Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab054.


__ADS_3

Pukul 12 siang tiba, semua karyawan berhamburan keluar untuk menyantap makan siang nya kala itu.


Begitu juga dengan Zein, ia sudah membuat janji akan makan siang di restoran milik adiknya itu, selama restoran itu berdiri Zein baru pertama kali nya akan menginjakkan kaki nya di sana.


Pintu kaca restoran tersebut terbuka lebar saat seseorang memasukinya, lalu ia berjalan ke arah meja yang berada di pojok restoran itu.


"Hai abangku sayang baru sampai..?" sosok wanita dengan penampilan sederhana nya menghampiri laki-laki itu dengan senyum merekah.


"Hallo my baby girl, waw oke juga yaa restorannya, rame." tutur Zein dengan senyuman pula ia berikan pada adiknya tersebut.


"Abang sih setiap aku ajak kesini selalu alasannya sibuk dan sibuk, urus inilah urus itulah, capek dehh.." Rahma menepuk keningnya sambil mengadahkan kepalanya ke atas.


"Kalau bukan apa siapa lagi, kamu mau terjun ke perusahan.." sarkas Zein.


Rahma menggelengkan kepala nya kuat. "No no no."


Zein hanya tersenyum kecil melihat tingkah sang adiknya itu, lalu kedua nya duduk. Sambil berhadapan mereka ngobrol sana-sini membahas segala aktivitas sehari-hari mereka.


Tak lama seorang karyawan menghampiri mereka berdua di tengah perbincangannya yang asyik.


"Permisi..."


"Eh iya Lin, aku hampir lupa menawari abangku minum.." Rahma terkekeh di akhir kalimat nya.


"Dia fikir saya tidak haus kali yaaa.." jawab Zein sedikit mencebikkan bibirnya.


Karyawan Rahma yang bernama Lina itu hanya bisa tersenyum melihat kelakuan kakak-beradik di depannya.


"Silahkan mas, di pilih menu makanannya." tutur gadis itu lembut.


Dan Zein pun segera membuka buku menu yang sudah tersedia di setiap meja restoran tersebut.


"Lin, aku mau beeg steak yaa sama minumnya jus melon aja." tutur Rahma lembut pada karyawannya itu.


"Baik mbak." jawabnya dengan sopan.


"Abang mau apa, dari tadi cuma di bolak-balik aja.." sanggah Rahma menatap abangnya kesal.


Zein menggaruk belakang tengkuknya. "Gak tau bingung, apaaa yaaa.."

__ADS_1


"Apa mau samaan aja sama mbak Rahma." saran gadis yang masih berdiri itu.


"Boleh deh, tapi minumnya saya jus mangga yaaa.." akhirnya Zein memilih makan siangnya sama dengan menu makan siang sang adik.


"Boleh, mohon di tunggu yaaa." ucap gadis itu sedikit membungkukkan badannya lalu ia pergi meninggalkan kedua kakak-beradik itu.


Di meja lainnya, terlihat seseorang sedang menyantap makan siang nya dengan lahap, saat sedang mengunyah makanannya, tatapannya tertuju ke segala penjuru restoran itu, dan saat melihat sosok yang di kenalnya ia sedikit kaget dan ada senang nya juga, lalu tanpa menumggu lama lagi ia segera berdiri dari duduknya dan menghampiri seseorang yang sangat ia kenal itu.


"Rahma.." ucapnya dengan suara khasnya yang sedikit serak-serak basah.


Wanita yang di panggil namanya tersebut menoleh pada sumber suara itu.


"Mas Andhika.." tutur nya.


Tidak ada Zein saat itu, laki-laki tersebut sedang ke toilet. Jadi Rahma seperti terlihat sendirian. Dan itu akan di jadikan peluang untuk Andhika mendekati mantan istrinya itu.


"Kamu apa kabar, sendirian..?" tutur Andhika dengan hati bersorak gembira karena tanpa terduga bisa bertemu dengan Rahma secara tidak sengaja.


"Tidak, dia bersama saya.." tutur seseorang yang berdiri tepat di belakang Andhika, dia tak lain adalah Zein.


Lalu Andhika membalikan tubuhnya pada sumber suara di belakangnya, ia juga hafal suara itu milik Zein, mantan kakak iparnya.


"Bang Zein,," tutur Andhika setelah diam beberapa saat.


"Kebetulan bang saya juga lagi makan siang di sini dan gak sengaja bertemu Rahma." ucap laki-laki itu lagi dengan mengodorkan tangannya mengajak Zein bersalaman.


"Oh!"..


Hanya itu yang keluar dari mulut mantan kakak ipar nya tersebut.


"Permisi, mbak, mas, makanannya sampai, silahkam di nikmati." ucap Lina dengan menyimpan kedua makanan di hadapan Zein dan Rahma.


"Thanks yaaa Lin.." senyum manis Rahma berikan pada karyawannya itu.


Kemudian gadis itu undur diri setelah menjawab ucapan bos nya tersebut.


"Tunggu apa lagi, silahkan ke meja mu kembali lanjutkan makan nya, saya juga mau makan bersama adik saya." tutur Zein dingin dan tanpa melihat sosok Andhika di sampingnya yang sedang berdiri.


Sedari tadi Rahma hanya diam ia juga sudah tak ingin lagi berinteraksi dengan mantan suami nya tersebut.

__ADS_1


"Tapi bang say-".


"Kembali ke meja mu atau saya panggilan penjaga restoran ini."


Andhika yang sedari tadi tak dapat respon baik dari Rahma maupun Zein, akhirnya ia naik pitam.


"Siapa kamu, sombong sekali." tutur laki-laki itu sedikit mengejek Zein.


"Saya bukan siapa-siapa. Tapi restoran ini milik adik saya, dia bisa saja mengusirmu." Zein berdiri dan menunjuk laki-laki itu di sampingnya.


Andhika sontak kaget, terlihat dari sorot mata nya, namun ia segera menetralkan kembali sorotan matanya itu.


"Silahkan.." tutur Zein, dan tanpa menjawab Andhika pun berlalu dari hadapan mantan istri juga mantan kakak ipar nya tersebut.


Andhika kembali mendudukan dirinya di meja nya.


'Restoran ini milik Rahma jadi ini yang di bilang si kutu kupret itu, mewah dan elegan pengunjungnya juga banyak, jadi beneran sekarang dia janda kaya raya.' tutur nya dalam hati dengan sebuah senyum terbit di bibir tebalnya, ia sudah tak berselera lagi untuk makan.


..


"Apaaaa?? Sekarang mantan istrimu sukses Dhik, punya restoran mewah dan juga panti asuhan." tutur Lia saat setelah makan malam usai.


Andhika menceritakan pertemuannya dengan Rahma di retoran milik mantan istrinya itu.


Andhika juga baru menyadari bahwa sekarang Rahma lebih cantik dari sebelumnya.


"Kamu harus benar-benar kembali dan mendapatkan Rahma." tutur Lia antusias dengan ambisinya ingin segera kembali hidup normal.


"Aku juga ngedukung bang, biar hidup kita terjamin juga, meskipun abang dulu lebih royal ke kita, tapi kita tak pernah kelaparan, karna mbak Rahma selalu menyediakan semuanya tanpa uang nafkah dari abang." tutur Rina, gadis itu berucap sambil mengutek kuku-kuku nya.


"Nahh bener, apalagi sekarang kan kamu kerja turun jabatan, kalau kamu kembali sama Rahma, ibu tidak akan kekusahan lagi, pengen makan enak udah tersedia." ucap Lia kembali, seperti tidak sabar.


"Aku akan usahain bu, rin, yang penting dukungan kalian, aku juga capek hidup kaya gini, beda waktu sama Rahma semuanya dia yang urus." tutur laki-laki itu.


"Oke! Nanti kita atur aja kapan waktu yang tepat kita datengin Rahma." senyum Lia merekah di bibir tua nya.


Dan anggukan serta ulasan senyum Andhika berikan pada ibunya yang sudah semakin tua itu.


'Rahmaaa. Lihat saja, kamu pasti kembali menjadi milikku seutuhnya.' gumam Andhika di dalam hatinya, sedikit senyum ia tampilkan di bibir tebalnya.

__ADS_1


-Bersambung....


__ADS_2