Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 26 : kenangan pahit


__ADS_3

Regan terdiam menatap sebuah surat..surat beramplop hitam yang selalu datang kepadanya tanpa di ketahui oleh siapapun..surat yang berisi kritikan akan hidupnya selama ini, surat yang selalu mengingatkannya akan kehidupannya yang telah lalu


" apakah kamu bahagia setelah merenggut hidup orang lain??"


terlihat begitu sepele tulisannya, tapi tulisan itu yang terus membuat Regan down dan terus menyesali hidupnya


entah itu datang dari mana, selalu datang dengan anonim dan tanpa alamat jelas..


seorang gadis tiba-tiba menemukan seorang pria yang tergeletak dengan bersimbah darah, saking banyaknya darah yang keluar, seolah seluruh badannya dari kepala sampai kaki tertutupi oleh darah, gadis itu pun mendekatkan tangannya ke lubang hidung pria itu, mengecek kalau masih bernafas, benar saja pria itu masih bernafas, tanpa pikir panjang si gadis langsung membawanya pergi, dengan terseok-seok dia berusaha menggendong pria itu, tidak ada kendaraan yang lewat dan begitu sepi..si gadis tetap optimis dan dia berusaha untuk membawa si pria terluka ke rumah sakit terdekat..


jarak beberapa meter dari tempat kejadian, ada mobil pick up lewat, dan gadis itu pun segera minta bantuan..untungnya pengemudi mau memberi tumpangan..


sesampainya di rumah sakit, si gadis tampak begitu panik..dia masih gadis belia belum paham tentang apapun, di pikirannya hanya ingin menyelamatkan seseorang..


dialah Una...


Una yan panik menarik-narik lengan baju dokter, berharap segera di tangani karena Una melihat pria itu sudah seperti tak bisa di selamatkan lagi


" dok tolong dok" ucap Una sambil menangis


" iya tapi adek minggir dulu..silahkan adek duduk di sana ya"


" masih bisa di selamatkan dok?"


" kamu akan berusaha yang terbaik"


una masih mengikuti ketika tubuh pria itu masuk ke ruangan operasi, perlahan pintu tertutup..dia bahkan tak tau siapa pria itu..


Una melihat jam di tangannya


" bagaimana ini, dia harus bekerja"


tanpa pikir panjang, Una pun berlari pergi, meninggalkan rumah sakit, jaket yang dia kenakan terkena darah saat tadi dia menggendong korban, dia lepas dan dia masukkan ke dalam tas


dia terpaksa pergi karena jika dia terlambat, Una bisa kehilangan pekerjaannya, pekerjaan lebih penting bagi nya saat ini


luka yang di alami pria itu cukup parah, beberapa organ juga mengalami kerusakan dan harus di lakukan transplantasi..

__ADS_1


seorang ibu paruh baya berlari tergopoh-gopoh, dia ingin memastikan kalau yang ada di dalam itu adalah anak nya, dan tiba-tiba dia terjatuh lemas, tidak bisa berkata apa-apa, seorang pria berpakaian sangat rapi memapahnya dan membantunya duduk di kursi


" lakukan apa saja untuk menyelamatkannya"ucap ibu itu kepada pria di sampingnya


" anak ku Regan..kamu harus kuat nak" ratapnya


pria itu adalah Regan Aditya..


operasi berjalan dengan baik, tubuh Regan di bawa keluar untuk menuju ke ruang VVIP..tepat saat Regan melintas, di saat itu pula ada keluarga pasien lain yang menangis histeris karena harus rela melihat anaknya tidak lagi bernyawa


wanita itu meraung-raung, menggelosor ke lantai..beberapa orang juga sama halnya dengan ibu itu..mereka seperti tak terima dan marah-marah ke pihak rumah sakit


" bukankah kalian yang bilang ke kami kalau organ yang di butuhkan anak kami sudah siap , bahkan kalian yang menjadwalkannya"bapak itu menunjukkan secarik kertas


" kenapa setelah waktunya kalian malah mengatakan kalau itu tidak ada??ada yang lebih kritis dari anak kami?sekritis apa??bukankah semua harus sesuai prosedur??kami bahkan sudah melewati semua prosedur dari awal tapi kenyataannya kalian memberikannya untuk orang lain"


semua pihak rumah sakit hanya terdiam, bapak itu terus marah dan menumpahkan kekesalannya


" kalian telah memberikan harapan tinggi pada kami, tiba-tiba harapan itu kalian jatuhkan begitu saja"


beberapa hari kemudian Regan tersadar, dia sudah mendapati tubuhnya terbaring dengan banyak luka, ibu nya mendekat, tersenyum dengan penuh syukur


" mama"


di tengah kebahagiaan itu, tiba-tiba seorang wanita nekat masuk dan mendekati Regan, dia menatap dengan penuh amarah dan kebencian


" kalian tertawa senang di sini, kamu bahkan memeluk anak mu dengan kebahagiaan..tanpa kau tau ada keluarga yang sedang menangis karena kehilangan anaknya"


mereka tertegun mendengar ucapan ibu itu, Regan tidak mengerti apa maksudnya


" maaf Bu..saya tidak mengerti apa maksud anda" ucap ibu Regan


" apa karena kalian banyak uang bisa membeli nyawa??lalu bagaimana dengan kami orang miskin yang bahkan ingin bisa melihat anaknya bertahan"


beberapa sekuriti datang dan berusaha membawa ibu itu keluar, dia terus berteriak, meracau tidak jelas


" apa maksud ibu tadi ma?"

__ADS_1


" entahlah mama juga gak tau..gak usah di pikirkan..dan tetap fokus untuk kesembuhan mu ya"


Regan pulih dengan cepat, dia penasaran dengan orang yang sudah menyelamatkannya..dia berusaha mencari tau dan akhirnya menemukan dari cctv rumah sakit, sosok Una, gadis yang menyelamatkannya..


setelah Regan benar-benar pulih, dia pun bisa pulang hari ini, ibunya tidak datang untuk menemaninya, mengingat sang ibu adalah seorang pengusaha sukses dan sangat sibuk, tak masalah untuk Regan, karena Regan sudah terbiasa hidup sendiri..


saat hendak keluar, Regan di hadang oleh seorang pria


" apa kamu puas karena bisa hidup sementara kehidupan itu harusnya milik anakku?"


regan bingung, kenapa sering sekali ada orang asing datang dan seolah sedang mendakwa nya


saat ini Regan sedang sendirian, orang yang menemaninya sudah pergi lebih dulu, Regan bingung harus bagaimana


" apa maksud bapak??saya tidak faham..nyawa siapa yang saya ambil?"


" hati itu harusnya milik anak ku..tapi ibu mu membayar rumah sakit dan mengambil yang seharusnya untuk anak ku..apa karena kami tak memberi uang besar??apa karena kamu orang miskin??sehingga anak ku layak untuk mati"


bapak itu menangis dan terjongkok di lantai


Regan yang mendengarnya serasa di sambar petir, dia tidak tau jika hidupnya saat ini adalah hidup yang seharusnya milik orang lain..Regan pun berlari keluar, dia meninggalkan mobil yang seharusnya membawanya pulang, dia naik taksi dan menuju ke perusahaan ibunya, dengan wajah marah dia masuk ke ruangan ibunya


" Regan??kenapa kesini?bukankah seharusnya kamu pulang ke rumah dulu"


" kenapa mama lakukan itu??!!"teriak Regan


" apa maksud mu re?".


" kenapa mama tidak membiarkan aku mati saja...ada orang tua yang berharap besar ke anaknya, mereka sudah berusaha dengan keras untuk melihat anaknya hidup..tapi hanya karena mama punya uang, seenaknya mana merenggut itu dari mereka"


"dengerin mama dulu re"


" mama tau seperti apa sekarang yang Regan rasain??Regan harus menanggung rasa bersalah ini seumur hidup Regan..dan itu salah mama!!"


Regan pergi dengan meninggalkan amarah yang menggebu-gebu, ibu nya berusaha untuk mencegah tapi Regan tak Sudi lagi untuk melihat ibunya


sejak saat itu Regan bahkan tidak peduli dengan ibunya dan tak ingin sekalipun menemuinya..

__ADS_1


Regan masih memandangi surat itu..bukan tidak usaha, Regan sudah berusaha untuk mencari keluarga mereka, tapi informasi mengatakan kalau mereka sudah pindah rumah dan tak ada yang tau..sampai saat ini pun Regan masih mencarinya tapi belum ada hasil..dan sepertinya surat-surat yang dia terima berasal dari salah satu keluarga mereka..Regan ingin bertemu, Regan ingin meminta maaf dengan tulus, tapi justru semua tak bisa menemukan titik terang..


__ADS_2