Cinta, Setelah Berakhir

Cinta, Setelah Berakhir
Bab038. Tak Ingin Mengulang


__ADS_3

Hari minggu, seperti biasa Zein Rahma dan Dina akan berbincang-bincang santai di rumah, walau kadang sore harinya akan bermain sekedar jajan di taman kompleks.


Seperti pagi ini ketiga nya duduk santai di karpet, karpet itu mereka gelar di teras samping dekat kolam ikan.


Setelah mereka sarapan tadi, kini ketiga nya duduk selonjoran di karpet tersebut.


"Kamu ada acara gak hari ini Ra." tanya Zein setelah meletakan cangkir kopi nya. Zein terbiasa jika setelah sarapan harus wajib minum kopi.


"Gak tau bang, palingan nanti sore jalan-jalan ke taman, sekedar jajan. Iya gak Din." jawab Rahma seraya tertawa. Dan hanya anggukan sebagai jawaban dari Dina.


"Huh! Kerjaannya jajan terosss, kaya anak kecil." timpal Zein kembali sambil melempar kertas yang sudah ia remas-remas itu.


Ya! Selain ngobrol santai, mereka juga sambil melakukan akitivitasnya masing-masing, dan kertas yang ia robek bekas tugas Dina yang menurutnya salah dan harus di buang. Dan ia merobeknya lalu menyimpan asal robekan kertas itu yang akhirnya di gunakan Zein sebagai mengerjai adik semata wayang nya.


"Ih abang." tutur Rahma sambil mencebikkan bibirnya, dan itu terlihat lucu dan menggemaskan bagi Zein, Rahma di mata nya masih seperti Rahma kecil dulu, lucu dan menggemaskan.


"Din, mbak mu kalau lagi ngambek lucu ya." derai tawa Zein.


"Kaya mbak Rahma waktu kecil ya." timpal Dina kemudian keduanya pun tertawa tanpa memperdulilkan bibir Rahma yang semakin manyun.


"Din, mbak gak ajak loh nanti jalan-jalan." ancam Rahma dengan melototkan matanya mengekspresikan raut muka yang sedang marah.


"Eehh jangan dong, iyaaa deh maaf." tutur Dina seraya mengerjepkan mata nya dengan kedua tangan di dada seraya memohon.


"Mmmm dasar." jawab Rahma kembali.


"Oya mbak, itu cowok yang kemarin kok bisa tau IG aku yaa, di memfollow aku, terus minta nomor mbak." ucap Dina di sela tawannya tadi.


"Enggak kamu kasihkan.?" ucap Rahma, tak perlu nanya siapa lelaki itu, ia sudah mengetahuinya kalau lelaki tersebjt adalah Alan, mantan kekasihnya.


Ia tidak ingin berhubungan lagi dengan lelaki yang egois dan tak ingin mendengar penjelasannya dulu.


"Apa?? Kamu ketemu sama si tikus got itu." timpal Zein, Zein yang mengetahui hubungan adiknya dulu dengan lelaki yang bernama Alan itu, tentu sangat tau betapa sakitnya Rahma dulu saat di putuskan secara sepihak oleh si tikus got alias Alan itu.


"Nggaklah mbak, aku mana berani ngasih-ngasih nomor sembarangan tanpa seizin si pemilik." tutur Dina.


"Siippp." serentak Rahma dan Zein mengucapkannya.

__ADS_1


"Lahh!! Kok."?


Dina di buat kaget sama kedua kakak beradik itu.


"Yang jelas abang tidak setuju kamu kembali sama si tikus got itu, apaan laki-laki gak punya pendirian, omongan orang yang belum pasti sudah di percaya." sarkas Zein kemudian.


"Abang tenang aja, siapa juga yang mau balikan sama mantan, lagian saat ini aku belum kefikiran hal begituan". Tutur Rahma akhirnya.


"Maaf ini aku kepo, emang sefatal apa sih salahnya si tikus got." ucap Dina seraya memelankan kalimat terakhirnya.


Zein dan Rahma pun sontak tertawa lebar mendengar ucapan Dina yang mengikuti nama panggilan Alan dari Zein itu.


"Mbak gak tau ya yang nyebar gosip itu siapa, yang jelas Alan tiba-tiba mutusin mbak begitu aja, nuduh mbak selingkuh gak jelas, pas mbak mau jelasin dia nya gak mau, dan seminggu kemudian ia pindah kuliah, nah dari sana itu baru ketemu lagi kemarin yang kedua kalinya." tutur Rahma .


"Pertemuan kedua." tutur Zein menyipitkan kedua matanya mencari lagi jawaban dari sang adik.


"Itu bang, aku ketemu dia pertama nya di kafe waktu aku menyelesaikan pembelian rumah makan itu, pas aku keluar gak sengaja ketemu dia." jawab Rahma lagi.


"Lain kali kalau ketemu sama dia, gak usah di tegur, anggap aja gak pernah kenal." tutur Zein kesal.


"Husss abang gak boleh gitu, aku tegur sapa sama dia, bukan berarti aku akan kembali dan mengulanginya." ucap Rahma, seuntai senyum ia berikan pada abang nya itu.


"Abang Zein, gak usah ragu dan takut, tenang ada Dina, lagian nih kemarin juga pas ketemu di taman kota, mbak Rahma nya juga cuek kok sama tuh si tikus got, iyaa kan mbak." ucap Dina seraya meminta jawaban dari Rahma.


"Tuh dengerin." ucap Rahma seraya berdiri dari duduknya, kemudian berjalan menuju lantai atas.


"Heh mau kemana." tutur Zein setengah berteriak.


"Mandi bang, gerahhh tau." ucap Rahma juga setengah berteriak.


.


Tanpa di duga, hujan kembali turun, rencana Rahma dan Dina yang akan menghabiskan waktu sore itu pupus sudah.


Keduanya pun duduk lemas di sofa ruang tamu raut muka kecewa juga mereka tampilkan.


"Pada mau kemana nih ujan-ujan udah pada rapi aja, taaapiii..? Ngomong-ngomong kok pada manyun sih." goda Zein saat hujan sore itu.

__ADS_1


"Abang diem deh gak usah ngeledek bete nih." tutur Rahma


"Jangan bete-betean gitu ahh, mending kita makan sate manggarai, bentar lagi go food nya sampe." hibur sang abang.


"Gak mau ah gak asyik." rajuk Rahma.


"Tiap hari kamu di rumah, tiap hari juga kamu bisa main ke taman, betul gak Din." ucap Zein mencari pembenaraan dari Dina.


"Iyaaa betul sih bang." tutur Dina lalu menampilkan senyumnya.


"Yaa sudah mending kalian sekarang ganti baju, nanti sate nya biar abang yang siapin." tutur Zein dengan lembut.


Rahma dan Dina pun akhirnya menuruti Zein, mereka kembali ke atas guna mengganti lagi pakaiannya.


.


Ting!!!


Sebuah notifikasi masuk ke ponsel nya Rahma.


[Hai Raa lagi ngapain udah tidur belum].


Pesan itu Alan kirim melalui DM di instagramnya Rahma.


'Ngapain sih gak ketemu, gak di chat ganggu terus' gumam Rahma di dalam hatinya.


[Baru mau tidur]. Singkat, Rahma jawab pesan itu.


[Ganggu dong! Raaa aku minta no WA kamu dong, dari kemarin nggak kamu kasih-kasih].


Kembali Alan membalas pesannya Rahma dengan cepat.


[Udah tau pake nanya]. Jawab Rahma kembali.


[Kamu masih aja jutek kaya dulu Raa, aku suka itu, dan jujur sampai saat ini rasa itu masih ada untukmu, aku janji Raa kali ini aku gak akan lepasin kamu lagi, karna nyata nya cuma kamu wanita yang aku cintai selama ini, mulai sekarang aku akan kembali raih cintamu dan memilikimu kembi, aku tak bisa hidup tanpa kamu Rahma.]


Pesan dari Alan membuat Rahma serasa ingin mutah membaca nya, dulu kemana aja saat Rahma benar-benae mencintainya, dan sekarang ia tiba-tiba kembali lagi hadir dikehidupan Rahma, tanpa Rahma membalas pesan itu, Rahma bergumam dalam hatinya.

__ADS_1


'No Way, Alan'.


-Bersambung...


__ADS_2