Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab040. Cowok Aneh


__ADS_3

Pagi berganti siang, Rahma yang saat itu sedang memantau restorannya, tersenyum merekah saat melihat pengunjung restoran yang terus berdatangan, karna saat itu waktunya jam makan siang, karyawan kantor terus berganti keluar masuk.


"Alhamdulillah.. setiap hari restoranku semakin rame, terimakasih ya Allah." gumam Rahma rasa syukur ia panjatkan pada Sang Pencipta.


"Ada yang seneng nih rupa nya." ucap karyawannya yang sedang berjaga di meja kasir.


"Tentu seneng dong Rin, ini juga berkat kamu." ucap Rahma seraya tersenyum hangat pada karyawannya yang bernama Erina itu.


"Aku yang harusnya makasih sama mbak, karna mau mempercayai aku menjaga meja kasir." tutur Erina senyum manis ia terbitkan untuk bos muda nya itu.


"Ya udah intinya kita saling menolong dan membutuhkan, bukan begitu." timpal Rahma lagi, dan hanya anggukan kepala sebagai jawaban dari gadis bermata bulat itu.


Tak lama kemudian sesosok gadis masuk dari balik pintu kaca restoran itu.


"Hai mbak, maaf ya nunggu lama, tadi ada kuliah tambahan." tutur Dina seraya meraih tangan Rahma untuk menyalaminya kemudian menciumnya dengan takzim.


Setelah Dina di angkat sebagai adik dari Rahma dan Zein, gadis itu semakin baik prilaku dan tingkahnya, walau terkadang konyol yang membuat kakak-kakaknya itu geleng-geleng kepala.


"Hai." sapa Dina pada Erina yang tersenyum ke arahnya.


"Kenalin aku Dina, adiknya mbak cantik ini." tutur Dina seraya melirik Rahma yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Hai juga, aku Erina, karyawannya mbak cantik ini." jawab Erina tak kalah dari Dina, kemudian ketiga nya pun tertawa.


"Kalian bisa aja, baru kenal aja udah kompak." timpal Rahma kemudian.


"Iyaaa donggg.." ucap keduanya berbarengan, tak ayal ketiganya kembali tertawa.


"Oyaaa Rin, mbak pamit dulu yaaa, nih ada janji sama si bontot, dari kemarin minta di temenin ke toko buku." ucap Rahma.


"Udah geude mbak, ngapain di temenin." timpal Erina seraya terkekeh.


"Mungkin takut ada mas-mas yang menculiknya." tawa Rahma berderai.


"ihh mbaaakk..." rajuk Dina.


Rahma pun tak memperdulikan rajukan adiknya itu, dan Erina hanya tertawa di balik meja kasir nya.


"Bentar ya mbak, ambil tas dulu di dalem."


Tanpa menunggu jawaban keduanya, Rahma kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya ke ruangan pribadinya, tak lama ia pun kembali lagi setelah mengunci ruangan pribadinya.


Bukan apa-apa Rahma selalu mengunci ruangannya, hanya saja ia tidak mau satu orang pun masuk ke sana tanpa seizin dari nya.

__ADS_1


"Yuk berangkat, nanti takut ke sorean pulangnya." tutur Rahma seraya melampirkan tas nya di bahu.


Dina pun beranjak dari duduknya dan kemudian keduanya pamit sama Erina.


.


Setelah beberapa saat akhirnya Rahma serta Dina pun sampai di sebuah toko buku yang di inginkan Dina dari kemarin.


Setelah memarkirkan mobil di halaman toko tersebut keduanya pun turun dan berjalan masuk ke toko buku itu.


"Gih cari buku yang kamu pengen, mbak mau kesebelah sana." tutur Rahma seraya menunjuk arah yang mau ia tuju di toko buku tersebut.


"Oke Mbak." jawab Dina dengan sumringah, kemudian keduanya pun berjalan ke arah yang berbeda.


Saat Rahma sedang fokus mencari buku yang ia cari, dan tatapannya tertuju pada salah satu buku yang ia cari dari tadi.


"Nah ketemu." gumam Rahma.


Dan saat yang bersamaan pun ada tangan lain juga yang mengambil buku tersebut. Buku itu hanya ada satu lagi di rak nya itu.


"Mas, saya duluan loh yang ambil buku ini."


"Tidak bisa! Jelas-jelas saya kok yang duluan liat buku ini, sini ini milik saya, kamu cari aja buku yang lain, tuh masih banyak." ucap lelaki yang sedang merebut buku itu sambil menunjuk-nunjuk buku lainnya.


"No no no! Tidak nona, buku ini punya saya, saya yang duluan liat nya kok." timpal si cowok itu tidak mau mengalah.


"Tidak! Buku ini saya yang duluan liat kesiniin." Rahma berusaha merebut buku itu dari lelaki di depannya.


Dina yang mendengar keributan mbaknya, akhirnya setengah berlari menghampiri mbaknya itu.


"Ada apa mbak, kok ribut disini." tutur Dina, setelah sampai di tengah-tengah kedua nya.


"Nih ada cowok aneh mau rebut buku mbak." jawab Rahma dengan menunjuk si cowok itu dengan dagu nya.


"Kamu tuh cewek aneh, jelas-jelas saya yang duluan nemuin buku ini." timpal si cowok tak mau kalah.


"Enggak punya aku, titik." tutur Rahma dengan sengit.


"Puny-."


"DIIIAAAMMM...."


Seketika Rahma dan si cowok tersebut terdiam setelah Dima setengah berteriak.

__ADS_1


"Mbak, mbak cantik deh mending itu buku kasih aja ke dia." tutur Dina setengah berbisik.


"Tapi Din, buku ini yang mbak cari-cari, mana tinggal satu lagi." ucap Dina tak mau mengalah.


"Mbak kita tuh sebagai perempuan harus terlihat elegan, jangan hanya karna rebutan buku reputasi sebagai cewek cantik hilang di diri mbak." ucap Dina lagi.


Rahma pun kemudian setengah berfikir.


"Iya juga yaaaa." tutur Rahma setelahnya.


"Nah sekarang kasih buku nya, kita cari buku yang lain, oke." bujuk Dina dengan pelan dan hati-hati.


Tanpa menjawab ucapan dari Dina, akhirnya Rahma pun mengalah, ia tarik tangannya dari buku tersebut.


"Ya udah tuh, bukunya buat kamu dasar cowok aneh." tutur Rahma, kemudian berlalu dari hadapan laki-laki itu sambil menarik lengannya Dina.


"Nah gitu dong, thanks ya.!" ucap si cowok itu setengah berteriak.


Setelah Dina dapatkan apa yang ia cari, ia menghampiri mbaknya yang sedang duduk di salah satu kursi di toko buku itu, ia sudah tidak mood lagi untuk mencari buku yang lain, padahal menurut Dina masih banyak buku-buku yang lebih bagus di bandingkan sama buku yang di rebutkan sama si cowok tadi.


"Udah ketemu bukunya.?" tanya Rahma.


"Udah mbak, mbak gak nyari buku yang lainnya." tanya Dina.


"Enggak ah udah gak mood, udah di bayar belum.?"


"Udah mbak, mbak bener gak tertarik sama buku lain." tanya Dina lagi memastikan mbaknya itu.


"Enggak ah lain kali aja, yuk pulang."


Keduanya pun keluar dari toko buku tersebut dan di sana Rahma ketemu lagi sama si cowok yang menurutnya aneh itu.


"Apa liat-liat." sengit Rahma pada si cowok yang sedang duduk di bangku toko buku itu.


"Siapa yang ngeliatin situ GR." ucap si cowok itu tak kalah sengit.


Dina pun hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi kedua orang di depannya itu.


"Udah deh jangan pada berantem, mbak sama mas nya itu. SAMA-SAMA ANEH." ucap Dina seraya meninggikan sedikit suaranya.


"Mbak aneh mau pulang atau di sini aja sama mas yang aneh." tutur Dina seraya berjalan ke arah mobil.


"Ih ogahh.." timpal Rahma lalu ia pun melangkahkan kakinya mengikuti Dina ke arah mobilnya.

__ADS_1


-Bersambung...


__ADS_2