Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab047.


__ADS_3

"Sial... Kenapa harus ketemu sama Rahma sih waktu itu, kalau kaya gini caranya bagaimana aku bisa kembali lagi sama Zein."


"Aarrggghh..."


Emily mondar-mandir di kamar apartemennya menyesali kenapa harus ketemu Rahma waktu itu.


"Apapun caranya aku harus bisa mendapatkan Zein kembali, Zein segalanya untukku, bertahan terus sama Rey belum tentu hati mama nya akan luluh, kenapa pula ibu-ibu tua itu bisa gak setuju." rutuknya dengan masih mondar-mandir tak jelas.


.


Di sisi lain Zein di sibukan dengan pekerjaannya hari ini, waktu seakan melambat baginya karna kerjaan yang begitu menumpuk.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi.."


Tanpa menolehkan kepalanya Zein menyuruh orang yang mengetuk pintu ruangannya tersebut.


"Hallo bro! Sudah lama kita tidak berjumpa."


"Hulla hallo, hulla hallo. Mana informasi yang gue minta. Lo belum ngasih juga."


"Santai dong, gue kesini mau nanya sama lo, gadis itu punya tanda lahir atau apa gitu benda yang bisa mempermudah proses ketemu identitasnya."


Zein pun mendongkakkan kepala nya, seketika ia teringat akan sesuatu pada benda kotak milik Dina tersebut. "Ada-ada gue pernah liat waktu bu Lia pergi dari rumah gue, dia ngasih kotak warna merah gitu ke Dina, tapi gue gak tau itu isinya apaan.?"


Lalu Pandu pun menjentikan jarinya. "Nah lo dari situ cari tau apa isi dari kotak itu, siapa tau setelah tahu isinya semakin mempermudah proses pencarian identitas gadis yang bernama Dina itu."


"Caranya..?"


"Caranya lo cari aja sendiri oke, gue pamit dulu mau ketemu klien dulu."

__ADS_1


Lalu Pandu berdiri dari duduknya dan menepuk sebelah bahu Zein, kemudian ia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Zein.


Zein kesal dan mencebikkan bibirnya.


.


Siang itu di sebuah restoran milik Rahma, kedua wanita sedang asyik menikmati makan siang sambil mengobrol ria.


"Jadi lo mau pilih Zein apa Reyhan sih Em, gue bingung sama lo."


Orang yang di tanyai barusan terkikik geli, lalu menyeruput jus jeruknya. "Emmm siapa yaaaa, gue bingung."


Kembali Emily tergelak..


"Dih malah ketawa, gue nanya kali di jawab." ucap seorang wanita itu, sahabat Emily itu kesal karna pertanyaannya tak kunjung di jawab Emily.


"Gue, jelas pilih Zein lah, Zein segalanya bagi gue." Ucap wanita itu lugas di sertai tawa ringannya yang khas.


"Reyhan..?" kembali wanita itu tergelak! Lalu ia melanjutkan ucapannya lagi.


"Reyhan itu bisa di bilang ban serep gue ya, selama dia cinta sama gue, gue akan terus manfaatin dia, gedeg gue sama nyokapnya yang tak merestui hubungan gue dengan anaknya, makanya gue pilih Zein. Dan emang hati gue cuma untuk Zein, selain baik tutur katanya juga lembut." panjang lebar Emily mengutarakan perasaannya pada wanita di depannya itu.


"Jadiii selama ini kamu hanya manfaatin aku aja Em.?"


Emily pun secara tak sadar membulatkan bola matanya, ia tahu suara siapa yang berbicara di belakangnya.


"Aku gak nyangka kamu bisa sejahat itu, aku tulus Em sayang sama kamu, tapi ini balasan untukku, oke mulai sekarang kita putus. Terimakasih atas semuanya."


Lalu Reyhan pun berbalik dan meninggalkan wanita yang selama ini di cintai dengan sangat tulus.


Emily yang kaget dengan ucapan Reyhan barusan, ia segera berdiri dan berniat mengejar laki-laki itu.

__ADS_1


"Rey! Tunggu bukan gitu maksud aku tunggu penjelasan aku dulu." setengah berteriak Emily mengucapkan hal itu tetapi Reyhan terus berjalan tanpa menoleh lagi ke belakang, beberapa pasang mata di tenpat itu melihat ke arah Emily.


"Apa-apa Liat." tutur Emily kesal


Kemudian ia kembali ke meja nya tadi.


"Duh gimana nihh, gue di putusin Rey, Wi." lirih Emily pada Dewi sahabatnya itu.


"Lah emang kenapa, bukannya lo emang mau tinggalin Reyhan buat Zein." tutur Dewi kembali.


"Iya tapi gak sekarang juga Wi, gue belum dapetin lagi Zein, susah di hubungi sekarang dia tuh." Emily bericap masih dengan raut muka yang kesal.


"Lo gak coba datang ke rumahnya atau kantornya gitu."


Emily lalu mengadahkan wajahnya ke depan Dewi, setelah beberapa saat ia tekuk.


"Kok gue gak kefikiran ke situ yaaaa.." senyum Emily mengembang.


"Huh kemana aja sih lo Emily." ucap Dewi dengan nada bicara gemas.


"Eh tadi lo gak liat Reyhan di belakang gue gitu."


"Gimana mo liat orang dia datangnya tiba-tiba kek jaelangkung, kalau liat mah udah gue kasih tau lo sedari tadi." ucap Gadis berdarah Sunda itu.


"Yaa udahlah mungkin emang nasib percintaan gue dengan Reyhan harus berakhir, gue juga gak yakin nyokapnya Reyhan bisa terima gue sebagai menantunya."


"Udah-udah jangan sedih, sekarang lo fokus aja buat ngerebut kembali hatinya Zein." Dewi tersenyum sambil mengelus punggung tangan Emily yang tertumpu di meja restoran itu.


"Thanks ya Wi, lo emang sahabat gue." Emily tersenyum ke arah Dewi lalu Dewi pun membalas senyumannnya. "Sama-sama Em."


"Yaudah yuk kita jalan lagi." kembali semangat Emily bangkit dan keduanya pun berjalan keluar restoran itu setelah membayar makan siang nya tersebut.

__ADS_1


-Bersambung...


__ADS_2