Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 9 : acting mu menyakiti ku


__ADS_3

sudah jam 3 pagi tapi Una bahkan tak bisa memejamkan matanya..kejadian hari ini bukan hanya membuat dia kesal tapi juga marah..tidak bisakah Regan berkomunikasi dulu dengannya tentang apa yang dia rencanakan..


yang benar saja pagi-pagi buta Zein bahkan sudah datang ke rumah Regan..di saat Una bahkan tak ada waktu untuk tidur karena memikirkan yang terjadi, dan kenapa akhirnya dia bisa berada di rumah ini..dengan wajah lusuh dan juga sekitar mata yang terlihat menghitam karena mata panda, Una berjalan dan duduk di antara Zein dan Regan.


" ini bahkan belum subuh, kak Zein udah sampai sini aja..apa kakak bahkan tak tidur juga seperti ku??" tanya Una lemas


" terlihat sekali kau pasti gelisah..itu.." ucap Zein sambil menunjuk ke arah mata Una yang menghitam


" bukan lagi gelisah kak..tapi..sudahlah gak usah di bahas"


" memang gak harus di bahas..gak penting juga" ucap Regan sengit


" kita mulai aja yuk rapat mini nya..karena hanya kita bertiga" Zein memulai" kamu pasti bingung kan un dengan kejadian kemarin??"


" bukan cuma bingung tapi juga syok kak"


" jadi gini..karena kalian sudah memulainya kemarin..jadi kita semua harus meneruskan rencana nya"


" tidak ada kah cara lain selain ini kak?"tanya Una berusaha bernegosiasi


" kalian sudah terlanjur masuk, jadi tak ada cara lain selain meneruskan semua nya..toh ada dampak positifnya lho..masalah bos arogan sudah seperti hilang di telan bumi, kamu lihat sendiri sekarang Regan popularitas nya semakin melambung, dan kalian ada di topik utama buletin beberapa hari berturut-turut" jelas Zein penuh semangat


" tidak bisa kah kamu diam saja dan mengikuti nya??kau pikir aku pun senang dengan ini??"


" kau pikir aku pun juga senang??kau bahkan tidak mendiskusikan apapun dengan ku"


" kenapa aku harus berdiskusi dengan mu??ini karir ku..kamu tau pasti itu kan!!" jawab Regan membelalak


" tapi ada aku dari bagian skenario mu.."Una menimpali setiap kata-kata Regan, dia bahkan tidak lagi takut dengan bentakan-bentakan Regan yang seperti nya memang sudah jadi terbiasa..


" hei..hei..sudah..sudah..jangan berdebat lagi..ini terlalu pagi untuk mbuat keributan..kalian akan mengganggu orang lain yang masih istirahat"


spontan Una langsung menoleh ke arah Zein dengan muka garang..Zein langsung terdiam, seolah paham dengan maksud Una


" okey..aku tau aku salah karena datang terlalu pagi..sepertinya aku yang mengganggu orang istirahat ya" ucap Zein sambil mengangkat tangannya " lupakan masalah mengganggu orang lain..kita bicara pelan-pelan yuk biar segera ketemu jalan keluarnya" Zein menengahi


emosi Una seperti tak tertahankan lagi, dia menghela nafas panjang, berusaha menenangkan dirinya sendiri


" untuk saat ini aku mohon kerjasama nya ya un,,please.."


" aku sudah mentransfer duit ke rekening mu..setidaknya bekerjasama lah " Regan terlihat seperti menyepelekannya..lagi-lagi duit..Una berlari ke kamar dan mengambil ponselnya..ada notif...50juta???Una kaget..seketika menutup mulut nya karena takut jeritannya terdengar sampai keluar..


Una keluar kamar..dia terlihat lebih tenang dan lalu duduk kembali


" lanjutkan kak" Una mempersilahkan Zein untuk melanjutkan ucapannya..Zein bertanya-tanya..sepertinya uang memang sangat bisa membuat wanita yang awalnya marah besar menjadi seperti kucing yang manis


" sementara waktu kamu tinggal di sini dulu, jangan kemana-mana..jika butuh sesuatu kamu bisa menghubungi aku, jangan bicara atau bercerita tentang ini kepada siapapun, ingat ini hanya rahasia kita"


" tapi aku kan harus kerja kak?"


" kamu asisten ku, kamu pergi kemanapun aku pergi, jadi nurut aja..kalau aku bilang tinggal di sini ya jangan kemana-mana..ah..dan juga jangan menghubungi gebetan mu itu"Regan mengomel lagi tentang aji " gara-gara kamu keluar dengannya kan jadi seperti ini?? coba kalau kamu diam di rumah, gak banyak tingkah , gak akan kayak gini"


Una menghela nafas, 50 juta un, kamu harus belajar mengalah dulu, demi 50 juta


di sisi lain Zein semakin tidak paham dengan sikap Regan yang lebih sering emosi ketika menyinggung pria lain yang dekat dengan Una


" aku paham maksud nya..aku harus tinggal di sini, dan hanya mengikuti kemana Regan pergi..betul kan??" tegas Una


" yup..kamu gak tau kan kalau sekarang rumah mu sering ada yang mengintai??"

__ADS_1


benarkah??seseram itukah media dan fans??


mereka pasti mencari mu, entah untuk wawancara atau hanya sekedar ingin tau, kehidupan mu pasti sedang di cari saat ini, bahkan mungkin keluarga mu juga..jadi kamu harus lebih berhati-hati"


Una mengangguk


" maaf mas..emm..apa bisa jika aku minta rencana ini tanpa ada skinship dan sejenisnya??" pinta Una sembari melirik ke arah Regan


" oh iya maaf kalau kemarin agak keterlaluan..itu hanya untuk kebutuhan foto saja sebenarnya..untuk selanjutnya tidak ada lagi seperti itu, cukup kalian berjalan bersama dan jangan menunjukkan sikap saling bermusuhan kalian"


Regan terlihat kurang setuju dengan ide itu


" bang..kita gak tau apa yang akan terjadi di depan kan..dan kamu," Regan menunjuk Una " aku sudah bayar kamu, jadi terserah aku jika memang diharuskan melakukan skinship dengan mu kan?


Una terbelalak..tapi ini tindak nyaman, bukan karena Una tidak suka, jika bisa jujur Una sangat senang saat Regan memegang tangannya, perhatian pada nya..Una hanya takut jika nanti akan membuat perasaannya berkembang lebih dalam hanya karena sebuah acting


" benar juga sih..tapi selama bukan hal mendesak dan kalian harus melakukan skinship itu tidak akan terjadi..yang penting tetap jaga sikap agar orang tetap percaya kalau kalian benar pacaran"


Una terdiam, berpikir bagaimana caranya biar ini menjadi keputusan pasti antara dua belah pihak


" kita buat kesepakatan hitam di atas putih saja kak, gimana?" usul Una


Regan sontak langsung menolak


" tidak setuju!!aku bahkan sudah memberikanmu uang..dan juga kau pikir aku gila, mau menyentuhmu setiap saat??"


Una tak lagi bisa berkata-kata saat Regan selalu mengungkit masalah uang..tak ada cara lain selain mengikuti..


hari ini Una bahkan tidak tau harus melakukan apa, Una hanya mondar mandir saja dari kamar ke dapur, ke kulkas, ke kamar lagi..tidak adakah pekerjaan yang bisa dia kerjakan..Una melihat Regan..dia menghampiri..terlihat Regan sedang fokus membaca naskah..Una pun mengurungkan niatnya karena takut mengganggu


" mau bicara sesuatu??" tiba-tiba Regan bertanya, sepertinya dia tau kalau Una sangat tidak nyaman dengan suasana sekarang


" tidak bisakah aku keluar sebentar saja" Una memohon, Regan menatap tajam ke arah Una


" kau mau keluar??"


Una mengangguk


"kemana??"


" entahlah..pokok aku cuma mau keluar sebentar..aku janji akan kembali cepat..emm??"


Regan terlihat kasian melihat Una..dia pasti sangat ingin keluar


" baiklah..tapi jangan lama-lama..tutupi badanmu sampai orang benar-benar tak mengenalimu"


" okay" Una merasa sangat senang, senyum manisnya terlontar membuat Regan tertegun sejenak


" apaan..sebahagia itukah dia..apa seburuk itu tinggal serumah denganku" pikir Regan


Una berjalan santai menikmati suasana siang yang tidak begitu cerah..meski begitu Una tetap merasa ini lebih baik daripada terkurung di dalam rumah bersama pria pemarah itu...


hembusan angin yang sedikit kencang seperti memberi tanda jika hari akan segera hujan, tapi Una tetap belum punya niat untuk beranjak..dia duduk di bawah pohon sambil menikmati beberapa kudapan..ketika tiba-tiba sekelompok anak SMA seperti sedang memperhatikannya dengan sangat intens..Una awalnya tidak peduli, tapi semakin lama mereka justru mendekat


" benar kan itu dia" bisik salah satu kepada temannya


Una yang mendengarnya hanya menoleh sesaat lalu tersenyum..dia tidak sadar dengan yang akan terjadi..


" dasar wanita penggoda" ucap salah satu dari mereka

__ADS_1


" lon*e tak tau diri, pasti dia cuma mau morotin aja kan?cantik juga enggak, masa iya Regan mau sama dia, pasti udah di sebeng-sebeng tuh" ucap yang lain lagi


awalnya Una tidak peduli, dan akhirnya dia tau kalau yang mereka maksud adalah dia


kata-kata mereka sepertinya sudah sangat keterlaluan untuk anak seumuran mereka


" hei anak-anak..bukan kah itu sangat tidak sopan??jangan bicara di belakang langsung saja di depan ku"


" ini kami bicara di depanmu Tante"


Tante??wah mereka ini luar biasa..seperti ini kah yang dinamakan fans fanatik


" segera putus sama Regan, kamu gak pantas sama dia"


sepertinya anak-anak ini perlu di baru pelajaran sopan santun, bagaimana bisa mereka bersikap seperti ini dengan orang yang lebih tua


Una berniat menghampiri anak-anak itu tapi tiba-tiba ada dua ibu-ibu yang datang dan membela Una


" hei..kalian anak-anak kecil kenapa beraninya keroyokan??sekolah sana yang bener jangan suka membully teman yang lain"


dan serentak para anak SMA itu pun pergi


" kamu gak apa-apa dek?tanya salah satu ibu


" gak apa-apa Bu."


" anak-anak sekarang ya bisa nya membully temannya..bukannya belajar tapi malah kelayapan"


salah satu dari ibu itu sepertinya mengenali Una


" kamu pacarnya Regan kan? yang artis itu??"


" iya apa???" ibu yang satunya seperti terkaget


Una hanya tersenyum, sepertinya ibu-ibu ini penggemarnya Regan, bahkan mereka mengajak Una berfoto juga..


" salam ya dek buat mas Regan..aku ngefans sama dia..orang nya ganteng..hehehe"


Una mengangguk..Una berterimakasih karena sudah membantu..


beberapa saat setelah ibu-ibu itu pergi cuaca sepertinya benar-benar tidak bersahabat, mendung yang sudah mulai pekat, sepertinya akan segera turun hujan..Una pun segera berlari pulang, mana gak bawa payung..


belum setengah jalan hujan sudah mengguyur, begitu deras seolah mau tumpah semua air..Una berlari..nanggung dikit lagi sampai..langkahnya seketika berhenti saat melihat Regan sudah berjalan kearahnya, dia membawa payung dan juga jaket, Una sekali lagi tertegun..Regan mengarahkan payung ke Una sehingga mereka berada di bawah payung berdua


" kamu gak apa-apa?" tanya Regan" lihat ini kamu basah semua..kenapa tadi gak bawa payung, sudah tau di luar mendung" Regan mengomel lirih " pegang ini" dia menyodorkan gagang payung ke arah Una, kemudian memasangkan jaket yang dia bawa kepada Una


lalu dia mengambil lagi gagang payung dan menarik Una untuk berjalan bersamanya..tak ada kata, hanya saling diam..setiap kali Regan berubah selalu menimbulkan debaran di dada Una..


sesampainya di rumah, Una masih belum percaya dengan sikap Regan, apakah ini bagian dari acting??tapi Una berharap ini tulus dari Regan


" mas Regan" panggil Una


Regan yang hendak menuju kamar mandi segera berbalik


"apa ini bagian dari acting?" tanya Una lirih


Regan terdiam, menatap Una dengan tajam tapi manis..pandangan Regan ke Una seperti sebuah tombak yang di lempar dan langsung menancap ke sasaran, jleb langsung ke hati Una


" jika ini hanya acting tolong jangan lakukan lagi" ucap Una, Regan tidak mengerti kena Una bicara begitu

__ADS_1


" karena acting mu itu menyakiti ku ...."


__ADS_2