Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 15 : seindah mawar merah


__ADS_3

Una menutup mulutnya..seakan tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat saat ini


"mas Regan?"


" hallo..nona pahlawan" ucap Regan sumringah


" lho kalian udah saling kenal?" tanya dokter Rizwan


Regan tersenyum


Una merasa seperti ini mimpi, takdir apa ini? seseorang yang tak terduga ada di hadapannya, yang dia lupakan padahal sangat mengharapkannya..


" bagaimana bisa?" ucap Una masih belum bisa yakin


"apanya yang gak bisa..kita masih tinggal di bumi yang sama, tentu semua bisa saja terjadi..termasuk takdir kita" ucap Regan" terimakasih karena sudah jadi pahlawanku" ucapnya lagi sembari menatap Una dengan penuh kehangatan


" kenapa gak ada pembicaraan apapun jika memang kamu sudah tau?"


" aku sudah banyak memberi isyarat pada mu..sepertinya kamu tidak bisa memahami maksud ku..atau kamu memang sudah tak ingin mengingatnya"


" isyarat??"


" emm" Regan mengangguk " saat di rumah ibu mu, saat aku menangis waktu itu..bahkan saat kau bercerita tentang dirimu jadi pahlawan..aku berharap saat itu kamu bisa mengingat ku..tapi ternyata kamu justru tak ingat apapun..hanya sebatas ingat bahwa kau seorang pahlawan" ucap Regan lirih sambil menunduk


" maafkan aku..aku tidak bermaksud melupakan..hanya saja waktu itu wajah dan badan mu berlumuran darah, aku benar-benar tak mengenali mu"


" kau bahkan tak melihat atau ingin tau keadaan ku selanjutnya"


" bukan begitu..saat itu harus cepat-cepat pergi karena harus bekerja..kau tau..hidup ku bukan seperti harus menyepelekan pekerjaan yang aku jalani, aku harus bisa bertahan untuk mendapat uang..aku pikir kau sudah di tangani, jadi aku langsung pergi"


" bagaimana bisa sampai saat ini kau bahkan tak berubah..tetap saja kisahmu penuh kesedihan"


" kau mengejek ku??"ucap Una mendelik


" bukan..maksud ku..hanya saja.."


" hanya saja apa?!" Una menyela


" sudahlah..lupakan itu..yang penting sekarang kita sudah sama- sama tau..mulai sekarang jangan melupakan apapun lagi..tetap di samping ku..tugas ku sekarang yang melindungi mu"


mendengar ucapan Regan, Una sedikit bingung..kenapa dia harus melindungi nya


" kau tak perlu lakukan itu,,cukup pekerjakan aku dan gaji aku..hehehe"


" apa uang begitu penting bagi mu?"


" uang segalanya bagi ku..aku bukan seperti mu yang bisa punya segalanya..aku harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup"


" akupun juga bekerja keras"


" iya tau..tapi level kita berbeda.." ucap Una lirih


mereka terlihat bahagia bersama, mereka kembali ke rumah..regang nge drop Una di depan rumah, lalu berniat pergi lagi..


" masuklah duluan..ada hal penting yang harus ku kerjakan"


" apa aku harus ikut saja??"


" tidak usah ini tidak lama .kamu istirahat saja"


Una mengangguk " baiklah kalau begitu"


Una bergegas masuk..pikirannya masih tetap tidak percaya..sejak kapan Regan tau itu dia??


klunting..ada pesan masuk


" lama tidak bertemu..gimana kabar mu Una??"pesan dari aji


benar..aji..dia begitu sibuk dengan Regan, sehingga lupa dengan aji..


" baik kak..wah tumben ini Aru kedengeran kabarnya😁"


" kamu yang terlalu sibuk..aku takut ganggu😁"


" denger-denger kemarin gak di indo lagi??"


" iya..tapi sekarang udah balik indo lagi..ketemuan yuk..kangen nih pengen ngobrol banyak"


" kayak nya gak bisa sekarang deh kak..aku baru sampe rumah ini..capek banget"


" ini akhir pekan..kamu masih kerja??"


" enggak sih..tadi habis ada acara"


" kapan kira-kira nih??"


" nanti ku kabari lagi ya kak"


" oke lah..aku tunggu ya😊"


aji..pria ini dari dulu yang selalu di incar Una, meski sudah jadi sepihak yang begitu lama..tapi setelah ada Regan, perlahan Una jadi melupakan aji..

__ADS_1


sudah larut, Una keluar rumah dan melihat ke jalan, tak ada tanda-tanda Regan muncul..dia bilang cuma sebentar..


setelah beberapa saat terdengar suara mobil..itu Regan..Una buru-buru bukain pintu..Regan yang hendak keluar mobil kaget karena sudah larut tapi Una masih di luar..


" kenapa masih di luar??nungguin aku?"


" enggak lah..lagi nyari angin aja..lagian juga tadi niatan udah mau masuk, sekalian ku bukain"


Una ngeles..Regan yang mendengarnya tersenyum..


" sudah makan??"


" udah"


" syukurlah..maaf ya tadi gak ngabari..rencana cuma sebentar, tapi ternyata yang di bahas lebih banyak, jadinya tambah lama"


" cepat masuk dan istirahat" kata Una


Una pun segera masuk ke kamarnya..syukurlah..Una sudah berpikir macam-macam..takut kalau hal yang dulu terjadi lagi..


ke esokan harinya sebelum mereka berangkat kerja..mereka sarapan bersama


" mas..Rabu ini kan mas Regan jadwalnya gak full..aku mau ijin ya"


" kemana??"


" ketemu kak aji..dia baru balik indo lagi .lama gak ketemu"


Regan terdiam..dia berpikir bagaimana caranya buat kasih faham ke Una lalu dia itu gak suka Una jalan sama aji, terakhir kali mereka jalan saja sudah jadi trending gosib..


" ya udah gak apa-apa..tapi hati-hati, jangan sampai kejadian terakhir kali terulang lagi"


" siap bos..aku juga mau ketemu Ranti, karena udah lama banget aku gak ketemu dia"


" Ranti siapa lagi??"


" temenku yang di lantai bawah..aku udah cerita belum sih kalau aku datang kerja itu sebenere gantiin dia"


" ohh..belum lah mana ku tahu" jawab Regan tergagap..Ranti temen Una, Regan pernah ketemu karena pernah menanyakan alamat Una..


" iya pergi aja..boleh.."


sudah hari Rabu aja...pagi ini Una masih harus ikut Regan..ada jadwal pemotretan majalah saja untuk hari ini..jadi Una tidak perlu berlama-lama..


Regan hari ini mood nya kurang baik..mulutnya merestui Una pergi tapi hatinya tidak rela jika Una pergi dengan aji


setelah pekerjaannya selesai, Una langsung pamit dan langsung pergi..dari kejauhan Regan melihat Una, terus sampe Una tak terlihat..


" ayok masuk" ajak aji


Una berlari kecil dan segera masuk mobil, mobil pun segera melaju


" kok bisa tau aku ada di sini sih?" tanya Una sambil tersenyum


" aku berniat menuju ke sana, tempat janjian kita. tapi aku lihat kamu duduk..ya udah aku samperin..sekalian kan"


seperti biasa mereka bercengkrama dengan santai, kali ini mereka duduk berhadapan..tidak seperti sebelumnya mereka tampak sangat akrab, sekarang Una seperti sedikit menjaga jarak...aji pun sadar dengan sikap Una..


" apa kamu gak nyaman jalan bareng aku??" tanya aji


" enggak kok..biasa aja"


" tapi aku melihatnya begitu..apa karena Regan??dia banyak melarangmu?"


" enggak kak..hanya saja aku harus lebih menjaga perasaannya " ucap Una lirih


" benar juga..kamu sekarang kan pacaran sama dia..beneran gak apa-apa nih kamu jalan sama aku?"


" gak apa-apa sih..aku udah ijin"


aji terdiam..


" kamu yakin bisa bertahan sama Regan?? sepertinya banyak yang gak suka sama hubungan kalian"


" maksudnya?" Una tak mengerti dengan ucapan aji


" ya seperti terakhir kali..kita jalan bareng aja, tiba-tiba jadi trending"


" wajar sih dia kan artis"


" dan kamu orang biasa?"


Una mengangguk..tersirat sedikit kesedihan di wajahnya..benar saja, Regan adalah orang berbeda dengannya, dia artis top yang banyak di elu-elukan, sementara Una hanya gadis biasa yang tiba-tiba punya pacar artis..


" hanya sementara..setelah drama selesai hubungan kamipun selesai" ucap Una lirih..aji yang mendengar itu langsung mengernyitkan jidatnya


" apa maksud mu?"tanya aji


Una yang sadar dia sudah bicara lebih pun seperti tergagap..


" apa?"

__ADS_1


" kau bilang drama selesai kalian pun selesai?"


" ahh..itu..maksud ku kisah kami seperti drama, dia orang hebat, sementara aku orang biasa..hahaha"


terlihat sekali Una gugup..aji bukan orang yang gampang percaya begitu saja, ada hal yang di sembunyikan Una..aji menatap Una..Una pun seperti seorang terdakwa sekarang, dan pada akhirnya Una pun menyerah..


" oke baiklah aku ngaku..tapi janji jangan bocor ke siapapun ya kak" pinta Una


aji pun mengangguk


" sebenarnya kami gak benar-benar pacaran..ini hanya drama yang di buat untuk menutupi kasus dia sama aku pertama kali" ucap Una lirih " please..ini cuma kakak aja yang tau" Una memohon


" sudah ku duga..lagian dia terlalu kasar untuk seorang pacar..aku sudah curiga dari awal kalian ngomong depan media..kamu seperti tertekan gitu"


" enggak kok kak ini kesepakatan berdua..aku gak tertekan ataupun keberatan"


terlihat kelegaan di mata aji, sepertinya dia masih punya harapan..tak bisa di pungkiri, aji sudah mulai menyimpan rasa kepada Una..sebenarnya sudah lama..tapi ternyata cinta sesaat kepada orang lain mengalihkan perasaannya ke Una..dan kini dia kembali menyimpan perasaan itu..


" sudahlah..karena kak aji sekarang sudah tau..anggap seperti enggak tau..oke..jangan bicara itu lagi"


aji mengangguk


" aku kirim pesan ke temen ku dulu ya..aku mau ketemu temen ku nih..udah lama banget gak ketemu dia"


" mau di temeni?"


" gak usah..ini urusan cewek" ucap Una sambil tersenyum


" tunggu di sini. aku pergi sebentar"


" kemana?"


" sebentar"


aji pamit pergi sebentar, entah mau ngapain..beberapa saat kemudian aji kembali. dengan seikat bunga mawar merah


" untuk mu" ucapnya sambil tersenyum


" wah cantik banget" Una menyukainya" ada acara apa ini, pake ngasih bunga segala"


" untuk memperingati kejujuran mu..dan juga perasaan ku padamu"


Una terdiam mendengarnya..apa maksudnya ini..Una tidak menjawab apapun


" gak apa-apa..aku tau posisi mu..aku akan menunggu sampai kalian gak bersama lagi"


" kak aji.."


" jangan katakan apapun..seperti yang kamu bilang, pura-pura saja gak tau..untuk saat ini pura-pura saja kamu gak denger perasaan ku..ijinkan aku menunggu"


Una berjalan dengan perasaan yang aneh, bunga mawar merah di tangannya begitu cantik dan Una menyukainya..tapi itu justru membuat dia sangat bimbang..kenapa dia begitu ceroboh, hal yang seharusnya jadi rahasia justru dia bocorkan, dan fakta kalau sekarang aji menyukai ya..aji adalah orang yang di dambakan Una sedari dulu, tapi setelah aji mengakui perasaannya justru bukan kebahagiaan yang dia rasakan..


Una hanya bertemu sebentar dengan Ranti, karena Ranti harus melakukan pekerjaan nya yang tiba-tiba..


di depan lobby, Una bertemu Regan dan Zein


" lho un..kenapa gak masuk..kamu tadi udah pulang kan?" tanya Zein


" habis ketemu temen kak..ini udah mau pulang lagi"


Regan tak banyak bertanya, dia fokus dengan bunga mawar merah yang ada di tangan Una..menyadari Regan terus melihatnya, Una menyelipkan bunga itu ke belakang badannya


" ini tadi dari temen" ucap Una tiba-tiba menjelaskan


" gak ada yang tanya kok" jawab Regan ketus


" bunga yang cantik..dari temenmu?"tanya zein


" dari aji itu!"


" idih..sok tau"


" aji gebetan mu itu?"


Una terdiam


" ingat lho ya. ati-ati..kamera dimana-mana" pesan Zein sambil berbisik" jangan sering keluar sama orang lain, apalagi pria"


Regan duluan pergi..kenapa dia sewot..bahkan dia juga gak nawarin tumpangan ke Una..


Una merasa lelah sekali..apa karena banyak sekali pikiran..Una muka pintu, betapa kagetnya dia, saat masuk rumah yang dia lihat bukan lagi ruangan yang isinya meja kursi..tapi hamparan bunga mawar merah..


Una pun kembali keluar, meyakinkan dirinya kalau dia gak salah masuk rumah..ternyata benar ini masih rumah yang sama..bagaimana bisa ada bunga mawar merah begini banyak nya..dia masuk perlahan, menyusuri langkah demi langkah..mencium aroma mawar yang begitu wangi..ini seperti surga..indah sekali..


Regan muncul di ujung ruangan, dia tersenyum


" kamu suka??"tanya nya


" ini mas Regan yang pesan ? sebanyak ini??" Una kagum dan seneng banget..


" jika orang lain memberi mu satu..aku bisa memberi mu seribu..jangan menerima apapun dari orang lain lagi..kamu milikku"

__ADS_1


perasaan apa lagi ini..setelah aji, kini Regan..apa yang harus Una lakukan sekarang, menghadapi dua pria itu..


__ADS_2