
Alex menatap Una..seperti ada sesuatu..
" kamu"
Una semakin tak mengerti dengan arah ucapan Alex
" aku??"
" ya kamu.."
Una mengedipkan matanya, tak mengerti kenapa dia
" akhir-akhir ini kamu bekerja begitu keras..aku takut kamu akan mengalahkan ku ..aaahhrgg..itu sangat mengganggu ku"
Una menghela nafas
" jangan bicara begitu mas..aku belum sehebat itu..dan juga aku gak akan bisa melampaui mu"
" kita tidak tau apa yang akan terjadi di depan.."
" aku masih harus banyak belajar"
" kalau begitu ayo segera pergi dan belajar yang banyak.."
" aku akan benar-benar bekerja keras lho..jangan menangis jika aku benar-benar menyusul mu"
" aku menantikannya"
mereka akhirnya pergi untuk melanjutkan pekerjaan mereka, banyak yang harus mereka selesaikan..1 iklan bisa memakan waktu beberapa hari..jika terjadi kesalahan tentu akan semakin memakan waktu
Una duduk di bawah pohon, ini begitu nyaman .suasana danau yang sejuk dan juga udara yang tidak terlalu panas..dia hanya merasa lelah karena dia belum duduk sama sekali sedari tadi..
sebotol minuman kaleng dia teguk..
" ternyata kamu disini??" Alex menyapanya
Una yang sedang menikmati minumannya langsung terbangun
" mengagetkan saja"
" maaf..maaf..kenapa tidak gabung dengan yang lain saja..mereka sepertinya sedang makan siang"
" aku sedang tak ingin makan.."
" kenapa??apa kau sakit??"
" tidak..aku hanya tak ingin saja"
" kamu tidak diet kan??aku gak bisa bayangin jika kamu diet..bisa habis tu daging"
" aku bahkan tidak kepikiran untuk diet..aku berusaha keras menaikkan berat badan ku..bagaiman mungkin aku melakukan itu"
" lalu kenapa kamu tidak makan??"
" perut ku sudah sangat penuh..sedari tadi aku ngemil terus..si maliq itu..dia terus memaksaku untuk menemaninya makan.."
" sepertinya Maliq sangat menyukai mu..dia sangat peduli pada mu"
" sepertinya aku memang berbakat untuk di kasihani kan? mereka melihatku pasti seperti aku yang kurang makan, jadi mereka kasian dan terus memberi ku makanan" Una menunduk
" jangan pesimis dengan diri sendiri..banyak yang ingin punya badan seperti mu"
" padahal aku banyak makan lho..kenapa sulit sekali untuk menjadi gendut"
" bukan kah itu malah bagus..kebanyakan wanita sangat ketat soal makan karena berusaha untuk menjaga bentuk badannya..aku sangat tidak suka dengan wanita seperti itu"
" selera mu sangat tidak baik..mereka yang seperti itu pastilah orang nya cantik"
" pria punya pandangan lain..beberapa mungkin suka dengan perempuan bertubuh seksi, berisi, tapi buat ku..aku suka perempuan yang tidak jaim, di saat ingin makan mereka akn makan..apa saja..jadi saat aku juga ingin makan atau ingin memasak sesuatu untuknya..itu tak akan mengganggunya"
" mas Alex bisa masak??"
" kau meremehkan ku?? aku sangat jago masak..dulu aku pernah bekerja di dapur hotel..jadi urusan masak jangan diragukan lagi"
" kapan-kapan boleh dong aku coba di masakin"
" dengan senang hati"
" sebenarnya aku bukan tak ingin makan" Una mengatakannya dengan malu-malu
" terus??"
" aku hanya sudah makan duluan..hahaha" Una menunjukkan bekal nasi yang dia bawa..isinya sudah habis tak bersisa..
" kamu membawa dari rumah??"
" selain ngirit .aku bisa memakan makanan sesuai dengan selera ku..aku tidak terlalu suka makanan yang monoton.."
" jadi misteri kamu selalu menghilang saat makan siang itu adalah karena kamu makan sendiri??"
" betul sekali..hehe..aku lebih sering makan sendiri di atap kantor .bukan karena aku tak ingin kumpul-kumpul..hanya saja aku tak mau mengganggu kalian...di saat yang lain menikmati makanan mereka.."
" tak ku sangka kamu ternyata rajin juga.."
" sepertinya kamu juga pintar dalam memasak"
" kalau boleh jujur..sebenarnya aku payah dalam hal memasak..karena yang aku masak hanya lah masakan rumahan saja"
" justru itu yang enak..makanan rumahan..serasa seperti memakan masakan ibu..ayo lain kali kita bertukar makanan..aku akan masak buat mu dan kamu masak buatku"
" siaappp..."
" jangan kamu ceritakan apa yang kamu bicarakan pada ku kepada teman-teman wanita mu"
" kenapa gitu??"
" mereka akan menganggap kamu sedang pamer"
" aku membicarakan fakta lho.."
" justru karena itu..mereka mungkin berusaha keras untuk bisa makan sepertimu"
" aahh...aku tak tau ini anugrah atau kah kutukan..bagi ku benar-benar sulit untuk menaikkan berat badan, sekali ya naik cuma sekilo..giliran turun langsung 3 kilo" Una terlihat frustasi dengan masalahnya sendiri
" hahaha..kamu lucu sekali.."
mereka berdua menikmati suasana yang sedang hangat ini..sesekali Alex melirik ke arah Una..gadis ini memang berbeda dari yang lain..
mereka hendak kembali ke kantor..untuk hari cukup sampai di sini
" kak un!" Maliq memanggil una
" kenap kamu kesini??bukan kah mobil mu di sana??"
" aku sengaja kesini untuk ikut dengan kalian"
" heee??! tapi kenapa??"
" aku sedang menghindari wartawan..mereka tak akan mengira aku ada di sini kan?"
" kenapa harus menghindar??ini kesempatan bagus buat mu..lagian itu bukanlah soal skandal"
" aku sedang sangat lelah..aku butuh waktu untuk istirahat sebentar saja..aku akan masuk"
Maliq langsung menyerobot masuk ke mobil
" kalian jangan hiraukan aku..aku akan tidur..anggap aku tak ada saja..jadi kalian silahkan lakukan apa saja .jangan pedulikan aku"
bagaimana bisa tidak mempedulikannya sementara dia menguasai isi mobil
__ADS_1
sudah sampai di kantor, dan Maliq masih lelap dengan tidurnya
" biarkan saja dia dulu..sepertinya dia sangat kelelahan" kata Alex
" aku akn menungguinya sebentar" kata Una
"iya..sebaiknya kamu berada di mobil dulu"
Una melihat wajah Maliq..sudah tidak seperti waktu itu..sepertinya apa yang dia katakan waktu itu dengan Regan menjadi sebuah pertimbangan untuknya..wajah bersih dan juga manis..wajah selera anak muda jaman sekarang..dia tidur lelap seperti bayi..
Una membuka matanya, sepertinya dia pun ikut tertidur..dia kaget saat melihat Maliq sudah terbangun lebih dulu dan terus melihat nya..Una menutup wajah nya
" kamu sudah bangun??sepertinya aku pun ketiduran..kenapa tak membangunkan ku??"
" aku tak tega melihat nya..kakak terlihat begitu lelah.."
" kamu sudah lebih baik??"
" begitulah.."
" ayo keluar dan ku antar kamu pulang"
" kamu benar akan mengantarku pulang??"
" tentu saja..meski aku bukan bagian dari agensi mu tapi sekarang kamu bekerja untuk kami..aku akn bertanggung jawab untuk keselamatanmu"
" kamu antar aku dengan apa??"
" aahh..itu..aku akan pinjam mobil yang lain"
" kamu bisa nyetir??"
" kamu meragukan ku??aku jago tau...ayo kita masuk dulu ke dalam"
mereka pun masuk ke kantor terlebih dahulu, tentu Una harus meminta ijin pada siapa dia akn meminjam mobilnya
saat perjalanan menuju ruangan, mereka bertemu dengan Maya
Maya memang sangatlah cantik, bentuk badannya bagus idaman para lelaki..tinggi semampai, kulit putih bibir seksi
Una melihatnya seperti tak berkedip, wajar jika dia adalah idola i kantor ini,,Una yang melihatnya saja terpesona
Una menatap dirinya di kaca, tubuh krempeng dan juga pendek ini..sangat tidak bisa di bandingkan dengan Maya..jika saat ini dia bisa baik dengan para pria-pria itu..itu adalah anugrah besar
Maya tersenyum padanya..uan pun membalasnya
" apa dia tersenyum padaku?" Una membatin
Una pergi ke tempat parkir, dia sedang mencari Diman mobil Alex
" hai Una"
Una menoleh..
sang Dewi sedang menuju ke arahnya
" mau kemana?"
" aku akan mengantar Maliq pulang..sedang mencari mobil mas Alex.."
" itu di sana" Maya menunjuk ke sebelah kanan
" ah iya .terimakasih "
" sepertinya kalian sangat dekat ya?"
" iya??"
" kamu sama Alex"
" kami dekat dengan semuanya"
" kami sangat dekat satu sama lain" Una mengatakannya sambil tersenyum
" jangan terpancing dengan cara mereka memperlakukan mu.."
Una tidak mengerti maksud Maya apa mengatakan itu
" duluan ya" uan memutuskan untuk segera pergi..sepertinya obrolan antara dia dan Maya akan berjalan tidak baik jika di teruskan
Una menghampiri Maliq yang menunggunya di depan
" kak un..aku percayakan hidup ku pada mu"
" waahh..kamu sepertinya meremehkan ku..aku sudah mahir lho"
" aku akan mencoba percaya itu"
" jika kamu takut..maka tidur saja..aku akan mengantar mu sampai depan rumah dengan selamat"
" jangan bawa aku ke rumah ku"
" lalu kemana??"
" ke rumah mu saja"
" heeee??!"
Una tiba-tiba menghentikan laju mobil, mengerem mendadak membuat Maliq terdorong ke depan
" apa maksud mu ke rumah ku??"
" aku sedang tak ingin pulang.."
Una mengambil ponselnya..
" mau ngapain??"
" aku akan menelepon manager mu..aaahh..atau aku telpon mas Regan aja"
" jangan kak..mereka akn memarahi ku"
" kalau begitu pulang ke rumah mu dan istirahat saja"
" aku cuma ingin berdua saja dengan mu"
" kita sudah melakukannya sedari tadi"
" ayo lah kak" Maliq merengek
" apa yang akan kamu lakukan setelah di rumah ku??"
" aku dengar rumah mu sangat nyaman, mereka bilang kamu suka memasak makanan enak jika ada yang datang..aku pun juga ingin merasakan makanan mu, aku penasaran senyaman apa rumah mu sampai mereka memuji nya seperti itu"
" kamu dengar dari mana seperti itu??"
" beberapa teman mu bercerita pada ku"
" kamu akan tau sendiri seperti apa hancurnya rumah ku"
" sekali ini saja ya"
" sekali saja ya??"
" iya"
Una pun akhirnya mengabulkan permintaan Maliq
saat mereka sampai, Maliq tak henti-hentinya mengagumi apa yang ada di rumah Una
__ADS_1
" mereka ternyata tidak bohong..rumah mu benar-benar terasa nyaman sekali..dari mana kamu dapat semua tanaman ini??"
rumah Una memang banyak sekali tanaman..tepat nya Una menyewa sebuah rumah dengan lahan yang lumayan luas di depannya..Una memanfaatkan lahan itu untuk menanam banyak sayur-sayuran, sehingga dia bisa memasaknya tanpa harus membelinya..
" kamu mau ku masakin apa??"
" apa saja..selama itu masakan mu, aku akn memakannya"
" aku suka makan sayuran..kamu suka tidak??"
" tentu saja..."
" tunggulah di sini dan nikmati apapun..aku akan segera menyiapkan makan malam"
" kamu gak kembali ke kantor kan??"
" tidak..aku bilang kalau aku harus mengurusi mu..jadi mereka meminta ku untuk langsung pulang saja"
" okeyy.."
saat Una mulai sibuk menyiapkan makan malam, Maliq banyak mengambil gambar..dan kemudian dia upload di media sosialnya...
Regan melihatnya..
" sedang dimana dia??"
Regan berada di jalan bersama Zein..dia baru saja menyelesaikan pekerjaan nya
" aku tak pernah melihat dia punya teman sedekat ini"
" apa??"
" Maliq"
" kenapa dia??"
" dia meng upload sebuah Poto sepertinya itu sebuah rumah, hanya saja banyak terdapat tanaman di sana..di terlihat bahagia sekali"
" apa menurut mu dia sedang jatuh cinta??"
" jatuh cinta??"
" re..jujur saja..aku sebenarnya kurang setuju dengan mu waktu itu..tapi karena kamu bilang tak ingin menjadikan artis mu seperti dirimu..maka aku berusaha mengerti itu..tapi apa dengan membiarkan mereka sesukanya itu akan baik??"
" aku percaya dengan mereka bang..mereka tidak akan membuat kecewa aku"
" kenapa kamu tiba-tiba ingin membuat mereka seperti itu??"
" aku hanya berusaha menjadi bos yang baik..selama ini aku tak tau kalau artis ku mungkin saja bisa depresi dengan cara kita"
" mereka memang harus bekerja..jika mereka tak bisa menjaga diri, itu akan sangat merugikan kita nantinya"
" ini bukan hanya tentang rugi atau tidaknya bang..aku sangat paham bagaiman di posisi itu..saat tau Maliq menangis karena dia merasa terkekang..aku merasa kalau aku adalah bos yang gagal"
" dia melakukan itu??"
Regan mengangguk
" darimana kamu tau itu??"
" Una menceritakannya pada ku..dia banyak bicara padaku dan akhirnya aku sadar kalau aku memang harus lebih banyak berubah"
Zein terdiam, mendengar apa yang sudah Regan katakan..dia tak mau melanjutkan lagi..
Maliq makan dengan lahap, dia sangat menyukai masakan Una
" waahh..ini luar biasa"
" kamu suka??"
" ya..aku sangat jarang makan makanan rumahan seperti ini..ini membuat ku sangat rindu dengan ibu ku"
" kalau begitu makan yang banyak.."
Una keluar sebentar, dia menelpon Regan
" bisakah nanti kamu jemput Maliq??"
" dia bersama mu??"
" dia di rumah ku sekarang..aku sudah menghubungi managernya tapi tidak juga di angkat..aku takut akan menjadi berita tidak baik jika dia pulang bersama ku..tak ada pilihan lain selain menghubungi mu"
" aku akan kesana..kirim lokasi nya pada ku"
Regan membuka ponselnya dan melihat lokasi yang di kirim kan Una
" siapa??"
" Una"
" kenapa dia menelpon??dan siapa yang harus di jemput??"
" Maliq sedang di rumah nya sekaran..dia minta aku untuk menjemputnya"
" ayo kita kesana bersama..aku juga ingin bertemu dengan Una..sudah lama sekali aku tidak menemui nya"
mereka melaju menuju rumah Una...
" lho...kok kalian bisa kesini??" Maliq kaget saat melihat Regan dan Zein datang
" aku yang meminta datang" Una menimpali " kak Zein"
" hai Una..apa kabar??"
" baik kak..ya tuhan lama ya gak ketemu"
Zein tersenyum
" apa kalian juga saling kenal??"
" tentu saja..dia dulu juga bekerja untuk Regan.."
" oh ya..pantas saja kak Una terlihat berbeda dengan yang lain..sepertinya karena terbiasa menangani artis ya"
" enggak juga Maliq...."
" tapi bukan kah ini menyakitkan..kenapa kamu meminta mereka datang??kenapa bukan kak Una saja yang mengantarku??"
" kamu mau artikel buruk muncul tentang mu?? aku sudah trauma dengan itu..jadi aku tak mau itu juga terjadi padamu..lagian kamu tanggung jawab mereka"
" waahhh..kamu Menag jago menyakiti hati orang..jujur mu itu lho"
" kalian mau makan juga??"
" tidak..kami baru saja makan malam tadi sebelum kesini"
" ngomong-ngomong tempat ini boleh juga..dari mana kamu dapat ide untuk menanam sayuran seperti ini"
" itu karena aku kepepet untuk berhemat..hahaha"
mereka saling bercengkrama..sudah larut, Regan mengajak Maliq untuk pulang..
saat Regan dan Maliq turun, Zein sengaja keluar paling belakang
" Una.."
Una menoleh
" tolong untuk tidak mencampuri apapun yang ada dalam hidup Regan, termasuk urusan pekerjaan dan juga agensi.."
__ADS_1
meski hanya sedikit ucapan, tapi itu sudah cukup untuk membuat Una merasa kalau dia tidak diperbolehkan mencampuri urusan mereka...Una terdiam, dia menahan diri untuk tidak terpancing dengan apa yang Zein ucapkan..Zein yang sekarang terlihat lebih menyeramkan, dia mengatakan itu tanpa basi basi dan langsung pergi...Una bermaksud baik untuk semuanya, tapi sepertinya bagi Zein itu adalah pilihan yang buruk...