan senang saat itu tanpa sengaja aku bertemu dengannya.
Rasa cinta ini masih membara di dalam hati, walaupun dulu Rahma mengkhianatiku dengan berselingkuh sama teman satu jurusan kuliahnya. Ah masa bodo itu masa lalu yang penting sekarang aku harus mendapatkan Rahma kembali, apalagi setelah ku dengar dari Wina bahwa mereka telah bercerai.
Aku juga tak peduli tentang retaknya rumah tangga Rahma oleh sahabatnya sendiri, yang terpenting sekarang aku ingin memiliki Rahma seutuhnya.
Pertemuan kedua ku dengan Rahma kemarin aku masih belum puas, tapi sepertinya Rahma menjaga jarak denganku. Entahlah mungkin dia masih marah denganku, akan tetapi. Akan ku taklukan seperti dulu.
Ngomong-ngomong gadis yang bersama Rahma itu siapa yaa?. sepertinya aku bisa manfaatkan gadis itu untuk mendekati Rahma.
Aku cari saja akun sosmednya dan ah ketemu!.
Tanpa menunggu lagi aku langsung memfollow nya dan mengirimnya DM.
[Hai.! Ini adik nya Rahma yaa, kenalin aku Alan yang ketemu di taman waktu itu].
Ku kirim pesan tersebut dan beberapa saat tak ada balasan. Aku kembali mengirimnya pesan lagi.
[Boleh gak aku minta nomornya Rahma].
Dan hanya di read saja 'SIAL' rutukku dalam hati.
__ADS_1
Lihat saja Rahma aku pasti mendapatkanmu kembali.
.
Hari ini aku ada janji sama temen kuliahku dulu, sekedar ngobrol-ngobrol santai di kafe.
"Sorry bro gue telat, maklum udah nikah beda lagi urusannya." tutur Niko teman kuliahku saat di jakarta, sebelum aku pindah waktu itu.
"Ya ya yaaa gue ngerti, bapak-bapak yang udah rumah tangga beda lagi." timpalku.
"Beda, tapi enak bro, apa-apa di siapin istri dari mulai pakain kerja sampe urusan makan, meski di rumah ada asisten juga, istri gue gak pernah ngandelin asistennya."
"Lah terus lu tadi ngapain dulu."
"Jagain anak gue dulu, sebab bini gue belum siap kalau harus make jasa baby sitter." timpal Niko.
"Iya inget kenapa?. Sekarang dia janda kaya raya tau, punya yayasan panti asuhan dan rumah makan mewah, apa ya nama rumah makannya gue lupa." tutur si Niko ini, dia menceritakan mantan kekasihku.
Dan baru ku ketahui ternyata ia telah sukses, pasangan yang sepadan bukan, sebentar lagi aku akan jadi direktur.
"Lu punya kontak WA nya atau alamat rumah nya gak." tanyaku lagi dengan tatapan ingin segera di jawab.
"Kalau untuk alamat rumahnya gue gak tau yaaa, sekarang dia tinggal dimana soalnya abis cerai sama suaminya, rumahnya itu di jual, kalau untuk kontaknya bentar gue cari dulu." si Niko pun merogoh ponselnya dari saku jaketnya kemudian mengotak-atik benda pipih itu.
"Nih, gue salin ya ke WA lu." ucap si Niko lagi.
__ADS_1
Aku senang bukan main saat ini mendapatkan kontak nya saja sudah menjadi suatu kebahagiaan tersendiri.
"Oke thanks ya Nik! Lo emang temen terbaik gue." ucapku sambil menepuk sebelah bahu nya.
"Sip santai aja bro!. Ngomong-ngomong lu minta nomor Rahma untuk apa.?"
Ah dasar si kepo, ingin tau aja urusan orang lain.
"Ya pengen nanya kabar aja gitu, sekalian silatuhrahmi." ucapku kemudian.
"Silatuhrahmi sambil CLBK." tutur si Niko lalu tertawa.
"Bisa aja luh."
.
Setelah pertemuan dengan Niko tadi aku langsung kembali ke rumah, tidak ada aktivitas selain urusan kantor, karna saat ini kantor masih di kelola oleh mamaku.
Tanpa mengganti baju terlebih dulu, aku langsung membuka gawaiku, dan ku cari nomor nya Rahma dan pas ku tekan tombol memanggil.
"Loh kok kaya gak aktif ya.?" gumamku.
Lalu ku panggil lagi, panggilan ke tiga masih sama.
"Mungkin data nya sedang di matikan." gumamku kembali, kemudian ponsel ku taro asal di tempat tidur dan ku rebahkan tubuh ini.
__ADS_1
-Bersambung...