
Alex dan Una kembali ke kantor dengan perasaan yang senang, Alex tidak mengerti kenapa hari ini begitu mudah bagi mereka
" aku tak menyangka kalau semua bisa semudah ini..kamu benar-benar keberuntungan un"
" ini hanya kebetulan saja mas..semua berkat kerja keras mas juga meyakinkan semuanya"
" ngomong-ngomong apa kamu kenal dengan Maliq sejak lama??"
" enggak juga sih..aku baru mengenalnya tadi"
" oh ya..tapi sepertinya dia sangat menghormati mu..terlihat sekali dia mau menandatangani kontrak dengan kita demi kamu"
" enggak juga mas..itu karena memang produk yang akan di iklankan adalah produk yang memang patut untuk di jadikan iklan terbaik"
" kami sudah berkali-kali datang tapi dia terus menghindari kami..tapi dengan mu dia tak menolak sedikit pun"
Una hanya tersenyum-senyum saja
benar saja, saat Alex menelponnya karena Una tak ada.di lobby, saat itu Una sedang bersama Maliq, karena Maliq menawarkan bagaimana cara untuk membalas Budi, maka Una pun meminta nya untuk menanda tangani kontrak dengan mereka, tentunya mereka akan mempresentasikan dulu seperti apa nanti iklan produk yang kami kelola..Maliq menyetujui nya dan mengajak Una untuk masuk kantor agensinya, kebetulan CEO dari agensi tepat Maliq bernaung sedang tidak di tempat, tapi mereka tetap mau untuk bekerja sama..the power of menolong
setelah sampai di kantor, semua menyambut Una dan juga Alex, akhirnya apa yang selama ini menjadi kendala mereka bisa terpecahkan juga
" selamat Una, ini keberhasilan pertama mu"
" bukan..ini semua karena mas Alex"
" tidak..tidak..Una adalah orang yang paling berperan penting di sini, berkat dia,,Maliq bahkan tak mengatakan apapun dan langsung tanda tangan kontrak"
semua bertepuk tangan
" Tim 1 sudah kedatangan Dewi keberuntungan"
" aku masih harus belajar"
Tim 1 adalah tim yang di kepalaku oleh pak Ferdi, beberapa staff lainnya ada Alex, Siska, Edo, Gilang dan besti, dan di tambah Una sekarang
saingan mereka adalah tim 2 dengan kepala tim pak restu, pria lajang yang juga menarik, pesona nya gak kalah dari pria menawan lainnya yang ada di kantor ini
" waahh..sepertinya aku harus lebih kuat mental..bagaimana bisa di sini isinya cowok ga teng semua" gumam Una dalam hati
restu melihat dari jauh selebrasi yang sedang di lakukan oleh tim 1, dia melihat ke arah Una
Una keluar dari kamar kecil, menuju ke ruangan, di tengah perjalanan menuju ruangan timnya dia bertemu dengan restu
" hallo" sapa restu
Una mengangguk
" selamat ya kamu sudah berhasil meski baru beberapa hari kerja di sini.."
" terimaksih pak"
" kamu tau aku kan??aku kepala tim 2, restu.."
restu menjabat tangan Una
" kamu boleh bertanya-tanya ke tim 2 jika ada yang belum kamu tau..gak selalu harus di tim kamu aja"
" baik pak terimakasih"
" aku masih seumuran dengan Alex dan teman-teman di tim 1, bukan kah sebaik ya kamu panggil aku mas juga??"
Una terdiam, sedikit heran aja, kenapa restu seolah sok dekat dengan dia
" hanya biar lebih akrab saja..bukan kah akan lebih nyaman jika kita tidak melihat dari sisi jabatan"
" oh iya pak..eh..mas"
restu menjulurkan tangan nya mempersilahkan Una untuk pergi
apakah seperti ini rasanya, Una merasa lebih puas, semoga apa yang terjadi hari ini akan menjadi lebih baik untuk ke depannya, dia akn buktikan kalau dia mampu
ponsel Una berdering, nomer baru..
" hallo"
" hallo kak"
" ini siapa??"
" baru juga tadi kita ketemu, sudah lupa dengan suara ku"
Una berpikir, siapa yang ada di balik suara ini
" Maliq??"
" yup..syukurlah kakak ingat..aku takut kakak melupakan ku begitu cepat"
" ada apa menelpon ku??kamu tidak berencana untuk membatalkan kontrak kan??"
" heii..tentu saja tidak..aku hanya sedang ingin menelpon mu saja"
" kamu bisa melakukannya nanti..aku sekarang lagi kerja lho"
" kamu bisa bilang kalau ini dari aku..mereka gak akan memarahi mu"
" mana bisa begitu"
__ADS_1
" ayo kita makan malam"
" heee??" kenapa dengan anak ini??apa dia sedang main-main..
" aku bilang mau ajak kakak makan malam"
" kenapa harus dengan ku??"
" karena aku ingin dengan kakak..kita harus menjaga kedekatan kita .kita akan jadi partner lho partner"
" aku gak bisa..hari ini aku ada lembur"
" jadi begitu??"
Maliq langsung menutup telponnya..aneh banget anak ini, apa dia marah karena Una menolak ajakannya..tapi memang benar hari ini dia harus lembur..setelah tanda tangan kontrak dengan Maliq, banyak pekerjaan yang harus tim 1 kerjakan, tak ada pilihan lain, Una pun juga harus ikut lembur..
sudah pukul 7 dan pekerjaan masih numpuk, semua orang di tim 1 sibuk, Una tidak banyak mengerjakan, dia hanya membantu, tapi dia tak mungkin juga pulang, perutnya sudah sangat keroncongan...tapi sepertinya hanya dia saja yang merasakan lapar..
" kamu harus terbiasa dengan lembur un" kata Siska
" apa sering seperti ini??"
" kita pasti lembur setiap habis tanda tangan kontrak dengan artis, ini baru 1, akan semakin lama saat kontrak yang kita terima lebih dari 1..tahan dulu laparmu"
Una langsung memegang perutnya
" darimana Mbak Siska tau aku lagi lapar" Una merenges
" suara perut mu kenceng banget kruyuk-kruyuknya"
Una merasa malu, dia tak bisa mengendalikan suara perutnya..
" sedikit lagi guesss..ayo semangat" pak Ferdi menyemangati " Ayi kita makan enak setelah selesai
yang lain tepuk tangan, saling menyemangati, Una yang melihat ini merasa nyaman meski benar dia sangat lapar saat ini
" selamat malam"
semua menoleh ke arah suara
" sepertinya kalian sangat bekerja keras"
" Maliq?!"
semua orang teriak histeris, mereka tak menyangka kalau kantornya kedatangan artis
pak Ferdi langsung mendatangi Maliq
" bagaimana anda bisa datang malam-malam begini??maaf karena tidak tau"
" tidak apa-apa..aku datang kesini atas kemauan ku sendiri, aku hanya ingin melihat lebih dekat bagaiman tempat aku akan melakukan proses iklan yang akan aku bintangi"
" apakah masih lama??aku membawa makan malam buat kalian"
malig meminta managernya untuk membagikan makanan yang dia bawa
" kenapa anda repot-repot mas Maliq.."
" aku tidak mengganggu kan??"
" tentu saja tidak..kami sebentar lagi selesai kok"
" oh ya??"
dari semua orang sepertinya hanya Una satu-satunya yang tidak heboh, ketika yang lain berusaha mendekati Maliq, dia bahkan tak menoleh sedikit pun
" silahkan di nikmati sekarang, ini akan lebih enak jika di makan saat hangat"
yang lain diam, karena sebenarnya pekerjaan mereka masih ada
" ayo..makan saja dulu..kita bisa melanjutkannya nanti..lagian hanya tinggal sedikit lagi kan" pak Ferdi mengijinkan mereka untuk makan
" oh..apa Una tidak mendapatkannya??" ucap besti
" gak apa-apa kalian makan saja"
mereka merasa tidak enak karena Una tidak mendapatkan jatah, padahal mereka tau Una adalah orang yang paling lapar saat ini, dan dia adalah orang yang paling berkontribusi dalam pencapaian ini tapi justru dia yang tak dapat apa-apa
Alex berniat untuk memberikan bagiannya kepada Una
" kalian makan saja..karena kak Una tidak mendapatkan bagian..aku minta maaf banget..aku pikir aku sudah membawa sesuai dengan jumlah tapi ternyata aku salah..kalau begitu tak ada pilihan lain..biar semua sama rata, bagaiman kalau kak Una keluar dengan ku saja??"
yang lain kaget dong, apalagi Una..apa ini rencananya? dia sengaja memberi makanan tidak sesuai jumlah orang agar bisa mengajak Una keluar??
" aku pikir dia adalah bintang nya kali ini, apa gak apa-apa jika dia di berikan hak khusus pulang lebih dahulu??aku yang meminta nya"
" tentu. tentu saja..Una..kamu bisa ikut mas Maliq"
" enggak pak .saya akn pulan bareng dengan yang lainnya"
" gak apa-apa..lagian hanya tinggal sedikit lagi..pergi lah.."
Una merasa tidak enak dengan yang lain, tapi pak Ferdi tetap menyuruhnya untuk pergi
Una hanya pergi berdua dengan Maliq, managernya dia suruh pulang lebih dulu
" kamu sengaja kan memberi makan kurang??"
__ADS_1
" waahh..aku ketahuan deh"
" lain kali jangan seperti ini lagi ya..gak enak sama yang lain.."
" mereka bilang tinggal sedikit lagi .gak ada salahnya kamu pergi lebih dulu..kamu pahlawan hari ini"
" dalam dunia kerja tak ada pahlawan-pahlawanan..semua sama.."
" iya deh..iya..aku cuma gak tahan saja ingin melihat mu"
apa maksud nya bocah ini
" bukan kah kamu harus hati-hati saat beraktifitas??bagaiman jika ada paparazi??aku gak mau lho masuk daftar gosip"
" apakah begitu??? aku gak pernah mempermasalahkan jika ada yang menyebar berita tentang ku..jika ada yang menganggap aneh-aneh atau mengatakan kakak pacar ku..bukan kah itu lebih baik??"
ini anak minta di sleding kali ya..mudah banget ngomong begitu
" lebih baik kita mencari tempat makan yang tidak ramai dan kalau bisa yang agak tertutup"
" kenapa??kakak ingin lebih intim dengan ku??"
" apa maksud mu lebih intim??aku sedang menjaga mu dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, kamu belum tau aja giman rasanya masuk artikel sementara itu bukan yang kamu lakukan"
" sepertinya kakak lebih berpengalaman dari ku"
" aku hanya tau saja..bukan kah artis seperti itu"
" okey..aku anggap itu bentuk perhatian mu pada ku .aku sangat bersemangat sekali"
mereka berdua menikmati makan malam dengan baik, tak seperti Maliq yang terlihat begitu senang karena berhasil membawa Una keluar, Una merasa sedikit tidak enak dengan yang lain
" Maliq..apa kamu memang seperti ini??"
" apa??"
" kamu tau kan aku lebih tua dari mu??tapi sepertinya kamu bahkan tak menghormati ku sama sekali"
" hormat grak"
" jangan bercanda"
" aku sudah memutuskan untuk bersikap Nayaman dengan mu.."
" kenapa??"
" pertama melihat mu tadi dan kemudian saat aku menggandeng tangan mu, berbicara sekilas dengan mu..mungkin orang pikir aku terlalu lebay dan keterlaluan..tapi aku merasa kalau kita ini sangat cocok sejak awal..kamu yang semangat, kamu yang berani..itu mengagumkan"
" bagaiman kalau aku sampai jahat pada mu??kamu gak bisa cepat percaya pada orang lain yang baru kamu kenal"
" apa kakak ingin berniat jahat padaku??"
" tentu saja tidak..bagaimana mungkin.."
" artinya aku tak perlu mengkhawatirkan apapun..dan lagi..aku suka wanita yang lebih tua dariku" ucap Maliq sedikit berbisik
" cepat makan dan ayo pulang"
anak ini sepertinya tak peduli dengan apa yanga akan menimpa karirnya, dia sangat santai dengan apa yang dia jalani
" aku akan mengantar mu pulang, dimana rumah mu??"
" aku akan pulang sendiri..gak usah repot-repot mengantar ku .terimaksih atas makan malam nya"
" aku akan jadi pria pengecut jika hanya menerima ini..ayo pulang bersama ku"
Maliq menarik tangan Una dan memaksanya masuk mobil
" saat kamu pergi bersama ku, maka pulang kampung harus bersama ku"
Una akui, Maliq pria gentle, dia patut di andalkan karena bertanggung jawab.
diperjalanan pulang, Una melihat beberapa baliho besar..terpampang wajah Regan di sana, dia mulai tersadar jika selama ini ternyata hatinya rindu..sedang apa dia, apakah dia juga merindukan Una??
Una sudah sampai di rumahnya
" kamu tinggal disini??"
Una mengangguk
" dengan keluarga mu??"
" tidak..aku tinggal sendiri..ini hanya rumah sewa saja"
" oohh.."
" terimaksih atas semuanya..hati-hati saat berjalan pulang"
" okey..kakak juga lekas istirahat..jangan lupa buat mimpiin aku di tidur mu"
Una hanya tersenyum..anak ini sepertinya memang punya bakat di cintai..terbukti dia tidak ragu untuk melakukan apapun kepada orang lain..
Una masuk ke rumah, dia letakkan tas nya di sofa dan menabung tubuhnya di atas sofa, dia menarik nafas panjang, menutup wajahnya dengan bantal sofa
tak terasa air matanya menetes, semakin deras, dadanya tiba-tiba terasa sesak..sesaat melihat wajah Regan membuat dia begitu merindukannya, mereka berpisah dengan cara baik-baik, Una adalah orang yang memutuskan untuk pergi, tapi dia juga yang merasa paling tersiksa saat menahan rindu..
Una selama ini merasa emang, karena dia melihat Regan sepertinya baik-baik saja, apakah dia masih menerima amplop hitam itu??apakah dia masih belum berbaikan dengan ibunya??semua kekhawatiran itu masih berkecamuk setiap dia mengingat Regan..tapi tetap saja itu hanyalah ingatan manis yang tidak bisa dia buang, Una harus bisa berdiri dan move on
__ADS_1
Una menunggu di depan pintu lift, hendak naik ke kantornya, saat lift terbuka, Una hanya terdiam, terpana melihat mereka yang ada di dalamnya..ada aji, Leo, Alex, restu dan juga maliq..5 pria goodlooking berada dalam 1 lift..Una yang masih terdiam berdiri tertegun..apakah dia harus masuk??ataukah dia menunggu lift berikutnya saja??ketika semua orang yang berada di dalam sedang menatap ke arah nya..