Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 61 : masih ( menunggu )


__ADS_3

dia masih muda, masa depan masih sangat cerah, banyak yang mengaguminya..dia yang terlihat begitu ceria, ternyata menyimpan rasa sakit dan kesepian yang sangat dalam..seperti itulah kebanyakan kehidupan artis..


memikirkan Maliq membuat Una tidak bisa tidur, dia merasa kasian,,bukankah seharusnya sebagai bos Regan gak memperlakukan artisnya seperti itu, dia sendiri juga pernah berada di posisi seperti Maliq, merasa sendiri dan tak bisa berbuat seperti apa yang dia mau..dan sekarang dia memperlakukan artisnya seperti dia dulu, apakah Regan memang seperti ini..


terlintas pikiran menyesal karena ternyata Regan seperti itu, tapi una pun penasaran apakah memang seperti itu??atau adakah orang lain yang berperan dalam kondisi itu...


Una membuka ponselnya..dia berpikir ingin bertemu dengan Regan, tapi apakah ini akan berhasil, Una takut Regan justru akan salah paham dengan maksud nya..


Una mengurungkan niatnya, tapi seperti sebuah telepati, Regan justru menelponnya lebih dulu


" hallo"


"sedang apa?"


" hanya di rumah"


" bisa kita ketemu?"


" buat??"


" ada yang harus aku katakan padamu"


" aku juga ada yang akan ku katakan..."


" aku akan ke tempatmu, katakan dimana sekarang kamu tinggal?"


" tidak..kita ketemu di luar saja.."


" baiklah mau dimana?"


sepertinya Una tak bisa tinggal diam, entah ini akan benar atau tidak, dia harus mengatakan kepada Regan tentang apa yang sudah Maliq alami


mereka bertemu di sebuah cafe..seperti biasa, Regan tak bisa.leluasa untuk berada di luar..


" aku tau mas Regan tidak nyaman berada di luar, jadi kita perangkat saja..apa yang akan kamu katakan??"


" mengenai waktu itu.."


" kapan??"


" yang kita ketemu di restoran steik"


" owh..kenapa ?"


" aku harap kamu gak salah paham dengan apa yang sudah kamu lihat"


waktu itu setelah Una, Alex dan Edo selesai menonton pameran potograpi, dan saat mereka makan di restoran steik, Una tanpa sengaja bertemu dengan Regan yang sedang bersama dengan seorang gadis..tak di pungkiri kalau Una merasa cemburu saat melihat mereka, tapi Una berusaha untuk tetap biasa saja..


" tentu saja..itu tak ada hubungannya dengan ku..mas Regan tenang saja, tak ada pikiran apapun lagi..meskipun mas Regan dengan siapapun sekarang bagi ku itu bukan hal yang mengganggu lagi"


mendengar ucapan Una, sepertinya Regan kecewa..


" meski begitu aku pikir kamu harus tau juga..aku bukan seperti yang kamu pikirkan..aku dan wanita itu..."


ponsel Regan berdering, sejenak dia berhenti berbicara, Regan mematikan panggilan itu


" tak ada yang aku pikirkan mas..jika mas Regan berpikir aku masih menyimpan rasa..itu salah..aku sudah tidak peduli lagi dengan siapa mas Regan berkencan"


" maksud ku bukan begitu..hanya saja jangan sampai kamu jadi salah paham dengan apa yang kamu lihat..karena wanita itu sebenarnya.."


berkali-kali ponsel Regan berdering


" angkat saja .seperti ya itu penting"


Regan akhirnya mengangkatnya..


" ada apa??


kenapa harus ijin??kamu bisa masuk tanpa harus ijin pada ku .biasanya kamu juga seperti itu kan??


aku sedang di luar..jangan menunggu ku dan langsung istirahat saja"


Regan menutup telponnya, terdengar jelas itu suara wanita, Una tampak kesal saat mendengarnya

__ADS_1


" kalian bahkan sudah tinggal bersama??"


" aahh..ku pikir itu bukan urusan mu kan??"


" tentu saja..aku hanya penasaran saja"


Una terdiam, dia merasa kesal dengan jawaban Regan


" katanya kamu juga mau mengatakan sesuatu. tentang apa??"


Una ingat kalau dia kan mengatakan tentang Maliq


" bagaimana cara agensi mu memperlakukan artis mu??"


" apa maksud mu??"


" maksud ku..apa kah memang semua artis yang di agensi mu selalu mendapatkan tekanan??"


" tekanan bagaimana maksudmu??"


" apa mas Regan pernah berpikir tentang bagaimana menjadi dekat dengan artis atau pun karyawan mu??"


" aku tidak terlalu dekat dengan mereka, aku juga punya kesibukan..semua tanggung jawab bang Zein yang urus"


" karena itu cobalah sekali saja kamu melihat seperti apa kondisi dan keinginan dari artis mu..jangan Sampai suatu saat kamu menyesal karena tak dapat menyelamatkan pikiran dan hidup mereka"


" apa terjadi sesuatu pada Maliq??"


" bagaimana mas Regan berpikir kalau aku berbicara tentang Maliq??"


" hanya Maliq yang saat ini dekat dengan mu..apa terjadi sesuatu dengannya??"


" jika aku mengatakannya apa kamu akn peduli??"


" katakan saja..aku tidak pernah tau apa yang terjadi pada mereka , aku pikir mereka terlihat ceria dan baik-baik saja"


" itulah pentingnya pendekatan..sesibuk apapun kamu, kamu adalah bos nya..cobalah untuk lebih dekat dan mengerti apa keinginan bawahan mu. terutama artis-artis mu..mereka juga butuh perhatian agar tak kesepian..seperti halnya mas Regan, juga butuh meluangkan waktu agar tak stres kan..mereka pun juga begitu..jangan hanya menunduk kewajiban mereka , tapi berikan lah hak mereka juga"


" apa kah Maliq baik-baik saja??"


" aku benar-benar tak tau apapun un..saat kamu mengatakan ini, tentu ini sangat penting bagi ku..jika memang artis ku mengalami hal yang tidak baik, tentu aku harus bertanggung jawab untuk itu"


" ya..itu memang tanggung jawab mu, jika mas Regan memang masih fokus dengan dunia keartisan, setidaknya luangkan waktu untuk bercengkrama dengan mereka, tanyakan apa keinginan mereka, berikan mereka hak yang layak..jangan hanya memeras daging nya saja"


sepertinya Regan benar- benar tidak tau dengan apa yang terjadi pada Maliq, selama ini dia melihat Maliq baik-baik saja dan tak pernah mengeluh..tidak..dia melihat semua artisnya baik-baik saja..jika benar seperti apa yang di katakan Una, berarti ada kesalahan dalam agensinya..selam ini tak ada laporan apapun juga padanya


" lalu bagaimana pendapat mu tentang ini??"


" bukankah seharusnya mas Regan lebih tau??mereka karyawan mu.."


" aku hanya tidak mengerti dan tidak tau harus memulai dari mana"


" ajak mereka bicara..sesekali ajak mereka ngobrol dari hati ke hati..mungkin ini akan menyita waktu mu..tapi dengan begitu, mereka akn merasa kalau mereka itu diperhatikan, tanyakan apa mau mereka, tunjukkan pada mereka kalau kamu itu adalah bos yang baik"


Rega menunduk, selama ini dia menyerahkan penuh manajemen agensi kepada Zein, dia tidak tau menahu dengan apa yang terjadi di dalam, dan orang- orang yang bekerja pun terlihat baik- baik saja


" aku mengerti..aku akan berusaha untuk merubah semuanya.."


" maaf jika aku salah, tapi cobalah untuk lebih mengerti orang lain, jangan hanya mencari kesenangan sendiri.."


" aku tidak seperti itu .aku pun memikirkan mereka"


" tapi mereka tidak merasakan itu..kenapa mas Regan masih juga tak bisa peka dengan orang lain?? sifat yang seperti itu hanya akan membuat pasangan mu pergi"


" apa kamu pergi dariku karena aku dulu seperti itu??"


" kenapa mengungkit hal yang sudah lalu??"


" hanya saja kamu mengatakan kalau aku yang seperti ini akan membuat orang yang beramal ku tidak betah..aku pikir kamu juga begitu"


" kita sedang berbicara tentang Maliq..jadi jangan mengarah kepada yang lain-lain"


" terimakasih karena sudah banyak memberitahukan ku tentang artis ku..setidak nya aku tau bagaimana aku akan bertindak ke depannya...tapi..kamu benar-benar tidak sedang berkencan dengan Maliq kan??"

__ADS_1


" apa maksud mu berkencan??"


" kalian begitu dekat.."


" aku dekat dengan siapapun..aku tau diri, mana mungkin aku yang seperti ini berkencan dengan artis muda bersinar seperti Maliq"


" tak ada yang tak mungkin .kamu punya bakat di cintai..siapapun yang bersama mu akan merasa nyaman..dan sepertinya Maliq merasakan itu"


" aku anggap itu pujian..Maliq sudah seperti adik buat ku..meski kami belum lama kenal, tapi dia orang baik"


" dia sepupu ku"


" siapa?"


" gadis yang bersama ku di restoran..dan juga yang sedang tinggal di rumah ku sekarang..aahh..dia cuma numpang saja malam ini"


Una merasa sedikit senang mendengar penjelasan Regan, ujung bibirnya terangkat pertanda dia puas


" kenapa harus menjelaskan pada ku.."


" aku takut kamu penasaran"


" aku tak penasaran sama sekali..seperti yang aku bilang tadi..aku tak peduli dengan siapa mas Regan berkencan ataupun dekat"


" sayang nya aku belum bisa berhenti memikirkan mu"


mendengar itu Una jadi merasa begitu bersalah, dia yang meninggalkan Regan disaat Regan sedang sayang-sayang nya, di saat dia baru bangkit dari hilang ingatannya..waktu itu dia mengatakan akan selalu siap menerima Una kapanpun Una akan kembali..


" jangan mengharapkan ku terlalu dalam..aku sudah pernah mengatakan itu padamu"


" aku bilang akan menunggu mu..saat aku tak yakin apa kita akan bertemu lagi..tapi takdir sepertinya memang ingin kita bersama"


" ayo kita berpisah di sini saja..sepertinya kita tidak bisa melanjutkan obrolan ini"


Regan memegang tangan Una yang hendak pergi


" aku minta maaf jika ini tidak nyaman buat mu..aku tak akan mengungkitnya lagi jika kamu tak ingin..tapi kali ini bantu aku sekali lagi, untuk bisa menjadikan orang lain lebih percaya padaku"


Una menghela nafas panjang, saat ini dia masih memikirkan tangisan Maliq tadi, tak ada pilihan lain selain setuju untuk bekerjasama dengan Regan


" aku akan membantu mu. tapi berjanjilah ini hanya sekedar untuk Maliq..aku mau melakukannya bukan untuk dekat dengan mu lagi"


" aku tau kamu peduli dengan Maliq..aku berterimakasih"


pertemuan dengan Regan kali ini menyisakan sebuah kenangan, bukan hanya kenangan untuk hari ini, tapi kenangan dulu yang sangat ingin Una lupakan justru sekarang jadi teringat lagi..ada yang tak beres dengan kondisi dalam agensi nya..


" jangan hanya menunduk..kamu bisa menabrak yang ada di depan mu"


Una mendongak, dia melihat pria yang sedang berdiri di depannya


" mas aji"


" dari mana saja kamu selarut ini??aku menelpon mu berulang kali tapi tak di angkat"


Una melihat ponsel di dalam tas nya


" maaffff...aku silent dan ku taruh tas..jadi gak tau kalau ada telpon"


Una cengengesan


" kenapa mas aji kesini??"


" hanya mampir saja .kebetulan aku lewat dan melihat lampu rumah mu masih menyala..ku pikir kamu di dalam"


" aku pergi ketemu teman tadi..mau masuk??"


" bolehkah??"


Una hendak membawa aji masuk ke rumah nya


" pak aji??Una??"


"owh..pak Leo??"

__ADS_1


Una, aji dan Leo..tanpa sengaja mereka bertemu..pertemuan yang membuat ketiga nya saling bertanya-tanya .ini kebetulan kah???


__ADS_2