Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 34 : bertahan lah sayang


__ADS_3

sepertinya malam ini adalah malam milik Regan dan Una, Una memutuskan untuk menghabiskan malam di rumah Regan..


seperti yang terlihat, kedua manusia yang sedang jatuh cinta berada di tempat yang sama, mereka memadu kasih, menumpahkan rasa rindu mereka,.bergumul dengan kehangatan yang menyertai mereka...


serasa tak ingin beranjak, pagi yang begitu cepat datang, mereka masih ingin bersama-sama di atas ranjang..


Una berniat bangun, dia mencari-cari baju nya yang sudah berserakan akibat ulah Regan...itu terlalu jauh, dan untuk mencapai nya dia harus turun, Una merasa aneh karena di badannya bahkan tak ada benang sehelai pun, hanya mengandalkan selimut..tapi jika dia memakainya, maka tubuh Regan yang akan terbuka..


Una berjalan pelan, berharap Regan Idak terbangun, dia akan merasa malu jika Regan melihatnya..


baru akan beranjak turun, Regan pun malah terbangun


" kau sudah bangun??"


Una langsung melompat kembali ke dalam selimut..dia menutup rapat seluruh badannya


Regan yang melihat nya tersenyum dengan ulah Una


" kamu malu??"


Una terdiam sambil menutup wajahnya, Regan berusaha membuka nya tapi Una memegang nya dengan erat


" semalam kamu tampak santai, kenapa sekarang malah malu"


" apa kamu gak merasa malu??"


" kenapa harus malu??kita yang memutuskan untuk melakukan ini..lagipula..bukan kah ini menyenangkan??" Regan kembali mendekat dan memeluk tubuh Una yang tertua selimut, dia menggoda Una


Una berusaha melompat menjauh


" apa semalam masih kurang??"


" iya..aku mau lagi"


" tidak..tidak..aku harus segera pulang"


Una melompat turun sambil membawa selimut, terlihat seluruh tubuh Regan yang terbuka, melihat itu Una langsung berlari, memungut satu persatu bajunya, dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


di dalam kamar mandi, Una merasa malu dan tersipu-sipu..jadi ini bukan mimpi??semalam dia benar-benar sedang bersenang-senang dengan Regan


" kamu beneran mau pulang??"


" aku harus membantu bos binatu..aku sudah janji untuk datang lebih awal hari ini"


" tidakkah kamu di sini sedikit lebih lama?"


" aku sudah janji..dan Janji harus di tepati"

__ADS_1


Regan terlihat lemas, dia sangat berharap hari ini dia masih bisa berlama-lama dengan Una..semalam rasanya masih belum cukup untuk ya meluapkan seluruh rasa rindu nya


" tak perlu mengantar ku..aku akan keluar sendiri..jangan Sampai ada yang melihat aku menginap di sini"


" tidak apa-apa kamu keluar sendiri?"


" tentu saja.."


Una melangkah pergi..Una perlahan memperlambat langkahnya, melihat kanan kiri..dari jauh tampak Zein sedang menuju ke arahnya..Una mencari tempat untuk sembunyi, takut jika dia ketahuan, dia berlari ke arah tempat sampah dan berjongkok..di lihatnya Zein berlalu melewatinya..


semoga gak ketahuan, pikirnya dalam hati


setelah di pastikan Zein sudah tak terlihat, Una pun segera berlari pergi menuju halte bis untuk segera kembali pulang, dia harus berganti pakaian dan segera berangkat kerja..


Zein masuk ke dalam, di dapati nya Regan yang tertidur di atas kasur


" kenap masih tidur??kamu lupa hari ini ada pemotretan?"


Regan kaget dan langsung beranjak, dia benar-benar lupa kalau ada jadwal hari ini, dia juga tidak tau kalau Zein sudah berada di dalam rumahnya..untunglah Una sudah pergi...


" re..ini sabun muka siapa ada di sini??seperti milik perempuan??" Zein berteriak dari dalam kamar mandi


Regan kebingungan, ahh..itu pasti punya Una yang tertinggal..


" biarin aja bang..itu punya ku"


" ada yang bilang katanya itu bagus..aku kan jerawatan..ini..ini.." Regan menunjukkan jerawat nya yang ada di dahi nya " katanya bisa untuk semua"


" sejak kapan kamu mendengar ucapan orang..lagipula kamu gak bisa sembarangan pake perawatan..wajah mu adalah aset mu..bagaiman kalau sampai gak cocok dan menjadi lebih parah"


" gak masalah sih..laki-laki akan terlihat lebih keren saat terlihat sedikit kotor dan berjerawat..hahaha"


" buang saja..kita ke klinik nanti buat perawatan"


" jangan di buang bang..biar saja di situ.."


" jangan di pakai lagi..tapi kamu bukan habis masukin perempuan kan??"tanya Zein menyelidik


" perempuan apaan sih bang..kan Abang lihat tadi aku lagi tidur pas Abang datang"


Regan seperti hendak tertangkap basah, dia segera masuk ke kamarnya dan mengambil ponselnya


" sabun mu ketinggalan di kamar mandi..bang Zein yang nemuin"


" aku lupa mas..maaf..terus gimana??dia curiga enggak?"


" tentu saja dia tanya..tapi tenang saja aku sudah membuat alasan tepat..jangan khawatir ya"

__ADS_1


Una merasa lega karena Zein tidak sampai tau kalau Una habis menginap dari sana, lain kali mereka harus benar-benar hati-hati lagi, jangan sampai ketahuan oleh siapapun..


pekerjaan hari ini sudah selesai, Una berpamitan kepada bos binatu, Una pun langsung menuju ke pasar untuk membeli beberapa persediaan dapur..


" kamu sudah makan malam??" Una mengirim pesan ke Regan


" belum..sepertinya aku akan melewatkan makan malam"


" apa masih bekerja??"


" tidak..aku sudah di rumah..hanya saja aku malas untuk makan"


" mas Regan harus makan..jangan sampai kamu sakit karena melewatkan makan malam..mau aku yang masakin??"


" apa boleh??"


" tentu saja..kebetulan aku juga belum makan malam..aku akan belanja dulu, terus pulang ke rumah buat masak, nanti aku antar ke sana ya..gak akan lama kok..aku masak yang simpel aja"


" biar aku aja yang ke rumah mu..kamu gak usah repot-repot kesini"


" katanya capek?"


" bagaiman aku bisa capek kalau mau ketemu kamu"


Una tersenyum-senyum sendiri..bagaimana bisa Regan mengatakan hal semanis itu..dia pun bergegas pergi ke pasar dan membeli beberapa kebutuhan..setelah semua di rasa cukup Una segera pulang ke rumah dan langsung memasaknya..


Una menata meja makan, membersihkan rumah nya yang berantakan, dia gak mau Regan merasa gak nyaman dengan kondisi rumahnya..


masakan sudah matang, tapi Regan belum juga datang, dia sudah mengirim pesan tapi tak ada tanggapan dari Regan, Una berusaha untuk menelpon tapi tak ada jawaban..apa mungkin dia sedang di jalan, memang seharusnya dia tidak bermain ponsel saat berkendara...


waktu berlalu..sudah sejam Una menunggu, seharusnya dari rumah Regan ke arah Una cukup di tempuh dalam waktu 15 menit, tapi ini sudah sangat lama, makanan juga akan segera di gin, Una berusaha menghubungi Regan lagi tapi tak ada respon..Una mulai khawatir, tidak biasanya Regan seperti ini,,,dia sendiri yang bilang akan datang, gak mungkin tiba-tiba menghilang tanpa alasan


ponsel Una bergetar..ini telpon dari Regan..akhirnya dia menghubungi juga..Una merasa lega..


" hallo mas..kok lama sih..udah dimana??"


" hallo..apa ini dengan keluarga dari tuan Regan??"


bukan suara Regan, Una sudah mulai panik


" iya betul..ini siapa ya?dan kenap ponsel Regan ada di anda??"


" segera datang ke rumah sakit PERMATA..karena saudara Regan saat ini sedang berada di rumah sakit karena sebuah kecelakaan"


seperti tersambar petir, Una tak bisa berpikir apa-apa lagi..dia pun langsung berlari..


" tunggu aku mas..kamu harus bertahan" Una terus memohon dalam hati..pikiran Una sudah gak karu-karuan..berharap Regan tidak parah, berharap tidak ada kejadian seperti dulu lagi..

__ADS_1


__ADS_2