
Regan melihat Una yang sedang menangis dari atas, di luar jendela tampak awan yang sedikit mendung seperti mengerti suasana hati Una yang sedikit suram..
Una duduk sendiri, menyeka air mata yang terus keluar tanpa henti..entah apa yang merasuki nya saat ini sampai dia menangis seperti itu..meski Una sadar kalau apa yang di ucapkan Regan adalah hak nya, dan kenyataaan kalau saat ini mereka hanya sepasang kekasih pura-pura, tapi mendengar ucapan Regan Una merasa itu sangat menyakitkan..dia merasa dirinya sudah di tolak bahkan sebelum Una mengembangkan perasaan..
sementara di dalam kantor beberapa orang mulai mempertanyakan kebenaran hubungan Regan dan Una,,meski mereka tampak baik-baik saja tapi tak jarang Regan membuat Una seperti sangat tertekan..bahkan tidak sedikit yang diam-diam menggunjing tentang mereka..
bahkan hal tersebut pun sudah sampai ke tinga mbak defi
" apa sebenarnya yang terjadi antara Una dan Regan??"tanya Mbak defi
" apa giman maksudnya mbak?" tanya Zein balik seolah tak mengerti maksud mbak defi..Zein memang harus menyembunyikan fakta kalau itu hanya pura-pura..rahasia ini hanya mereka bertiga yang tau
" banyak desas desus tentang mereka berdua..akupun merasa aneh lho Zein" ucap mbak defi sambil mengelus dagunya
" aneh gimana mbak??menurutku biasa aja sih..layaknya anak muda yang lagi kasmaran.hehehe"
" apa kamu gak penasaran kenapa Regan tiba-tiba berubah begitu..kamu tau sendiri selama ini dia bahkan gak mau lho ngurusi cinta-cintaan gitu..selebritis wanita yang cantik-cantik aja dia tolak"
" bisa jadi Una keunikan tersendiri mbak Dimata Regan..namanya juga hati..bisa aja kan tertambat ke siapa aja, hehehe"
"iya juga sih..sejauh ini cuma Una yang bisa naklukin dan bertahan dari Omelan Regan"
" nah itu juga salah satunya mbak.."
sesaat kemudian Regan masuk
" kamu disini bang??"Regan duduk
" dia ngambek??" tanya Zein berbisik
"seperti nya begitu bang..salah paham dia kayaknya"
" dia mendengar obrolan kita ya??"
Regan mengangguk " dia hanya mendengar bagian aku menjelekkannya saja..padahal tidak seperti itu yang ku pikirkan" ucap Regan terlihat lesu
mbak defi meneliti wajah Regan " kalian bertengkar??"
Regan mendongak dan tersenyum lemas
" cepat-cepat minta maaf..wanita memang seperti..susah di mengerti, tapi kalau kamu bisa ngertiin dengan benar..dia pasti bakalan ngikuti kemanapun kamu pergi,,,yakin deh"
" mbak defi gitu juga dong" celetuk Zein sambil tertawa
" bisa juga begitu" mbak defi balik tertawa
__ADS_1
Una menunggu pintu lift terbuka, terlihat lift sedang turun, ketika pintu mulai terbuka ternyata di dalam ada Zein dan Regan..Una sejenak terdiam, masuk atau tidak?? mata mereka saling menatap..saling tertegun seolah saling bicara..
" mau masuk?" tanya Zein sambil menghalangi pintu biar gak ketutup
" aku nunggu lift satunya aja kak..masih mau ke depan sebentar..silahkan di lanjut" ucap Una sembari beranjak pergi..dia berusaha kabur, seperti tak ingin bertemu Regan sementara waktu dulu..tapi sepertinya tidak dengan Regan..dia merasa bahwa ini harus segera di selesaikan.
Regan meraih tangan Una, menyeret Una kembali masuk ke dalam lift
" bang..Abang keluar dulu ya, aku butuh bicara sama Una" ucap Regan kepada Zein
" okeh" buru-buru Zein keluar lift dan meninggalkan mereka berdua
Regan menekan tombol 12 yang artinya lantai paling atas, sesampainya di atas mereka keluar dan menuju atap gedung, Regan clingak clinguk memeriksa sekitar takut jika ada orang..tangannya masih mencengkeram tangan Una dengan kencang..Una merintih " sakitt" ucap Una sambil meringis menahan sakit
Regan melepaskan genggamannya, dia berbalik berusaha meredam amarah nya..Una diam berdiri
" masih mau menghindar lagi??" tanya Regan
Una terdiam
" aku tau aku keterlaluan..aku minta maaf..tapi bisakah kamu mendengar penjelasan ku dulu" Regan menatap Una yang masih terdiam
" mau jelasin apa mas?? gak ada yang perlu di jelasin kok..aku aja yang gak sadar diri"
" kalau seperti itu kenapa terus menghindari ku?? kita ini partner lho..jangan lupa kamu masih asisten ku..dan orang lihat nya kita pasangan...tidak bisakah kamu berpikir ini akan menghancurkan rencana kita"
" aku malu mas"
Regan terdiam..dia tak habis pikir dengan pikiran Una
" aku malu..karena aku lebih terlihat bodoh saat ini di depan mas Regan..aku gak marah dengan ucapan mas Regan, aku sadar memang begitulah aku, aku hanya malu dengan sikapku sendiri yang terlalu masuk dalam drama kita" Una terdiam sambil sesenggukan, menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya " harusnya aku sadar, setiap apa yang mas lakuin ke aku itu tidak nyata, siapa memang nya aku??aku bukan orang istimewa tapi pura-pura jadi istimewa, hanya karena mas mulai bersikap baik, aku jadi serakah dan berharap itu benar"
Regan melihat Una dengan tatapan yang kuat,
" kamu istimewa Una..bagi ku kamu istimewa..jika apa yang kamu dengar aku menjelekkan mu, percayalah kamu belum mendengar semuanya" Regan berusaha menjelaskan
Una mendongak melihat ke arah Regan
" meski ku akui sih kamu itu pendek, gak cantik juga, ceroboh, tapi kamu punya sisi unik yang bisa buat aku berpikir kamu cocok untuk peran ini..itulah kenapa aku memilihmu"
" untuk menjadi pacar pura-puramu?"
" tentu saja..gak ada yang lebih cocok selain kamu"
Una terlihat sangat kecewa dengan penjelasan Regan, jadi seperti itu pandangan Regan terhadapnya..tentu saja, dia hanyalah orang yang di bayar untuk ber acting, memang apa yang di harapkan Una?? ingin lebih pun itu tak pantas..
__ADS_1
Una berjalan pelan, entah kenapa tidak ada kelegaan sama sekali di hati Una, yang ada semakin kesal dan jengkel..
" Una..Una.." panggil Regan " maafkan aku dan ayo kembali seperti awal"
Una berbalik, dia terlihat jadi semakin marah, kenapa pria ini bahkan tak bisa menenangkannya, jika dia tak bisa berkata lebih baik..lebih baik dia diam, dari pada berusaha menjelaskan rapi justru membuat Una semakin sakit..Una berjalan mendekat ke arah Regan, Regan tersenyum begitu manis berharap Una akan kembali baik
" jangan tersenyum!!" bentak Una
Regan kaget kenapa Una malah melarangnya tersenyum
" jangan pernah tersenyum seperti itu di depanku!"
" tapi kenapa?" tanya Regan tak mengerti
" berhenti membuat hati ku berdebar dengan senyuman itu, berhenti bersikap baik jika itu hanya untuk membuatku berhalu..jadilah Regan yang dulu suka marah,suka membentak dan membully ku..jadilah seperti itu saja"
Regan semakin tidak mengerti dengan semua ucapan Una
" orang akan berpikir kita palsu"
" persetan dengan omongan orang..bilang aja kita putus"
" kau pikir semudah itu??kenapa kau malah jadi egois begini sih un??"
" iya aku egois. aku yang paling egois..aku benci kamu tersenyum pada ku, aku benci kamu baik pada ku..aku bahkan tak suka pernah mengijinkan mu ikut berkunjung kerumah ibuku" Una menutup wajahnya dengan tangan dan langsung terduduk di lantai
" kenapa tidak ilang dari awal kalau kau tak ingin aku mengikutimu??"
" jika aku benar ngomong, apa kamu bakalan mengijinkan?? aku bahkan hidup seperti seorang yang di sekap" ucap Una lirih
" di sekap katamu??" Regan seperti tak percaya mendengar ucapan Una
" aku ingin bisa seperti dulu, pergi kemana yang aku mau, makan apapun yang kamu mau, bahkan aku tak bisa berkencan dan mengejar orang yang ku suka karena mu, tidak bisakah kita melakukan semuanya dengan biasa seperti katamu, tanpa membuatku berpikir lebih" tangis Una memecah
" ooohhh jadi karena kamu gak bisa dekat lagi sama laki-laki gebetan mu itu lantas kamu jadi meluapkannya sekarang??"
Regan memukul-mukul dadanya, terasa sesak..antara ingin marah tapi juga lucu..dari semua ucapan Una, Regan justru hanya fokus ketika Una bilang tak bisa berkencan, yang awalnya melunak dan ingin mendengarkan, malah berubah jadi lebih emosi.
Regan pun langsung bergegas pergi meninggalkan Una " gak ada ngomong sama kamu sekarang" ucap Regan
Una masih terduduk sambil menangis" berhenti bersikap baik, jangan membuatku terhanyut terlalu dalam" bisik Una
haruskan Una berhenti sekarang dan mengembalikan uang regan..lebih baik Una hidup biasa tapi tidak tertekan seperti sekarang, semakin hari yang ada hanya sikap saling debat..
Una sudah memutuskan..jika dia ingin bebas maka satu-satunya cara adalah harus pergi..dia takut hati nya terlanjur menyimpan perasaan dalam ke Regan..sebelum dia benar-benar tak bisa pergi..biarlah dia yang pergi lebih dulu...
__ADS_1