
Una yang tercengang melihat Leo yang sedang berdiri menghadap ke arahnya..semua pun melihat Una dengan perasaan was-was..apakah Una sudah gila, dia sudah di beritahu seperti apa perangai Leo, dan juga dia adalah anak baru..bagaimana bisa dia bersikap seperti itu
Leo menatap penuh ke arah Una..sekejap semua terasa begitu hening, semua melihat ke arah Una dan Leo, seperti akan terjadi sesuatu..
tapi Leo justru melempar senyum ke arah Una, senyum yang jarang di lihat oleh staf lain, semua tercengang, kaget dan seolah gak percaya, begitupun Una..benar..ini Leo yang dia kenal...Una pun tersadar dengan tindakannya dan segera duduk...dia merasa ini seperti mimpi, benarkah ini Leo yang dia kenal dulu, dan sekarang Leo terlihat begitu keren..
" selamat pagi semua" sapaan Leo
" pagi paaakkk"
" sepertinya kita punya personil baru ?"
pak Ferdi pins segera memperkenalkan Una, pak Ferdi adalah ketua tim, dan dia satu-satunya pria yang sudah berkeluarga
" ini Una pak, dia staff baru yang akan membantu pekerjaan kita"
Una pun berdiri dan memberi salam
mereka mulai membicarakan program dan planning yang akan mereka lakukan, berbeda dengan kesan pertama, ternyata benar apa yang dikatakan staff lain kalau Leo adalah orang yang sangat perfeksionis, dia selalu ingin semua tampak sempurna...
" apa kamu mengenalnya??" tanya Siska
" siapa?"
" pak Leo"
" entah lah..aku juga tak begitu yakin.."
" aneh saja..tidak biasanya dia melempar senyum kepada sembarang orang" Siska masih merasa heran
ya..biarkan saja semua orang bertanya-tanya..mereka tak harus tau dengan kehidupan Una seperti apa, hanya saja kenapa dia bisa menemui Leo di saat tak terduga seperti ini, Una berdiri di depan lift, menunggu pintu terbuka..dia masuk lift dan hendak menuju ke lantai 1, saat pintu lift hendak di tutup, tiba-tiba ada yang menghadangnya...itu Leo
leo masuk..dia kembali melempar senyum kepada Una..Una pun membalasnya..Una masih belum begitu percaya dengan apa yang di lihatnya, apakah benar ini Leo yang dia kenal, Una melihatnya dari belakang, ini tampak sangat berbeda, Leo yang dia kenal tidak seperti ini penampilannya...
" kamu masih belum yakin kalau itu aku?" tiba-tiba Leo memulai pembicaraan, sepertinya Leo tau apa yang di pikirkan Una
" Anda benar-benar Leo yang saya kenal??"
" lalu siapa lagi??apa ada Leo lain yang pernah jadi pacar mu??"
ya Tuhan..ini seperti sebuah keajaiban, Leo yang dulu pernah jadi pacarnya, waktu masih zaman alay, zaman masih cinta monyet-monyetan,..Leo yang waktu itu punya badan gempal dan besar, kulit hitam, dan rambut keriting, serta kacamata besar, tak di sangka kini berubah menjadi pria yang sangat keren dan tampan, wajar jika Una tidak yakin dengan apa yang dia lihat
" benar itu kamu" tanpa basa basi Una langsung memukul punggung Leo , Leo yang merasa kesakitan meringis
Una sadar jika perbuatannya keterlaluan
" maaf pak .saya hanya merasa senang karena bisa ketemu lagi dengan anda..waahh..ini benar-benar di luar dugaan ..saya akui anda sangat keren sekarang" ucap Una sambil mengacungkan jempol
Leo tersenyum mendengar itu
" benar..ini kebetulan yang menyenangkan..aku juga tak menyangka bisa melihat mu lagi dengan suasana seperti ini..aku senang kita bisa ketemu lagi"
" tapi pak..tolong ini hanya jadi rahasia kita saja ya"
" kenapa??kamu malu karena kita pernah jadi pacar?"
" apaan sih pak" Una tersipu sambil memukul lagi punggung Leo " maaf.."
" gak apa-apa..hanya jangan melakukan ini kepada yang lain.."
"ya?"
" pukulan mu sangat kuat"
__ADS_1
" aahh..maaf kan saya..hanya saja anda mengungkit kembali waktu itu..itu kita masih sangat muda..hahaha..cinta monyet..hahaha"
" begitu kah?? kurasa tak begitu"
pintu lift terbuka, Una pun buru-buru keluar,
" ingat ya pak" Una memberi tanda..
Una tak habis pikir kalau sekarang Leo benar-benar sudah banyak berubah..bagaimana bisa dia yang dulu seperti itu bisa berubah seperti sekarang ini...
ponsel Una bergetar..
" kita masih harus banyak yang di bicarakan..ayo kapan-kapan kita makan malam"
Una tak percaya dengan yang dia baca, dia menutup ponselnya dan kau membukanya lagi
ada pesan masuk lagi
" ini Leo"
Una menutup mulutnya..bukankah banyak yang bilang dia itu arogan, dia bahkan jarang tersenyum kepada staffnya, apa karena mereka punya masa lalu bersama, atau hanya karena mereka saling kenal
Una duduk di kursinya, menghela nafas panjang, bagaimana kalau ada yang tau, dia masuk ke perusahaan ini karena koneksi dari orang yang menyukainya, dan sekarang atasannya adalan mantan pacar monyetnya...orang akan berpikir semua perlakuan baik itu karena dia lebih spesial, mereka bisa saja tidak terima dan menjauhinya..banyak sekali pikiran-pikiran aneh di kepala Una
" Una " satu lagi staff pria yang keren menegurnya, dia Alex
" iya mas?"
" ini " Alex menyerahkan sebuah buku ' kamu pelajari dulu ini, juga ada profil dari calon artis yang akan kita jadikan sebagai bintang iklannya..sore nanti ayo ikut bersama ku untuk menemuinya
" baik mas"
jadi seperti ini, Una mempelajarinya dengan sangat teliti, artis baru yang masih muda, ini dari agensi baru..
Alex membukakan pintu mobil untuk nya
" saya bisa sendiri mas" Una malu-malu
" cewek itu harus di utamakan" Alex tersenyum tipis
apaan ini, apa sekarang Alex sedang berusaha membuat pesona nya..apa Una yang terlalu GR
demi menghilangkan kecanggungan, wajar karena ini pertama kalinya setelah bekerja Una melakukan pekerjaan lapangan dengan orang lain..Una membuka buku dan kembali mempelajari beberapa profil..
" jadi dia artis baru dari sebuah agensi baru??"
" iya..dan meski mereka agensi baru tapi mereka sudah berhasil membawa beberapa artis terkenal, dan mereka sangat terkenal susah untuk di tawari iklan, mereka sangat pemilih"
" kenapa begitu??"
" kita mengelola iklan dari beberapa produk baru, dan dengan adanya model iklan yang berkualitas tentu akan memunculkan ketertarikan kepada para konsumen"
" jadi mereka tidak selalu menerima tawaran iklan?"
" bukankah kamu sebelumnya bekerja di sebuah agensi artis juga?? seharusnya kamu bisa lebih paham itu"
" benar..tapi saya hanya sebagai asisten pribadi saja..saya tidak begitu paham dengan manajemen agensi nya seperti apa"
" oh ya..wah..bukan kah itu menyenangkan..kamu bisa lebih dekat dengan artis"
" yaa..mungkin benar begitu" Una menjawab lirih, seakan teringat kembali akan apa yang sudah berusaha dia lupakan..dia kembali merasa rindu, merasa ingin menangis lagi..tapi Una menahannya..
" siapa dia??"
__ADS_1
" siapa??"
" artis yang menampung mu??"
Una belum sempat menjawab, dan mereka sudah sampai..
" di sini??"
Alex mengangguk..Alex menghela nafas panjang..dia pasti banyak berharap..
" kamu duluan masuk saja un..aku mau ke toilet dulu"
" tapi saya belum tau dimana tempat nya mas"
" tunggu saja di lobby depan, aku akan menemui mu nanti langsung setelah selesai"
Una pun langsung menuju ke gedung yang tepat berada di depan ya, di lobby tampak ramai, beberapa anak muda perempuan tengah membawa poster di tangannya
" apa sedang ada jumpa fans??kenap mereka membawa-bawa poster"
Una melihat nya, bukan kah itu poster Maliq, artis yang hendak Una temui..waahhh..apakah Maliq memang seterkenal itu??
Una masih berdiri, dia bingung hendak menuju kemana, dia berniat menunggu Alex di lobby, begitu tadi kata Alex..
seseorang tiba-tiba saja menggandeng tangannya, membawa dia menuju lift, Una kaget, tak bisa berbuat apa-apa..
" tolong bantu aku dan ikuti saja" begitu ucap pria itu,
Una tak punya pilihan lain, dia meminta tolong, mereka berjalan menuju lift, pria ini memakai masker dan juga topi..
setelah masuk lift, pria itu melepas pegangan tangannya
dia menghela nafas panjang, seolah baru saja terbebas dari hal yang menakutkan
" Anda baik-baik saja??"
" ah ya..terimaksih banyak atas bantuannya"
" ah ya..tak apa-apa"
pria itu membuka masker dan topinya..Una terbelalak, itu Maliq..pria yang menggandengnya Maliq..
" kamu??"
" terimaksih karena sudah menyelamatkan ku dari mereka..maaf karena sudah membuat kakak kaget"
" iya ..tentu saja..tapi kenapa kamu memilihku untuk menolong mu?? bagaimana kalau aku juga salah satu dari mereka?"
" tentu saja tidak..aku tadi melihat mu keluar bersama dengan pria tinggi itu..lagi pula untuk usia mu sepertinya bukan bagian dari mereka"
" usia ku??apa maksud mu??" Una tak percaya dengan yang dia dengar, apa maksud nya dia tampak tua begitu
" maksud ku kakak terlihat lebih dewasa, dan kakak juga berpakaian lebih rapi."
" bilang saja aku tampak tua..gak apa-apa kok"
" bukan begitu kak..maaf jika aku salah ngomong..tapi terimakasih banyak karena sudah sangat membantu ku..aku tak tau bagaimana harus membalasnya"
sepertinya ini adalah debut Una di dunia periklanan, bukan kah ini sebuah keberuntungan besar
" tentu saja kamu harus membalas kebaikan ku..aku tau cara nya kamu berterimakasih"
" bagaimana??"
__ADS_1