Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab066. Hari Yang Indah


__ADS_3

"Pagi-pagi udah senyum-senyum sendiri".


Zein tiba-tiba datang menghampiri Rahma yang sedang duduk santai di ruang keluarga.


"Eh abang, tumben belum rapi gak ngantor?".


Zein kemudian duduk disamping adiknya tersebut. "Enggak lagi males". Tuturnya sambil melirik ke arah adiknya.


"Mentang-mentang udah geude duitnya, hmmm". Rahma mencibir abangnya.


"Iya dong apalagi coba". Jawab Zein sambil mengangkat kedua bahunya, bangga.


"Kalau gitu abang kapan nikahnya?" Rahma tak segan menanyakan hal tersebut pada sang kakak.


"Mulai-Mulai deh".


"Hahaha, abang-abang, yaudah aku mau siap-siap mau jalan-jalan". Tutur Rahma kemudian ia bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju lantai atas menuju kamarnya.


Sedangkan Zein hanya menggelengkan kepalanya saja, untuk saat ini ia tidak ingin terlalu ikut campur masalah asmara sang adik, apapun yang menjadi pilihannya yang penting Rahma bahagia, begitu fikir Zein.


...


Beberapa saat kemudian Rahma turun menuruni anak tangga satu persatu dengan pakaian sudah rapi.


"Rapi bener, wangi lagi. Mau jalan sama siapa?" Zein membrondongi Rahma dengan beberapa pertanyaan.


"Ada deh, belum saatnya, soalnya baru PDKT". Tutur Rahma dengan tergelak.


"Rupanya adik abang ini lagi jatuh cinta lagi". Zein menggoda adiknya tersebut.


"Udah ah, aku pamit dulu ya, taxi nya udah nyampe". Tutur Rahma kemudian ia berjalan menuju pintu utama.


"Gak bawa mobil?". Zein mengikutinya dari belakang sang adik.


"Lagi males nyetir." jawab Rahma tanpa menoleh pada sang abang.


"Oh oke, hati-hati". Tutur Zein, ia berdiri di depan teras melihat adiknya menuju taxi yang telah di pesannya.


Rahma hanya menangkat ibu jari nya pada sang abang, lalu ia masuk kedalam taxi tersebut.


...


Setelah beberapa saat Rahma telah sampai di taman yang mereka janjikan untuk bertemu.

__ADS_1


[Bang, aku udah sampe, abang dimana?].


Rahma mengirim pesan itu, lalu ia duduk di bangku yang telah tersedia di taman tersebut.


[Bentar lagi, aku sampai, tunggu di situ dan jangan kemana-mana]. Balasnya di sertai emot senyum di akhir kalimatnya.


Rahma hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya kembali.


'Aku hanya mengikuti skenariomu, apapun yang terjadi nanti itu kehendakmu' Rahma bergumam di dalam hatinya.


"Hai bengong aja, nanti ke sambet loh". Tiba-tiba Pandu sudah berdiri di depan Rahma.


"Eh abang, enggak siapa yang ngelamun". Ucap Rahma sedikit kaget dengan datangnya Pandu secara tiba-tiba.


"Hmmm oke! Udah lama nunggu?"


"Enggak aku juga baru beberapa saat nyampe, kan tadi chat abang gimana sih?" tutur Rahma kesal dengan kejailan laki-laki di samping nya itu.


"Kamu kalau cemberut tambah cantik, aku makin jatuh cina aja." Pandu tersenyum mengarah pada Rahma.


"Mulai deh gombalnya, udah ah aku laper belum sarapan". Rahma mengerucutkan bibirnya.


"Tumben, terus sekarang mau sarapan apa?" tanya Pandu dan masih tetap tersenyum pada wanita pujaannya.


Lalu Pandu pun megarahkan pandangannya ke segala arah, lalu ia melihat gerobak bubur.


"Sarapan itu mau?" tanya Pandu dengan hati-hati, takut Rahma tidak menyukai makanan pinggiran.


"Mau bang, ayo cepet". Rahma spontan menarik tangan laki-laki di sampingnya itu.


Sedangkan Pandu tersenyum bahagia, dengan senang ia mengekori Rahma menuju tukang bubur.


...


Setelah beberapa saat menghabiskan sarapannya, kedua nya berbincang-bincang sambil sesekali tertawa.


"Oya Zein udah tau belum tentang kedekatan kita?" tanya Pandu.


"Sejauh ini belum sih, udah biarin aja. Lagian kan kita naru deket". Tutur Rahma.


"Iyasih aku tau. Yaudah mau langsung pulang atau main dulu" tanya Pandu kemudian.


"Hah abang ngajakin aku jalan cuma sarapan aja"?

__ADS_1


Zein tersenyum kikuk. "Maaf! Abisnya aku kangen sam kamu Ra, aku bingung ngajak jalannya". Tutur Pandu.


Rahma menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ada-ada aja".


"Maaf ya, yaudah mau main dulu gak?" tanya Pandu lagi.


"Iya bang gak apa-apa, biasa juga abang sering main ke rumah kenapa sekarang enggak?" Rahma mengalihkan pertanyaan dari Pandu.


"Kalau di rumah nanti ketahuan dong sama si jomblo?"


"Jomblo". Rahma membeo.


"Iya itu si Zein". Tutur Pandu lagi.


Sontak keduanya pun tertawa.


"Abang tanya lagi mau main dulu gak?"


"Enggak deh bang, aku pengen istirahat".


"Kamu sakit?" tanya Pandi panik.


"Enggak bang, aku sehat, kemarin-kemarin aku sibuk di resto jadi kurang istirahat aja". Tutur Rahma.


"Oh gitu. Yaudah yuk aku anter pulang".


Kemudian keduanya pun berjalan menuju mobil Pandu.


...


Saat di perjalanan pulang ke rumah Zein. Keduanya saling diam tak ada yang mengawali pembicaraan.


'Ngomong apa ya gue, duh grogi gini sih' Pandu bergumam di dalam hatinya.


"Ra, makasih ya, udah mau temuin aku walaupun hanya makan bubur di pinggiran" tutur Pandu akhirnya mengawali pembicaraan.


Rahma menoleh sekilas lalu tersenyum. "Gak apa-apa sih bang santai aja."


"Makasih ya untuk hari yang indah ini".


Rahma menganggukan kepalanya, lalu kedua nya saling tersenyum.


-Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2