Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab063. Tak Mungkin Kembali


__ADS_3

-PoV Rahma


Rasa sakit itu sedikit demi sedikit telah terkikis dan aku mampu melupakan semuanya. Tapi mengapa saat aku ingin membuka lembaran baru dia datang lagi dan mengangguku.


Memintaku untuk kembali membina rumah tangga seperti dulu, rasanya itu tidak mungkin, aku sudah tak ingin kembali ke masa dimana aku di khianati dan di sakiti, lalu dengan mudahnya dia memintaku untuk kembali. "Maaf mas Andhika aku tidak bisa."


Hari ini seperti biasa kalau gak pergi ke resto ya aku habiskan waktuku untuk menyetok bab novelku, jadi setiap harinya aku tinggal update-update saja, lumayan buat uang jajan. Hasil dari karya recehku.


Ting!.. Sebuah pesan masuk ke gawaiku yang ku simpan di samping laptopku.


[Hay mbak, ada di rumah gak kangen nih].


Hmm ternyata Jihan yang kirim pesan itu. [Ada, main sini. Mbak juga kangen sama kamu].


Setelah membalas pesan dari gadis itu aku kembali fokus menulis bab cerita novelku.


Ting!... Ponselku kembali bunyi. "Siapa lagi sih gumamku."


[Raa, tolong beri mas kesempatan satu kali lagi untuk kembali sama kamu, mas menyesal udah khianati dan sakitin kamu, please beri mas kesempatan Ra.]


"Mas Andhika." gumamku kembali.


Aku tak langsung membalas pesan tersebut aku kembali fokus pada laptop di depanku.

__ADS_1


...


Waktu terus beranjak, setelah kepulangan Jihan barusan. Aku berencana untuk ke panti sebentar, sudah beberapa minggu ini aku gak ke sana, kangen juga sama suasana panti.


Setelah aku mengganti pakaianku dan menggunakan hijab pasmina, aku turun dari lantai atas dan segera menuju garasi lewat pintu depan.


"Mau kemana, udah mau sore loh.?"


"Eh bang, aku mau ke panti sebentar, sebelum magrib aku udah pulang kok." tuturku pada abangku, dia orangnya memang khawatiran, bukan bermaksud mengekang kebebasan aktivitasku.


"Ya sudah hati-hati."


Ku berikan senyum manis pada abangku dan setelahnya aku segera memasuki mobilku dan segera melajukanya.


Aku memutuskan untuk mampir di salah satu supermarket, aku baru ingat makanan hewan kesayanganku hampir habis stoknya.


"Rahma.."


"Eh mas.." sapaku, secara tiba-tiba aku bertemu dengan mantan suamiku, entah ini sial atau hanya kebetulan.


"Disini juga, abis beli apa.." tanya laki-laki itu.


"Ini mas abis beli pakannya si Thomas." tunjukku pada kantong plastik berlogo biru itu.

__ADS_1


Rasanya ingin segera pergi saja dari sini lama-lama kalau terus melayaninya akan semakin banyak hal yang akan ia bicarakan.


"Ra, boleh gak kita bicara sebentar di depan sana."


Tuhkan apa yang aku bilang. "Bicara apalagi mas, aku buru-buru."


"Sebentar kok gak lama. Ayo..!" ajaknya, lalu ia berjalan lebih dulu pada kursi yang tersedia di depan supermarket tersebut.


"Ra, aku mohon beri aku kesempatan untuk kembali merajuk rumah tangga denganmu, aku janji akan setia dan akan menjadi suami yang bertanggung jawab."


Tanpa basa-basi mas Andhika, langsung mengucapkan hal itu, ketika kami baru saja duduk di kursi tersebut.


"Mas, maaf untuk saat ini aku lagi fokus sama resto juga panti." ujarku dengan hati-hati.


"Soal itu, kamu jangan takut, ada mas ada ibu yang akan membantumu mengurus semuanya."


Hahahaa enteng sekali dia kalau ngomong, dia fikir siapa??.


Semakin kesini aku semakin ilfell melihat tingkah mantan suamiku kemana wibawa dia yang dulu sudah hilangkah?. Sehingga ia tidak mempunyai rasa malu.


"Mas aku tegasin ya sama kamu kita udah berakhir, dan selamanya akan tetap seperti itu, kita tidak mungkin kembali, karna aku tidak ingin mengulang rasa sakitku. Aku permisi mas."


-Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2