Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab09. Kedatangan Wina dan Gelagat Suami-Mertua


__ADS_3

"Win,, kamu sibuk gak, kalau enggak main ke rumah ya". Pesan itu lalu di kirim ke nomornya Wina sang sahabat yang telah menusuknya dari belakang.


Tak lama kemudian ponsel Rahma bunyi.


Ting!..


"Oke siap bestie.." Balas Wina dengan di akhiri emot cium.


"Dasar Munafik!!! Lirih Rahma.


Setelah itu ia menyimpan ponselnya kembali di atas nakas, saat ia akan beranjak dari tempat tidur, satu pesan masuk kembali.


Dan saat Rahma membuka nya, mata Rahma berbinar pesan tersebut ternyata pemberitahuan bahwa telah masuk sejumlah uang ke rekeningnya.


"Alhamdulillah semakin bertambah rezekiku, terima kasih Ya Allah". Lirih Rahma sambil memeluk ponsel nya.


"Kenapa Ra, kaya nya seneng banget". Tanya Andhika yang tiba tiba muncul dari arah pintu keluar kamar.


"Ah enggak mas, ini ada rezeki sedikit dari hasil karya tulisku baru aja masuk uangnya". Tutur Rahma.


Dan sang suami hanya ber OH! Saja tanpa ia tau uang yang Rahma terima cukup besar totalnya.


"Sebaiknya aku simpan saja uang ini, siapa tau nanti aku lebih membutuhkannya". Gumam Rahma kemudian ia kembali menyimpan benda pipih itu.


Pukul sembilan pagi, sudah di kagetkan dengan kedatangan Wina, padahal Rahma baru beberapa menit mengirimnya pesan.


"Antusias banget kamu rupanya untuk datang kesini, dasar benalu". Batin Rahma berucap.


"Ehh ada tamu rupanya, ayo masuk nak Wina, ibu lagi masak di dapur buat nyambut kedatangan kamu". Tiba tiba bu Lia muncul dari arah dapur.


"Kecurigaanku tidak salah lagi, baiklah Wina mari kita mulai". Lirih Rahma dengan tersenyum kecut.


"Rahma dimana bu, kok enggak keliatan". Tanya Wina.


"Dikamarnya kali, udah kamu gak usah peduliin dia, mending bantuin ibu masak yuk di dapur, biar nanti kalau Andhika liat dia seneng liat kamu". Ajak bu Lia, tanpa ia tau bahwa Wina tidak menyukai bau dapur.


"Ta-tapi bu Wina lagi gak enak badan, pada sakit badan Wina setelah perjalanan kemarin". Kilah Wina beralasan.


"Oh ya sudah kamu duduk aja di sana, biar nanti ibu panggilin Andhika buat nemenin kamu". Ucap bu Lia kembali.


Wina pun berjalan ke arah sofa yang tadi di tunjuk ibu mertuanya.


"Enak banget rupanya jadi nyonya Andhika, tinggal di rumah sebesar ini, aku harus cari cara supaya bisa tinggal juga di rumah ini, persetan dengan Rahma aku sudah tidak peduli dan membutuhkannya lagi". Ucap Wina di dalam hati seraya menatap foto Rahma yang menempel di dinding ruangan tersebut.

__ADS_1


"Sayang,, kamu kapan ke sini kok gak bilang mas sih". Tiba tiba Andhika memeluk bahu Wina serta mencium ceruk leher Wina.


"Ahhh.. Sayang geli". desah Wina. Kamu kalau kangen gak tau tempat ucapnya kembali.


"Lagian kamu sexy banget sih hari ini kalau ada cowok lain yang liat gimana". Protes Andhika.


"Di sini kan cowok nya cuma kamu mas, jadi cuma kamu yang bisa melihat sexy nya tubuhku". Timpal Wina.


"Bang, hentikan gimana kalau mbak Rahma tau bisa gawat". Ucap Dina dengan suara se pelan mungkin.


Wina dan Andhika pun menoleh.


"Kamu tau apa anak kecil". Jawab Wina dengan mata yang mendelik.


"Dia adikku juga sayang jangan begitu". Bela Andhika.


"Lagian dia ganggu kesenangan kita mas".


"Udah udah tuh Dina nya juga udah pergi". Ucap Andhika kembali.


Di atas di kamarnya Rahma sedang berkutat kembali setelah melihat kedatangan Wina tadi.


Ia kembali memutuskan ke kamarnya karna ia tau kedatangan Wina bukan untuk dirinya, melainkan untuk suaminya.


"Meong.."


"Maaasss...". Teriak Wina tiba tiba.


"Kenapa sayang". Ucap Andhika seraya menghampiri Wina di kursi tadi, sebelumnya Andhika ke dapur guna mengambil air minum permintaan Wina.


"Itu kucing siapa sih di sini, ih aku geli ngeliatnya mas, singkirkan kucing itu". Titah Wina.


"Sebentar sayang..! Din.. Dinaaa". Andhika memanggil sang adik bungsu.


"Iya mas?". jawab Dina seraya berlari kecil dari halaman samping.


"Itu kucing mbak kamu kurungin sana, Mbak Wina tidak suka melihat kucing". Titah Andhika.


"Oh iya mas maaf tadi kucingnya lagi aku kasih makan d luar kandangnya". Tutur Dina seraya menggendong kucing tersebut dan membawa nya ke arah tangga.


"Loh kok di bawa ke atas Din"?. Tanya Andhika


"Kucingnya mau aku ajak bobo cantik di kamarku". Jawab Dina seraya menaiki anak tangga.

__ADS_1


"Masss sini.." panggil Wina dengan manja.


"Iya sayang, ada apa?" jawab Andhika


"Aku mau tinggal di rumah ini boleh gak, tinggal di kontrakan sempit mas mana pengap lagi" Tuturnya kembali.


"Itu biar nanti mas fikirin ya, lagian kan mas belum bilang sama Rahma kalau kita udah nikah, jadi sabar dulu ya". Ucap Andhika sambil mengelus rambut Wina yang di cat pirang tersebut.


"Iyaa mas, aku tunggu secepatnya".


"Apa yang kamu tunggu Win.?" Tiba tiba Rahma turun dari atas tanpa mereka sadari Rahma telah di belakangnya.


Ya! Posisi kursi yang di duduki Wina dan Andhika membelakangi tangga.


"a-e. Itu Ra. Wina nanyain kerjaan di kantor, dan dia nungguin kabat secepatnya". Jawab Andhika dengan terbata.


"Ah iya Ra bener, aku nungguin kabar kerjaan dari kantornya mas Dhika" Wina juga menimpali ucapan Andhika.


"Oh gitu kirain apaan Win". Jawab Rahma pura pura polos dan tidak tau.


"Sorry ya baru turun, tadi aku abis beresin barang barang di atas, mumpung hari minggu dan kebetulan hari ini ibu yang masak". Ucap Rahma kembali.


"Gak apa apa Ra santai aja, lagian dari tadi aku di temenin suami kamu ngobrol, dan setelah nya mas Andhika nawarin kerjaan sama aku".


"Iya lah siapa yang tidak senang, wong di temenin ngobrol sama suami". begitulah isi dalam hati Rahma.


"Kapan kamu balik dari Sumatra Win, kok tiba tiba kemaren udah sampai jakarta aja". Tanya Rahma.


Padahal bukan ia tidak mengetahuinya kepulangan Wina kemarin rombongan bersama suami dan ibu mertua serta adik ipar nya. Rahma hanya sedikit berbasa basi saja.


"i-itu kem, ehh semalem Ra aku baru nyampe jakarta". Ucapnya dengan gelagapan.


Rahma yang duduk di hadapannya hanya tersenyum getir tanpa terlihat.


"Baru segitu saja udah bingung kan". Lirih Rahma dalam hatinya.


"Oh! Kalau aku tau kamu baru semalem pulang aku gak bakalan nyuruh kamu ke sini Win, sorry ya?". Timpal Rahma pura pura bersalah.


"Enggak kok gak apa apa, lagian aku juga paling tiduran aja gak ada kerjaan." jawab Wina dengan senyum khasnya.


"Wina Wina, aku tau kamu kesini untuk suamiku kan, pintar rupanya kamu mencari alasan, tapi tunggu lebih pintar siapa, diantara kita. Aku atau kamu".


-Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2