
ya memang benar seperti ini lah keadaan yang semestinya, Una berpikir bahwa memang harus seperti ini baiknya..Regan lebih pantas dengan gina, wanita cantik yang juga sama terkenalnya seperti Regan..tentunya itu akan membantu Regan meningkatkan popularitasnya, pasti banyak yang mendukung karena berada di level yang sama, berbanding terbalik saat Regan bersamanya...
" ya memang beginilah seharusnya" batin Una seperti tercabik, bohong jika dia tidak sedih, hanya saja dia memilih diam dan berpura-pura seolah dia baik-baik saja, dia tidak bisa menunjukkan rasa cemburunya, rasa sakit hatinya, dia yang mencampakkan Regan, jadi dia harus bersikap tegar seolah dia benar- sudah sudah tak lagi ada perasaan apapun..
aji selalu memperhatikan Una, dia tau Una sangat sedih saat ini, dia tau Una menyembunyikan perasaannya, tapi sebaliknya Regan justru semakin menjadi..
" kerja bagus Una" ucap pak kepala" oh iya untuk selanjutnya mereka meminta mu untuk tetap jadi pemandunya, ini sangat luar biasa un karena mereka sangat percaya dan menyukai kerjamu"
" oh ya..benarkah pak??"
" jadi selama proses syuting kamu harus selalu standby karena mereka membutuhkanmu untuk mengoreksi setiap adegan agar sesuai dengan kondisi sebenarnya tempat ini..untuk jadwalnya akan aku kirim lewat email nanti"
" baik pak"
Antara senang dan sedih, jika ini adalah kemajuan maka ini adalah prestasi bagi Una dalam pekerjaannya, tapi di lain sisi ini adalah hal yang akan terus menghancurkannya karena dia harus sering bertemu dengan Regan...
Regan menghentikan mobilnya, dia memarkir mobil tidak begitu jauh dari rumah Una, dia ingin memastikan kalau Una pulang dengan selamat..meski hatinya terluka, Regan tak bisa memungkiri jika hatinya belum bisa berpaling dari Una..semua berita saat ini sedang sangat heboh dengan berita kencannya dengan gina..tapi hati kecilnya terus merasa menyesal karena kembali melakukan drama seperti itu...
dari jauh dia melihat Una berjalan menuju rumahnya..
" ini sudah sangat larut, kenapa dia baru kembali" bisik Regan,
Una berjalan menunduk, seolah ada kesedihan di wajahnya
" kenapa dia tampak begitu sedih..apa sesuatu terjadi padanya?"
Regan terus bertanya-tanya..Una tiba-tiba menghentikan langkah nya, dia berbalik melihat ke arah lain, tampak wajah Regan yang terpampang dari sebuah baliho, wajah Regan dari salah satu iklan yang dia bintangi..
dari jauh Regan melihat Una, Una yang menangis tersedu saat menatap gambarnya, Regan semakin yakin kalau apa yang sudah Una lakukan padanya sebenarnya bukanlah maunya, pasti ada alasan lain kenapa dia meninggalkannya..Regan pun berniat menghampiri Una, dia ingin mengatakan pada Una untuk kembali padanya dan meminta Una untuk tidak percaya dengan apa yang sudah dia katakan tadi..tapi saat Regan hendak keluar mobil, dia melihat aji yang menghampirinya...tiba-tiba saja dia datang dan memeluk Una..melihat itu Regan seperti meledak-ledak..ini bukan waktu yang tepat untuk bicara dengan Una
aji mengantar Una masuk kerumahnya, mereka duduk di ruang tamu
" apa kamu merindukannya?" tanya aji.una hanya terdiam,saat ini yang bisa dia lakukan hanyalah diam, seolah tak bisa mengucap apapun..
" aku tak akan memaksamu untuk bicara, tapi jika kamu ingin bercerita dan ingin meluapkan perasaanmu, aku siap mendengarnya..menangislah jika memang ingin menangis..itu akan mengurangi rasa sakit mu"
__ADS_1
" hhuuuaaaaaa...." tiba-tiba Una menangis kencang, seperti tak tertahankan lagi, dia meluapkan semua kekesalannya dengan menangis kencang, aji yang berada di sampingnya justru jadi bingung..
" bagaimana mungkin aku bisa menjalani semua jika dia terus berada di sekitar ku??aku bahkan ingin melupakannya tapi setiap aku pergi selalu ada gambar dia dimana-mana" ucap Una..dia terus menangis " aku pikir bisa melupakannya..aku pikir dengan menyakitinya akan membuat dia membenciku, tapi faktanya saat tau dia dengan yang lain hatinya menjadi lebih sakit"
jadi seperti itulah kejadiannya , Una mengorbankan hati dan perasaannya untuk bisa membuat Regan kembali menjadi seperti semula, dia rela di hujat dan di benci dengan melimpahkan semua kesalahan padanya, tapi inilah yang kini dia dapatkan..dia justru mendapatkan sakit hati yang berlebih...Una yang malang..
aji berpamitan, dia meninggalkan Una dengan perasaan yang sama gelisahnya, dia berpikir setelah Una pisah dengan Regan, setidaknya ada harapan untuk ya, tapi sepertinya Una benar-benar sedang menutup hatinya dan tak ingin membuka lagi, bahkan di hatinya Rega. masih menjadi prioritas utamanya, bahkan saat tau Regan sudah bersama dengan orang lain sekalipun...
hari pertama proses syuting, Una sengaja datang lebih awal karena dia harus mempersiapkan banyak hal, dia harus berkomunikasi dengan penulis dan juga sutradara nya, hari ini mungkin akan sedikit berat..
" apa kabar Una?" sapa Zein
" baik kak..kakak gimana?"
" seperti yang kamu lihat..kamu gak apa-apa kan?"
" ya?"
" kalian sudah putus tapi kamu masih harus bekerja dengan dia lagi..aku sudah berusaha untuk bicara dengan penulis dan sutradara, tapi sepertinya mereka sangat menyukaimu"
" gak apa-apa kak..aku disini niat untuk bekerja..tak perlu khawatir dengan ku ataupun Regan..lagipula Regan sudah punya pengganti yang baik"
meski begitu sepertinya gina tau siapa Una, terlihat dari cara dia memandang Una seperti penuh kebencian, bahkan tak jarang dia meminta Una melakukan sesuatu yang bukan tugasnya, beberapa kata ejekan bahkan terlontar dari mulutnya..Una paham maksud gina, pastilah dia tau siapa Una, dan pasti dia merasa cemburu karena takut Regan akan kembali padanya..
" tolong dong ambilin sepatu ku" perintah gina
Una pun mengambil sepatu yang ada di dekatnya, di berikannya sepatu warna putih
" bukan yang ini, tapi yang silver"
Una pun mengambil sepatu yang gina maksud
" yang ini kembalikan ya"
" maaf mbak saya masih ada kerjaan lain, mbak gina bisa meminta asisten atau manager mbak buat mengembalikan sepatunya"
__ADS_1
" heh..kamu ada disini kan juga di bayar, gak usah belagu lah"
" betul mbak..saya memang di bayar..tapi bukan mbak ya g bayar saya..saya disini bertugas sebagai pemandu mewakili tempat wisata ini, saya bukan asisten artis" ucap Una sambil berlalu
gina merasa begitu kesal karena Una berani melawannya..
waktu istirahat pun Una tak mau bareng dengan mereka, dia tak ingin melihat Regan dan gina yang selalu dekat-dekatan..gina selalu berusaha terlihat mesra saat bersama Regan, seolah ingin menunjukkan kalau dia adalah pemilik Regan saat ini, seolah ingin memperlihatkan pada Una bahwa Regan adalah milik ya, memanas-manasi Una..Una memang panas, Una cemburu karena itu dia memilih menjauh..
masih ada waktu 10 menit lagi, cukup untuk dia menyiapkan beberapa dokumen tambahan sebagai referensi, Una berjalan hendak kembali, tapi langkahnya terhenti karena Regan sudah ada di depannya...mereka saling menatap, sesaat Una merasa seperti ini hanya mimpi,ctapi kemudian dia tersadar dan ingin langsung segera pergi
Regan berusaha menghentikannya, dia meraih tangan Una, tapi Una menolak, sesaat terlepas tapi Regan kembali meraihnya
" ayo kita bicara un"
" bicara apa mas??jika ini masalah kerjaan, sebaiknya kita bicara di sana saja" tegas Una
" tidakkah kau beri kesempatan buatku?"
" kesempatan buat apa?"
" dengarkan dulu penjelasan ku"
" bukankah seharusnya mas menjaga perasaan pacar mas"
" ini gak seperti yang kamu pikir un"
"lalu apa mas?"
" ini hanya kesalahan saja"
" oohh .jadi ini drama lagi??apa hidup mas memang tidak bisa jauh dari drama??aku pikir ini bukan drama deh, kalian terlihat begitu mesra kok, dan sangat serasi..itukan yg semua harapkan??pasangan fenomenal dengan prestasi yang sama, bukan dengan wanita dari level rendahan"ucap Una sambil beranjak pergi
" dengerin dulu un"
" jangan ikuti aku kalau mas gak mau ada masalah lagi"
__ADS_1
Regan pun hanya bisa melihat Una pergi menjauh, sepertinya Una pun sudah salah paham dengannya
Una menangis, bagaimana bisa dia ingin menjelaskannya, semua sudah jelas, sudah jelas dia bermesraan dengan gina..