Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 14 : hallo, nona pahlawan!!


__ADS_3

Una tak bisa tidur malam ini, bahkan siang dia memejamkan mata tetap tak bisa, hanya wajah Regan saat menangis yang selalu terlintas..


Una beranjak dari tempat tidurnya, membuka pintu pelan, dan keluar..dia berkeliling di dalam rumah, hanya untuk memeriksa apakah Regan benar-benar sudah masuk kamar atau belum.


Una menghela nafas panjang, dia mulai merasa begitu kasian terhadap Regan, pria yang terlihat luar biasa itu ternyata menyimpan beban sakit hati yang dalam, terutama orang itu adalah ibu nya sendiri..


pagi-pagi sekali Una terbangun, dia berniat pulang untuk mengunjungi ibu nya..adiknya septa tiba-tiba memberinya kabar kalau ibu nya terluka saat berkebun, sementara adiknya itu sedang tidak ada di rumah karena ada kegiatan karya wisata selama 3 hari..dia berniat mengetuk pintu untuk meminta ijin Regan, tapi segera dia urungkan mengingat semalam pasti lah Regan sedang butuh istirahat sekarang, dia ambil secarik kertas, untuk menuliskan sebuah memo bahwa dia ijin untuk mengunjungi ibunya, lalu dia tempel di kulkas agar Regan gampang menemukannya..


perjalanan Una lancar..sesampainya di kampung, Una langsung bergegas untuk melihat ibunya yang sedang berbaring..memang ini masih sangat pagi, jadi ibu nya pun masih terlihat lelap tertidur..Una berjalan pelan agar tak membangunkannya, lalu masuk ke kamarnya untuk kemudian dia membereskan rumah yang berantakan..sepertinya ibu tidak bisa beraktifitas banyak..semua Una bersihkan, dia lihat ada banyak sayuran di dapur, dia pun segera memasak agar saat ibu terbangun bisa segera sarapan..


matahari sudah mulai tampak, tampak ibu berjalan pelan keluar dari kamar, sambil tertatih-tatih ibu tampak kaget karena mendapati rumah sudah begitu bersih dan rapi, bahkan tercium aroma masakan dari dapurnya..Una menoleh" ibu sudah bangun"


" lho..kapan kamu sampai nak??gek udah beberes sama masak Ki..ibu kok Ndak tau"


" tadi bu..sebelum subuh..Una lihat ibu tidurnya nyenyak banget, jadi Una gak mau bangunin"


" Oalah mbok Yo di bangunin gak apa-apa"


" gak apa-apa buk..ini juga bentar lagi selesai..Una masak seadanya yang di dapur..nanti siangan baru Una ke pasar buat beli yang lainnya"


" wes Ndak usah..ibu yang penting ada sayur udah cukup..gak usah boros-boros"


"enggak lah Bu..lha wong paling cuma kebutuhan dapur aja"


" lha kamu itu datang kemari apa Ndak kerja tho?"tanya ibu


" Una ijin dulu Bu"


" lho..kok malah ijin Ki lho..opo Ndak di marahi nanti??" tanya ibu khawatir


" enggak Bu..Una itu kerja nya gampang, bis Una juga orang nya baik banget..lagian Una kan ijin bukan untuk seneng-seneng, tapi buat ngrawat ibu" jawab Una tersenyum


" apa mau lama?"


" sampai septa balik Bu..semalem dia ngirim pesan, kalau dia gak bisa nemeni ibu"


" anak itu lho .wong ibu gak kenapa-kenapa kok..cuma keseleo aja"


" nama nya juga anak Bu, Una malah marah kalau septa sampai gak ngomong"


ibu terlihat bangga melihat anak sulungnya, sedari kecil sejak ayahnya meninggal Una tak pernah malu buat bantu ibu nyari uang, mulai dari jualan es di sekolah, sampai ikut berkebun, setelah lulus SMA pun dia berjuang sendiri untuk kuliah, meski akhirnya tetap gak bisa melanjutkan..bahkan sampai sekarang dia dewasa, dia tetap menjadi tulang punggung keluarga..padahal banyak teman seumurannya yang sudah menikah bahkan sudah punya anak..


" gimana kabarnya pacar kamu..siapa itu namanya?"


" Regan Bu"


" iya..orang-orang pada penasaran lho karena gak sempet ketemu"


" Regan itu sibuk Bu..jadi waktunya gak bisa lama"


" teman mu yang rumahnya dekat pak Sabtu itu lho, sekarang udah punya anak 2 lho"


" oh Arini"


" iya..itu..anaknya pak Agus temen mu juga kan?"


Una mengangguk


" itu kemarin baru nikah..kamu gak di undang ya?"


" Una gak begitu Deket Bu..lagian Una juga gak tau"


" temen-temen mu udah banyak yang nikah lho nak"


Una tau maksud ibu bicara begini


" Bu..kalau maksud ibu ngomong ini pengen Una cepet-cepet nikah juga..Una belum mikir Bu"


" pacar kamu itu kayaknya serius lho nak"


" masih jauh Bu..biar aja Una jalani sambil jalan..yang terpenting sekarang ibu, septa itu seneng dulu..baru nanti Una mikir diri Una sendiri..sekarang ibu sarapan, setelah ini kita pergi ke rumah sakit"


" lha ngapain ke rumah sakit segala..ibuk Ki cuma keseleo..di urut juga nanti sembuh"


" ibu nurut Una deh..jangan sepelekan penyakit..septa bilang kemarin ibu sampe gak bisa jalan gitu kok"


Regan melihat sekeliling, dia keluar rumah, lalu masuk rumah lagi, kenapa sepi sekali..Regan mendekat ke kamar Una, menempelkan telinganya di pintu, hening..lalu dengan pelan dia buka pintu kamar Una, sudah rapi, tak ada tanda-tanda Una di dalam


" kemana perginya anak itu??dia bahkan tak minta ijin dulu" gumamnya


dia berjalan menuju kulkas untuk minum, dan dia dapati memo dari Una


" kenapa dia harus menulis disini, dia kan bisa menulis pesan saja di ponsel atau membangunkan ku pun tak apa-apa


sesampainya di rumah sakit Una segera mendaftarkan ibunya, banyak sekali antriannya..


klunting..ponsel Una berbunyi..ada pesan


" kau sudah sampai di rumah??

__ADS_1


bagaimana keadaan ibu mu??" pesan dari Regan


" sudah..syukurlah tidak terlalu parah..ini aku sedang di rumah sakit untuk periksa..maaf ya karena aku ijin mendadak" balas Una


" gak apa-apa fokus aja ke ibu mu dulu..berlama-lama juga gak apa-apa..gak usah mikir yang di sini"


" kau yakin aku boleh berlama-lama?kau tidak akan memotong gaji ku kan??"


Regan tersenyum melihat jawaban Una, bagaimana bisa dalam kondisi ini dia masih berpikir masalah gaji


" tenang saja..aku gak akan memotong gaji mu..jadi kamu yang santai aja di sana merawat ibu mu"


" okey baiklah kalau begitu..makasih ya 🤗🤗"


" hati-hati ya ❤️❤️🥰"


apa'an sih kenapa ada emot hati..Una jadi memerah..apa maksud Regan memberinya emot seperti itu


" Una??" seseorang tiba-tiba memanggilnya..Una mendongak..dia merasa tak kenal dengan pria paruh baya yang menyapanya


" iya?"


" benar itu kamu..wah sudah dewasa kamu ya..cantik lagi" orang itu terlihat gembira sekali melihat Una, tapi Una justru merasa bingung siapa orang ini


" apa kamu gak kenal aku??" tanya orang itu


" maaf pak saya sepertinya lupa"


" walah masih muda kok pelupa..aku yang udah tua begini masih ingat banget lho sama kamu" ucap orang itu sambil tertawa " dokter Rizwan..dulu kamu narik-narik baju ku tho buat nylametin laki-laki yang kamu gendong..inget gak hayoo"


" ya Tuhan dokter Rizwan..maaf dok..iya saya ingat" jawab Una sambil menyalami


" gadis baik..untung lho itu kamu tolong..tapi pas udah selesai kamu itu kemana kok ngilang?"


" aah..saya harus pergi kerja dok..yang penting kan orang nya sudah di tangani..hehehe"


" sini..sini ayo duduk dulu..aku pengen denger cerita banyak dari kamu" ajak dokter Rizwan


" ini kamu lagi mau periksa apa gimana?"


" saya nganter ibu saya dok buat periksa"


" lho ibu mu sakit tho?"


" kemarin habis jatuh dok kakinya keseleo bengkak, jadi saya bawa ke dokter tulang biar di periksa, takut kenapa-kenapa"


" Bener..bener..kamu memang anak baik dari dulu..itu yang kamu tolong udah nyari-nyari kamu lho itu"


' iya itu..sekarang udah jadi orang sukses dia..berkat kamu lho itu"


" enggak lah dok, saya cuma perantara saja" ucap Una tersenyum


"lha iya tho..coba nek gak ada kamu itu gak tau nasibnya gimana"


Una cuma senyum-senyum mendengarnya


" ngomong-ngomong dokter ini awet muda lho..perasaannya gak beda jauh sama dulu pas ketemu"


" iya..tapi kamu lupa tho, hehehe" dokter Rizwan ibu ramah banget..andai ayahnya masih ada mungkin seumuran dokter Rizwan ini sekarang


" siapa ya itu orang nya kok aku lupa, dia itu sekarang sukses lho. dia jadi donatur tetap di rumah sakit ini"


" oh ya..dermawan juga berarti dia dok"


" kok lupa aku namanya" dokter Rizwan berusaha mengingat


" gak apa-apa dok..tau dia sudah baik saja itu sudah cukup"


" Minggu depan ulang tahun rumah sakit ini..kami ngadain acara donasi juga..dia juga pasti datang itu..kamu datang juga ya" ajak dokter Rizwan


" gak usah sok..saya kan bukan bagian dari rumah sakit ini"


" gak apa-apa..nanti bilang rekomendasi dari aku..biar kalian ketemu lagi..dia sudah lama lho nyari-nyari"


" gak enak dok.."


" gak enak kenapa??bilang dari aku.." dokter Rizwan beranjak, berdiri dan berbuat untuk pergi " pokok harus datang..aku tunggu..aku ada praktek dulu..senang ketemu sama kamu Una. si gadis baik" ucap dokter Rizwan sambil menepuk pundak Una


Una menunduk mempersilahkan dokter Rizwan pergi...


setelah beberapa hari, ibu Una pun sudah lebih baik, septa sudah kembali dari acara sekolahnya, Una pun pamit untuk kembali...


Una masuk kerumah, sepi..tak tampak Regan..


" lagi dimana mas?aku sudah di rumah sekarang" Una mengirim pesan


belum ada balasan..Una pun masuk kamar..dia melihat sebuah boneka kelinci warna pink di atas kasurnya, di kepalanya ada sebuah memo


" hadiah kecil untuk mu..biar malam mu ada yang menemani"

__ADS_1


apa'an sih..Una tersipu, dia memeluk boneka itu sambil merebahkan badannya di kasur


klunting..ada pesan


" lagi syuting" jawab Regan singkat


" oke..aku kesana sekarang"


" gak usah kamu tunggu di rumah aja, hari ini gak usah ikut dulu..kamu pasti capek"


" gak apa-apa..aku kesana"


" apa kau begitu merindukanku sampai di suruh istirahat pun gak mau"


apa'an sih..Una langsung menutup ponselnya dan tak membalas nya


" apa iya..apa sekarang aku merindukannya??" bisik Una dalam hati, mukanya jadi memerah..


Regan pulang larut sekali, dia masuk pelan-pelan, takut jika Una terbangun


" baru pulang?" Una tiba-tiba nongol dari atas sofa


Regan kaget seperti melompat


" kaget aku..kamu kenapa tidur di situ?"


" sepertinya aku tertidur tadi pas nungguin mas Regan"


Regan tersipu-sipu..


"besok lagi gak usah nungguin..langsung tidur aja" ucap Regan sambil mendekat ke arah Una


" gimana keadaan ibu kamu?"


" sudah baik sekarang"


"syukurlah"


Una menatap Regan sejenak " makasih ya boneka nya" ucap Una sambil tersenyum


" apa kau sedang menggodaku?" kata Regan


" bagaimana bisa berterimakasih di bilang menggoda"


" itu kamu tersenyum begitu..senyum mu itu bikin hati ku..aarrgghh" ucap Regan sambil memegang dadanya " seperti tertancap pisau"


" kenapa begitu??" tanya Una penasaran


" karena senyummu mengalihkan dunia ku"


" idih..apaan" Una berdiri dan berniat pergi


" kemana??"


" tidur lah"


" kamu gak merindukanku kah??aku lho kangen banget"


" ikh apa'ah sih" ucap Una sambil berlari


entah itu hanya candaan atau benar, tapi ucapan Regan sudah cukup membuat Una tersipu-sipu malu


hari ini una berniat menghadiri undangan dokter Rizwan..dia pun penasaran ingin bertemu dengan pria yang pernah dia tolong, pagi-pagi Una sudah berdandan rapi..Regan yang melihat pun heran


" mau kemana pagi-pagi sudah rapi?" tanya Regan


" aku ijin bentar ya mas, aku mau ketemu temen"


" dandan cantik begitu??aji??"


" bukan..aku mau ikut acara donasi..kebetulan aku ada salah satu kenalan di situ..aku berangkat ya" ucap Una sambil melambaikan tangan


" semangat banget dia"


Una sudah sampai di rumah sakit..lobby sudah ramai..acara donasi untuk anak-anak kanker..Una melihat ke kanan kiri..dia belum menemukan dokter Rizwan..apa mungkin Una yang kepagian datangnya..


selang beberapa lama sudah mulai banyak yang datang, anak-anak penderita kanker sudah pada duduk di kursi yang di sediakan..


" Una!" tiba-tiba ada yang memanggil


Una menoleh..oh ternyata dokter Rizwan. Una menyalami sambil tersenyum


" syukurlah kamu datang..aku udah ngomong lho ke dia kalau kamu datang..uughh, dia semangat sekali..ayo tak bawa ke orang nya"


aduh..kok jadi gugup ya..


dokter Rizwan mengajak Una ke deretan para tamu yang datang, tiba-tiba dokter Rizwan. menepuk pundak seseorang..orang itu berbalik..seketika Una kaget melihat siapa yang ada di depannya sekarang..


" mas Regan??!!" mata Una terbelalak

__ADS_1


" hallo..nona pahlawan!"


__ADS_2