
Regan dan Una saling menatap..seperti ada perasaan lain..Una yang menyadari nya segera beranjak bangun, sementara Regan diam seribu bahasa
" maaf mas"
" gak apa-apa..ini kecelakaan"
" apa mas terluka??"
" enggak..kita berdua jatuh di kasur..jadi ini.." Regan berhenti bicara, kenapa kata jatuh di kasur terdengar mesum..
" mas istirahat saja..aku akan keluar"
Una langsung buru-buru keluar dan menutup pintu kamar Regan, dada nya berdebar, mukanya serasa panas, dia hilang ingatan un, di sini hanya kamu yang salah tingkah, jangan banyak berharap..
Una mengetuk pintu kamar Regan, memastikan Regan sudah bangun atau belum, sarapan sudah siap dan Regan harus segera makan agar bisa segera minum obat..tapi tak ada jawaban..apa tak masalah jika dia masuk??sebelumnya Regan menolak siapapun masuk ke kamarnya
perlahan Una membuka pintu kamar, terlihat Regan yang masih terlelap..Una memutuskan untuk memberi waktu 15 menit lagi, Una tak tega membangunkannya..dari jauh Una hanya bisa mengintip Regan yang sedang tertidur pulas, bagaimana bisa dia tetap tampan meski sedang tidur..Una tersipu-sipu sendiri..pikirannya jadi kacau..
" kenapa kamu mengintip begitu??" suara Regan mengangetkan Una
" udah bangun?" Una kaget
" bagaimana mungkin aku tidak bangun..suara mu terdengar sampai kesini meski terdengar berbisik..sebenarnya apa yang kamu ucapkan??"
" tidak ada mas..tadi niatnya mau bangunin mas Regan buat sarapan, tapi ternyata mas Regan masih tertidur"
" bangunkan saja tidak apa-apa..akan lebih baik jadi aku bangun pagi-pagi kan?"
Una pun langsung masuk, membantu Regan untuk turun dan memapahnya ke meja makan..
" maaf ya mas kalau aku harus membangunkan mu..ada obat yang harus di minum tepat waktu"
" gak apa-apa..itu demi kebaikan ku juga" ucap Regan sambil tersenyum
ada baiknya juga musibah ini, Regan yang dulu galak dan arogan, sekarang lebih terlihat manis dan selalu perhatian kepada semua orang, dia bahkan menerima semua kritikan ataupun masukan dari orang lain..
Una sudah menyiapkan beberapa pakaian ganti untuk Regan, dalam hal ini tak mungkin uan membantu nya, meski dengan susah payah Regan bisa melakukannya, Una sudah memilih baju yang gampang untuk di pakai
" mas aku mau belanja sebentar..ini sudah ku siapkan cemilan, kalau ada apa-apa segera telpon aku ya..aku gak akan lama kok"
Regan mengangguk
__ADS_1
sepulang nya dari belanja, ada mobil yang terparkir di depan rumah Regan, bukan mobil Zein, mobil ini baru pertama Una lihat
saat Una masuk rumah, ternyata ada gina di dalam, Regan dan gina duduk berdampingan, mereka terlihat begitu mesra, Una yang hanya bisa melihat terlihat begitu sedih, hatinya hancur karena terus melihat orang yang di sayangi nya mesra-mesra an dengan wanita lain, gina menoleh..
" oh kamu sudah pulang??"
Regan pun menoleh
Una mengangguk dan tersenyum
" hari ini kamu boleh pergi..biar aku yang jaga Regan"
" maaf mbak tapi saya di pekerjakan buat membantu mas Regan, saya gak bisa meninggalkannya begitu saja..saya akan di marahi"
" aku bilang aku yang akan menjaganya..kamu pikir aku siapa??aku pacarnya lho"
" maaf mbak..saya harus mengikuti aturan..silahkan jika mbak gina mau di sini, saya pun tak akan mengganggu"
" biar saja gin..lagipula dia sudah mengurusku dengan baik" Regan berusaha membela
" tapi aku mau kita berduaan saja" ucap gina manja
Una berusaha untuk tak banyak ikut campur, ini akan semakin membuatnya sakit...
gina terpaksa harus pulang lebih cepat, ada sesuatu yang harus dia kerjakan mendadak, tentu itu membuatnya tidak senang, gina menarik Una keluar
" awas saja kalau kamu macam-macam sama Regan..dulu mungkin dia menyukai mu tapi kamu lihat sekarang kan? dia bahkan tak peduli pada mu, jadi jangan pernah melampaui batas, karna kamu cuma bekerja di sini..aku maafin sikap kamu tadi, memang kamu harus merawatnya, kamu di gaji untuk itu, tapi jangan berpikir untuk menggodanya lagi"
" aku tidak pernah menggoda nya mbak..bukankah mbak gina yang sebenarnya selalu menggodanya dan terus berbohong"
Una langsung berbalik masuk ke rumah
" berani-beraninya dia memutar kata-kata ku..okey sekarang kamu dapat dukungan dari Zein, tapi aku gak akan membiarkan itu" gumam gina
setelah gina pergi, Una membereskan beberapa barang yang berserakan, ini kotor sekali..bagaimana bisa dia pergi dan membiarkan gina menjaga Regan, yang ada dia hanya akan menghancurkan seisi rumah dengan tumpukan sampah yang berserakan..
Una mengetuk pintu kamar Regan
" masuk"
Una masuk
__ADS_1
" mas maaf karena harus mengatakan ini..tapi ini harus aku katakan"
" ada apa un??"
" aku gak keberatan kalau Mbak gina datang ke sini, tapi akan lebih baik jika makanan yang di bawa itu yang tidak di larang oleh dokter..alkohol tidak bagus untuk mas Regan karena mas Regan sedang terluka"
" kamu benar..maaf karena aku membiarkan ini..aku akan bicara pada nya"
" baik mas..maaf karena sudah lancang mengatakan ini"
" gak apa un..kamu memang bekerja untuk itu..menjaga ku"
benar..dia ada di sini hanya untuk menjaga Regan, benar yang dikatakan gina, dulu Regan sangat mencintainya, tapi kini Regan tak mengingat apapun tentang nya, dan dia hanya seorang asisten
Una duduk di kursi depan rumah, tak bisa di pungkiri jika hatinya masih sangat kacau, selain merasa bersalah karena sudah membuat Regan kecelakaan, dia juga merasakan sakit hati yang dalam karena Regan tak mengingatnya, mungkinkah ini karma untuknya..meski Regan hanya menganggapnya seperti itu, dia juga tak punya hak untuk mengungkap kebenarannya, bagi nya sudah bersyukur masih bisa berada di samping Regan dan menjaganya, Una berjanji kepada dirinya sendiri akan menjaga Regan sampai benar-benar pulih..ini adalah cara dia menebus dosa-dosanya dan membuat Regan seperti ini sekarang..jika itu karma maka Una akan menerimanya..
" un!! Una!!" terdengar suara Regan berteriak dari dalam.una segera berlari, Una berpikir ada sesuatu yang buruk, setelah sampai di dalam
" lihat ini" Regan tertawa kencang, hal yang di kira buruk ternyata berbalik
" aku sudah bisa berdiri sendiri..waaahh..ini benar-benar tak bisa ku percaya.."
Una tersenyum, dia pun merasa ikut senang
" selamat mas Regan..kamu sudah berusaha keras..ini hebat sekali"
" hebat kan?!benar kan??aku sendiri gak percaya lho..aku cuma berusaha sebisa ku..dan ternyata aku berhasil"
" ini kemajuan yang besar mas, dokter bilang butuh waktu sebulanan buat mas Regan bisa menyeimbangkan kaki, tapi ini baru seminggu lebih dan mas Regan sudah bisa melakukannya"
Regan merasa sangat senang, dia jadi termotivasi untuk terus belajar lebih baik dan ingin segera pulih
" tapi meski begitu mas Regan tak perlu memaksakan diri, ayo lakukan pelan-pelan"
" semua berkat kamu un..kamu selalu menyemangati ku..merawat ku dengan baik..aku tak akan seperti ini jika terus bersama gina, dua terus meminta ku untuk diam dan duduk dengannya, memberi ku makanan apapun"
" itu karena mbak gina sayang sama mas Regan kan"
" apa begitu?!"
Regan secara tak sengaja sering mengatakan ketidak nyamanan ya terhadap gina, seperti antara hati, pikiran dan mulut yang bersebrangan, yang pasti Regan selalu merasa nyaman saat bersama Una...
__ADS_1