
mata gina memerah, air mata nya berlinang keluar, mulut nya kelu..dia tak berani menatap Regan yang begitu marah saat ini
" kenapa kamu melakukan ini??"
" aku mencintai mu re"
" haruskah kamu melakukan segala cara untuk itu??"
" kamu bisa lihat semua berita mengarah ke kita"
" aku tau..tapi aku juga tau kalau itu hanyalah pura-pura..aku sudah pernah mengatakan kalau itu akan berakhir"
" kamu gak bisa kayak gini ke aku re"
" berhenti menangis dan merasa menjadi korban..di sini aku lah korban dari kebohongan mu..jadi ayo kita hentikan semua nya..aku tak mau melihat mu lagi dan menjauh dariku"
Regan langsung pergi meninggalkan gina yang sedang menangis,
Gian merasa ini tak adil untuknya, bagaiman bisa hanya Regan yang menjadi korban, dia juga adalah korban, korban dari drama percintaan tipu-tipu..dia hanya ingin kan cinta dari Regan, kenapa itu begitu sulit..
" ini semua salah perempuan itu..aku gak akan diam saja..aku akn hancurkan hidup kalian semua..terutama kamu Una" seolah sudah mendendam, gina merasa bahwa penyebab semuanya adalah Una
Regan berusaha menghubungi Una, dia ingin memberitahukan kabar baik ini dan ingin membawanya kembali, tapi ponsel Una tidak bisa di hubungi..Regan mulai khawatir, apakah Una sudah benar-benar tak ingin lagi berbicara dengannya..ataukah Una sedang tak baik-baik saja??
Regan berusaha mencari Una, dia pergi kerumahnya, tapi rumah itu tampak kosong, sepertinya Una tidak ada di sana,,dia menelpon Zein, mungkin saja Zein tau, tapi Zein juga tak mengetahuinya
akhirnya Regan memutuskan untuk menemui Ranti, tapi Ranti mengatakan belum tau kabar Una sejak seminggu yang lalu karena dia terlalu sibuk..
Regan merasa putus asa, Dimana Una sebenarnya..kenapa semua orang tidak tau dia dimana, apa mungkin dia sedang bekerja??
Regan pergi ke binatu tempat Una mengerjakan paruh waktunya, tapi bis bilang Una tidak kesana sudah hampir sebulan, dia pergi ke tempat wisata tempat dia bekerja sebagai pemandu, tapi pak kepala bidang Una sudah menyerahkan surat pengunduran diri sejak 2 Minggu lalu
pikiran Regan berkecamuk, seperti tak ada lagi tujuan yang harus dia cari, Kemana lagi..
terbersit pikiran untuk mencarinya ke rumah ibunya, benar..bisa saja dia ingin menenangkan diri dan kembali ke kampungnya..tanpa berpikir panjang, Regan langsung berangkat, begitu besar keinginannya untuk menemukan Una..
setelah mencapai perjalanan yang lumayan jauh, dia akhirnya sampai di rumah ibunya Una, rumah itu terlihat begitu sepi, apakah semua orang sedang keluar??Regan turun dari mobil, berkeliling rumah siapa tau ada di belakang, tapi dia tak menemukan siapapun, dia memutuskan untuk duduk sebentar di depan teras..sudah sejauh ini, sebaiknya dia menunggu sejenak, siapa tau mereka sedang keluar..
" nak Regan" seseorang memanggilnya pelan, membangunkan nya dari tidur
Regan yang kelelahan terbangun, tanpa sadar dia sudah tertidur karena kecapean
__ADS_1
" ibu" Regan meraih tangan ibu Una dan mencium tangannya
" kapan kamu datang??"
" belum lama Bu"
" maaf ya ibu tak tau..ibu baru pulang dari ladang, lah pikir ibu Una yang pulang..Una dimana? apa sudah di dalam??ibu kunci pintunya, karena septa sekarang tinggal di asrama sekolah"
berarti Una tak ada di sini, ibu pasti akan memanggilnya jika tau ada aku, tapi ini ibu malah bertanya padanya
" Una gak ikut Bu"
" gak ikut??kenapa??kamu sendirian berarti??"
" kebetulan saya ada acara dan melewati tempat ini, jadi saya pikir ingin datang saja menemui ibu..sudah lama juga sejak waktu itu"
" tapi dia baik-baik aja kan nak regan??"
" tentu saja Bu..ibu tau Una adalah wanita yang sangat ceria, dia sangat bisa di andalkan"
" syukurlah kalau begitu..ibu takut dia ada masalah atau sakit.."
" iya..gak apa-apa nak Regan..ibu malah senang karena nak Regan masih mau mampir ke gubuk nya ibu. tapi ya beginilah nak Regan keadaannya..cuma Una yang jadi tulang punggung kami..sejak ayahnya gak ada dua yang bekerja keras untuk kami" ibu mengusap matanya, air mata nya menetes mengingat akan Una yang terus bekerja keras untuk ibu dan juga adiknya
" waktu itu banyak sekali berita tentang nak Regan dan juga Una..apa itu benar nak??"
ibu kembali mengungkit tentang berita Una yang berkhianat, benar saja, berita itu sudah merambah kemana-mana
" tidak seperti yang berita itu katakan Bu..ibu gak usah khawatir, aku sama Una baik-baik saja, itu hanya sebuah kesalahpahaman, semua sudah kembali seperti semula"
" ibu juga sebenarnya tidak percaya nak,,tapi semua orang pada ngelapor ke ibu .gak sedikit yang bahkan menghujat Una..ibu sedih nak Regan..ibu gak pernah mengajarkan anak ibu untuk berbuat jahat demi uang, seorang ibu pasti akan melakukan apapun untuk membuat anaknya bahagia, tapi karena ibu gak mampu akhirnya Una harus berjuang sendiri untuk kami dan menerima semua hinaan itu" ibu menangis...mendengar itu, Regan merasa kalau apa yang dia lakukan kepada mama nya apakah sama dengan yang di rasakan ibunya Una?? sejenak dia mengingat tentang apa yang di lakukan mamanya, meski begitu Regan tetap belum bisa memaafkan nya
" ibu tak usah khawatir..gak usah mendengarkan omongan orang, aku janji akan mengembalikan nama baik Una seperti sebelumnya..percaya sama aku Bu"
" terimakasih banyak nak Regan..sebagai ibu wajar kalau ibu khawatir"
Regan tersenyum, pelan-pelan Regan mendekat dan memeluk ibu, dia tak sanggup mengatakan kalau kedatangannya untuk mencari Una, itu akan membuat ibu semakin khawatir..
" kamu gak nginap aja di sini nak Regan??ini sudah larut sekali"
" gak apa-apa Bu..besok pagi Regan ada kerjaan jadi harus segera pulang sekarang"
__ADS_1
" Oalah..iya..kalau begitu hati-hati ya..maaf ibu gak sempat buatin apa-apa .dan juga gak bisa bawain apa-apa"
" gak apa-apa Bu..aku datang juga tanpa pemberitahuan..terimakasih Bu..Regan pamit"
" hati-hati ya nak Regan"
Regan pun pamit dan segera memacu mobilnya, kemana sebenarnya Una pergi, tak ada satu pun yang tau kemana dia pergi..kekhawatiran Regan semakin menjadi-jadi, dia takut sesuatu terjadi pada Una, mengingat tak banyak teman atau sahabat yang dia punya, begitupun saudara, setau Regan tak ada saudara lain yang di kenalnya
pagi-pagi sekali Regan pergi ke rumah Zein, pikirannya kalut, dia tak bisa berpikir sendiri, Zein yang tau Regan kembali menyetir merasa begitu khawatir
" aku gak bisa nemuin Una bang"
" kamu udah nyari kemana??"." sudah kemana aja yang aku tau .Bahkan aku sudah ke rumah ibunya tapi dia tak ada di sana"
" kamu datang ke kampung Una??sendirian??menyetir??"
Regan mengangguk
"kamu gila ya re..apa kamu gak merasa trauma dengan kejadian kemarin..aku sudah pernah bilang untuk melarang mu berkendara dulu sementara ini, kalau ada apa-apa kamu bisa bilang ke aku..jangan nekat"
" aku gak bisa membiarkan ini berlarut-larut bang..aku takut Una kenapa-kenapa"
" tapi seharusnya kamu kasih tau aku .bagaiman kalau sampai kamu kenapa-kenapa lagi..terus sekarang mau gimana??"
" entahlah bang..aku juga bingung..tak tau lagi harus nyari kemana lagi"
" bagaimana dengan gina??bagaimanapun kalian masih dalam status pasangan"
Zein belum tau tentang ingatannya yang sudah kembali pulih, entah kenap Regan seperti belum yakin untuk mengatakan semua kepada Zein
" aku akan cari cara untuk mengatakan kepada gina, aku gak bisa terus dengan perasaan ini, bagaimanapun aku gak bisa terus bersama gina, meski bukti sudah banyak menunjukkan hubungan kamu..tapi Abang sendiri kan yang bilang kalau aku dan Una yang sebenarnya adalah pasangan kekasih??ingatan ku pun menunjukkan itu, meski aku berkencan dengan gina, tapi hati ku tak bisa berpaling dari Una, bahkan saat aku begitu kejam padanya, justru akulah yang merasakan sakitnya"
Zein terdiam, sepertinya dia paham apa yang di maksud Regan, tak ada cara lain selain ikut masuk dan membantunya
"lakukan semua dengan pengawasan ku .jangan keluar sendirian ataupun nyetir sendirian, badan mu belum sepenuhnya sembuh..aku akan mencari tau diman Una sekarang"
Regan pulang dengan di antar oleh Zein, pikiran nya masih sangat khawatir dengan Una
di sisi lain, ada orang yang begitu terobsesi untuk menghancurkan Una, yaitu gina, dendam dan sakit hati yang dia dapat dari Regan, dia luapkan kepada Una, di mata gina, Una lah penyebab semua kepedihan yang dia alami..
Dimana kamu un..kenapa tak ada kabar tentang mu, ini sudah 3 hari sejak dia tak ada kabar..
__ADS_1