
Una berjalan perlahan menuju rumahnya setelah bekerja..dari jauh tampak seorang sedang duduk menelungkup di depan pintu gerbang rumahnya..Una menajamkan pandangannya, siapa gerangan yang ada di sana..
" mas Regan??"
Regan mendongakkan wajahnya, dengan muka yang begitu muram, dan tampak kesedihan di wajahnya, matanya terlihat berkaca-kaca seperti hendak menangis
Una berlari menghampiri Regan
" ada masalah apa mas?kenapa mas ada di sini?"
tanpa menjawab Regan segera memeluk Una, Una tidak mengerti kenapa Regan jadi seperti ini, jika hanya masalah dia tak lagi menerimanya, tak mungkin sampai seperti ini..terlihat Regan begitu depresi dan terluka..tak pernah Una melihat seperti ini selama mengenalnya..
" masuk dulu yuk mas" Una memapah tubuh Regan yang lemas untuk masuk ke dalam rumah
Una memberikan selimut dan menutupkan ke tubuh Regan, Regan yang tatapannya tampak sedih, kedinginan di malam hari, tubuhnya menggigil..Una menyedihkan teh hangat
" di minum mas..biar sedikit lebih hangat"
Una merasa begitu kasian melihat Regan yang seperti ini, pasti ada sesuatu yang berat hingga membuat dia seperti ini..
Una tak berani menanyakan apapun, dia takut itu akan membuat Regan semakin kacau, biar saja dia menunggu sampai Regan mengatakannya sendiri..
setelah beberapa waktu Regan terlihat lebih tenang
" maaf karena sudah mengganggu mu" ucap Regan pelan
" gak apa-apa mas"
" seharusnya kamu sudah istirahat sekarang"
" gak apa-apa..lagian besok kan aku libur..tenangkan pikiran mu dan santai saja..mas sudah makan belum??"
Regan menggeleng
" aku buatin makan ya..setelah makan baru istirahat"
seperti tak ada tenaga, Regan hanya mengangguk pasrah
Una mulai memasak di dapur, dia memasak seadanya yang dia miliki..untunglah masih ada beberapa sayuran dan bahan makanan lain..
bau semerbak wangi masakan sampai ke hidung Regan, makanan sudah tersedia di meja
" sini mas kita makan bareng,,kebetulan aku juga belum makan malam"
Regan pun berdiri dan menuju meja makan
" maaf kalau tidak sesuai dengan selera mu..ini aku masakin sup kuah hangat biar tubuhmu tidak masuk angin"
"ini sudah sangat cukup..terimakasih"
Regan makan dengan lahap, sepertinya memang dia belum makan sama sekali...
Una membersihkan meja, kemudian kembali duduk di dekat Regan, tak ada pembicaraan, Regan masih terdiam..
__ADS_1
" baju mu basah..aku Carikan baju buat mas ganti ya..sepertinya aku masih menyimpan baju adik ku"
Una bergegas masuk ke kamarnya, mencari&cari baju adik nya yang dulu pernah di tinggalkan di sana sewaktu menginap..akhirnya ketemu..Una memberikannya ke Regan agar Regan berganti pakaian..
Regan keluar dari kamar mandi, baju nya tampak begitu mungil saat di pakai Regan, Una menahan tawa nya, karena takut itu akan melukai Regan, tapi memang baju nya tampak aneh saat di pakai regan
" adik ku tubuhnya tidak sebesar mas Regan..minimal itu bisa buat ganti dulu..aku juga sudah menyiapkan kamar, mas Regan bisa istirahat dulu di sini, tidur di dalam saja"
" biar aku yang tidur di sofa saja"
" mas tidur di dalam saja, itu akan lebih nyaman, biar besok mas bisa kembali sehat"
Regan masih duduk di sofa, dia menatap Una,,
" bagaimana bisa aku melupakan mu jika kamu sebaik ini pada ku"
Una terdiam, hati nya merasa tersayat mendengar bahasa Regan, bagaimana mungkin dia tega sementara melihat Regan yang seperti ini
" aku akan melakukan hal yang sama, meski itu bukan kamu..jadi berhenti berpikir macam-macam dan istirahat lah"
Regan menunduk " tapi buatku hanya kamu lah satu-satunya orang yang ku anggap sebagai tempat bersandar terbaik..aku tak tau harus kemana lagi dan pikiran ku hanya tertuju pada mu" tiba-tiba Regan menangis
" kenapa mas Regan jadi seperti ini??jika mas Regan percaya mas Regan bisa berbagi cerita sama aku biar bisa sedikit lega"
Regan terdiam sesaat, dia bingung harus memulai darimana
" aku tak mengerti kenapa semua tampak sulit buat ku" Regan memulai cerita " dari kecil aku sudah pisah dengan mama ku,..awalnya kami keluarga bahagia...
" aku sudah berusaha untuk bertanggung jawab dan mencari keluarga yang di tinggalkan, bahkan aku sudah meminta bantuan polisi..dan informasi terakhir yang di dapat kedua orang tuanya sudah meninggal...tapi entah kenapa aku masih selalu di teror, jika masih ada orang lain akupun berharap bisa menemuinya dan meminta maaf dengan tulus...kenyataan bahwa aku sudah merenggut nyawa orang lain itu sangat menyiksa ku"
Una memeluk tubuh Regan yang sedang menangis, dia paham sekarang kenapa Regan seperti ini
" itu bukan salah mu mas..kamu tidak tau menahu tentang itu..jadi jangan menyalahkan diri sendiri" Una tidak tau harus bicara apa lagi, dia takut dalam perkataannya justru membuat Regan semakin rapuh
Una tidak bisa tidur, matanya sulit di pejamkan, bukan karena dia tidur di sofa tapi karena cerita Regan yang masih terngiang-ngiang..Regan terlihat begitu sempurna, dia punya wajah yang rupawan, tinggi dan sangat sempurna, harta yang mungkin tak ada habisnya, tapi di balik itu ada cerita lain yang membuatnya begitu tertekan..Una yang seperti ini harusnya bersyukur karena masalah dia hanyalah uang, meski tak bisa lebih setidaknya dia gak kekurangan
Una sibuk menyiapkan sarapan, Regan terbangun dan keluar untuk menyapa Una
" udah bangun mas...sarapan bentar lagi siap..duduk lah di sana dan ayo sarapan bareng" Una tersenyum merekah
Regan terlihat terpesona, sepagi ini sudah melihat senyuman orang yang di sayangi
" bagaimana perasaan mu sekarang?" tanya Una
" sudah lebih baik..berkat mu"
" itu karena mas Regan kuat..mulai sekarang jangan pernah menyerah dan sedih sendiri"
" apa artinya kamu mau menerima ku lagi?"
" bukan begitu..maksud ku anggap aku sebagai teman curhat mu..jangan main-main ya..aku bukan pelakor"
Regan tersenyum
__ADS_1
" kau pasti tau bagaimana aslinya kami kan?"
"ya?"
" kau benar-benar gak tau?"
" apa?"
" hubungan ku dengan gina..itu hanya palsu..seperti halnya kita dulu"
" tapi sepertinya itu tidak bagi gina"
" kamu tau benar bagaimana perasaan ku un"
" bukankah ini terlalu berat untuk di bahas saat sarapan?" ucap Una sambil tersenyum " ayo selesaikan sarapan mu lalu segera bersih-bersih dan pulang"
"bagaimana bisa kau sudah mengusirku"
" kau datang kesini untuk menenangkan diri kan?kau bahkan sudah tenang sekarang"
"darimana kau tau aku sudah tenang??"
" itu..sudah bisa marah-marah"
*****
" ayo kita sudahi ini gin"
" maksud mu kita putus re?"
" sejak awal hubungan kita bukan yang sebenarnya..kamu tau pasti itu"
" bagaimana bisa kamu lakuin itu ke aku re..kamu sendiri yang mengumumkan hubungan kita"
" aku minta maaf gin..aku sudah pernah bilang pada mu kalau itu kesalahan"
" gak bisa re..film kita bahkan belum di tayangkan..apa yang terjadi jika berita kita putus menyebar..kamu tau kan akibatnya nanti??"
" aku gak bisa berpura-pura terus gin"
" iya..okey..aku paham..jika mang ini pilihan mu..tapi setidaknya ayo bertahan sampai film kita selesai di luncurkan..ayo bertahan sebentar lagi"
***
Regan sudah menunggu Una di depan rumahnya, tapi Una belum muncul juga, telpon dan pesan juga tak di balasnya...
saat Regan memutuskan untuk pergi, dari jauh dia melihat Una, tapi sepertinya dia tidak sendiri, Una bersama aji..
mereka bertiga bertemu di depan rumah Una, Una bingung harus bagaimana, terlihat dari mata Regan dan aji seperti musuh yang sedang bertarung
" Una..ayo kita pacaran lagi!!" Regan tiba-tiba saja berbicara dengan keras
apa yang ada di pikiran Regan saat ini...
__ADS_1