Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 56 : semua mata tertuju


__ADS_3

Regan dan Una akhirnya bertemu kembali, setelah beberapa lamanya mereka terpisah..Una memutuskan untuk tak lagi mengingat nya, tapi takdir sepertinya berkata lain, mereka akhirnya bertemu lagi..Una sudah berusaha untuk keluar jauh dari kota di mana mereka awalnya bersama, tapi meski sudah pergi jauh, tetap mereka akhirnya dipertemukan lagi dengan hal yang tak terduga..


Regan dan Una duduk di taman, mereka seolah sedang menikmati saat bertemu kembali


" kamu baik-baik saja??" tanya Regan


" tentu saja..seperti yang mas Regan lihat"


" syukurlah..aku senang mendengarnya"


" apa mas Regan sekarang mendirikan agensi sendiri??dan Maliq adalah salah satu dari artis mu??"


" benar..aku tidak menyangka jika agensi ku akan bekerja sama dengan perusahaan yang mempekerjakan aji..awalnya saat aku tau itu aji, aku tak berpikir jika kamu juga ada di sini"


" ya..dia yang membawa ku"


" waahh..bukan kah ini kebetulan yang aneh??aku heran dengan keputusan Maliq yang tiba-tiba..dia bilang padaku kalau dia harus mau bekerjasama kali ini karena orang yang dia temui seperti malaikat..aku tak tau jika ternyata kamu bukan cuma malaikat ku..tapi juga malaikat bagi Maliq"


" itu berlebihan sekali..aku hanya menolongnya karena dia tiba-tiba menarik ku..dan aku juga meminta dia untuk membalasnya..malaikat apanya..itu sangat berlebihan"


" tapi Maliq bukan orang yang gampang menerima seperti tawaran tanpa pertimbangan..tentunya program yang kalian ajukan juga pasti menarik..karena itu dia setuju"


" sepertinya sekarang mas Regan sudah lebih sukses..aku sering melihat mu..banyak sekali sponsor yang memasang wajah mu di baliho"


" pasti sulit melupakan ku kan??" Regan meledek Una


Una hanya terdiam, kenyataan bahwa itu memang sulit buat Una, tapi dia tak ingin itu menjadikan Una sebagai orang yang tak bisa move on


dari beberapa tempat, mereka tak tau jika ada beberapa orang yang memperhatikan mereka berdua, lewat sebuah jendela mereka saling mengintip..seolah penasaran dengan apa yang Regan dan Una sedang lakukan, dan di pihak lain ada yang merasa cemburu dengan keadaan itu


" aku tak menyangka jika mereka benar-benar kenal" ucap Maliq


Maliq sedang bersama Alex, mereka sedang melihat dari jendela lantai 2


" jadi benar jika kalian memang tak saling kenal sebelumnya??"


" tentu saja..dia menolong ku dan aku membalas kebaikannya..hanya itu saja"


Alex merasa ini seperti sebuah kebetulan yang di rencanakan, dia heran dengan koneksi Una, seseorang biasa seperti Una bisa mendapatkan kenalan orang-orang hebat


" aku cemburu sekali" ucap Maliq lirih


mendengar ucapan Maliq , Alex menoleh


" apa kau menyukainya??Una??"


" tentu saja .siapa yang tidak menyukai orang seperti dia..dia manis, dan juga baik"


" kau benar..meski hanya sebentar aku kenal dengannya, dia punya aura berbeda dengan yang lain.."


" benar kan??Kamu juga merasakan itu??beberapa orang akan sangat senang saat tau itu aku..tapi dia justru merasa terbebani saat di dekat ku..dan itu yang membuat ku ingin terus mengejarnya" Maliq mengatakan itu dengan berkaca-kaca

__ADS_1


" sepertinya kamu tipe orang yang tidak suka menyimpan rahasia..kamu dengan santai menceritakan isi hati mu bahkan kisah cinta mu"


" saat aku menyukai seseorang..aku tak ingin menyembunyikan dari siapapun.."


Una berdiri, menjabat tangan Regan


" terimakasih karena mau bekerja sama dengan kami"


" semua keputusan ada di tangan artis..jadi aku hanya mengikuti saja.."


" senang bisa bertemu lagi..semoga ke depannya kita bisa menjadi partner bisnis yang baik"


" oh iya un..sampaikan kepada kepal tim mu..aku akan mempertimbangkan kembali proyek yang pernah mereka ajukan untuk ku"


" jika itu karena aku..lebih baik mas Regan tidak melanjutkannya..terima tawaran saat itu bagus..jangan membawa perasaan dalam pekerjaan"


" jika pikiran mu seperti itu..berarti kamu salah paham..kita mungkin pernah dekat..dan juga aku masih berharap itu" Regan menjeda ucapannya


Una berusaha untuk tak terusik dan tetap tenang mendengarkan ucapan Regan


" tapi aku seorang pebisnis..meski aku pemula dan belum lama terjun di bidang ini..tapi aku bukan orang yang bodoh..aku melihat proposal pengajuan untuk iklan bersama Maliq, aku sangat menyukai konsepnya..jika konsep tim mu bisa sebaik itu..bukankah aku harus meninjau konsep yang lain..aku mungkin meremehkan kalian karena kalian bukan dari perusahaan besar, tapi aku akan mencoba untuk melihat sejauh dan sebagus apa konsep yang kalian tawarkan pada ku"


Regan menjelaskannya panjang lebar, seolah tak ingin Una salah paham dengan niatnya


" okey..akan ku sampaikan"


" terimakasih..aku akan menunggu"


Una hendak pergi, dia lupa menanyakan sesuatu


" tentu saja..dia adalah manager utama ku..tapi karena sekarang dia merangkap sebagai direktur juga, dia tak bisa ikut dengan ku"


" sampaikan salam ku untuknya"


" tentu saja..akan ku sampaikan"


Una pun pamit pergi, Regan masih berdiri menatap Una yang semakin menjauh


mereka yang di atas sana, aji..dia mulai khawatir lagi..dia senang dengan adanya Una di dekatnya, hubungan mereka pun juga semakin dekat belakangan ini, meski hanya sebatas atasan dan bawahan, tapi tak memungkiri aji adalah sahabat Una satu-satunya saat ini..jika Regan kembali, itu artinya dia harus kembali menghadapai saingan..karena sudah jelas Regan tak bisa berhenti dan menyerah


di tempat lain Leo juga melihat itu, dia penasaran ada hubungan apa antara Una dan Regan..Leo pun segera keluar, dia melihat Una sedang berjalan menuju ke kursinya


Leo menghadangnya


" masuk ke ruangan ku" dan segera berlalu masuk ke ruangannya


kenapa harus datang langsung, bukankah dia bisa menelpon dan menyuruhnya masuk


Una masuk ke ruangan Leo


" bagaiman perkembangan iklan Maliq??"

__ADS_1


" semua sudah siap untuk di laksanakan pak, untuk rinciannya semua akan segera saya serahkan ke mas Alex"


" cepat juga kerja mu"


" terimaksih pak" Una tersenyum


Leo tertahan sebentar, dia tertegun melihat senyum Una..


" apa bapak menyuruh saya ke sini untuk menanyakan itu??"


" tidak..ada yang harus aku konfirmasikan ke kamu..duduklah..aku sampai lupa menyuruhmu duduk"


Leo terpantau salah tingkah, padahal Una tak melakukan apapun


" apa kamu sudah kenal lama dengan CEO RA entertainment??"


" iya..sudah lumayan lama"


" mereka sangat terkenal dengan sulitnya di ajak kerja sama. tapi aku dengar untuk Maliq ini sangat cepat dan mudah..itu bukan karena kamu kenal dengan CEO nya kan??"


" tentu saja tidak pak..saya malah baru tau tadi kalau CEO mereka adalah mas Regan"


" okey..aku akn percaya itu..tapi perlu kamu ingat..aku bukan orang yang hanya menerima keberhasilan dengan berbagai cara asal dapat..aku butuh kwalitas..cara kamu mendapatkan kontrak itu yang aku nilai..aku tak suka orang yang memanfaatkan orang lain untuk keberhasilannya..melakukan berbagai cara bahkan jika itu kotor sekalipun"


" akan saya ingat selalu pesan bapak"


Leo terlihat sedikit lega..dia tidak mau jika orang yang dia kenal, berhasil karena adanya nepotisme..


Una keluar dari ruangan Leo, dia merinding melihat cara Leo menginterogasinya


" dia sangat menakutkan..bagaiman bisa seseorang bisa berubah sedrastis itu"


baru keluar Una bertemu dengan restu


" selamat ya..sepertinya debut kamu sebagai idola di kantor ini akan segera terjadi..kamu orang yang berbakat..aku tak menyangka jika kamu punya koneksi yang luar biasa..waahhh. Tim 1 akan mengalami banyak kemajuan berkat mu"


" ini tidak seperti yang pak restu pikirkan..saya hanya kebetulan saja"


restu terpantau iri dengan kesuksesan rival tim nya..


" ada apa dengannya??kenap dia tiba-tiba bicara begitu" Una berjalan ke kursi ya dengan perasaan heran


" biarkan saja dia ngomong apa..jangan di dengarkan..dia memang selalu seperti itu jika tim kita berhasil..kamu hebat" Siska sepertinya mengawasi dari tadi, dia tau situasi ini


" dia tak seperti wajahnya..dia tampan dan elegan, tapi ternyata hatinya julid"


" kau pun berpikir begitu kan??kamu harus berhati-hati dengan semua orang yang ada tim itu..terutama Maya"


" Maya??"


" dia selalu mengaku kalau dia adalah yang paling cantik, yang paling pintar..dan yang paling berhasil dari yang lain..tapi sepertinya gelar itu akan segera berpindah padamu."

__ADS_1


" aah..aku gak mikir kayak gitu..aku hanya berniat kerja..jika mereka berpikir untuk saling berlomba, biarkan itu mereka , aku akn bekerja seperti apa kemampuanku"


sepertinya semakin ke sini semakin terlihat masing-masing karakter mereka..bahkan wajah rupawan tidak menjamin itu akan menjadi orang yang baik...


__ADS_2