Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab057. Berbahagialah


__ADS_3

Dina masih terpaku di tempat, gadis itu masih belum percaya dengan kenyataannya malam ini.


Dipelukan sang ibu yang baru saja ia ketahui, air mata nya pun tak sanggup lagi membendung di mata nya, cairan bening itu lolos mengenai pipi nya.


"Mama.." lirih, gadis itu, dan kedua tangannya terangkat mengelus wanita tua yang masih tergugu dengan tangis bahagia nya.


"Iya sayang, ini mama nak. Maafin mama ya sayang.." tangis wanita itu pecah ia semakin eratkan pelukannya pada sang putri tercinta.


...


Makan malam pun usai.


"Maaf ya ma, aku belum bisa ikut tinggal sama mama untuk sekarang, beri aku waktu sebentar lagi, karna kenyataan ini masih belum sepenuhnya aku percaya." tutur gadis itu di samping Susi.


Susi pun tersenyum kemudian mengelus lengan gadis itu. "Mama ngerti sayang, ini gak mudah buat kamu, apalagi 20 tahun itu bukan waktu yang sebentar, mama paham itu nak."


Lalu Dina menganggukan kepalanya. "Terimakasih, udah ngertiin aku saat ini."

__ADS_1


"Iya nak, sama-sama. Tapi boleh gak sesekali mama main kesini..?" tutur wanita itu lembut.


Dina tidak langsung menjawab permintaan ibu kandungnya yamg baru ia ketahui sekarang, gadis itu menoleh pada kakak-beradik yang duduk di depan nya. Meminta persetujuan si pemilik rumah yang ia tinggali sekarang, walau bagaimana pun gadis itu tahu akan batasan. Bahwa ia tidak bisa sesuka hati nya mengambil keputusan atau mengizinkan orang untuk main ke rumah tersebut, ia akan meminta izin dulu pada Zein atau pun Rahma.


Anggukan dari kedua kakak-beradik itu Dina terima. "Tentu boleh." Zein mewakili permintaan dari gadis di depan nya.


"Makasih kak mbak, udah baik banget dan masih mau terima aku untuk tinggal di sini, aku cuma minta beri aku waktu beberapa hari lagi." tutur gadis itu.


"Santai aja Din, kamu gak usah sungkan, dan tante Sus pun boleh kok mau kapan aja dateng kesini." tutur Rahma, senyum hangat ia berikan pada kedua orang yang baru saja berbahagia itu.


"Kamu memang baik Ra, persis almarhum ibumu." tutur wanita tua itu lembut.


Pandu tersenyum dan menggelengkan kepala nya pelan. "Pandu gak apa-apa ma, Pandu bahagia aja akhirnya adik Pandu ketemu, dan ternyata sudah sejak dulu dia berada di sekitar Pandu, ternyata dunia ini sempit."


"Mungkin waktu itu Tuhan belum mengizinkan kalian buat ketemu." ucap Zein.


"Tumben, omongan lu bener." Pandu terkekeh seraya melempar sahabatnya itu dengan sebutir kacang yang tersedia di meja ruang keluarga itu.

__ADS_1


Selanjutnya, obrolan demi obrolan mengalir begitu saja. Samai waktu menunjukan pukul 11 malam.


"Gak terasa ya, udah malem aja, padahal masih kangen." ucap Susi mengurai pelukannya sebelum ia pamit untuk pulang.


"Iya maa, sama. Besok mama kesini aja, ya. Boleh gak mbak..?" gadis itu meminta izin pada Rahma.


Rahma tersenyum menganggukan kepalanya. "Boleh.."


"Makasihh.."


"Sama-sama Din."


Lalu Susi menghampiri Rahma dan memeluk wanita itu.


"Terimakasih nak, selama ini sudah menjaga anak tante, dan karena kamu tante bisa ketemu kembali dengan anak tante yamg sudah hilang." dipelukan Rahma, wanita itu menangis.


"Iya tan, sama-sama, sekarang tante sudah ketemu sama anak tante. Jangan sedih lagi." tutur Rahma lembut sambil mengelus punggung Susi.

__ADS_1


Lalu setelah pelukan kedua nya terurai, dan setelah pamit, mobil hitam milik Pandu, meninggalkan kediaman Zein.


-Bersambung...


__ADS_2