Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 31 : yang butuh di mengerti


__ADS_3

hari terakhir Regan syuting..suasana lokasi lebih riuh di banding syuting sebelumnya..banyak penggemar datang ingin menyaksikan adegan terakhir mereka..


Una hanya bisa melihat dari jauh, saat ini dia sedang memandu beberapa turis asing..


meski hanya bisa melihat sekilas, Regan dan Una masih bisa melempar senyum satu sama lain..


menjelang siang semua kegiatan syuting sudah selesai, semu kru dan pemain berkumpul dan melakukan pesta karena syuting sudah berjalan dengan sangat baik dan lancar


bagaimana pun Una juga punya kontribusi dalam syuting itu, dia sempat menjadi pemandu dalam menyempurnakan cerita dan latar tempat nya..sehingga Una pun di undang untuk juga menghadiri nya..


bagaimana mungkin Una tak datang, tentu dengan senang hati dia menyetujuinya..setidaknya dia bisa melihat Regan lebih dekat..mereka sedang di mabuk asmara saat ini, jadi tidak bertemu sebentar saja sudah membuat mereka kebingungan..


Una duduk bersama dengan beberapa staff wisata, mereka makan malam bersama, saling ngobrol dan bercengkrama


" harus kah kita keluar sebentar" Regan mengirim pesan ke Una


" ini masih sangat ramai. tidak enak jika keluar lebih dulu" balas Una


" aku sudah sangat merindukan mu"


" akupun juga..tapi kita harus menahannya..ayo kita bertemu setelah semua nya selesai"


Regan melihat ke arah Una dan mengangguk


saat sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba gina datang dan duduk di samping Regan, seperti biasa guna selalu saja menempel, seolah mereka adalah sepasang kekasih sungguhan


" tidak bisakah kau duduk sendiri dengan tenang??tidak perlu menempel seperti ini" ucap Regan lirih memperingatkan gina


" bukan kah kita memang harus seperti ini??kamu mau semua orang curiga dengan kita??kita ini sepasang kekasih"


" berhenti menjadikan itu sebagai alasan..bersikap saja sewajarnya"


gina merasa begitu jengkel, dia tidak menyangka jika Regan selalu memperlakukan ya dengan sangat dingin, sejak Regan mengikrarkan mereka berkencan tak sekalipun Regan bersikap manis..kenap dia harus mengumumkan jika sebenarnya dia tak ingin..


" ayo kita bicara di luar" ajak gina dengan ketus, seraya berdiri dan langsung beranjak pergi


Regan pun mengikutinya, Una melihat itu dengan perasaan khawatir, kenap mereka keluar bersama??


" kenapa harus bicara di luar?? gak enak sama yang lain"


" kenapa harus gak enak..mereka semua tau kita adalah pasangan"


" jangan terlalu berlebihan.."


" bukan aku yang berlebihan deh kayak nya..tapi kamu yang selalu dingin padaku re"


" aku hanya tak ingin mengumbar-umbar gin"

__ADS_1


" bagaiman bisa kamu bilang mengumbar-umbar..kita bahkan tak pernah jalan berdua..setiap ada yang tanya aku selalu menutupinya..kau tau betapa itu selalu melukai ku??" gina berkaca-kaca


Regan merasa kasian melihat gina yang seperti ini, kesalahannya karena sudah memasukkan gina ke dalam skenario yang dia buat, yang awalnya hanya ingin membuat Una cemburu, tapi berakhir dengan gina yang menanggapi serius..


" tidak bisakah kamu bersikap sedikit lembut padaku??" pinta gina, Gian spontan memeluk Regan, memeluk begitu erat..Regan yang bingung dengan sikap gina, merasa canggung dan sangat tidak nyaman


diam-diam mengikuti kemana mereka pergi, dan betapa kaget dan terkejut nya Una saat melihat Regan dan gina berpelukan..Una merasa sedih, bukankah Regan bilang mereka hanya pura-pura??kenapa mereka harus bermesraan di luar


Una merasa tidak sanggup lagi melihatnya, dia pun kembali ke dalam, berpamitan kepada yang lain dan memutuskan untuk pulang..hancur hatinya, mungkinkah Regan sekarang ini sedang mempermainkannya??apakah yang dia katakan kepada Una benar-benar tulus??ataukah sebenarnya Una lah yang tidak paham dengan situasi??


entahlah..banyak pikiran-pikiran yang asik ke kepala Una..


ponsel Una terus berdering, Regan menelponnya..tapi sengaja Una tak mengangkatnya, dia terus merasa kesal dan kecewa dengan apa yang dia lihat..itu sudah bukan waktunya beracting...


" kamu di mana un?" pesan masuk dari Regan, Una sengaja tak ingin membukanya, biarkan saja, saat ini sepertinya lebih baik Una tak menemui nya..


Una berjalan lemas, tampak raut mukanya begitu suram, sesekali dia bergumam sendiri gak jelas, melampiaskan kekecewaannya...


" kamu kemana aja sih??d telpon gak di angkat, di kirimi pesan gak di balas"


Regan yang tiba-tiba muncul mengagetkan una


saat Una melihat Regan, rasanya semakin jengkel, Una berusaha pergi dan menghindar tanpa berkata apapun, Regan merasa bingung dengan yang Una tunjukkan


" kenapa sih un??bukan kah kita janji buat ketemu kalau sudah selesai acara??"


" aku capek mas..lain kali aja ya..aku mau istirahat" jawab Una hambar


Una menatap Regan dengan wajah heran, bagaimana bisa dia malah bertanya dia punya salah atau tidak..bukankah seharusnya dia sadar diri dan meminta maaf karena sudah memeluk wanita lain, dan itu terlihat romantis, membuat Una ingin meneriaki tapi tak sanggup..


tanpa bicara Una langsung beranjak pergi, perasaan kesal yang tak tertahankan, Regan yang terus mengikutinya dan bertanya-tanya kenapa Una bersikap begitu


" bukankah seharusnya mas Regan minta maaf dulu??"


" ini tentang apa??"


Una semakin marah, Regan kenap tidak bisa peka, dia sengaja gak tau apa gimana..bukan kah dia sudah melakukan hal yang salah, apa dia merasa itu adalah hal biasa dan bukan kesalahan??


" jadi mas Regan gak tau salahnya dimana??menganggap kalau hal salah itu adalah benar??"


" makanya ngomong un..biar aku tau"


" sudahlah.." Una masuk ke dalam rumah, berniat mengunci pintu tapi Regan sudah keburu membukanya


" bagaimana aku bisa tau kalau kamu gak ngomong..kamu yang tiba-tiba seperti ini"


" mas Regan itu apa gak bisa menjaga hati aku??sebenarnya status kamu sama gina itu gimana sih??mas Regan mau main-main sama aku??mau balas dendam??"

__ADS_1


" ya Tuhan..ngomong apa sih kamu un..aku kan udah cerita semua sama kamu..kamu juga bisa lihat kan tadi aku ke gina kayak gimana, aku gak bisa meminta dia langsung dengan tegas menjauhi karena di sana tadi kan lagi banyak orang..kamu juga tau tujuanku gimana..sabar sebentar lagi..sampai film ku selesai di luncurkan..dan aku gak akan lagi bersama gina"


apa cuma itu di pikiran Regan


" apa dengan berpelukan di luar itu juga salah satu bentuk acting kalian??dingin saat banyak orang tapi romantis saat di tempat sepi..apa seperti itu cara kerja mu??"


Regan mulai paham maksudnya


" kamu melihatnya tadi??"


" aku hanya tidak sengaja melihat..tapi itu romantis sekali..memang kalian cocok..bagus lah"


Regan tersenyum tipis, dia tau kenapa Una seperti ini, cemburu yang membuat nya emosi


" kamu masih bisa tersenyum??kamu gak tau sakit nya aku saat melihat kalian seperti itu tadi"


" iya aku minta maaf..maaf banget..dengerin aku dulu ya"


" sepertinya aku yang salah mengartikan hubungan kita deh, ku pikir saat kamu bilang akan bersamaku itu adalah ucapan tulus..tapi sepertinya kamu sengaja menebar kata-kata manis..kamu merasa bangga karena sudah bisa menaklukkan 2 wanita??"


" aku tau ini salah..tapi dengerin dulu dong"


" aku harus denger apa lagi??sikap mu tu beda banget lho mas antara di dalam dan di luar"


" aku nglakuin itu biar gina itu gak macam-macam..dia akan nglakuin hal nekat kalau sampe tau kita balik lagi"


" bukankah dia tau kalau hubungan itu pira-pura??itu kan yang mas bilang ke aku??"


" tidak sepenuhnya dia tau un..meski dia sadar aku tidak punya perasaan untuknya, dan tau kalau hubungan kami adalah pura-pura..tapi dia tetap berharap kalau itu benar, dan itu adalah salah ku un..aku gak bisa menyakitinya sementara penyebab dari itu semua adalah aku"


" jadi inti nya kamu belum bisa ninggalin dia kan??bukan karena film, tapi karena hati mu pun sepertinya memang gak bisa ninggalin dia..jadi buat apa hubungan kita??"


" aku butuh waktu un..ngerti lah sedikit"


" aku berusaha ngerti mas..tapi apa yang kalian lakukan tadi itu sudah cukup buat aku sakit..kalau memang gak ada perasaan ya sudah jangan terlalu lemah"


Regan terdiam, dia bingung harus bicara apa lagi, sekarang ini Una sedang emosi, akan semakin parah jika dia terus meladeni kemarahan nya


" sepertinya malam ini kita memang gak bisa bicara dulu mas"


" baiklah kalau menurutmu memang seperti itu..aku minta maaf..aku sudah salah..aku akan pergi..kita bisa bicara lagi lain kali"


Una sebenarnya tidak berharap ini, bagaimana bisa dia benar-benar pamit pergi saat Una mengatakan tidak bisa, bukankah seharusnya dia terus bertahan dan meyakinkan Una


" kamu lekas istirahat, besok kita bicara lagi"


Regan bergegas pergi, pintu rumah Una pun tertutup rapat, di ikuti dengan Isak tangis Una

__ADS_1


kenapa Regan tidak mengerti apa maunya??kenapa dia pergi saat Una bilang gak bisa??Una menangis kencang, merasa kalau Regan tidak lah serius dengan ya, Regan tak peka dengan hatinya..ini membuat Una jadi berkurang kepercayaannya terhadap Regan..


wanita ini, butuh di mengerti tapi si pria kenapa tak peka sama sekali, seharusnya Regan menjelaskan sejelas-jelasnya, meyakinkan Una dan bersikap tegas dengan hubungannya dengan gina..itu yang Una inginkan


__ADS_2