
ketika Regan masih berusaha untuk mencari Una yang entah kemana, tiba-tiba dia teringat dengan amplop hitam..amplop hitam yang selama ini meneror nya..Regan berlari menuju ruang kerja nya..dia ingat telah menyembunyikannya di suatu tempat yang hanya dia yang tau, di bawah meja kerja nya ada sebuah kotak rahasia, pantas saja saat Una mencarinya tak dia temukan apapun..dia kembali melihatnya satu persatu,,semua kata-katanya sama, dia kembali mengingat peristiwa itu, peristiwa yang membuat nya begitu membenci ibunya..
dia harus segera menemukan siapa sebenarnya yang sudah mengirimkan nya..tapi saat ini Regan harus bisa menemukan Una terlebih dahulu .dimana dia sebenarnya...
tak ada yang tau keberadaan Una dimana sekarang, Una tau kalau pasti akan ada yang mencarinya..dan dia tau Regan pasti melakukannya..ingatannya yang sudah mulai kembali, tapi Una masih harus berpikir ulang untuk kembali menerimanya
*
pagi yang begitu indah, di sebuah tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota, sangat tenang dan damai..jauh dari keramaian..sekelompok anak yang sedang bermain bersama..Una berjalan sendiri, dia merasakan ketenangan setelah beberapa hari tinggal di sana..
tak ada seorang pun yang tau, Una memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah yatim piatu dan mengabdikan dirinya untuk menjadi sukarelawan di sana, dia melakukan itu karena dia tak ingin membuat orang-orang khawatir, terutama ibunya..pasti akan sangat khawatir jika dia sampai pulang dengan kondisi seperti sekarang..setidaknya itu bisa dia lakukan selama beberapa hari sebelum dia kembali ke kota lagi...
di tempat itu, Una merasa sangat di pedulikan, banyak yang menyukai nya, bahkan anak-anak di sana juga langsung begitu akrab dengan nya..syukurlah petugas panti mau menerima niat baiknya dan menampungnya..
**
Regan merasa putus asa karena tak bisa menemukan Una, dia banyak meminta bantuan untuk menemukan Una tapi tak ada hasilnya..
Regan memutuskan untuk kembali ke rumah Una, masih sangat sepi, beberapa kursi di teras tampak terbalik menandakan kalau tak ada yang tinggal di sana
Regan tetap nekat menyetir meskipun sudah di ingatkan oleh Zein berkali-kali
Regan melangkah gontai keluar dari rumah Una, terasa begitu lemas, dia berharap Una baik-baik saja..dia benar-sangat khawatir..tiba-tiba matanya tertuju pada kotak surat di depan rumah Una, ada beberapa surat yang belum di ambil, lalu dia pun berinisiatif memanggilnya..siapa tau itu bisa jadi salah satu petunjuk..beberapa surat tagihan dan mata Regan pun tertuju pada sebuah surat dari sebuah panti asuhan..di situ tertera alamat beserta nomer telpon nya..dengan cepat Regan menghubungi nomer yang tertera..alangkah senang nya dia, benar saja Una ada di sana..syukurlah, tak sia-sia dia datang kemari..
Regan segera memacu mobilnya, menuju ke alamat panti asuhan tersebut..
setelah sampai, Regan berjalan pelan menyusuri tiap tempat, dari kejauhan dia mendengar beberapa anak yang sedang bersenda gurau, tertawa dengan ceria..Regan mendekat..tampak di sana Una sedang bermain bersama dengan anak-anak..melihat keadaan Una sepertinya dia sangat baik...Regan menatapnya dari kejauhan..sepertinya belum waktunya bagi dia untuk menunjukkan diri kepada Una..ini akan menjadi sangat canggung..sementara ini cukup dia tau dimana Una berada dan bagaimana kondisi nya...
Regan memutuskan untuk kembali, dia bertemu dengan seorang wanita yang juga bekerja di sana
" maaf..apa ada yang bisa di bantu?"
" oh tidak..saya hanya datang untuk melihat-lihat saja..karena saya menyukai anak-anak"
__ADS_1
wanita itu tampak curiga dengan Regan, tapi kemudian Regan mencairkan suasana dengan bertanya kepadanya
" dimana saya bisa bertemu dengan kepala panti??"
" untuk apa maaf??"
" saya berencana ingin menjadi donatur di sini"
dengan segera wanita itu mengajak Regan bersama nya dan mempertemukannya dengan kepala panti
sudah beberapa lama Regan berada di dalam, kepala panti pun tau siapa Regan, banyak hal yang Regan ceritakan, dan tujuan lain dia datang ke sini..begitupun kepala panti menceritakan tentang Una, gadis baik yang selalu ceria, semua orang dan anak-anak menyukai nya..
Regan pun berpamitan untuk kembali
" minta tolong untuk merahasiakan kedatangan saya kepada Una"
" baik nak Regan..saya akan lakukan amanah itu..terimakasih banyak karena sudah bersedia menjadi donatur tetap di panti asuhan ini"
**
" kenapa kamu mengabaikan ku??"
" aku pikir kamu sudah tau kenapa aku seperti ini"
" kamu gak bisa kayak gini ke aku re..urusan kita belum selesai"
" urusan apalagi yang belum selesai??"
" ingat re..kita masih ada dalam status pasangan..hubungan kita belum berakhir"
" jika menurut mu seperti itu, maka silahkan terus berpikir begitu..tapi buat ku kita sudah selesai"
"kau pikir dengan hanya begitu semua akan berjalan seperti apa yang kamu pikirkan??kita masih harus berhadapan dengan para penggemar re"
__ADS_1
" aku akan mengumumkan kalau kita sudah berpisah"
" tidak semudah itu re!!"
" itu mudah bagi ku..kenapa??kamu takut karir mu akan meredup??"
Regan membuka pintu, berniat meninggalkan gina
" itu semua karena wanita itu kan??wanita ja*ang itu pasti sudah menggoda mu"
Regan menghentikan langkahnya, dia merasa tidak suka dengan apa yang sudah gina ucapkan
" ini tak ada hubungannya dengan Una, berhenti untuk terus mengaitkan masalah kita dengan dia"
" lihat saja re..aku gak akan tinggal diam..jika kamu terus bersikap seperti ini, jangan salahkan aku jika akan ada berita tentang kita bertiga"
" apa maksud mu??"
" seorang artis terkenal yang meninggalkan kekasihnya demi seorang wanita yang sudah menghancurkannya...bukan kah itu akan menjadi judul artikel yang sangat bagus??pasti itu akan menjadi berita yang sangat heboh"
" jangan berani-berani nya kamu mengaitkan masalah kita dengan membawa-bawa Una..atau.."
" atau apa??kamu akn membuat ku lebih parah lagi??aku gak peduli re..aku sudah sangat terpuruk sekarang, maka kalian pun juga harus merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan sekarang"
" kamu yang menantang ku gin..lihat saja..kalau kamu berani melakukannya..aku akn benar-benar menghancurkan mu"
sepertinya tak ada alasan lagi bagi Regan untuk kasian kepada gina, sikap gina yang seperti ini sudah membuat Regan sangat muak,,gina yang tak bisa berkaca dengan kesalahannya, selalu menyalahkan orang lain dan menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling menderita..
gina menyimpan banyak dendam di hatinya..dia sudah tak tahan dengan semuanya..entah hal nekat apa yang akan dia lakukan saat ini..
***
suasana panti asuhan yang begitu tenang membuat Una betah berada di sana, apa dia tinggal di sana saja, dia bisa mengajukan lamaran untuk bekerja di panti asuhan itu..tapi sepertinya itu tak bagus..saat ini panti asuhan sedang dalam keadaan yang sangat baik, anak-anak senang karena mereka mendapatkan hadiah..pasti lah yang memberinya adalah orang yang sangat menyukai anak-anak..dan juga pasti orang baik yang kaya raya..katanya, donatur itu akan datang hari ini ke panti asuhan, Una tidak sabar ingin menemuinya dan berterimakasih karena sudah membantu anak-anak dan membuat mereka menjadi lebih ceria..
__ADS_1
Una berniat kembali ke dalam, tapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba Regan berada di depannya..Regan tersenyum tipis, menatap Una dengan penuh kerinduan, mata Una berkaca-kaca, dia tak bisa menyembunyikan perasaannya yang juga merasa senang melihat Regan..mata mereka saling memandang...