Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 24 : sayang di sangka benci


__ADS_3

Una menyeret tangan Regan dan mendorongnya keluar dari depan rumahnya


" makanan ku masih ada di sana dan aku juga belum selesai makan"


" aku akan membungkus ya dan mengantarnya ke rumahmu, jadi segera pulang dan maka di rumah mu sendiri"


Una menutup dan mengunci pintu gerbang nya, Regan menggedor-gedor pintu tapi Una tidak peduli..beberapa tetangga bahkan keluar karena mendengar nya..dan akhirnya Regan pun bisa berhenti dan pulang


Una bergegas membereskan makanan Regan yang tersisa di meja, dia taruh ke tas dan segera mengembalikan ke pemiliknya, Regan yang sudah menunggu di depan segera menghampiri..berharap Una masuk tapi justru Una langsung pergi..


" tidak semudah itu meruntuhkan hati ku un" gimana Regan sambil tersenyum


hari ini Una bertemu dengan pak kepala, dia berharap bisa berhenti dari kerja nya sebagai pemandu untuk syuting film, dan menjadi pemandu lain


" pak tolong pindahin saya pak"


" ini tu peluang buat kamu lho un..dan lagi gaji nya juga besar"


"gak apa-apa pak saya bekerja seperti sebelumnya juga gak masalah"


"kenapa tiba-tiba kamu mau mundur?bukankah sebelumnya kamu baik-baik aja menerima pekerjaan ini? apa kamu ada masalah dengan salah satu kru film?"


" tidak pak..saya hanya butuh waktu untuk bisa mengatur kerjaan saya..bapak kan tau saya punya banyak pekerjaan di luar, dari awal saya melamar hanya sebagai pegawai paruh waktu saja, jadi akan sangat keteteran kalau saya harus mengikuti jadwal syuting" jelas Una


" aku cari pengganti mu dulu ya..segera ku kabari kalau sudah ada"


" baik pak terimakasih banyak"


Una pun keluar, hanya sampai hari ini saja, setelahnya dia tak ingin banyak berinteraksi dengan Regan ataupun gina..sudah cukup dia kesusahan dengan Regan saat di rumah, di tambah saat dadi lokasi syuting dia harus menghadapi Gina yang hobby merendahkan dan membully nya


Una berjalan menuju gudang, dia harus mengambil barang untuk di serahkan ke kru sebagai bahan referensi..tiba-tiba Regan muncul dan menyeretnya pergi


" jadi kamu mau mengundurkan diri?"


" tidak..aku hanya minta pindah aja"


" kenapa harus pindah??apa karena aku?karena tidak nyaman dengan ku??"


" aku hanya harus mengatur waktu ku..ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan juga, selain itu benar jika itu karena kamu..jika kamu bertanya aku tidak nyaman..iya itu benar..hadir mu sangat mengganggu ku..aku pikir hanya di tempat kerja, tapi kamu bahkan nyusul sampai di rumah juga"


" tetaplah di sini..aku janji gak akan banyak mengganggu mu..aku hanya ingin bisa melihat mu un, gak ada yang lain lagi"


" buat apa??hubungan kita sudah berakhir dan kamu sudah punya gina..jadi tolong bisa menempatkan diri mu"


Una pun berniat pergi tapi Regan justru meraih tangannya dan langsung memeluknya, dekapannya yang begitu kuat menyulitkan Una untuk bergerak..dekapan yang lama tidak lagi dia rasakan, meski menolak tapi dalam hati Una menginginkan ini


" berhenti berbohong dengan diri sendiri..rasakan lagi debaran di hati mu"

__ADS_1


Regan berusaha meyakinkan Una, berharap dengan memeluknya Una bisa kembali merasakan debaran yang sama sepertinya..Regan mungkin memang tidak tau kalau sebenarnya Una masih sangat ingin bersamanya, hanya saja Una tidak bisa lagi menerima Regan terutama Regan sudah bersama gina saat ini..terlepas perasaan Regan yang masih untuk Una, entah hubungan mereka hanyalah sebatas status, tapi Una tak mau membawa Regan kembali ke jurang kehancuran seperti saat bersama nya..orang akan lebih banyak menghujat nya jika kembali dengan Una...


Una mendorong tubuh Regan


" tak ada lagi yang harus di rasakan..aku sudah berubah mas, jadi berhenti meyakinkan ku, berhenti mengejar ku, karena aku sudah tak bisa goyah lagi"


kembali Regan menarik tangan Una, sekejap saja bibir Regan sudah menempel ke bibir Una, Una terbelalak dan memaki, segera Una tersadar dan meronta tapi Regan terus memaksa untuk menciumnya, Regan memegang kepala Una sehingga Una tidak bisa berbuat banyak dan pasrah ketika bibir Regan terus menempel padanya..


Una menangis, dia terduduk, sementara Regan berdiri dan terlihat kecewa, sekarang dia paham kenapa Una terus menolaknya


" seperti nya perasaan itu benar-benar sudah tidak ada lagi" Regan tidak lagi bisa merasakan kehangatan dalam diri Una untuk ya, bahkan ciuman itu terasa begitu hambar dan seolah hanya Regan yang mau


Regan pun pergi meninggalkan Una, tinggallah Una yang masih terduduk dan menangis.." maaf kan aku mas Regan" bisiknya dalam hati..sepertinya Una sudah sangat pandai bersandiwara, seolah hatinya tak ada lagi rasa, dia berusaha untuk membuat Regan percaya bahwa dia sudah tak lagi cinta..meski itu menyakitkan, tapi Una tetap harus menolaknya, demi kebaikan dan masa depan Regan..orang yang dia sayangi


Una berpamitan kepada semua kru, bahwa ini adalah hari terakhirnya, banyak yang menyayangkan kenapa Una harus keluar, tapi keputusan sudah di buat..saat Una pergi pun, Regan bahkan tak mau menatapnya, dengan wajah sedih Una melangkah pergi..


uan menyenderkan kepalanya di kursi bis, ketika ponselnya tiba-tiba berdering


" iya kak"


"kamu dimana?"


" lagi perjalanan ke cafe, ini lagi di bis"


" kerja paruh waktu lagi??"


" oke aku langsung menuju ke sana ya"


sesampainya di cafe, Una segera berganti pakaian, banyak yang harus dia kerjakan, tak apa ini bagus, lebih baik begini sehingga dia bisa lupa dengan kesedihan yang dia alami tadi


seorang tamu istimewa datang, aji datang dengan senyum sumringahnya, dia pun mengambil tempat duduk di pojokan, Una menghampiri


" aku gak bisa menemanimu karena aku harus bekerja"


" gak apa-apa..aku yang memutuskan datang kesini padahal aku tau kamu sedang bekerja..anggap aku sebagai pelanggan"


" baik pak pelanggan..mau pesan apa??ini menunya"


Una memandangi aji yang sedang memilih menu, haruskah dia menjadikan aji sebagai tameng agar Regan tak lagi mendekatinya??tapi saat ini una bahkan udah tak memiliki perasaan apapun ke aji, haruskah dia mencoba nya lagi


" kamu selesai jam berapa??"


" aku keluar jam 3 kak"


"setelah itu?"


" kosong Samapi jam 5, aku ahrus membantu bos binatu karena dia sedang ramai sekali"

__ADS_1


"oke aku jemput jam 3 ya"


" ehm?"


" ayo kita jalan-jalan sebentar sampe kamu kembali ke binatu..hari ini aku sengaja keluar dari kantor lebih cepat biar bisa ketemu sama kamu, masa kamu gak mau ngabulin permintaan ku"


" kakak gak ngomong dulu sih..tapi baiklah..aku gak ada acara kok nanti"


jam 3 aji tepat waktu menjemput Una, mereka memutuskan untuk sekedar berjalan dan melihat-lihat..saling bercengkrama dan menghabiskan waktu bersama..mungkin dengan sering bertemu akan membangkitkan kembali perasaan Una pada aji, itu yang Una pikirkan..meski merasa bersalah karena harus memasukkan aji dalam masalahnya, mungkin memang harus seperti itu, selama dia diam pasti tak akan ada yang tau..


aji menghentikan mobilnya di depan binatu, dia mengantarkan Una sampai ke pintu masuk..


" terimakasih banyak kan udah ngajak aku jalan-jalan"


" aku yang terimaksih karena mau di ajak jalan-jalan"


Una tersenyum


" aku harap bisa membuat mu lebih banyak tersenyum"


"ya?"


" aku lihat tadi kamu lebih banyak murungnya, maaf bukan maksud buat mengorek, tapi jujur aku takut buat banyak tanya, karena itu aku diam saja, dan aku senang ini bisa membuat mu lebih baik"


" apa sangat terlihat??"


" bahkan anak kecil pun tau kalau kamu sedang sedih"


" benarkah??sepertinya acting ku sangat buruk ya"


aji tersenyum " ayo lain kali kita bersenang-senang lagi..lebih dari jalan-jalan..makan-makan mungkin"


" iya aku setuju" Una tertawa


" akhirnya kamu bisa tertawa"


Una sedikit malu, jadi ketauan kalau saat ini dia sedang galau..


di saat Una dan aji sedang saling ngobrol, dari jauh terlihat Regan yang memperhatikan mereka, dengan membawa setumpuk pakaian kotor dia melihat Una dengan tatapan kecewa


aji yang menyadari kehadiran Regan pun menoleh dan menyapanya


" Regan??gimana kabarnya?"


sapa aji.


Una menoleh..dia tampak begitu resah, tapi inilah yang Una harapkan, Regan melihatnya bersama aji,..berharap Regan berpikir kalau Una ada hubungan spesial dengan aji, dengan begitu Regan akan benar-benar menjauhi Una..

__ADS_1


sayang yang di sangka benci..tak apa jika ini memang jadi jalan terbaik untuk regan


__ADS_2