
Una terlihat begitu kesal..waktu itu memang lah sangat membahagiakan..ketika seorang pria memberikan bunga indah bukan cm satu tapi puluhan bahkan ratusan tangkai untuknya..tersanjung dan sangat bahagia..tapi setelah bunga mulai layu bukan lagi keindahan tapi sampah yang bermuculan..tidak lagi bikin bahagia tapi justru bikin Una jengkel..bagaimana tidak, dia harus membersihkan semuanya sendiri, dia bingung mau di apakah semua sampah bunga-bunga ini..sementara tuan yang membelinya bahkan seolah tak peduli dengan kesusahan itu..
" tidakkah dia berpikir bagaimana setelah dia membuat kekacauan ini" ucap Una dengan kesal
Regan keluar dari kamarnya..dia memperhatikan Una yang sedang berusaha memasukkan bunga-bunga itu ke dalam kantong plastik besar
" mau kamu apakah semua bunga itu??kenapa kamu memasukkannya kedalam plastik seperti itu?"tanya Regan
" menurutmu mau ku apakah??tentu saja akan ku buang" jawab Una dengan nada kesal
" bagaimana bisa kau membuangnya..aku keluarkan banyak uang untuk membelinya..lagian kau bilang suka dengan bunga-bunga ini"
" iya aku sangat suka sekali waktu itu..dan harusnya aku tak mengatakan itu saat kau tunjukkan itu pada ku..kau minta aku buat menimbun sampah-sampah ini di sini? ini bahkan sudah tak sedap di pandang lagi"
" waahh..bagaimana bisa kau bahkan tak berterimakasih pada ku??aku melakukan semua hanya untuk membuat mu senang"
" apa aku meminta nya??lain kali jika ingin melakukan sesuatu pikirkan dulu sebelum berakhir justru menyiksa ku seperti ini..kau pikir mau jadi apa rumah ini dengan sampah ini..jangan cuma berpikir gengsi dan ingin menang saja..pikir juga imbasnya" Una semakin kesal..bagaiman mungkin Regan bahkan tak mau di salahkan..
setelah selesai sarapan mereka pun berangkat bersama..hari ini Regan meminta untuk membawa mobil sendiri..tak perlu di jemput
" kenapa gak mau di jemput?"tanya Una
" bukankah lebih nyaman jika kita berdua saja"
" biasa aja ah"
" maaf ya"
" tentang apa?
" tentang bunga..aku sadar aku sudah menyusahkan mu..harusnya aku berpikir dulu sebelum membelinya..apa sebaiknya aku belikan lagi kamu bunga palsu??jadi kamu bisa menikmatinya setiap hari dan tak perlu membersihkannya"
" gak usah..gak perlu..sudah cukup..jangan mengulangi lagi" tolak Una
" apa kamu benar-benar gak suka dengan hadiah ku??aku lihat waktu itu kamu begitu bahagia dengan bunga yang di beri si aji itu"
kenapa Regan malah mengungkit masalah aji lagi..jadi karena ini..
" apa kamu cemburu pada aji??"
Regan diam..
" iya..aku cemburu..aku gak suka kamu jalan sama dia"
Una tersenyum malu..tak di sangka jika seorang regan bisa cemburu juga
" kenapa bisa kamu cemburu, kita bahkan tak ada hubungan apapun..bukankah normal jika aku keluar atau mendapat hadiah dari siapapun?"
mendadak Regan meminggirkan mobilnya, mukanya terlihat sangat kesal..
" lalu aku kau anggap apa? apa perlakuan ku selama ini bahkan tak ada artinya bagi mu??seluruh dunia bahkan sudah tau kau milikku"
" itu kan hanya pura-pura..tunggu..apa kau menganggap kalau kita beneran pacaran??" Una tidak percaya dengan apa yang sedang di ketahui " kamu sendiri lho yang bilang waktu itu"
__ADS_1
" itu waktu itu..tapi tidak dengan sekarang"
mereka sejenak terdiam, tak ada yang bicara..Una merasa bingung harus bicara apa, mendengar pengakuan Regan, Una merasa senang tapi di lain sisi dia juga merasa sedih..seolah dirinya menolak dan tak mampu menghadapi kemungkinan yang terjadi nanti jika mereka benar-benar bersama
" haruskah aku perjelas lagi?" tanya Regan lirih
"ya?"
" ayo kita jadikan hubungan kita nyata"
jadi sekarang Regan lagi nembak Una nih ceritanya..Una tertegun, bingung mau jawab apa..haruskah dia mengatakan setuju..ah tidak..ini terkesan dia sangat mengharapkannya..
Regan menatap Una yang masih terdiam" gak apa-apa meski kamu gak bisa jawab sekarang..aku tau ini terlalu mendadak, aku akan tunggu jawaban mu..tapi aku gak mau kalau nanti jawaban mu adalah tidak, aku cuma mau mendengar kamu setuju"
Una semakin bingung, lalu buat apa dia menunggu jika yang dia mau tetap harus jawab setuju
" lalu apa bedanya sekarang dan nanti jika jawabannya tetap harus mau??" Una berbisik lirih
" apa?"
" kau bilang tak apa jika aku tak jawab sekarang dan mau menunggu, tapi kamu tetap tak mau jika nanti ada penolakan, aku harus menjawab iya..bukan kah itu pemaksaan namanya?"
" apa artinya kamu tidak menyukai ku?"
" bukan begitu..hanya saja.."
" jadi kamu menyukai ku juga kan??lalu buat apa harus lama menunggu??cukup jawab..iya aku menerima mu" Regan berbicara tepat di depan Una, membuat Una semakin tak mampu membendung hasrat di dalam hati nya
cup..sebuah kecupan mendarat di pipi Regan..Una kaget dan langsung menutup mulutnya, dia tak percaya jika dia bisa seberani ini, bagaimana bisa justru dia duluan yang nyosor
" okey..jadi ini jawabannya" ucapnya sambil tersenyum
" maaf mas..aku gak bermaksud.."
" gak apa-apa..aku suka" jawab Regan sambil mengeringkan matanya
mobil melaju santai, kedua sejoli itu kini sedang berada di tahap saling menyukai, hati mereka berbunga-bunga..
setibanya di kantor, Regan bahkan tak berhenti menatap Una, begitu keluar mobil menuju ke lift, Regan terus menggandeng tangan Una
" jangan seperti ini, nanti ada yang lihat" kata Una sambil celingak celinguk melihat ke sekeliling
" justru bagus kan kalau ada yang lihat..justru aku berharap semua orang melihat kita saat ini" ucap Regan
tangan Regan tak bisa lepas dari Una, sesampainya di kantor bahkan semua staff melihat mereka..benar saja, tak ada yang heran karena memang di mata mereka sejak awal Regan dan Una ada lah pasangan
Zein yang melihat itu langsung berlari menghampiri mereka
" ada apa ini??"
Regan memperlihatkan tangannya yang sedang menggandeng tangan Una " kami pacaran sekarang" ucapnya sambil tersenyum..
Una masih malu- malu dengan ini, dia berusaha melepaskan tangannya tapi Regan tetap menggenggamnya dengan erat
__ADS_1
Zein langsung menarik mereka masuk ke ruangan
" apa maksud nya ini?"
" seperti yang Abang lihat..kami memutuskan untuk benar - benar pacaran..bukan pura-pura lagi"
" kalian yakin dengan keputusan ini??Una apa itu benar??kalian gak lagi beracting di depan ku kan??"
Una mengangguk, mengiyakan apa yang di ucapkan Regan
" biakan kah ini malah bagus..kita tak perlu lagi berbohong dengan siapapun lagi, cukup kita tunjukkan romansa kita yang sebenarnya"
Zein terdiam sejenak " baiklah jika kalian pikir ini yang terbaik..aku ikut senang dengan ini"
Una melihat wajah Zein seperti ada kekecewaan di wajah nya, tapi jika benar Zein kecewa lalu apa alasannya, bukankah seharusnya ini berita bagus..semua orang tau kalau Una dan Regan adalah pasangan, dan kalau ternyata ini benar bukankah akan semakin baik nantinya, tidak perlu lagi ada drama yang lain
sementara Regan adalah satu-satunya orang yang bahkan tidak peduli dengan apapun, dia merasa sangat bahagia karena bisa berkencan dengan Una..sikapnya sangat berbeda dengan sebelumnya..memang benar jika orang sedang jatuh cinta itu bisa merubah apapun..Regan bahkan tak ingin jauh-jauh dari Una..Diman ada Regan di situ ana Una..
" haruskah kita berkencan malam ini?" tanya Regan" ini hari pertama kita resmi berpacaran..bukan kah sebaiknya kita rayakan..bagaimana kalau nonton??"
" em oke" jawab Una singkat
Una merasa sedikit gelisah, beberapa waktu lalu, karena dia sangat penasaran, dia pun memberanikan diri untuk menemui Zein seorang diri dan bertanya perihal yang dia lihat dari sikap Zein tadi
" maaf kak..apakah menurut kakak, kami salah memilih jalan ini?"tanya Una
" tidak salah un..kalian adalah dua orang yang perasaanya tidak bisa dikendalikan..aku pun ikut senang mendengar kalian benar-benar bersama"ucap Zein
Una terdiam, dia bingung haruskah dia teruskan pertanyaan nya atau pura-pura diam saja
" hanya saja aku khawatir dengan nasib kalian nanti" lanjut Zein" aku harap kamu bisa menghadapi apapun yang akan terjadi nantinya"
Una tidak begitu mengerti dengan apa yang Zein katakan
" maksud kakak gimana? aku gak ngerti"
" kau tau dengan baik siapa Regan..dia artis top saat ini, berita tentang kalian saja sudah sangat membuat para penggemar riuh..mungkin kejadian kau di bully oleh para penggemarnya, itu baru salah satu ujian yang kau hadapi..tapi apa kau tau kalau banyak sekali yang menentang hubungan kalian??"
Una menunduk, berusaha untuk mendengarkan perkataan Zein
" mungkin kamu gak peduli, karena kamu bukan pelaku utama, bahkan Regan pun tidak tau kebenaran yang terjadi dari pernyataan dia yang tiba-tiba..aku sengaja tidak mengatakan apapun karena takut membuat nya down..kau tau, beberapa iklan sudah memutus kontrak dengannya..dampaknya sangat besar Una"
" bukankah dia harus tau tentang itu kak?"
" suatu saat dia memang harus tau..awalnya aku pikir hubungan sementara kalian tidak akan lama, karena memang itulah awal rencana kita..dan aku bisa kembali bernegosiasi dengan para brand itu, tapi faktanya justru sekarang seperti ini..aku sudah bersamanya sangat lama, mendukung dia dengan segala caraku agar karirnya terus berjalan..tapi apalah dayaku jika artis ku punya keputusan lain, seandainya pun nanti karirnya hancur maka itu adalah salahku yang tak bisa membuatnya lebih baik"
ucapan Zein terus terngiang-ngiang, Una bingung..haruskah dia berhenti dan mengakhiri hubungannya dengan Regan yang bahkan belum sehari pun mereka jalani..melihat Regan yang begitu bahagia dia justru semakin tak tega..
sepanjang perjalanan Regan bahkan tak mau melepaskan genggaman tangannya, sikapnya yang manja sangat berbeda jauh dengan Regan yang biasanya..dia bahkan tak mau menghancurkan kebahagian itu..
saat di dalam bioskop, pikiran Una terus saja berkecamuk, dia tidak bisa fokus untuk melihat film yang mereka tonton, sepertinya hanya Regan yang menikmati semuanya
film selesai begitu larut, sengaja mereka mencari jam malam agar tidak banyak yang melihat mereka, Regan menawarkan untuk makan malam, tapi Una menolak dengan alasan lelah, tapi sebenarnya pikiran dia lah yang lelah..dia masih harus terus berjuang dan berpikir, dia menatap Regan, hatinya sangat tidak tega..bagaiman kalau nanti karir orang yang dia sayangi justru runtuh karena dia..status sosial yang jadi pembeda antara mereka ..
__ADS_1
" segera masuk ke kamar dan istirahat lah..terimakasih sudah menemaniku hari ini" ucap Regan, perlakuan ya yang manis membuat hati Una semakin perih..tapi dia tetap tersenyum di hadapan regan, dia tak mau jika nantinya Regan tau apa yang sedang dia fikirkan..biarkan dia sendiri yang mencari cara untuk masalah ini
Regan mengecup kening Una dengan hangat, sedikit pelukan mengantarkan malam mereka ke dalam mimpi yang indah...