
Una hanya bisa memandang dari jauh, perasaan nya berusaha dia kubur dalam-dalam..dia tidak bisa lagi menerima meski sebenarnya mereka masih sama-sama suka, Una tak mau melihat Regan sekali lagi hancur karena dia..
sementara Regan terus merasa menyesal dengan keputusan yang dia buat, tidak seperti saat dengan Una, pengakuan kisah cinta nya dengan gina adalah emosi sesaat yang dia rasakan hingga membuatnya berpikir untuk membuat Una cemburu, tapi nyatanya itu salah , Una justru seperti tak peduli, Regan ingin kembali, dia akan terima semua konsekuensinya, tapi sepertinya Una tidak memberi kesempatan untuknya, Una selalu menghindar jika ada Regan,,,seolah tak mau berkomunikasi lagi..
hari ini hujan turun begitu lebat, syuting pun tidak bisa di lanjutkan, terpaksa mereka hentikan dan di lanjut lagi besok..beberapa kru dan artis saling berkumpul di sebuah ruangan, mereka saling berbincang, beberapa sudah kembali pulang..terlihat Regan yang duduk berdampingan dengan gina..awalnya mereka duduk biasa saja, tapi setelah melihat Una masuk, gina dengan sigap menggandeng lengan Regan, menyandarkan kepala di bahunya,,Regan berusaha menolak tapi dekapan gina terlalu kencang...
Una melihatnya sesaat lalu berpaling, dia duduk bersama beberapa karyawan dan juga pak kepala
" mereka terlihat begitu serasi" ucap salah satu teman Una
merekapun melihat Regan dan gina yang saling berdekatan
" aku dengar sebelumnya Regan berkencan dengan pegawainya, tapi ternyata dia cuma di manfaatkan"
" ah ya aku sudah lihat beritanya..wanita itu hanya orang biasa, meski Regan itu ganteng tapi tetap saja, uang akan membutakan seseorang"
" parah tu cewek..orang seperti Regan aja di khianati..bagaimana dengan kita yang hanya remahan rengginang..hahaha"
mendengar itu Una hanya terdiam, tak apa..itu karena mereka tak tau yang sebenarnya..inilah dunia netizen, mereka yang hanya bisa berkomentar tanpa melihat faktanya..tapi memang inilah yang diharapkan, semua menyalahkan Una dan membela Regan...
diam-diam Regan mencuri pandang ke arah Una, dia takut Una terus salah paham..tapi Una bahkan tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan, seperti sudah sangat menutup kesempatan untuk Regan...
" pak saya pamit pulang duluan ya" pamit Una
" masih hujan un.."
" gak apa-apa pak sepertinya sudah sedikit reda..halte bis cuma Deket ini kok"
" iya deh..besok tepat waktu ya jangan telat"
" baik pak"
Una pun segera beranjak pergi, di luar hujan masih turun, tidak sederas tadi tapi tetap akan basah jika berjalan tanpa payung..lebih baik keluar, karena saat di dalam justru akan membuat hati Una terluka melihat kemesraan Regan dan gina..Dimata Una mereka terlihat begitu mesra, dan Una berpikir kalau Regan benar berkencan dengan gina, meski Regan berusaha menjelaskan sesuatu, tapi entah apa yang akan dijelaskannya, Una memilih untuk tak tau..
dengan menutupkan tas di kepala Una berlari kecil menuju halte terdekat, semakin jauh kok semakin deras...setelah sampe halte, Una basah kuyup, dia kedinginan..untungnya masih ada jaket yang dia bawa..tampak sebuah mobil berhenti tepat di depannya, dia membuka kaca dan tampak Regan di dalamnya
" masuklah..aku antar kamu pulang".
"terimakasih mas..sebentar lagi bis nya sampai kok"
Regan pun keluar dari mobil, dia mengeluarkan jaket tebal dan memakaikannya ke Una
" jika kamu tak mau ikut dengan ku, sebaiknya kau tak menolak ini, jangan sampai sakit karena masuk angin"
__ADS_1
" gak apa-apa mas..gak usah"
" aku cuma gak mau pemandu ku besok gak masuk, aku gak mau syuting ku terhambat karena kamu sakit"
Una dia..Regan memakaikan jaket ke Una, lalu beranjak pergi..Una melihat mobil Regan berlalu dan menghilang..tak selang lama bis nya pun sampai..dia mengingat wajah Regan saat tadi di halte, wajahnya masih terlihat begitu hangat, tapi sekarang dia adalah pacar orang, dia tak seharusnya ge'er hanya karena Regan memberinya jaket..seperti yang tadi Regan bilang, dia gak mau syutingnya terhambat hanya karena dia sakit...
setelah sampai di rumah, Una langsung mandi dan membalur minyak kayu putih ke tubuhnya supaya hangat.
esoknya dia terbangun begitu cepat, badannya menggigil, panas tinggi, kepalanya pusing..benar saja, dia sakit, pasti karena kehujanan, biasanya dia tahan banting tapi kenapa ini malah jadi langsung sakit..di ambilnya obat flu, dia minum berharap setelah tidur sejenak dia akan segera sembuh, minimal panasnya turun..
benar saja, panas badannya turun tapi kepalanya tetap saja pusing dan berat, dia tetap berusaha masuk kerja karena ada tanggung jawab yang harus dia kerjakan, meski cuma pemandu wisata, tapi tanpa adanya dia akan membuat proses syuting terganggu..
wajahnya terlihat pucat, saking pucatnya sampai seperti mayat hidup
" kamu sakit un?"
" gak apa-apa pak sutradara"
Regan melihat Una, benar saja Una pasti sakit, wajahnya yang begitu pucat dan juga sayu..
Una berjalan terhuyung-huyung, kepalanya berat sekali, sepertinya obat flu tidak berfungsi dengan baik
tiba-tiba Regan datang dan mendekapnya..dia menempelkan tangannya ke dahi Una
" ini panas sekali..kamu udah minum obat belum"
" ke rumah sakit aja ya..biar aku ngomong ke pak sutradara"
" gak usah mas..aku gak apa-apa kok..nanti juga sembuh sendiri"
" tapi ini panas banget lho kamu un"
" gak apa-apa..mas pergi aja jangan di sini, nanti kalau ada yang lihat bisa jadi salah paham"
Regan melihat Una pergi dengan perasaan khawatir..
Una masih terus berusaha bertahan, tapi sepertinya pertahanannya sudah tidak mampu lagi, dan dia pun tumbang..
sayup-sayup dia muka matanya, dua melihat wajah Regan di hadapannya
" apa ini mimpi? jika ini mimpi maka biarkan aku dalam kondisi ini dulu..jangan terbangun dulu" pikirnya
dia melihat Regan tersenyum
__ADS_1
" ini pasti mimpi..jika ini nyata tak mungkin Regan ada disini, dia pasti tak berani mendekatinya"
Una meraih tangan Regan dan menempelkannya di pipinya, terasa jangan dan lembut
" mas Regan" ucap Una lirih
Regan mendekatkan wajahnya..Una menatap Regan yang tanpa bicara, di sini Regan yang begitu kabur terlihat begitu tampan
" aku merindukanmu" ucap Una sambil menangis " aku gak mau terbangun dulu, aku berharap bisa menatap mu lebih lama meski hanya dalam mimpi"
Regan pun tersenyum
" kau tau mas..aku sebenarnya sangat cemburu melihat mu dengan gina, tapi sepertinya kamu bahkan tak peduli"
Regan pun mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Una
" mas..karena ini mimpi bolehkan aku menciummu sekali saja"
mendengar ucapan Una, Regan lah yang akhirnya justru mencium Una lebih dulu, ciuman hangat ini seperti nyata..begitu hangat dan lembut..dan ciuman itu membuat Una kembali tertidur
Una muka matanya, dilihatnya sekeliling tak ada siapapun..benar, itu ternyata cuma mimpi..mimpi yang indah...meski mimpi Una merasa sangat bahagia saat mengingatnya..tangannya sudah di infus, dan sepertinya dia sudah ada di rumah sakit, seperti nyata, di mimpinya pun tadi dia seperti berada di tempat yang sama..Una memegang dahinya, syukurlah panasnya sudah turun..
" kamu sudah bangun un?"
" Ranti?"
" katanya kamu pingsan, tadi ada yang menelpon ku, jadi aku buru-buru kesini..syukurlah kamu sudah sadar"
" udah dari tadi?"
" lumayan sih"
" apa tadi kamu lihat orang yang datang kesini?"
" ya tadi dokter yang Dateng"
" selain dokter?"
" sepertinya temanmu belum ada yang Dateng, tadi salah satu temanmu yang anter, pas aku Dateng dia pamit balik kerja karena masih ada kerjaan katanya"
" selain itu?".
" belum ada lagi sih kayaknya"
__ADS_1
sepertinya benar tadi itu mimpi, gak mungkin banget Regan datang kesini, lagian dia pasti lagi sibuk syuting..
" andai mimpi indah itu nyata"