Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab059.


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!..


"Masuk.."


"Permisi Pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak pagi ini." ucap sekretaris itu dengan sopan.


"Siapa..?" tuturnya, tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop nya.


"Pak Broto, kata nya penting."


"Oke! Suruh beliau masuk."


Lalu sekretaris itu meninggalkan ruangan bos nya tersebut, dan tak lama kemudian, sosok bertubuh gempal dan di iringi wanita cantik di belakangnya, memasuki ruangan Zein.


"Pagi Pak Zein." sapa pak Broto, saat begitu masuk ke dalam ruangan nya.


"Pagi juga Pak Broto, tumben mau dateng kesini gak kasih kabar dulu." jawab laki-laki tersebut, lalu berdiri untuk menyambut kedatangan tamu nya yang mendadak itu.


"Saya sekalian lewat aja, tadi habis dari rumah sakit."


"Owh begitu, silahkan duduk Pak." Zein menunjuk sofa yang berada di dalam ruang kerja nya itu.


"Terima kasih." tutur Broto lalu duduk dan di ikuti wanita di belakang nya.


"Bagaimana keadaan istri Bapak..?" tanya Zein berbasa-basi.


Broto menghelakan nafas berat nya. "Keadaannya semakin parah Pak Zein, saya hampir putus asa mau bagaimana lagi mengobati penyakit istri saya.."


Zein menganggukan kepala nya. "Pak Broto gak mencoba untuk membawa nya ke luar negeri."


"Rencana saya begitu Pak Zein, saya sama anak saya lagi membujuknya. Dan kalau nanti istri saya bersedia, maka perusahan dan kelanjutan kerja sama kita, saya serahkan sama anak saya, Nayla." Broto menolehkan kepalanya ke samping.

__ADS_1


"Oh jadi yang kemarin wakilin bapak meeting, itu Nayla anak bapak." tutur Zein.


"Iya Pak Zein, siapa lagi, saya gak terlalu percaya sama orang luar untuk menangani proyek ini, sekalipun itu sekretaris saya." ucap Broto.


"Oh begitu, iya sih Pak, kita jangan gampang percaya sama orang lain." Zein menganggukan kepala nya dan membenarkan apa yang di ucapkan pria gempal di depan nya itu.


"Makanya, saya serahkan semuanya sama Nayla. Jika suatu waktu saya harus membawa istri saya berobat."


Lalu setelahnya obrolan mengenai kerja sama pun mengalir, sesekali Nayla menjawab dan menanggapi apa yang di bicarakan Papa dan rekan kerja nya tersebut.


...


"Nay, gimana kamu udah siap untuk gantiin Papa sementara di perusahaan." ucap Broto kala mereka telah pamit dari kantornya Zein.


Saat ini keduanya sedang makan siang di sebuah restoran sederhana.


"Nay siap-siap aja Pi, Papi sekarang fokus aja sama kesehatan Mami, itu lebih penting, masalah perusahan biar Nay handle dulu, kalau ada yang gak Nay ngerti nanti biar nanya ke Papi." tutur gadis itu.


"Kalau bukan Nay, mau siapa lagi Pi, kan anak Papi cuma Nay." jawab gadis itu tersenyum manis.


Tanpa kedua nya sadari, di sana ada yang memperhatikan dan juga mendengar semua obrolannya.


'Jadi istri nya sedang sakit, dan gadis itu anak tunggal nya' ucap wanita itu sambil menyunggingkan senyum nya.


'Kalau yang si Dewi bilang itu benar, bahwa om Broto itu pengusaha sukses, apa aja yang aku minta bakalan di kasih, asal aku bisa nurut sama dia, jadi istri kedua nya pun aku mau, hahaha'.


Wina bergumam dalam hatinya sambil tertawa.


'Oke kita atur strategi, berhubung istrinya sedang sakit, jadi aku bisa manfaatin ini, dia pasti kesepian bukan'.


Malam pun tiba.

__ADS_1


Zein baru saja menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuknya, sebuah panggilan ke gawai nya memecahkan ketenangan Zein.


"Siapa sih..!" gumam nya.


Lalu Zein merogoh benda pipih itu dari saku jas nya.


"Si kampret. Hallo apaan sih lo gue baru nyampe rumah.?" sarkas Zein.


"Tenang bro, jangan marah-marah, gue lagi di depan rumah lo ini."


"Yaudah tinggal masuk, biasa juga lu main nyelonong masuk ke rumah gue."


"Okw thanks yaaa.."


Lalu sambungan telepon pun mati begitu saja.


Di tempat lain, di sebuah apartement.


Emily mondar-mandir tak jelas.


"Apa gue hubungi aja kali yaaa om Broto.?" gumam nya.


Lalu ia mengambil ponsel nya yang tergeletak di sofa.


[Hai om apa kabar, kangen nih.]


Sebuah pesan Emily kirim pada om yang bernama Broto tersebut.


Satu menit dua menit, hingga lima menit kemudian tak ada balasan.


"Sabar Em, mungkin dia lagi mengurus istri nya yang sedang sakit." gumam nya sambil menyunggingkan bibir nya.

__ADS_1


-Bersambung...


__ADS_2