Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 17 : ada hati yang ku jaga


__ADS_3

dunia milik berdua, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kisah Regan dan Una saat ini..kemanapun, dimanapun selalu bersama, pelukan, ciuman seakan sudah jadi kebiasaan buat mereka..saking menatap dengan penuh cinta..


apa yang dikatakan Zein ke Una seolah tidak lagi di pikirkan, Una sudah memutuskan untuk menjalani semua, biarkan mengalir seperti apa adanya..Una yakin semua akan bisa mereka atasi bersama


tidak sedikit yang bahkan menyerbu ke akun media sosial Una, bahkan beberapa orang menyebutnya " WANITA MATA DUITAN ".


Una tidak mau menyalahkan, karena memang seperti itu kenyataannya, awal hubungan mereka adalah karena uang..


Una membuka-buka ponsel nya, Regan merebutnya dan menutup nya


" jangan melihat media sosial lagi"


" kenapa?"


" berhenti melihat komentar ataupun membalasnya, tutup saja semua akun mu, aku gak mau kamu tersakiti terus"


" gak apa-apa. aku baik-baik saja"


" aku melihatnya tidak baik-baik saja..muka mu selalu masam setiap kali membuka ponsel..cukup terima pesan dari orang-orang penting saja..mengerti?!"


" baiklah" ucap Una lirih


benar apa yang di ucapkan Regan, setiap kali membuka ponsel selalu ada saja yang membuatnya galau..terlebih beberapa akun anonim selalu menghujatnya, kata-kasar bahkan menyumpahi nya..seberat ini kah punya hubungan dengan orang terkenal..pasti Regan sudah melalui masa-masa sulit seperti ini juga..


mereka saling mendukung satu sama lain, meski masih ada pertengkaran kecil tapi mereka tetap mampu mengatasinya


hari ini Una meminta ijin untuk menemui aji, tentu itu membuat Regan tidak suka, tapi Una berjanji itu hanya untuk memperjelas hubungan mereka saja


" kau yakin bahagia?"tanya aji


Una mengangguk


" baiklah jika itu pilihanmu..aku hanya bisa mendoakan semoga kau selalu bahagia"


" maafkan aku ya kak .udah sering buat kakak kecewa"


" iya sih itu pasti..tapi apa daya ku..itu perasaan mu, aku hanya orang yang menyukai mu, aku tak bisa meminta mu untuk juga menyukai ku"


" terimakasih karena sudah begitu baik dan selalu membantu ku"


" meski begitu tak masalah kan jika aku masih ingin menunggu mu?"


Una bingung dengan sikap aji, Una bahkan tak bisa banyak bicara, bingung mau jawab gimana


" kakak pasti akan menemukan yang lebih baik dari ku..tidak bisakah kakak tidak seperti itu??"


" kau pikir mudah melupakan seseorang??saat kau minta aku pergi bukan berarti aku bisa langsung pergi"


Una merasa sangat bersalah pada aji, tapi apapun itu dia tetap harus mengatakan semuanya


" yang menikah saja bisa cerai, apalagi yang masih pacaran..aku mengatakan ini bukan untuk menyumpahi hubungan kalian, tapi setidaknya masih ada harapan buat ku" ucap aji sambil tersenyum " apa dengan ini kita bahkan tidak bisa bertemu lagi?"

__ADS_1


Una menggeleng " maaf kak..ada hati yang harus aku jaga "


" okey gak masalah..Una..tak usah merasa bersalah, aku bukan orang yang akan menjauhi mu ataupun memusuhi mu karena kamu menolak perasaanku..aku lebih suka bermain fair"


" ya aku tau" ucap Una tersenyum


" berjanjilah..kau akan kembali pada ku jika Regan mencampakkan mu"


Una tersenyum..syukurlah aji bisa menerima keputusannya dengan lapang hati..meski terlihat kekecewaan yang mendalam dari raut wajahnya


Una datang menemui Regan, terlihat Regan sedang duduk di bawah pohon tempat mereka biasa bercengkrama, Una berlari dan langsung memeluk Regan dari belakang


" sudah pulang?"


" emm"


Regan menarik tangan Una, dan membawanya ke pangkuannya, Una menyandarkan kepalanya, layaknya anak kecil yang sedang di timang-timang di pangkuan ibunya..


" jadi bagaimana?" tanya Regan


" ya begitulah"


" aji marah??"


Una menggeleng


Regan menatap wajah Una " apa kau menyesal karena melepaskannya dan memilihku?"


" benar juga .dia pasti sangat malu sekali..waahh..aku sangat ingin melihat wajahnya seperti apa tadi..hahaha"


" kenapa kau malah tertawa??sebegitu puasnya sampai kau menertawakan kesedihan orang lain?"


" kenapa kamu marah sih..aku hanya tak bisa bayangkan jika itu terjadi pada ku..itu maksud ku"


Una memeluk regan lagi


" kenapa memeluk ku seperti ini..kau sudah merindukanku? kita bahkan tidak ada sehari berpisah".


" kau yang nenarikku"


" aaahhh. seperti nya aku yang sudah merindukanmu"


ada banyak hal yang Regan sudah lakukan untuk Una, Una merasa begitu beruntung karena Regan ternyata pria yang sangat perhatian, seperti hal nya hari ini, Una mengeluh pusing karena sedang flu, Regan dengan sigap membuatkannya bubur, memberi obat, mengompres dan bahkan berada di samping Una saat Una tertidur..saat Una terbangun, terlihat Regan sedang duduk sambil menyenderkan kepalanya di kasur, tangannya terus menggenggam tangan Una, wajahnya yang sempurna " dia milikku" ucap Una berbisik


tiba-tiba Regan terbangun " kau sudah bangun" ucapnya sambil menempelkan tangannya ke jidat Una untuk mengecek apakah panas Una sudah turun


" syukurlah sudah turun" dua mengelus lembut rambut Una dan mengecup kening nya


" kau pasti kesulitan karena menjaga ku, aku cuma mau flu, tak usah terlalu khawatir"


" gak apa-apa..lagipula hari ini aku sedang tidak ada kerjaan..dan lagi jangan menyepelekan penyakit"

__ADS_1


" aku sudah lebih baik sekarang..sepertinya perawat ku sangatlah handal"


" tentu saja. aku perawat yang hebat"


terlihat sekali Regan sangat menyayangi Una, dia yang selalu khawatir dan menjaganya


" aku sudah tidak apa-apa..masuklah ke kamarmu dan istirahatlah" ucap Una


" tidak bisa kah aku di sini saja"


Una kaget mendengar ucapan Regan..apa yang dia pikirkan dengan itu


" jangan berpikir macam-macam..aku hanya ingin menemani mu saja..aku tidak secabul itu" jelas Regan


" aku bahkan belum mengatakan apapun..kenapa kau sudah menjelaskannya"


" muka mu terlihat seolah aku seperti itu"


" aku bilang aku tidak apa-apa..jadi kau tak perlu khawatir"


" kau yakin tak butuh aku di sampingmu?"


" tentu saja"


" aku bisa membuatmu lebih hangat..kau tau..itu bisa membuatmu lebih cepat sembuh"


Una menggeleng dan mempersilahkan Regan segera keluar..terlalu bahaya jika dia terus berada di sini


Una terbangun dengan yang lebih segar, benar saja, Regan sudah merawatnya dengan sangat baik..haruskan dia memasak sesuatu hari ini untuknya


Una mulai menuju dapur, dia melihat isi kulkas tapi tak ada yang bisa dia masak, Una memutuskan untuk pergi ke pasar, kebetulan pasar tidak terlalu jauh jaraknya..dia membeli beberapa sayuran dan lauk pauk untuk stok beberapa hari ke depan..setelah di rasa cukup Una kembali pulang..


Una mulai memasak, dia bukan ahli tapi untuk urusan masak memasak Una bisa di andalkan..bau masakan telah membangunkan Regan, dia pun segera menuju dapur..tanpa basa basi dan langsung memeluk Una dari belakang


" awas ini panas" ucap Una sambil memegang panci


" kau sudah baikan?"


" bisa kau lihat..aku bahkan sudah dari pasar, hehehe"


" ini baunya enak"


" duduk saja di sana..ini segera siap"


tak perlu menunggu lama, sarapan sudah terhidang, mereka menikmati sarapan..


terdengar suara ponsel berdering, itu milik Regan, Regan menghentikan sejenak sarapannya dan mengambil ponsel di kamarnya..


" segera lihat buletin" itu suara Zein


Regan buru- buru membuka buletin dan benar saja, sedang ada masalah besar, mata Regan terbelalak kaget .Una yang menyusul Regan masuk, karena khawatir..diapun melongok melihat ke arah ponsel Regan..dia menutup mulutnya, kaget dengan berita yang sedang beredar.

__ADS_1


tampak jelas sebuah Vidio yang beredar, percakapan Regan dan Una waktu itu di atap, percakapan tentang hubungan mereka yang pura-pura..kembali sebuah akun anonim telah mengunggahnya..


__ADS_2