
Hari ini rencana Rahma datang ke panti asuhan setelah beberapa minggu ia tidak kesana.
Segala kebutuhan untuk panti di sana telah Rahma siapkan di bantu oleh Dina serta asistennya.
Setelah semuanya masuk ke dalam bagasi mobil, Rahma segera berangkat menuju panti asuhan itu tanpa di temani Dina karna hari ini gadis itu ada kuliah.
Kendaran roda empat itu melesat keluar dari halaman rumah itu, lalu berjalan menuju jalan raya, perjalanan yang agak padat membuat kendaran itu melambat.
Satu jam kemudian Rahma baru sampai di panti itu, lalu ia memanggil penjaga di depan gerbang tadi untuk mengangkat semua barang-barang dari dalam bagasi mobilnya.
Lalu Rahma kembali berjalan memasuki ruangan utama panti itu.
"Assalamualaikum..." sapa nya.
Tak ada jawaban dari dalam, di sana terlihat sepi tak ada juga anak-anak yang bermain di area permainan panti itu.
Saat Rahma sedang berpapasan dengan si penjaga tadi kemudian ia bertanya.
"Pak, kok sepi pada kemana.?" tanya Rahma kala itu.
"Oh iya saya lupa bilang, ibu sama Sari serta anak-anak lagi di bawa jalan-jalan sama donatur muda." ucap si penjaga itu dengan menepuk jidatnya.
"Donatur muda.?" dahi Rahma berkerut.
"Itu neng, pokoknya orangnya masih muda, ganteng, dan sering dateng kesini. Kemarin saja habis renovasi beberapa bangunan yang rusak." timpal si penjaga lagi.
"Bangunan rusak.?" tanya Rahma lagi sedikit kaget.
"Iya neng, tadinya ibu mau bilang tapi katanya gak enak sama neng Rahma."
"Oh gitu, yaudah makasih ya pak, barangnya udah semua kan." tutur Rahma kemudian.
"Udah neng."...
__ADS_1
"Ya sudah, saya langsung pamit aja ya pak, Terimakasih." tutur Rahma seraya tersenyum.
Lalu mobil yang di kendarai Rahma kembali melesat keluar halaman panti asuhan itu. Saat yang bersamaan ada sebuah mobil juga yang berpapasan dengan mobilnya Rahma, kemudian mobil itu memasuki area parkiran panti, di susul mobil lainnya di belakang.
Semua anak-anak berhamburan turun dari mobil itu dan langsung masuk ke dalam aula panti.
Kemudian di susul Sari, bu Lasmi serta seorang pria muda keluar dari mobil itu. Senyuman bahagia tak lepas dari seorang ibu paruh baya itu.
"Terimakasih nak Rey, udah mau ajak anak-anak jalan-jalan, mereka seneng banget kelihatannya." tutur bu Lasmi di depan mobil pria yang ternyata Reyhan itu.
Senyuman serta anggukan laki-laki itu berikan. "Sama-sama bu, semasih saya bisa dan mampu, saya pasti luangin waktu buat anak-anak disini, mereka sudah seperti adik-adik saya sendiri dan kalau ibu ada perlu apa-apa gak usah sungkan untuk bilang sama saya."
Seketika bola mata bu Lasmi berembun ia mengucapkan banyak-banyak terimakasih terhadap pemuda di depannya itu.
"Kalau gitu saya pamit dulu ya, bu, sar. Kapan-kapan saya main lagi kesini." ucap pria itu kembali seraya menyalim dan mencium tangan bu Lasmi dengan takzim.
"Baik nak, kamu hati-hati ya di jalan, salam buat kedua orang tua mu." jawab bu Lasmi seulas senyum ia berikan pada Reyhan.
Ting!... [Sayang kamu dimana, kok lama banget sih.]
Sebuah pesan masuk ke ponsel laki-laki itu yang sedang menyetir mobilnya. Tak menunggu lama ia pun raih ponselnya itu yang berada di jol sampingnya.
[Aku baru selesai sayang, aku segera kesana, tunggu dua menit lagi.] balasan pesan Reyhan untuk sang kekasih hati.
Tak menunggu lama Reyhan pun sampai di tempat tujuannya menemui sang kekasih hati yang sedang duduk di bangku taman kota saat itu.
"Hay sayang, maaf ya nunggu lama." Reyhan datang dengan membawa setangkai mawar dan di berikan pada gadis pujaannya itu.
"Aaahh sayang,, romantis banget sihh, makasih ya bunga nya, aku suka." ucapnya, lalu menghirup aroma mawar itu.
"Kita jadi kan nonton, udah lama loh kita gak nonton bareng." ucap wanita itu kembali seraya menyandarkan kepalanya di bahu Reyhan.
"Jadi dong, apa sih yang nggak buat kamu." senyuman merekah dari pria itu.
__ADS_1
Lalu tanpa canggung wanita itu memeluk erat pinggang pria nya. "Makasih sayang."
"Ya udah tunggu bentar ya, aku mau ke toilet dulu, kamu tunggu di sini jangan nakal." Reyhan berdri dan menoel hidung pujaan hatinya.
Bruuukkkk!!!!
"Aaaaww,,, ssshh duhh sakiiitt."
Jalan terburu-buru membuat Reyhan menubruk seseorang di depannya, dan membuat orang itu jatuh sikut serta telapak tangannya sedikit memar dan berdarah.
"Duhh maa-" Reyhan sontak kaget dan bengong bahwa yang ia tabrak adalah wanita yang beberapa minggu yang lalu bertemu dengannya.
"Eh kamu wanita aneh, kalau jalan pake mata dong. Jatuhkan, sakit kan." ucapnya tanpa bersalah.
Rahma pun tak terima dengan perlakuan pria di depannya itu. "Kamu yang harusnya hati-hati jalan gak pake mata."
"Eiittss enak aja jelas-jelas kamu tuh jalan gak hati-hati."
Disaat perdebatan kedua anak manusia itu, seorang gadis yang sedari tadi menunggunya datang menghampiri kedua nya.
"Sayang, kok lama banget sih, udah belum ke toiletnya." ucap wanita itu sambil berjalan ke arah Reyhan dan Rahma.
"Emily..?" lirih Rahma dan sontak wanita yang bernama Emily itu pun tak kalah kaget. "Ra-rahma.?"
"Belum beib, ini ada wanita rese nabrak aku tapi gak mau minta maaf." ucap Reyhan tiba-tiba.
Emily pun tak melanjutkan langkajnya, ia masih diam terpaku pertemuannya dengan Rahma yang secara tiba-tiba dan tanp sengaja itu.
"Awaa ya kamu." Rahma menunjuk wajah pria itu, kemudian ia pergi meninggalkan keduanya.
Dan tanpa Rahma sadari, Reyhan melihat percikan darah dari sikut tangan Rahma.
-Bersambung...
__ADS_1