
suara hujan yang semakin deras..dua orang saling menatap tanpa ada pembicaraan, mata mereka saling memberikan tanda seolah hati mereka sedang tidak baik-baik saja..ada yang bergetar..
"...acting mu menyakiti ku" ucap Una lirih
Regan terdiam sejenak
" ada apa dengan mu??coba ku lihat..sepertinya kepala mu mulai panas karena hujan" Regan berjalan ke arah Una berniat memeriksa kepala Una
Una menghindar " apa,an sih" cegah Una
" aku gan mau ya besok kamu sakit, besok kita ada konferensi pers..jika kamu sampai sakit, bisa hancur semua rencana..kau pikir apa memangnya" jelas Regan sambil melengos pergi
Una pun berniat masuk ke kamar nya
tapi Regan malah balik dan bicara lagi " segera cuci jaket itu, jangan di tumpuk karena bisa jamuran, segera kembalikan setelah sudah bersih" sesaat akan beranjak, Regan kembali mengomel" jangan langsung masuk kamar dan segera masuk kamar mandi..jangan bikin lantai basah dan masuk ke kamar..meski sekarang kamu tidur di kamar itu, tetap ini rumah ku..mengerti?!"
Una hanya bisa menghela nafas, bagaimana bisa seorang lelaki kok cerewet banget, banyak perhitungan..lagian dia udah banyak uang, perkara jaket aja sampai ngomong kayak kereta..
Una mandi sambil berpikir..sepertinya dia sudah mulai keterlaluan menanggapi sikap Regan..sudah berulang kali Regan mengatakan itu hanyalah acting, tapi kenapa dia malah semakin mendalami peran...dia harus kembali ke mode awal..
ini adalah hari dimana Regan dan Una akan melakukan konferensi pers mengenai hubungan mereka..Una di minta datang lebih awal karena Regan ingin dia tampil lebih elegan dan tidak seperti biasanya..Una harus menuju ke ruang tatarias dan meminta bantuan untuk mendandani nya sesuai permintaan..
menjelang siang pers sudah berkumpul di lobby lantai 1 dan siap menunggu Regan untuk segera memulai konferensi..
" bang segera panggil Una, kami harus segera keluar..biar cepat selesai lah ini acara"
"okeh"
Regan sudah duduk di kursi yang sudah di persiapkan, beberapa saat kemudian muncullah Una dengan dress putih selutut, dan lengan pendek..tatanan rambut yang sangat cocok dengannya..Regan yang melihatnya pun mata dan tatapannya tidak bisa berbohong jika dia pun mengagumi kecantikan Una..
Una pun duduk di samping Regan
" tidak bisakah kau pilih baju yang lebih panjang??sengaja ya biar kelihatan kaki mu??"protes Regan
" masih sempat ya mengoreksi??ini sudah yang paling pas..yang lain kedodoran"
Una menjatuhkan badannya di atas kursi, meski tidak lama tapi ini melelahkan..jika bukan karena 50 juta dia pasti sudah berhenti sejak awal
tanpa terasa mereka sudah tinggal bersama hampir sebulan lamanya, seolah sudah tak ada canggung lagi, mereka makan bersama, menonton tivi bersama, meski kadang masih ada pertengkaran dan perdebatan tapi mereka tetap akan baik lagi
sore ini Una sangat ingin pergi keluar, rasa bosan sudah benar-benar sampai ke ubun-ubun..selama ini dia bahkan tak punya kebebasan untuk melakukan apa yang dia inginkan, kemanapun Una pergi itu harus dengan Regan..dia ingin bertemu temannya, ingin mengobrol dan melakukan semua hal yang dia suka..tapi itu hanya angan-angan Una saja...
" un, kamu mau makan malam apa??"
" enggak ah..lagi males" jawab Una..Una sangat ingin makan di luar, tapi pasti gak akan bisa karena Regan tak akan mengijinkan..alasannya pasti karena tempatnya terlalu ramai, akan banyak yang mengenalinya..
" kenapa??"
Una menggelengkan kepalanya
" mau makan di luar??"
" benarkah boleh??" Una melompat kegirangan..Regan tersenyum tipis dan mengiyakan kemauan Una
entah Una harus sedih atau seneng..Regan mengabulkan keinginan Una untuk makan di luar, tapi bukan seperti yang di lakukan Regan saat ini..benar mereka makan di luar tapi di luar rumah, alias di teras rumah🤦
meski Regan memesan semua makanan dari luar, tapi bukan ini maksud dari keinginan Una..dia ingin menikmati suasana jalanan, ingin bersenang-senang dan menghirup udara malam serta menikmati keramaian kota..
" maaf karena hanya ini yang bisa ku lakukan..anggap saja kita sedang makan di warung kaki lima, hehe" ucap Regan seperti tanpa ada rasa salah
Una makan dengan perasaan dongkol..bagaimana dia bisa punya ide konyol seperti ini..
meskipun ini makan malam yang konyol tapi Una tetap merasa senang, mereka duduk berdampingan di bawah bintang-bintang..bersama menatap langit dan saling bercerita..
" makasih ya" ucap Una
Regan menoleh
" terimakasih karena sudah mentraktir aku makan di luar, meski terkesan konyol, tapi aku kenyang"
" aku tidak bisa berbuat banyak..saat ini kita tidak bisa leluasa berada di luar karena orang-orang masih sangat ingin tau tentang kita..aku gak mau mereka semua melihat mu dengan tatapan yang gak wajar"
" gak wajar??enggak juga ah..aku bisa maklum kok" jawab Una
" maklum??"
" wajar kan jika banyak orang bertanya-tanya..seorang Regan Aditya, bintang top, model, ganteng, kaya raya..bisa berpacaran dengan orang seperti ku" sejenak Una terdiam " level kita bener-bener jauh mas, jika kamu di langit, ibaratnya aku tu di bumi, udah tingkat paling rendah"
" apa menurut mu seperti itu??"
" iya lah apa lagi..ketika seseorang mengidolakan itu tentunya ingin idolanya punya pasangan yang sepadan"
" apa kau juga berharap aku seperti itu?"
" aku bukan fans mu" jawab Una meledek
mendengar jawaban Una, Regan merasa kesal
" tentu saja aku berharap seperti itu juga mas..suatu saat jika drama ini selesai, dan kita benar-benar pisah, aku berharap kamu bisa dapet pasangan yang susuai dengan level kamu" ucap Una lirih..seperti tidak rela Una mengatakan itu
Regan menatap Una dalam " kau yakin itu yang kamu mau??"
Una menoleh " iya" tegasnya
terbersit kecewa di wajah Regan..entah kenapa ada rasa sakit di hati Regan saat mendengar ucapan Una..membuat dia jadi tidak nyaman dan memutuskan untuk pergi..
__ADS_1
" mau kemana??" Una menarik tangan Regan
" mau masuk..lagian udah malem..cepet istirahat..biar saja ini di sini, besok baru di bereskan..dan lagi..sejak kapan kita akrab banget??kenapa kamu jadi bicara informal ke aku, aku masih bis mu lho" protes Regan
" kita sepasang kekasih sekarang kan??"
" kekasih ****** kau itu" ucap Regan sambil berlalu pergi
" seluruh dunia tau lho mas kita pacaran" teriak Una meledek
semakin hari pikiran Una semakin berkecamuk, dia bahkan tak bisa lagi membedakan mana kerja dan mana nyata..hatinya seperti tertekan batu, begitu berat..menerima kenyataan kalau drama ini pada akhirnya nanti akan berakhir..sikap Regan yang semakin hari semakin baik, membuat Una semakin sulit berpaling..seperti hal nya pagi ini, saat Una terbangun, Regan sudah berkutat di dapur dan memasak untuk nya..ini hanya nasi goreng tapi rasanya seperti sedang menikmati makanan mahal dengan kekasih..Regan tidak mengijinkan Una membantu..
" duduk saja di sana, ini segera siap"
tidak butuh waktu lama, Regan sudah menyiapkan dengan rapi masi goreng untuk mereka santap bersama, Una menyuapkan satu sendok ke mulutnya, rasanya enak..
" enak mas" puji Una
Regan seperti puas mendengan pujian Una, dan mereka pun memakan sarapan itu dengan hati yang gembira..
" ayo kita kencan hari ini" ajak Regan tiba-tiba
Una yang mendengar sontak kaget dan langsung keselek dong, hahaha
" kita juga harus menunjukkan kalau kita ini memang berkencan..ku pikir memang seharusnya kita lebih sering jalan keluar berdua, dengan begitu orang bisa yakin dengan yang mereka lihat"
jadi untuk kepentingan itu lagi, pikir Una kecewa
" okey..gimana baik ya aja menurut mas"
" kamu gak suka??bukannya dari kemarin kamu merengek ingin keluar"
" tentu suka mas. suka banget, hehe" Una terlihat tidak ikhlas dengan senyumannya
akhirnya mereka pun pergi bersama, mereka mengunjungi beberapa tempat wisata, berfoto bersama, dan meng upload ke akun media sosial masing-masing..benar-benar acting yang baik..tak perlu belajar lagi bagi Una untuk menjadi seorang artis, berkat masalah ini dia sudah jadi pemain drama yang handal..
kemesraan yang mereka perlihatkan terasa begitu nyata, sepertinya mereka memerankan peran mading-masing dengan sangat baik, saking baiknya seperti terlihat nyata, tatapan mereka saat saling memandang, senyuman mereka saat saling bicara, sentuhan tangan yang penuh dengan perasaan..
setelah seharian berkencan mereka memutuskan untuk kembali
" mas apa aku bisa minta ijin untuk pulang mengunjungi ibuku??sepertinya ibuku sudah tau perihal kita berkencan. dia beberapa kali telepon dan sepertinya mengkhawatirkan ku..aku ingin berkunjung dan menginap semala saja,jika boleh"
" tentu saja boleh..dimana alamat nya. ayok langsung berangkat" Regan terlihat bersemangat
" mas Regan mau ikut juga??"
" apa gak boleh??"
" bukan begitu..hanya tempat ku tak semewah rumah mas..aku takut mas tidak nyaman dengan kondisi rumah ku"
" kau lupa aku ini artis top..aku bisa beradaptasi dimanapun..jadi kamu tak perlu khawatir"
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, mereka pun sampai di rumah ibu Una
" lho.kok gak bilang-bilang sih kalau mau Dateng..ibu kan bisa siap-siap"
" gak usah Bu..ini Una udah bawain buat ibu dan septa..aku pulang bukan mau buat ibu repot"
pelukan hangat kedua ibu dan anak, Regan menatap mereka, terasa hangat..dia bahkan sudah lupa rasanya di peluk ibunya..sejak dia umur 15 tahun dia sudah terbiasa hidup sendiri tanpa ibu nya ..
" oh iya Bu..ini mas Regan" ucap Una memperkenalkan
" kamu ganteng banget bak Regan..anak ku pinter ya nyari pacar" ibu Una terlihat sangat bahagia..
setelah makan malam, mereka bercengkrama...pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota, sepi dan tenang
" mas nanti tidurnya bareng septa ya..sudah aku tatain, klo mas mau istirahat"
Regan mengangguk, lalu dia berpamitan untuk masuk dan istirahat
tinggal Una dan ibu nya, mereka mengobrol dan saling bercerita, malam semakin larut ibu pun pamit untuk tidur lebih dulu..
Una masih belum ingin tidur, ketika tiba- tiba Regan kembali menghampirinya
" gak jadi tidur?? gak enak ya?
" enggak..cuma pengen keluar aja..ayang banget kalau melewatkan malam yang indah di tempat ini"
" benar sekali..meski desa ini kecil tapi ada banyak hal yang akan kamu lupain saat sudah meninggalkan tempat ini"
"oh ya"
" mas bisa rasain kan suasana disini sangat tenang, sepanjang jalan kita kemari juga pemandangannya indah banget"
Regan mengangguk
mereka menatap langit, bintang-bintang terlihat lebih terang di banding di lihat di kota..suara jangkrik dan kodok saling bersahutan..
" sepertinya duduk di sana nak deh" Regan menunjuk kursi panjang di bawah pohon jambu
" mau kesana?" ajak Una
" yuk"
mereka berjalan menuju kursi panjang, kemudian duduk berdampingan, merasakan angin malam yang dingin
__ADS_1
" sudah ku bilang kalau keluar bawa jaket, ini dingin lho" Regan membuka jaketnya dan memakaikannya ke una
dada Una sekali lagi berdebar, perhatian Regan yang selalu dia waspadai, seolah tidak bisa lagi menahan tembok pertahanannya..
" orang-orang pasti bakalan kaget deh besok"
" melihatku?"
Una mengangguk " jadi bersiap-siap ya menghadapi kerumunan emak-emak" ucap Una sambil tertawa
" wah sepertinya aku bakalan buat kamu jadi pahlawan ya"
" kenapa pahlawan?"
" pahlawan dong..pahlawan bagi orang-orang sini karena bisa mempertemukan dengan artis terkenal"
" aku pernah jadi pahlawan..bener-bener pahlawan lho" ucap Una pamer
" apa,an??"
" dulu sekitar 7 tahunan yang lalu lah, aku pernah nylameti orang gitu..ih pamer gak sih aku" kata Una sambil malu-malu
" enggak lah..terus..terus. "
" intinya dia itu sekarat karena habis di keroyok orang gitu..untung nya pas itu aku lihat dan langsung bawa dia ke rumah sakit..kasian banget tau mas, sampai berlumuran darah kemana-mana"
" terus?"
" untungnya dia berhasil di selamatkan..rasanya lega banget pas tau dia selamat..dia masih muda, masih banyak yang harus dia lakukan, bukan mati sia-sia"
" terus gimana nasib nya orang itu selanjutnya??"
" entahlah sekarang gimana, setelah tau dia selamat,,aku langsung pergi..pas itu aku masih harus kerja paruh waktu, jadi langsung ku tinggalin deh,hehehe"
" dan kamu juga gak ingat orangnya?"
" enggak sama sekali..pas aku tolong mukanya sudah bersimbah darah..sepertinya kalaupun kami berpapasan aku juga gak akan mengenalnya"
" bukankah hal baik harus di ingat-ingat??" tanya Regan
" seperti kita sekarang kah??hal baik" ucap Una sambil tersenyum
Regan melihat ke arah Una, gadis ini sangat sederhana, tidak punya pikiran lebih selain berbuat baik, keadaan yang mengharuskan dia seperti sekarang
"aduh" Una terkaget
" kenapa?" Regan merasa khawatir
" nyamuk"
kirain apa'an..Una tertawa..begitupun Regan
" ayok kita istirahat..sepertinya nyamuk udah mulai iri sama kita"
ke esokan harinya mereka bersiap kembali pagi-pagi sekali, mereka harus segera kembali karena ada jadwal Regan yang dadakan dan harus segera di selesaikan
sesampainya di kota mereka langsung bergegas ke kantor tanpa pulang terlebih dahulu, pekerjaan sudah menunggu..meski status Una ada pacar pura-pura, tapi dia tetap asisten Regan yang akan mengikuti kemana pun Regan pergi
Zein bersama dengan Regan berada di dalam ruangan, terdengar mereka sedang berbincang, Una mau masuk tapi mengurungkan niatnya
" apa semalam kau menginap di rumah ibu Una?"
Regan mengangguk
" jangan terlalu bersikap baik, ingat Regan ini hanya acting"
mendengar ucapan Zein , Una merasa kecewa, dia kecewa dengan dirinya kenapa dia lupa bahwa ini hanya acting
" jangan sampai kamu benar-benar menaruh perasaan padanya"
hal yang ingin Una dengar dari Regan..kira-kira apa jawabnya
" aku bahkan tidak berpikir terlalu jauh bang..Taulah..level kami beda jauh..lagipula dia bukan tipe ku bang..mustahil aku tertarik"
Una terdiam..jadi ini lah jawabannya..seharusnya dia tidak banyak berharap..hal manis itu semua hanya drama yang Regan dan dia buat
glodak..Una menjatuhkan buku yang dia bawa..Regan pun langsung beranjak, dia tau itu pasti Una, dia pun berlari keluar dan berusaha mengejar Una..Una menangis, entah kenapa dia menangis..hari Una rasanya seperti tertancap belati, terasa begitu sakit, air mata nya bahkan tak bisa di ajak kompromi..
Una terus berlari, dia memilih lewat pintu darurat untuk keluar agar tidak banyak di lihat orang, ketika tiba-tiba tangan Regan meraihnya..Regan melihat Una menangis, dia merasa panik..
" apa yang sudah kau dengar?" tanya Regan
Una terdiam, bibirnya kelu, semakin dia ingin membuka mulut air matanya semakin mengalir deras..Regan tau pasti Una sudah mendengar semua..dia berusaha memeluk Una, tapi Una menolak..Una seperti tak mau dia sentuh..Una berusaha pergi dengan terhuyung-huyung, tapi Regan terus menahannya dan tetap menggenggam tangannya
" berhenti mas..biarkan aku sendiri" pinta Una
" aku jelasin dulu"
" mau jelasin apa mas??gak ada kok yang perlu di jelasin..dan kamu gak perlu repot-repot untuk jelasin ke aku..kita cuma rekan kerja .hanya sebatas itu"
Regan mendengar ucapan Una merasa bahwa ini sudah tidak benar, dua gak bisa melihat Una menangis, ini tidak seperti yang Una dengar
" setidaknya dengarkan aku dulu"
" berhenti meminta ku mendengarkan penjelasan mu, jangan bersikap seolah aku marah karena kamu tidak menyukai ku..tidak mas..berhenti bersikap seolah kita pasangan sungguhan..kita hanya sebatas acting..jadi tolong berhenti memprovokasi ku"
__ADS_1
Regan melepaskan genggamannya. Una beranjak pergi, dengan berurai air mata..Regan masih terpaku, berdiri..hatinya hancur, dia menyesal sudah berkata seperti itu..jika perasaannya untuk Una benar, kenapa dia harus mengelak..
dua orang yang terombang ambing dengan perasaan mereka, terjebak dalam drama yang mereka buat sendiri..